Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Masa Pandemi Covid-19 Di Puskesmas 23 Ilir Anur Rohmin; Rahmalia Afriyani
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/7qq1k825

Abstract

Latarbelakang: Cakupan imunisasi dasar lengkap merupakan salah satu indikator dalam TujuanPembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa padatahun 2018 sekitar 20 juta anak di dunia tidak mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL), bahkan adayang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. Tujuan: untuk mengetahui faktor yang mempengaruhiimunisasi dasar lengkap pada anak masa pandemic Covid-19 di Puskesmas 23 Ilir Kota Palembang. Metode:Penelitian ini menggunakan pendekan crossectional sampel dengan sampel yang berjumlah 107 orangresponden diambil dengan cara accidental sampling. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 15 Agustus2021 hingga 16 Oktober 2021. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara terstruktukdengan menggunakan kuisiner tertutup. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (pvalue:0,004), sikap (p-value:0.003), akses pelayanan kesehatan (p-value:0.022), peran petugas(pvalue:0.006) dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak di masa pandemic. Tidak terdapat hubunganantara pendidikan dan kelengkapan imunisasi dasar (p-value:0.211). Variabel sika merupakan variabel yangpaling berpengaruhi terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada anak di masa pandemic covid-19 denganOR: 5.625. Kesimpulan: imunisasi dasar pada anak di masa pandemic covid-19 dipengaruhi oleh faktorpengetahuan, sikap dan peran petugas dimana faktor sikap merupakan faktor dominan mempengaruhikelengkapan imunisasi pada anak di masa pandemic covid-19. Disarankan kepada petugas Puskesmas 23 ilirUntuk meningkatkan promosi kesehatan yang berupa penyuluhan menggunakan media banner di setiap unitlayanan meliputi posyandu dan pustu.
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG IMUNISASI TETANUS TOKSOID (TT) TERHADAP PENGETAHUAN IBU DI PMB FAUZIAH HATTA Amallia, Siti; Anggraini, Helni; Rohmin, Anur; Indah Syafriani, Elvina
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2540

Abstract

TThe infection of Tetanus is one of the causes of maternal and infant mortality. Death due to tetanus infection is the result of an unsterile delivery process or comes from wounds obtained by pregnant women before giving birth. In an effort to control tetanus infection, which is a risk factor for maternal and infant mortality, a Tetanus Toxoid Diphtheria vaccine is being implemented for Women of Childbearing Age and pregnan. The aim of this research was to determine the effectiveness of health education about Tetanus Toxoid (TT) Immunization on mothers' knowledge at PMB Fauziah Hatta. This research was a pre-experimental research with a one group pretest-posttest design. The sampling method used in this research was a purposive sampling technique. The sample in this research were women of childbearing age and pregnant, totaling 35 respondents. The research was carried out in June - October 2023 at PMB Fauziah Hatta, Palembang city. The research results showed that the average mother's knowledge score before being given health education was 55.06, the average mother's knowledge score after being given health education was 76.03. The results of statistical tests using the Paired T Test obtained ρ-value = 0.000, which means there were a difference in mothers' knowledge before and after being given health education about Tetanus Toxoid (TT) Immunization at PMB Fauziah Hatta in Palembang. It was recommended that health workers increase health education about Tetanus Toxoid (TT) Immunization which aims to build the immunity of mothers and babies from the toxin that causes tetanus.
PENTINGNYA PEMERIKSAAN ANC DAN PENGETAHUAN TAKSIRAN BERAT JANIN PADA IBU HAMIL Yessy Octa Fristika; Siti Amallia; Anur Rohmin; Satra Yunola; Desi Hariani; Elvina Indah Syafriani
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i2.393

Abstract

Antenatal Care (ANC) sangat penting dilakukan secara rutin oleh ibu hamil untuk melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan janin. Salah satu pemeriksaan yang diberikan bidan kepada ibu hamil saat kunjungan ANC adalah pemeriksaan abdomen menggunakan palpasi uterus. Tujuan pemeriksaan abdomen diantaranya adalah untuk mengetahui posisi janin serta mengukur Tinggi Fundus Uterus (TFU) yang dapat digunakan untuk menghitung Taksiran Berat Janin (TBJ) sehingga dapat digunakan untuk memprediksikan berat badan bayi saat lahir. Tujuan kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan ANC untuk menentukan taksiran berat janin dan kesesuaian taksiran tersebut dengan berat badan bayi saat lahir. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan media cetak seperti leaflet. Kegiatan ini dilaksanakan di PMB Nani Suryanti Kota Palembang dan diikuti oleh 10 orang peserta penyuluhan. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan ANC dan taksiran berat janin sebelum edukasi dengan kategori baik sebanyak 30% dan sesudah kegiatan penyuluhan, meningkat menjadi 90%. Diharapkan dengan mengetahui taksiran berat janin, ibu hamil dapat memantau status gizinya selama hamil sehingga nantinya akan melahirkan bayi dengan berat badan normal
EDUKASI PEMANFAATAN KALENDER PENGASUHAN 1000 HPK KEHAMILAN Elvina Indah Syafriani; Anur Rohmin; Siti Amallia; Yessy Octa Fristika; Satra Yunola
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i1.422

Abstract

Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau golden age adalah masa yang dimulai sejak di dalam kandungan atau 0 hari hingga anak berusia 2 tahun. Masa ini adalah masa terpenting untuk memenuhi kecukupan gizi anak, jika kecukupan gizi tidak terpenuhi, dapat menyebabkan terjadinya stunting. Hal ini mengakibatkan gangguan kecerdasan, dapat berdampak pada sumber daya manusia yang akan datang serta meningkatnya risiko penyakit tidak menular saat dewasa. Karena itu masa depan (bahkan bangsa) bisa ditentukan oleh kualitas nutrisi pada 1000 HPK. Salah satu faktor yang berpengaruh dari masalah tersebut karena kurangnya pengetahuan para orangtua dan anggota keluarga tentang status gizi wanita pada masa pra kehamilan, masa kehamilan dan setelah melahirkan serta gizi pada anak sampai dengan usia 2 tahun. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga sebagai upaya pencegahan yang dapat dilakukan pada 1.000 HPK melalui pemanfaatan kalender pengasuhan 1000 HPK. Hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan pemahaman pengetahuan ibu hamil dan keluarga akan pemanfaatan kalender 1000 HPK kehamilan. Melalui pemanfaatan kalender tersebut sebagai media promosi dan KIE diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan orang tua dalam melaksanakan pengasuhan yang baik dan benar pada 1000 HPK agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
EDUKASI GIZI DALAM KESEHATAN REP EDUKASI GIZI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL JANNAH DESA PENINJAUAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SUMSEL TAHUN 2024 Annisa Khoiriah; Anur Rohmin; Elvina Indah Syafriani; Siti Amallia; Desi Hariani; Yessy Octa Fristika; Latifah
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i2.438

Abstract

Nutritional and reproductive health issues in adolescents are important issues that impact the quality of life and potential of the younger generation. Students in Islamic boarding schools often face challenges in the form of a lack of understanding of the importance of balanced nutrition and reproductive health due to limited access to information and lifestyle in the dormitory environment. This community service program aims to increase knowledge and awareness of the relationship between nutrition and reproductive health at the Miftahul Jannah Islamic Boarding School, Peninjauan Village, Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatra. The method of implementing community service is mentoring, Evaluation is carried out using pre-test and post-test questionnaires to measure increased knowledge, and behavioral observation to assess the success of the program. The results of the activity showed a significant increase in students' understanding of the importance of nutrition and reproductive health, The pre-test results in community service activities showed a value of 54.33 meaning they are less aware of reproductive health education, the post-test results were 90.67 meaning effective, so that participants in community service can understand about reproductive health education training Keywords : Nutrition Education, Reproductive Health, Pre Test, Post Test.
PEMERIKSAAN HB DAN PEMBERIAN TABLET FE GRATIS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMILDI POSYANDU OGAN JAYA Era Mardia Sari; Anggraini, Helni; Amallia, Siti; Rohmin, Anur; Mariyam, Nelly; Rosdiana, Meta; Ratnawati, Ramesia
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v3i1.504

Abstract

Pregnant women are highly susceptible to pregnancy complications, such as anemia. Anemia in pregnancy is largely caused by iron (Fe) deficiency due to insufficient dietary Fe intake or excessive Fe loss from the body, for example through bleeding. The incidence of anemia in pregnant women can be reduced in various ways, one of which is by providing health education to pregnant women about anemia. The impact of anemia on pregnant women causes various problems, including the risk of giving birth to stunted children. Stunting is a condition where a child's height is shorter than the standard for their age due to ongoing malnutrition. The purpose of this activity was to determine the hemoglobin levels of pregnant women and provide free Fe tablets to pregnant women as an effort to prevent anemia during pregnancy at the Integrated Health Post (Posyandu). The method used was hemoglobin testing and distribution of free iron tablets. This activity was held at the Ogan Jaya Integrated Health Post (Posyandu) on October 25, 2024, with 12 pregnant women participating. The results obtained from 12 pregnant women included 7 with normal hemoglobin levels and 5 with mild anemia. Ten iron tablets were distributed to the pregnant women. This activity is expected to help pregnant women understand their hemoglobin levels and receive Fe tablets as a preventative measure for anemia during pregnancy at the Integrated Health Post (Posyandu).
EDUKASI SUPLEMENTASI ASAM FOLAT DAN TABLET FE PADA IBU HAMIL DAN WANITA USIA SUBUR Anur Rohmin; Desi Hariani; Elvina Indah Syafriani; Annisa Khoiriah; Satra Yunola
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i1.371

Abstract

Anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), kelahiran prematur, kematian ibu dan bayi. Hal ini berkaitan dengan asupan gizi yang kurang optimal selama kehamilan yang berperan penting bagi tumbuh kembang janin. Upaya penanggulangan anemia defisiensi besi terus dilakukan baik dari pemerintah pusat hingga daerah. Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dan pemberian suplementasi besi folat selama kehamilan menjadi upaya dalam penurunan permasalahan gizi dalam kehamilan di Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan Wanita subur tentang manfaat tablet Fe dan asam folat. Bentuk upaya peningkatan pengetahuan pada ibu hamil dan wanita usia subur adalah dengan cara penyuluhan kesehatan tentang Edukasi Suplemenatsi Asam Folat dan Tablet Fe di klinik Alisa. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan ibu hamil dan wanita usia subur tentang manfaat tablet Fe dan asam folat sebelum edukasi dengan kategori cukup sebanyak 56% dan sesudah kegiatan penyuluhan. Meningkat menjadi 76 %. Melalui konsumsi tablet Fe dan asam folat diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan anemia pada ibu hamil dan Wanita usia subur
Factors Affecting the Achievement of Complete Basic Immunization Coverage Anur Rohmin
Miracle Journal Get Press Vol 2 No 4 (2025): November, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v2i4.259

Abstract

Complete basic immunization is a key preventive measure to reduce morbidity and mortality in toddlers from vaccine-preventable diseases (PD3I). However, coverage in several regions still falls short of national targets. Objective: This study aims to identify factors influencing the achievement of complete basic immunization among toddlers at Posyandu Balita RW III, Anduring Subdistrict, Padang City. Methods: A quantitative cross-sectional design was used, involving 75 toddlers aged 12–23 months selected purposively. Data were collected through structured interviews with mothers and observation of child health (KIA) books. The chi-square test was used to analyze the relationship between independent variables (maternal knowledge, education, employment, family support, and access to health services) and immunization status. Results: There were significant associations between: Maternal knowledge (p=0.002), Maternal education (p=0.015), Family support (p=0.005), Access to health services (p=0.008) and complete basic immunization. However, maternal occupation did not show a significant relationship (p=0.234). Implications: The findings highlight the need for public health programs to prioritize maternal education, family involvement, and improved access to health facilities to increase immunization coverage. Conclusion: Maternal knowledge, education, family support, and access to health services are key factors influencing immunization success. These should be considered in planning and implementing effective immunization strategies.
PENCEGAHAN PENYAKIT GANGGUAN REPRODUKSI MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KEPUTIHAN PADA IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN GANDUS Nelly Mariyam; Meta Rosdiana; Siti Amallia; Anur Rohmin; Era Mardia Sari; Helny Anggraini; Yulia; Ramesia Ratnawati
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v3i2.534

Abstract

Keputihan merupakan tanda peringatan dini adanya gangguan pada sistem reproduksi wanita sehingga tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang normal atau sepele. Wanita disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin agar penyebab keputihan dapat diketahui sejak dini. Oleh karena itu, ibu rumah tangga perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai gangguan reproduksi, khususnya keputihan, agar mampu bersikap tepat dalam menjaga kesehatan dirinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu rumah tangga tentang penyakit gangguan reproduksi, terutama keputihan, melalui pendidikan kesehatan. Sasaran kegiatan adalah ibu rumah tangga usia produktif di RT 19 Kelurahan Gandus, Palembang. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Media yang digunakan meliputi leaflet, alat peraga, dan banner. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari keaktifan mereka dalam mengajukan pertanyaan selama penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test. Pada pre-test, sebagian besar peserta memiliki pengetahuan rendah (56,2%), sedangkan pada post-test mayoritas peserta memiliki pengetahuan tinggi (71,9%). Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong ibu rumah tangga untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin di Puskesmas Gandus.
Relationship of Patterns of Giving Solid Food Based on Zero Waste with the Incidence of Anemia in Infants Anur Rohmin; Ni Nyoman Deni Witari; Ainal Mardiah; Nurul Amalina; Septi Viantri Kurdaningsih
Bulletin of Inspiring Developments and Achievements in Midwifery Vol. 3 No. 1 (2026): June, 2026
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/bidan.v3i1.574

Abstract

Background: Anemia in infants remains a significant public health problem in Indonesia, contributing to impaired growth, cognitive development, and reduced immunity. Inappropriate complementary feeding (MPASI) practices, including limited implementation of environmentally friendly (zero-waste) approaches, may negatively affect infant nutritional status. Objective: To analyze the relationship between zero-waste complementary feeding practices and anemia among infants aged 6–12 months at Situjuh Primary Health Center, Lima Puluh Kota. Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted among 75 infants selected through purposive sampling. Data on complementary feeding practices were collected using structured interviews, while anemia status was determined by measuring capillary blood hemoglobin levels. Data were analyzed using the chi-square test. Results: Among the participants, 64% received zero-waste complementary feeding, and the prevalence of anemia was 32%. A significant association was found between zero-waste complementary feeding and anemia incidence (p = 0.015). Infants receiving environmentally friendly complementary feeding had a lower risk of anemia than those with conventional feeding practices (OR = 0.45; 95% CI: 0.21–0.93). Conclusion: Zero-waste complementary feeding is associated with a reduced risk of anemia in infants. Promoting environmentally friendly complementary feeding practices may help prevent anemia while supporting optimal infant nutrition and environmental sustainability.