Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KESADARAN HUKUM MEMBAYAR RETRIBUSI BAGI PENGUNJUNG WISATA BENTENG ROTTERDAM KOTA MAKASSAR BAU PARAWANSA; FIRMAN UMAR; MANAN SAILAN
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 4, Desember 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.166 KB) | DOI: 10.56680/jt.v0i4.6737

Abstract

ABSTRAK: Kesadaran Hukum Membayar Retribusi Bagi Pengunjung Wisata Benteng Rotterdam Kota Makassar. Skripsi Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Manan Sailan dan Firman Umar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kesadaran hukum pengunjung dalam membayar retribusi dan (2)  untuk mengetahui factor yang dominan bagi kepatuhan hukum pengunjung dalam membayar retribusi. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan teknik analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Tingkat kesadaran hukum pengunjung tentang retribusi masih rendah hal tersebut tampak pada pelaksanaan indikator kesadaran hukum yang tidak terpenuhi secara keseluruhan dalam hal ini pengetahuan hukum dan pemahaman hukum (2) Faktor yang dominan bagi kepatuhan pengunjung dalam membayar retribusi yaitu adanya aturan membayar retribusi untuk masuk dan pengunjung membayar retribusi, akan tetapi mengenai pemahaman pengunjung terhadap retribusi tersebut sebagian besar pengunjung belum mengetahui tentang retribusi. Kata Kunci: Kesadaran Hukum, Pengunjung, Retribusi.   ABSTRACT: Legal Awareness Paying Levy For Visitor Visitor of Rotterdam Fort of Makassar City. Thesis Department of Education Pancasila and Citizenship, Faculty of Social Sciences, State University of Makassar. Guided by Manan Sailan and Firman Umar. This study aims to determine: (1) Legal awareness of visitors in paying levies and (2) to determine the dominant factor for compliance with visitor law in paying retribution. To achieve these objectives, the researchers used data collection techniques through observation, interviews and documentation. The data have been obtained from the results of research processed by using qualitative descriptive analysis techniques. The result of the research shows that: (1) The level of legal awareness of visitor about retribution is still low it is seen in the implementation of the unfulfilled legal awareness indicator in this case legal knowledge and legal understanding (2) The dominant factor for visitor compliance in paying retribution is there is a rule of paying retribution to enter and visitor pay retribution, but regarding visitor understanding to retribution most of visitor not yet know about retribution.Keywords: Legal Awareness, Visitor, Retribution
KONTRIBUSI PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PPKN (STUDI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BANTAENG) IRMAWATI .; IRSYAD DAHRI; MANAN SAILAN
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 3, September 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.968 KB) | DOI: 10.56680/jt.v0i3.5576

Abstract

ABSTRAK :Kontribusi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru PPKn (Studi di Madrasah Aliyah Negeri Bantaeng). Skripsi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh H. Heri Tahir dan Imam Suyitno.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1). Kompetensi profesional guru PPKn di Madarasah Aliyah Negeri Bantaeng (2). Hambatan yang timbul dalam meningkatkan kompetensi profesional guru PPKn di Madarasah Aliyah Negeri Bantaeng. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengempulan data melalui, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kompetensi profesional guru PPKn yang telah lulus PLPG di MAN Bantaeng belum sepenuhnya terlaksana  dengan baik hal ini di tunjukkan bahwa dari lima indikator kompetensi profesional diantaranya: Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata palajaran yang diampu, Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu, Mengembangkan materi pelajaran yang diampu secara kreati, Mengembangkan keprofesian secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, Memanfaatkan tekhnologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan pengembangan diri. Masih ada indikator dari kompetensi profesional yang belum terlaksana yaitu memanfaatkan tekhnologi informasi dan komunikasi, sementara dalam kurikulum 2013 guru dituntut untuk harus memiliki kemampuan atau kompetensi dalam menggunakan tekhnologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. (2) Hambatan yang timbul dalam meningkatkan kompetensi profesional guru PPKn di MAN Bantaeng datang dari sarana dan prasarana sekolah yaitu minimnya LCD, masih adanya kelas yang tidak memiliki instalasi listrik dan kurangnya buku mata pelajaran untuk peserta didik.Kata Kunci : Kompetensi Profesional, Guru ABSTRACT: Contribution of Education and Training of Teacher Profession in Improving Professional Competence of PPKn Teachers (Study at Madrasah Aliyah Negeri Bantaeng). Thesis Faculty of Social Sciences Makassar State University. Guided by H. Heri Tahir and Imam Suyitno.This research aims to know (1). Professional competence of PPKn teachers in Madarasah Aliyah Negeri Bantaeng (2). Barriers arising in improving professional competence of PPKn teachers in Madarasah Aliyah Negeri Bantaeng. To achieve these objectives, the researcher uses data collecting technique through, documentation, observation, and interview. The data that have been obtained from the research results are processed by using qualitative analysis. The results showed that (1) The professional competence of PPKn teachers who have passed the PLPG in MAN Bantaeng has not been well implemented. This shows that from the five indicators of professional competence are: Mastering the materials, structure, concepts, and thinking patterns that support the eyes skilled, proficient in the competency and basic competencies of subjects / fields of development that are developed, develops creativity-enhanced subject matter, develops professionally in a continuous manner with reflective actions, utilizes information and communication technologies to communicate and develop themselves. There are still indicators of professional competence that have not been implemented that is utilizing information and communication technology, while in the curriculum 2013 teachers are required to have the ability or competence in using information and communication technology in the learning process. (2) Obstacles that arise in improving the professional competence of teachers in MAN Bantaeng PPKn come from school facilities and infrastructure is the lack of LCD, there is still a class that does not have electrical installation and lack of textbooks for learners.Keywords: Professional Competence, Teacher  
KESADARAN HUKUM DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT PESISIR DI KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR FEDIYATUN MUNTAZARAH; MUHAMMAD AKBAL; MANAN SAILAN
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 1, Maret 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.37 KB) | DOI: 10.56680/jt.v0i1.6772

Abstract

ABSTRAK : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (i) Kesadaran hukum masyarakat pesisir dalam pengelolaan lingkungan hidup di Desa Tamasaju. (ii) Sikap partisipasi aktif masyarakat pesisir dalam pengelolaan lingkungan  di pemukiman warga desa tamasaju. (iii) Perilaku lingkungan masyarakat pesisir dalam pengelolaan jamban dan sampah pada setiap keluarga di Desa Tamasaju. Sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat pesisir Desa Tamasaju yang bertempat tinggal di pinggiran pantai dan informan sebanyak 30 responden dengan menggunakan metode penarikan sampel Puposive sampling yaitu metode pengambilan data secara selektif. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis presentase, dimana data diolah dan disajikan dalam bentuk table frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (i) Kesadaran Hukum masyarakat Desa Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar relatif masih kurang dengan persentase  rendah 66,66%. (ii) Sikap Partisipasi Aktif Masyarakat Pesisir dalam pengelolaan lingkungan hidup dapat dikatakan memadai dengan persentase 63,33% (iii) Perilaku Lingkungan Masyarakat Pesisir relatif kurang baik dengan persentase masyarakat, kurang aktif 50%. Kata Kunci : Kesadaran hukum, pengelolaan lingkungan hidup, Kawasan Pesisir  ABSTRACT: The purpose of this study is to find out (i) the legal awareness of coastal communities in environmental management in Tamasaju Village. (ii) Attitudes of active participation of coastal communities in environmental management in tamasaju villagers' settlements. (iii) Behavior of coastal communities in managing latrines and garbage in each family in Tamasaju Village. The target in this study is the coastal community of Tamasaju Village who live in the coastal areas and informants as many as 30 respondents using the Puposive sampling method of sampling which is a method of collecting data selectively. This type of research is qualitative. Then the data obtained were analyzed using percentage analysis techniques, where the data was processed and presented in the form of frequency tables. The results showed that: (i) Legal Awareness of the Tamasaju Village North Galesong District Takalar District was relatively lacking with a low percentage of 66.66%. (ii) Attitude of the Active Participation of Coastal Communities in environmental management can be said to be adequate with a percentage of 63.33% (iii) Coastal Community Environmental Behavior is relatively poor with the percentage of people, 50% less active. Keywords: legal awareness, environmental management, coastal area
KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM MENGURUS IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) DI DESA SALUKANAN KECAMATAN BARAKA KABUPATEN ENREKANG ZUL FIRMAN .H; . RIFDAN; MANAN SAILAN
Jurnal Tomalebbi Vol 5, No 2 (2018): Volume V, Nomor 2, Juni 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.414 KB) | DOI: 10.56680/jt.v5i2.6800

Abstract

masyarakat dari aspek: A, Pengetahuan masyarakat di Desa Salukanan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang dalam mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB), B, Pemahaman masyarakat di Desa Salukanan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang dalam mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) C, Sikap masyarakat di Desa Salukanan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang dalam mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB (2) Kendala yang dihadapi masyarakat di Desa Salukanan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang dalam mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan sumber data primer adalah Aparatur desa, Staf yang membidangi IMB di Kecamatan Baraka, Dinas terkait DPMPTSP serta Dperkim-TR dan 23 orang masyarakat di Desa Salunan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan teknik analisis deskriptif partisipatoris. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Kesadaran hukum dari aspek: A,Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kewajiban dalam mengurus Izin Mendirikan Banguan (IMB) di Desa Salukanan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang bahwa sebagian responden kurang mengetahui akan adanya  Peraturan Daerah No 04 Tahun 2014 Tentang Bangunan Gedung, B,Tingkat pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan tujuan mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Desa Salukanan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang bahwa sebagian responden tidak memahami akan adanya Peraturan Daerah No 04 Tahun 2014 Tentang Bangunan Gedung C, Tingkat sikap masyarakat mengenai persyaratan dan prosedural terkait Peraturan Daerah No 04 Tahun 2014 Tentang Bangunan Gedung, (2). Kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengurus IMB adalah  persoalan pengetahuan dan pemahaman yang masih kurang, dalam hal ini diperlukan peran aparatur terkait untuk sesegera mungkin melaksanakan sosialisasi sebagai bentuk pengedukasian kepada masyarakat akan pentingnya IMB dari segi manfaat dan kegunaan dari IMB itu sendiri, sehingga nantinya berdampak baik terhadap sikap dan pola berprilaku hukum didalam masyarakat. Kata Kunci: Kesadaran Hukum, Izin Mendirikan Bangunan  ABSTRACT: This study aims to determine: (1) community legal awareness of aspects: A, Knowledge of the people in Salukanan Village, Baraka District, Enrekang Regency in managing Building Permits (BMI), B, Understanding the community in Salukanan Village, Baraka District, Enrekang District in handling Building Permit (IMB) C, The attitude of the people in Salukanan Village, Baraka District, Enrekang Regency in handling Building Permit (IMB (2) Constraints faced by the community in Salukanan Village, Baraka District, Enrekang Regency in handling Building Permit (IMB), To achieve the objectives The researcher uses data collection techniques through observation, interviews and documentation.With primary data sources are the village apparatus, staff in charge of IMB in Baraka sub-district, related services DPMPTSP and Dperkim-TR and 23 people in the village of Salunan, Baraka District, Enrekang District. which has been obtained from the results of the study processed with n using participatory descriptive analysis techniques. From the results of the study showed that; (1) Legal awareness of aspects: A, The level of public knowledge of the obligations in managing the Building Permit (IMB) in Salukanan Village, Baraka District, Enrekang Regency, that some respondents are not aware of the existence of Regional Regulation No. 04 of 2014 concerning Building, this is evidenced by the number 114 is not aware of the existence of the Regional Regulation. B, The level of public understanding about the benefits and purpose of managing Building Permit (IMB) in Salukanan Village, Baraka District, Enrekang Regency, that some respondents did not understand the existence of Regional Regulation No. 04 of 2014 concerning Building, this was evidenced by the number 147 did not understand the Regulation The area. C, The level of public attitudes regarding requirements and procedures related to Regional Regulation No. 04 of 2014 concerning Building, this is evidenced by the number 92 disagreeing about the requirements and procedures related to the regulation. (2). The constraints faced by the community in managing the IMB are the lack of knowledge and understanding, in this case the role of the relevant apparatus is needed as soon as possible to carry out socialization as a form of socialization to the community of the importance of IMB in terms of the benefits and usefulness of the IMB itself, so that it will have a good impact towards attitudes and patterns of legal behavior in society. Keywords: Legal Awareness, Building Permit
PENERAPAN DIMENSI BERNALAR KRITIS PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMP ISLAM TERPADU WAHDAH ISLAMIYAH KOTA MAKASSAR Manan Sailan; Andi Aco Agus; Muhammad Haerul Imam
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 4 (Desember 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to: (1) Knowing the teacher's strategy in implementing the critical reasoning dimension of the Pancasila student profile at Wahdah Islamiyah Integrated Islamic Junior High School Makassar and (2) inhibiting factors in implementing the critical reasoning dimension of the Pancasila student profile at Wahdah Islamiyah Integrated Islamic Junior High School Makassar. The approach used in this research is a qualitative approach with descriptive analysis research type. The data collection techniques used are observation, interview, and documentation. The data sources used are primary and secondary data. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation with data analysis using an inductive model.The results of this study indicate that: (1) the teacher's strategy in implementing the critical reasoning dimension is discussion, reflection, and motivation. The discussion method used by the teacher is group discussion and pro and contra discussion. Reflection aims to get feedback from the learning that has been carried out and provide opportunities for students to evaluate the learning process. Giving motivation aims to provide external encouragement to students in order to increase learning motivation. (2) The inhibiting factors for teachers in implementing the critical reasoning dimension are the lack of understanding of the implementation mechanism of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) and inconsistent students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui strategi guru dalam menerapkan dimensi bernalar kritis profil pelajar pancasila di SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar dan (2) faktor penghambat Penerapan dimensi bernalar kritis profil pelajar pancasila di SMP Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang diperoleh pada penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) strategi guru dalam menerapkan dimensi bernalar kritis adalah diskusi, refleksi, dan pemberian motivasi. Metode diskusi yang digunakan guru yaitu diskusi kelompokdan diskusi pro dan kontra. Refleksi bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dari pembelajaran yang telah dilaksanakan dan memberikan kesempatan peserta didik untuk mengevaluasi proses pembelajaran. Pemberian motivasi bertujuan untuk memberikan dorongan ekternal kepada peserta didik agar dapat meningkatkan motivasi belajar. (2) Faktor penghambat guru dalam menerapkan dimensi bernalar kritis adalah kurangnya pemahaman guru tentang mekanisme pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan peserta didik tidak konsisten.
Improving the Quality of Learning for Students, Governance and Office Automation at SMKN 3 Jeneponto Regency Sailan, Manan; Arhas, Sitti Hardiyanti; Hasan, Muhammad Nurul Hakim; Darwis, Muh.
Jurnal Office Volume 9, Number 2, July-December 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jo.v9i2.56207

Abstract

Education is a learning process involving teaching staff and students which aims to produce quality and competitive students. This research aims to improve the learning system which still uses old patterns in order to improve the quality of learning for students with management and office automation. Education in Indonesia cannot yet compete in the world because the Indonesian education system and quality has not produced many intellectual generations. Therefore, to create good and quality education, teaching staff must be able to provide quality learning to students at school. In the world of education, the role of teachers is very important. This research is qualitative in nature, therefore, to achieve the research objectives, data collection techniques were used, namely interviews, observation and documentation. The results of the research show that improving the quality of learning for students as educators' learning behavior provides a sense of comfort and teachers become role models for students at school. Student behavior or activities enable students to develop their talents and make them confident. The latest thing from this research is that teachers have implemented innovative and creative learning that is different from previous learning and the school has also made new breakthroughs to improve the quality of learning in schools by adding supporting tools to the learning process.
PENERAPAN LITERASI KEPADA ANAK NELAYAN MELALUI PERPUSTAKAAN KELILING Salim, Agus; Sailan, Manan; Sudirman, Muh.
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v19i1.60834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peranan perpustakaan keliling dalam meningkatkan minat baca anak nelayan di Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. (2) faktor pendukung dan penghambat minat baca kepada anak nelayan melalui perpustakaan keliling di Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan kualitatif terhadap Penerapan Literasi Kepada Anak Nelayan Melalui Perpustakaan Keliling di Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar.Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Peranan perpustakaan keliling dalam meningkatkan minat baca Anak Nelayan adalah sebagai penyedia bahan informasi, sebagai fasiliator dalam rangka mengembangkan minat baca, serta memberikan manfaat terhadap anak nelayan. (2) faktor pendukung dan penghambat minat baca kepada anak nelayan yaitu: faktor pendukung: tersedianya buku sebagai bahan bacaan, adanya anak nelayan sebagai sasaran perpustakaan keliling, ikut sertanya Pemerintah setempat, dan orang tua dari anak nelayan. Adapun Faktor Penghambat: buku bahan bacaan tidak terbaru, serta anak yang lebih memilih bermain game daripada membaca buku menurut anak nelayan membaca itu membosankan. Kata Kunci: 
Governor Herman Deru Leadership Style in the Implementation of the Regional Government System for the 2018-2023 Period in South Sumatra Province Mahriadi, Nopriawan; Akib, Haedar; Sailan, Manan
International Journal of Humanities, Education, and Social Sciences Vol 3 No 1 (2025): International Journal of Humanities, Education, and Social Sciences
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ijhess.v3i1.4396

Abstract

Leaders are the main agents of change. PP No. 33 of 2018 The governor is the representative of the central government in the region, his duty is to oversee the provincial regulations The governor has the task of coordinating, monitoring, evaluating, and supervising the implementation of local government. The research method uses a qualitative approach to the research object of the Governor of South Sumatra collecting data observation interviews documentation, conducted to regents and mayors in South Sumatra using Robert House's path goal theory analysis derective, supportive, participative and achievement oriented. As well as presenting data in qualitative case studies. The results showed that of the four aspects of the leadership style of the path goal theory, there are three aspects that have generally gone well including, in the derective leadership aspect, in the supportive leadership aspect and in the achievement oriented leadership aspect, all of these aspects are optimal. However, in the participative leadership aspect, it is not optimal for the special allocation funds that have been disbursed as much as IDR 3.9 trillion, there are BPK RI findings on the realization of the distribution of special funds for governor assistance that do not have standardized standards in their distribution. the dominant determinant factor is the supportive leadership factor Herman Deru's attitude brings the work atmosphere to feel more fun, the popilarity factor, the communication factor and the development factor.
Pelatihan Keamanan Dan Ketertiban Kepada Guru SMA Negeri 1 Majene Sulawesi Barat Rifdan, Rifdan; Haerul, Haerul; Sailan, Manan
Pinisi Journal of Community Service Volume 1, Nomor 2, 2024
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan Program IbM (Pengabdian kepada Masyarakat) dalam bentuk Pelatihan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di SMA Negeri 1 Majene menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam pengembangan karakter dan motivasi para guru. Selama tiga hari kegiatan tatap muka, peserta menunjukkan sikap proaktif dengan aktif berdiskusi, bertanya, serta memberikan masukan konstruktif. Kerjasama yang terjalin antara Polres, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah berpotensi memperkuat upaya Kamtibmas di masa depan. Hasil kegiatan IbM ini mencakup laporan hasil, sertifikat peserta, dan draft Program Sadar Kamtibmas Tahunan, yang dianggap sebagai acuan penting untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. Mengingat kompleksitas tantangan Kamtibmas yang semakin meningkat, disarankan untuk melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan dan terencana, serta melibatkan lebih banyak peserta melalui kerjasama dengan aparat terkait. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepedulian dan semangat guru, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib di Kabupaten Majene.
PERANAN SIKOLA BUDAYA TOBONGA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER REMAJA DI DESA BONTO SALAMA KECAMATAN SINJAI BARAT KABUPATEN SINJAI Hajar, Nurfahmi; Sailan, Manan; Agus, Andi Aco
Jurnal Tomalebbi Volume 11, Nomor 2 (Juli 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to: (1) Find out strategies for developing adolescent character in Tobonga Cultural School activities in Bonto Salama Village. (2) Describe the character values developed in teenagers in the Tobonga Cultural School activities in Bonto Salama Village. This research approach is descriptive with a qualitative research type. The data sources for this research consist of primary data sources, namely data obtained directly from informants and secondary data sources, namely data obtained through literature study. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out by data reduction, data presentation and drawing conclusions. Meanwhile, checking the validity of the data uses triangulation techniques.The results of the research show that: (1) The strategy for developing adolescent character in Tobonga Cultural Sikola activities is gathering and discussing together, theater performances, natural schools, as well as exemplary and habituation methods. (2) The character values developed in teenagers after participating in the Tobonga Culture Sikola activities are self-confidence, cooperation, caring for others and the environment, love for local culture and responsibility.