Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Kesulitan Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung: Penelitian Rini Yuliana Nur Susanti; Shofia Hidayah; Ika Rizqiyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 1 Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i1.5557

Abstract

Dalam konteks matematika, banyak peserta didik menganggap matematika rumit dan sulit. Salah satu aspek yang menantang adalah pemahaman tentang bangun ruang sisi lengkung. Materi ini memerlukan pemahaman yang mendalam tentang bentuk dan dimensi benda dalam ruang, serta bagaimana bagian-bagiannya saling terhubung. Menganalisis tantangan yang dihadapi peserta didik saat mereka menghadapi soal cerita yang berisi materi bangun ruang sangatlah penting. Berdasarkan tahapan Polya yaitu, memahami soal, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil penelitian ini berupaya mengidentifikasi dan menganalisis berbagai tantangan yang dihadapi peserta didik saat mereka menyelesaikan soal cerita pada materi bangun ruang sisi lengkung. Metode deskriptif kualitatif yang digunakan dalam studi ini dipraktikkan di MTs Mambaul Ulum. Enam anak kelas delapan yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah menjadi partisipan studi. Penilaian tertulis dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peserta didik dari seluruh tingkat kemampuan menghadapi kendala pada tahap pelaksanaan rencana dan tahap pemeriksaan kembali, dengan bentuk kesulitan yang bervariasi sesuai dengan kemampuan individu masing-masing. Subjek dengan kategori tinggi cenderung mengalami kesalahan dalam perhitungan meskipun telah memahami konsep, sedangkan subjek dengan kategori sedang dan rendah menunjukkan kesulitan sejak tahap perencanaan hingga memeriksa kembali. Bahkan, beberapa peserta didik dari kategori rendah tidak mampu melalui keempat tahapan penyelesaian. Faktor penyebab kesulitan di antaranya adalah kurangnya pemahaman terhadap soal, kesalahan penggunaan rumus, kelemahan dalam operasi hitung (terutama perkalian pecahan), dan kurangnya ketelitian dalam menghitung. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep, serta kebiasaan melakukan refleksi terhadap jawaban. Hasil temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pendidik dalam merancang dan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal matematika, khususnya yang berkaitan dengan materi bangun ruang sisi lengkung.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa SMP Islam Ar-Rafiiyah Pada Materi Lingkaran: Penelitian Leny Nur Kholisah Mustamam; Diana Putri; Nur Kamiliatus Syarifah; Nur Fadilah; Shofia Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 1 Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5558

Abstract

Kemampuan penalaran matematis merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang berperan penting dalam pembelajaran matematika. Penalaran matematis berkaitan erat dengan pemahaman konsep, sehingga perlu dikembangkan melalui proses belajar yang tepat. Salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan penalaran matematis siswa adalah kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan tingkat kemandirian belajar pada materi lingkaran di SMP ISLAM AR-RAFIIYYAH Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitian diambil secara acak berdasarkan kelas dalam populasi, dengan kelas VIII C SMP ISLAM AR-RAFIIYYAH tahun pelajaran 2025/2026 sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemandirian belajar rendah dapat dikategorikan kemampuan penalaran matematisnya rendah, siswa dengan kemandirian belajar sedang dapat dikategorikan kemampuan penalaran matematisnya juga sedang, dan siswa dengan kemandirian belajar tinggi dapat dikategorikan kemampuan penalaran matematisnya yang tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kemandirian belajar dan kemampuan penalaran matematis siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang mendorong kemandirian belajar serta meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa.
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) : Penelitian Ardilatus Sholehah; Shofia Hidayah
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMA dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa kelas XI MAN 1 Probolinggo, di mana 3 siswa yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk analisis mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui tes uraian berbasis 5 indikator pemahaman konsep dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi mampu memenuhi kelima indikator pemahaman konsep. Siswa berkemampuan sedang mampu menyatakan ulang konsep, mengklasifikasikan objek, dan membuat model matematika, tetapi mengalami hambatan dalam mengaitkan antar konsep secara lengkap serta pelaksanaan prosedur algoritma. Sedangkan siswa berkemampuan rendah masih mengalami kesulitan signifikan pada hampir seluruh indikator, terutama representasi matematika dan penerapan prosedur algoritma.
Pendampingan Pembelajaran Matematika bagi Siswa Kelas X B MAN 1 Probolinggo pada Materi Bentuk Akar Ardilatus Sholehah; Dwi Riska Nur Wahyuni; Eka Titik Susiani; Fiisyatil Kamilah; Intan Putri Wardani; Shofia Hidayah
SANISKALA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsk.v4i1.16506

Abstract

The Community Service Program (PKM) on Mathematics Tutoring for Grade X B Students of MAN 1 Probolinggo on the Topic of Radical Forms was conducted to enhance students’ understanding of the relationship between exponents and radicals. Preliminary observations revealed that most of the 19 male students in the class faced difficulties in mastering the basic concept of exponents, which affected their comprehension of radical expressions. The program was implemented over six weeks with one session per week using a tutoring-based learning approach. The implementation consisted of five stages: planning, pretest, tutoring sessions, posttest, and evaluation. The results showed an increase in the average score from 46 on the pretest to 80 on the posttest, along with improved motivation and active participation during learning activities. Therefore, this PKM activity proved effective in strengthening students’ conceptual understanding of radicals and can serve as an alternative strategy to address learning difficulties in mathematics at the senior high school level.
Bimbingan Belajar untuk Mengatasi Kesulitan Siswa Mempelajari Matematika Materi SPLDV Anik Marliana Ningsih; Allifi Ilma Zakaria; Shofia Hidayah
SANISKALA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsk.v4i1.16559

Abstract

This community service activity aims to help students overcome difficulties in learning mathematics, particularly in the topic of Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV). Based on initial observations at MTs Nurul Jadid, it was found that many ninth-grade students in Class IX Reguler 4 experienced difficulties in constructing mathematical models and solving problems using graphical, substitution, elimination, or combined methods. To address this issue, the learning sessions were carried out using interactive and contextual approaches that emphasize active student participation in the learning process. The activity was implemented in five stages: (1) planning and preparation, (2) pretest to measure students’ initial abilities, (3) guided learning sessions, (4) posttest to measure improvements in learning outcomes, and (5) evaluation. The program was conducted over four meetings, each lasting 40 minutes, involving 24 students from Class IX Reguler 4. The results indicated a significant improvement in learning outcomes. The average pretest score of 77.5 increased to 92.1 in the posttest. Students also demonstrated high enthusiasm and participation throughout the sessions. They reported feeling more confident and motivated in learning mathematics. Based on these results, it can be concluded that guided learning activities are effective in improving students’ understanding of Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV) and in helping them overcome difficulties in learning mathematics. This program is expected to be continued and further developed to support the improvement of mathematics learning quality in the pesantren environment.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUDUT PUSAT DAN SUDUT KELILING LINGKARAN Shofia Hidayah; Raifatul Maghfiroh; Izzatul Munawwaroh
AL JABAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM Institut Ahmad Dahlan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/dtpxy011

Abstract

This study aims to student’s mathematics learning outcomes on the topic of Central angle and circumferential angle of a Circle through the implementation of the Think Pair Share (TPS) learning model. The research method used was Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. The subjects of this study were 25 students from class XI IPA R 3 MANJ. Data were collected through learning achievement tests, obcervations, and documentation. The results showed a significant improvement in student’s learning outcomes from cycle II. In cycle I, the average student score was 39.6 with a mastery percentage of 61.76% (16 out of 25 student reached the minimum passing grade of 70). After applying the Think Pair Share model in cycle II, the average score increased to 92.8 with a mastery percentage of 88.24% (22 out of 25 student reached the passing grade). Thus, there was an improvement in learning mastery of 26.48%. These findings indicate that the Think Pair Share learning model effectively improves students’ mathematics achievement by encouraging active paerticipation through thinking individually, discussing in pairs, and sharing ideas in class.
Identifikasi Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika: Studi Kasus Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Rafiyono; Shofia Hidayah
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kraksaan tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak 31 siswa mengikuti tes soal cerita SPLDV, kemudian dipilih tiga subjek penelitian yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil tes untuk diwawancarai secara mendalam. Teknik pengumpulan data meliputi tes dan wawancara, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV terjadi pada setiap tahapan pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil. Siswa dengan kemampuan tinggi umumnya mampu menyelesaikan seluruh tahapan dengan baik, meskipun masih melakukan kesalahan kecil yang tidak memengaruhi hasil akhir. Siswa dengan kemampuan sedang mengalami kesulitan dalam menyusun model matematika dan melakukan perhitungan secara tepat, sedangkan siswa dengan kemampuan rendah mengalami kesulitan pada hampir seluruh tahapan, terutama dalam memahami informasi pada soal, menentukan variabel, menyusun model matematika, serta menarik kesimpulan. Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut meliputi rendahnya pemahaman konsep SPLDV, kurangnya kemampuan menerjemahkan soal cerita ke dalam model matematika, rendahnya ketelitian dalam perhitungan, serta kurangnya kebiasaan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan pemodelan matematika, dan keterampilan pemecahan masalah siswa.