Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pelatihan Literasi Keuangan Pada Budidaya Maggot Sebagai Pakan Ternak dan Pupuk Organik di Kelompok Tani Suka Maju Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang Harahap, Gustami; Syafrizaldi, Syafrizaldi; Safitri, Sri Ariani
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 09 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i09.1608

Abstract

(1) Adanya peningkatan pendapatan petani dari budidaya maggot (2) Adanya pemahaman petani terhadap literasi keuangan di kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang (3) Pemanfaatan maggot sebagai pupuk organik untuk padi sawah dan pakan ternak. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan. Agar proses pelatihan dapat terlaksana dengan baik dan mudah dipahami oleh mitra, maka dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu ceramah, diskusi/tanya jawab, dan praktik langsung serta pendampingan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan bersama dengan kelompok mitra yaitu Kelompok Tani Suka Maju Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang. Dari kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan PKM Universitas Medan Area dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Pemanfaatan maggot sebagai pupuk organik dan pakan ternak mampu menekan biaya variabel dari kegiatan usaha tani dan peternakan Masyarakat. Namun selama ini petani pada Kelompok Tani Suka Maju Desa Beringin Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang belum membuat pembukuan secara nominal berapa sebenarnya pendapatan rill yang didapat setelah memanfaatkan maggot. Harapannya setelah dilakukan pengabdian, petani dapat melakukan manajemen hasil panennya. Sehingga mampu mengelola keuangan usaha tani baik dari padi sawah, peternakan dan budidaya maggot sehingga keuntungannya dapat dikelola dengan baik untuk pengembangan usaha.
The Impact of Entrepreneurial Characteristics on the Success of Online Fresh Produce Businesses in Medan Chyntia Winata Luis; Sri Ariani Safitri; Rika Fitri Ilvira
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 24 NO 01 2025 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.24.01.53-78

Abstract

This research aims to analyze entrepreneurial characteristics, business success, and the influence of entrepreneurial characteristics on business success. The number of samples in this research was 38, using a purposive sampling method. The research results show that the average score level on the entrepreneurial characteristics indicator is 148.8, with a percentage of 78.2% (high category). Not only that, but business success also has an average score of 134.3 with a rate of 70.6% (high category), and there is a significant influence between Entrepreneurial Characteristics (KW) and Business Success (KU). The t-statistical value of Entrepreneurial Characteristics (KW) on Business Success (KU) is 28.476, more significant than the t-table 1.68. This means there is a substantial difference of 28.476 between the average of the two variables and the relationship between them. Apart from that, the resulting research p-value of 0.000 is smaller and much lower than the alpha value (0.05), which means it is significant and rejects H0. The suggestions in this research are for online fresh fruit and vegetable business actors to improve their management skills and strategies in running their businesses and further improve strategies in utilizing the technology used in promotions to attract customer attention. Buy and be better able to market their products inside and outside the city by becoming entrepreneurs. Entrepreneurial characteristics have a significant influence on business success.
EKONOMI SIRKULER SEKTOR PERTANIAN: POTENSI LIMBAH SEBAGAI SUMBER PAKAN DAN PANGAN Kuswardani, Retna Astuti; Syah, Rahmad; Safitri, Sri Ariani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38270

Abstract

Abstrak: Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan akumulasi sampah organik yang berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Sejalan dengan penerapan ekonomi sirkular, sektor pertanian memiliki peluang untuk mengintegrasikan pengelolaan limbah dengan peningkatan ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat. Mitra Kegiatan pengabdian yakni Ibu-ibu PKK Desa Pantai Labu Baru., Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang .[As1.1][SS1.2] Programrogram bertujuan mengoptimalkan penggunaan sumber daya melalui pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga berbasis maggot, pemanfaatan pupuk kasgot, pakan ternak serta budidaya sayuran pekarangan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan terhadap mitra yakni Ibu anggota PKK Desa Pantau Labu Barumasyarakat[As2.1][SS2.2] yang berjumlah 35 orang.. Indikator dari keberhasilan program ini yakni peserta dapat menerapkan pengelolaan sampah organik dengan bantuan maggot, selanjutnya peserta memanfaatkan pekarangan rumah dengan membudidayakan berbagai jenis sayuran dan budidaya ternak dari hasil kasgot dan pakan ternak dari limbah dari maggot. Hasil kegiatan menunjukkan secara keseluruhan, hasil perbandingan pre-test dan post-test menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan pemahaman dan sikap peserta pada seluruh indikator mencapai sekitar 63%, yang mengindikasikan efektivitas kegiatan dalam meningkatkan kapasitas peserta terkait pengelolaan limbah, budidaya maggot, dan pemanfaatan pekarangan.Abstract: The increase in population has led to the accumulation of organic waste, which may cause environmental problems if not properly managed. In line with the implementation of the circular economy concept, the agricultural sector offers opportunities to integrate waste management with improvements in household food security and community income. The community service partner in this program was the PKK group of Pantai Labu Baru Village, Pantai Labu Subdistrict, Deli Serdang Regency. The program aimed to optimize resource utilization through training on maggot-based household waste management, the use of frass (kasgot) as organic fertilizer, animal feed production, and home-yard vegetable cultivation. The methods employed included socialization, training, and community mentoring. The results indicate that the comparison of pre-test and post-test scores shows an average improvement of approximately 63% in participants’ knowledge and attitudes across all indicators, demonstrating the effectiveness of the program in enhancing participants’ capacity in waste management, maggot cultivation, and productive yard utilization.
Analisis Kinerja Rantai Pasok Bayam Hidroponik di Kota Medan Agiel Prio Anggoro; Sri Ariani Safitri
Jurnal Agrisep Vol. 26 No. 2 (2026): Volume 26 Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Departemen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala associated with AAI (Asosiasi Agribisnis Indonesia). Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, 23111, Indonesia. Email: agrisep@usk.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agrisep.v26i2.358

Abstract

Hydroponic vegetables are a horticultural commodity that is increasingly in demand, with spinach as one of the vegetables with high economic value. This study aims to describe and analyze the hydroponic spinach supply chain at Sufi Agrifarm. Respondents were determined using a purposive sampling method. Data analysis was conducted using the Food Supply Chain Network (FSCN) and Supply Chain Operation Reference (SCOR). The results show that Sufi Agrifarm's supply chain includes the flow of products from producers to modern and traditional markets to consumers, with information flow related to market conditions, product stock availability, product delivery and price agreements. The main difference is in the payment system, namely cash for traditional markets and bank transfers for modern markets. The overall supply chain performance is very good. Both distribution channels are categorized as superior in terms of delivery, standard compliance, order fulfillment, lead time, fulfillment cycle, and flexibility. The Cash to Cash Cycle Time of the traditional market is more efficient (2 days) than the modern market (31 days), indicating faster cash flow.