Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Implementasi Nilai-nilai Kebhinekaan pada peserta didik di UPT SMA Negeri 7 Jeneponto Sailan, Manan; Suyitno, Imam; Syam, Ayu Aprilia
Jurnal Tomalebbi Volume 11, Nomor 2 (Juli 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research aims to: (1) determine the strategies used by teachers in implementing diversity values at SMA Negeri 7 Jeneponto. (2) Knowing efforts to implement diversity values at UPT SMA Negeri 7 Jeneponto. (3) Knowing the inhibiting factors in implementing diversity values at UPT SMA Negeri 7 Jeneponto. This type of research is qualitative research with a descriptive approach. The sources of this research are Civics teachers and students. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. Checking the validity of the data uses data source triangulation techniques.   
PERSEPSI GURU TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER (STUDI DI MAN 1 BUTON TENGAH) ABDIA .; MANAN SAILAN
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 2, Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.42 KB) | DOI: 10.56680/jt.v0i2.3734

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) persepsi guru tentang pendidikan karakter, (2) materi yang diberikan guru dalam pendidikan karakter, (3) nilai hasil pembelajaran pendidikan karakter. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah guru (pendidik) sebanyak 9 orang terdiri dari guru PPKn, guru Agama, guru Bahasa Indonesia, guru Matematika, guru Kimia, guru Biologi, guru Seni Budaya, guru IPS, guru Olahraga (Penjaskes), dan peserta didik sebanyak 7 orang. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian diolah secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Persepsi guru mengenai pendidikan karakter menunjukkan hal yang positif, yang mengintegrasikan materi pendidikan karakter kedalam materi ajar belajar dan pembelajaran mereka, pendidikan karakter diangggap sebagai nilai esensi dalam membentuk dan membentengi kepriabadian peserta didik; (2) Materi (konsep) pendidikan karakter yang disusun dan diajarkan guru (pendidik) disesuaikan dengan substansi isi materi pelajaran tertentu, dengan berbasis pada nilai-nilai Al-Qur’an, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) 1945, Pancasila, serta norma atau aturan yang berlaku; dan (3) Para guru (informan) memberikan penilaian atas materi pendidikan karakter yang dimulai saat proses pembelajaran sampai dengan selesai proses pembelajaran.dalam bentuk penilaian tertulis. Kata Kunci   :  Persepsi Guru, Pendidikan Karakter  ABSTRACT: This study aims to determine: (1) teachers' perceptions of character education, (2) the material given by teachers in character education, (3) the value of learning outcomes of character education. This research is descriptive research using qualitative approach. Informants in this research are teachers (educators) as many as 9 people consisting of teachers PPKn, Religious teachers, Indonesian teachers, Mathematics teachers, Chemistry teachers, Biology teachers, Cultural Art teachers, Social Studies teachers, Sports teachers (Penjaskes), and learners as much 7 people. The technique of determining the informant using purposive sampling technique. Data collection was done by observation, interview, and documentation. The data obtained then processed by descriptive qualitative. The results of this study indicate that: (1) teachers' perceptions of character education show a positive thing, which integrates character education materials into their learning and learning materials, character education is regarded as the essential value in shaping and fortifying the learner's mastery; (2) Character education materials that are prepared and taught by teachers (educators) are adapted to the substance of certain subject matter content, based on Qur'anic values, 1945 Constitution of the Republic of Indonesia (UUD NRI) Pancasila, as well as the prevailing norms or rules; and (3) The teachers (informants) provide an assessment of the character education materials that began during the learning process until the learning process is completed. In the form of a written assessment. Keywords: Teacher Perception, Character Education 
PERSEPSI SISWA TENTANG PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER DI SMK KOMPUTER MUTIARA ILMU MAKASSAR HARMIYUNI .; MANAN SAILAN
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.213 KB) | DOI: 10.56680/jt.v0i4.2999

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesipan siswa dalam mengahadapi ujian nasional berbasis komputer, pandangan siswa mengenai pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer, keunggulan dan kendala yang dihadapi oleh siswa dalam ujian nasional berbasis computer. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kels XII di SMK Komputer Mutiara Ilmu sebanyak 117 siswa. Sedangkan jumlah sampel ditetapkan dengan menggunakan teknik cluster random sampling yaitu dengan jumlah sampel dalam penelitian ini  24 siswa. Dalam penelitian ini jumlah informan 3 orang, yaitu guru di SMK Komputer Mutiara Ilmu yang bertindak sebagai proctor dalam ujian nasional berbasis komputer.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMK Komputer Mutiara Ilmu telah siap mental dalam mengahadapi ujian nasional berbasis komputer. Adapun persespsi siswa terhadap pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer menyatakan bahwa mereka setuju dan senang sekolah mereka melaksanakan ujian nasional berbasis komputer. Dan mereka berpendapat dengan ujian nasional berbasis komputer dapat mengurangi kecurangan-kecurangan dalam ujian. Ujian nasional berbasis komputer memiliki keunggulan yaitu: (1) lebih efektif, (2) pengehematan anggaran negara, (3) mengurangi terjadinya kecurangan-kecurang yang dilakukan berbagai pihak baik itu pihak sekolah maupun siswa itu sendidri serta pihak-pihak yang ingin mengambil keuntugan dari pelaksanaan ujian nasional dengan menjual kunci jawaban, (4) pengiriman hasil ujian siswa lebih cepat. Namun karena merupakan sistem yang baru dilaksanakan maka terdapat beberapa kendala pada sekolah seperti: (1) kecepatan jaringan yang lambat dan terjadinya gangguan jaringan pada saat cuaca buruk seperti hujan, (2) pernah terjadi pemadaman listrik, (3) serial number yang berubah ketika windows komputer server lokal terupdate. Namun, sekolah telah melakukan upaya mengatasi kendala listrik dan jaringan dengan melakukan kerjasama dengan PLN, Lintas Arta dan Telkom serta masalah serial number dengan menyediakan satu server cadangan.Kata Kunci : Persepsi, Unian Nasional, Berbasis Komputer ABSTRACT: This study aims to determine kesipan facing students in national examinations based computer, students' views on the implementation of the national exam-based computer, the advantages and constraints faced by students in national examinations based computer. This research method is descriptive and the population is all students kels XII SMK Mutiara Computer Science as many as 117 students. While the number of samples determined by using cluster random sampling with a sample size of 24 students in this study. In this study, the number of informants 3, the teacher at SMK Mutiara Computer Science is acting as proctor in komputer.Dari based national exam results showed that the students of SMK Mutiara Computer Science have prepared mentally in facing national examinations based computer. The persespsi students towards the implementation of computer-based national examinations stating that they agree and happy school they carry out national examinations based computer. And they argued with computer-based national examinations can reduce cheating in the exam. National exam-based computer has the advantages of: (1) more effectively, (2) pengehematan state budget, (3) reduce fraud-kecurang carried out by various parties, both the school and students were sendidri as well as parties who want to take keuntugan of national exam to sell the answer key, (4) delivery of student test results more quickly. But because it is a new system implemented then there are some constraints on schools such as: (1) the speed of the slow network and the network disruption during bad weather such as rain, (2) had a power cut, (3) the serial number changed when windows local server computer updated. However, the school has made efforts to overcome electrical constraints and network through cooperation with PLN, Lintas Arta and Telkom as well as the serial number problem by providing a single backup server.Keywords: Perception, National UNIAN, Computer Based  
PENERAPAN TATA TERTIB DI SMP NEGERI 2 WATANSOPPENG AINUN HIDAYATULLAH; MANAN SAILAN; HERI TAHIR
Jurnal Tomalebbi Vol 5, No 2 (2018): Volume V, Nomor 2, Juni 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.486 KB) | DOI: 10.56680/jt.v5i2.6791

Abstract

ABSTRAK:  Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kepatuhan siswa terhadap tata tertib di SMP Negeri 2 Watansoppeng, (2) mengetahui upaya mengatasi terjadinya pelanggaran tata tertib pada siswa di SMP Negeri 2 Watansoppeng, dan (3) mengetahui perilaku siswa setelah penerapan tata tertib di SMP Negeri 2 Watansoppeng. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Watansoppeng. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan prosedur pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) siswa SMP Negeri 2 Watansoppeng belum sepenuhnya mematuhi dan melaksanakan tata tertib sekolah tersebut. Tingkat kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah bervariasi yang disebabkan perbedaan karakter pada masing-masing siswa, (2) Upaya yang dilaksanakan dalam rangka mengatasi pelanggaran tata tertib pada siswa adalah melakukan sosialisasi tata tertib kepada siswa, dan upaya penindakan atau penarapan sanksi yang tegas terhadap siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib, di antaranya melalui peringatan tertulis, pencatatan dibuku pelanggaran, dan siswa membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi pelanggaran tata tertib, (3) terjadi perubahan perilaku yang signifikan kearah yang positif pada perilaku siswa yang sering melakukan pelangaran setelah penerapan tata tertib sekolah. Kata Kunci: Penerapan, Tata Tertib  ABSTRACT: This study aims to (1) find out the students' adherence to the rules in Watansoppeng Junior High School 2, (2) find out the efforts to overcome the occurrence of disciplinary violations in students at Watansoppeng Middle School 2, and (3) find out the behavior of students after the application of discipline at Watansoppeng Middle School 2. This type of research is qualitative descriptive carried out at Watansoppeng Middle School 2. Data sources used are primary and secondary data with procedures for collecting data through observation, interviews and documentation. While data analysis techniques through the process of data reduction, data verification data presentation, and conclusion drawing. The results showed that; (1) students of SMP Negeri 2 Watansoppeng have not fully complied with and implemented the school rules. The level of student adherence to varied school discipline is due to differences in character in each student, (2) Efforts carried out in order to overcome violations of discipline in students is to socialize the rules to students, and enforcement efforts or the imposition of strict sanctions against students those who committed violations of the rules, including through written warnings, bookkeeping violations, and students made a written statement not to repeat violations of the rules, (3) a significant change in behavior towards the behavior of students who often violated after applying orderly school. Keywords: Application, Code of Conduct
PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR KOTA BAU-BAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA Manan Sailan
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.384 KB) | DOI: 10.26858/jiap.v2i1.869

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang gambaran: 1) implementasi kebijakan pembiayaan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Kota Bau-Bau, 2) peningkatan penerimaan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk biaya fisik sekolah, 3) peningkatan penerimaan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk biaya proses pembelajaran; dan 4) peningkatan penerimaan dana dari APBD untuk biaya kesejahteraan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan survai, dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi kebijakan pembiayaan pendidikan di SD Kota Bau-Bau dalam hubungannya dengan kewenangan pemerintah membuat kebijakan ternyata cenderung lebih banyak menggunakan pendekatan "top-down"' daripada pendekatan "bottom-up". 2) penerimaan dana dari APBN untuk biaya fisik sekolah dalam tiga tahun terakhir rata-rata meningkat dan peningkatan itu masih kecil untuk memenuhi kebutuhan sekolah. 3) peningkatan penerimaan dana dari APBD untuk biaya proses pembelajaran dalam tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi dengan peningkatan yang masih kecil untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan proses pembelajaran. 4) penerimaan dana dari APBD untuk biaya kesejahteraan guru dalam tiga tahun terakhir rata-rata mengalami peningkatan yang masih kecil untuk memenuhi kebutuhan dasar guru.