Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Hidayah, Shofia
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jipm.v9i2.7658

Abstract

Kemampuan penalaran matematis adalah kemampuan untuk membangun hubungan antara berbagai konsep matematis, menyusun argumen logis, dan mengaplikasikan prinsip-prinsip matematika untuk memecahkan masalah. Kemampuan ini merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dikembangkan pada siswa karena kemampuan ini tidak hanya melibatkan pemahaman konsep-konsep matematika, tetapi juga keterampilan dalam menganalisis, menalar, dan menyelesaikan masalah. Namun fakta dilapangan menemukan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan model pembelajaran PBL dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subjek pada penelitian ini adalah 30 siswa kelas VIII Reguler 4 MTs Nurul Jadid. Teknik penelitian menggunakan observasi, tes kemampuan penalaran matematis, dan wawancara. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa pada materi SPLDV, terbukti dengan peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan penalaran matematis dari 70 pada siklus I menjadi 85 pada siklus II. Peningkatan yang konsisten dari siklus I hingga siklus III mencerminkan efektivitas model PBL dalam meningkatkan keterampilan penalaran matematis siswa. Perbaikan dalam desain masalah kontekstual, bimbingan, dan struktur diskusi berkontribusi pada hasil yang positif.
Pendampingan Pembelajaran Grafik Fungsi melalui Media Interaktif GeoGebra bagi Siswa MA Nurul Jadid Shofia Hidayah; Ahmad Khotibul Umam Khairi; Jauharotul Maknunah; Raifatul Maghfiroh; Nur Fadhilah
Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 01 (2026): Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/ja.v4i01.1093

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman visualisasi grafik fungsi siswa MA NURUL JADID melalui penerapan media interaktif GeoGebra dengan pendekatan Service Learning (SL) berbasis Participatory Action Research (PAR). Permasalahan mitra ditunjukkan oleh rendahnya capaian awal siswa, dengan tingkat ketuntasan klasikal sebesar 35%, yang mencerminkan kesenjangan empiris dalam pembelajaran grafik fungsi. Kegiatan PkM dilaksanakan melalui tiga tahap pelaksanaan yang mencakup tiga siklus tindakan PAR, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Intervensi dilakukan melalui pendampingan pembelajaran menggunakan GeoGebra yang diadaptasi secara bertahap dari strategi eksplorasi individual menjadi pembelajaran kolaboratif guna mengatasi keterbatasan infrastruktur sekolah. Data dikumpulkan melalui tes (pre-test, tes formatif, dan post-test) serta observasi dan jurnal refleksi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan ketuntasan klasikal yang signifikan dari 35% pada pra-siklus menjadi 85% pada akhir siklus ketiga. Temuan ini menunjukkan bahwa GeoGebra efektif dalam menstimulasi visual thinking matematis siswa, serta bahwa model SL berbasis PAR mampu menghasilkan implementasi pembelajaran berbasis teknologi yang adaptif dan berkelanjutan di sekolah dengan sumber daya terbatas.
Improving Mathematics Learning Outcomes Using the Problem Based Learning Model on Fu nction Material in Grade XI Ardilatus Sholehah; Shofia Hidayah; Suhartono
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.9093

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in Function material through the application of the Problem Based Learning (PBL) model in class XI-C MAN 1 Probolinggo. This study is a Classroom Action Research (CAR) carried out in two cycles, each consisting of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were 24 students of class XI-C MAN 1 Probolinggo. Data were collected through observation of student activities and learning outcome tests at the end of each cycle. The results of the study showed an increase in student learning outcomes after the application of the problem based learning (PBL) model. The average value of learning outcomes increased from 66 in the pre-cycle to 71.5 in cycle I, and then increased again to 94.83 in cycle II. With learning completeness from 37.5% to 62.5%, and increased again to 100%. In addition, student activity and involvement in the learning process also showed a significant increase. Based on these results, it can be concluded that the application of the Problem Based Learning model is effective in improving student learning outcomes in Function material in class XI-C MAN 1 Probolinggo. This model can be an alternative innovative learning strategy to create an active, meaningful, and student-centered learning process.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Ix Mts Nurul Jadid Anik Marliana Ningsih; Shofia Hidayah; Susi Itawati
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.9107

Abstract

This study aims to improve the mathematics learning outcomes of ninth-grade students of MTs Nurul Jadid by using the Problem-Based Learning (PBL) model. The type of research used is Classroom Action Research (CAR), which is carried out in two cycles. Each cycle includes the stages of planning, implementation, and reflection. The subjects of the study were ninth-grade students of Religion 2 in the first semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through observations of student and teacher activities, as well as learning outcome tests in each cycle. The study shows that the use of the Problem-Based Learning (PBL) model can improve student participation and learning outcomes. The average value increased from 69.35 before the intervention to 78.69 in the first cycle and 91.30 in the second cycle. The percentage of students who achieved learning objectives also increased from 52% to 90%. This increase indicates that PBL is effective in encouraging students to think critically, work together, and understand the concept of Linear Equations in Two Variables more deeply. Therefore, it can be concluded that the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model creates an active, meaningful, and student-centered mathematics learning environment, which has a positive impact on improving learning outcomes.
ANALYSIS OF ERRORS MADE BY YEAR 8 PUPILS AT DARUT TAQWA SECONDARY SCHOOL IN UNDERSTANDING THE CONCEPT OF POWERS OF NUMBERS BASED ON NEWMAN’S STAGES Robiatul Adewiyeh; Shofia Hidayah
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i3.613

Abstract

Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal bilangan penting dilakukan untuk mengidentifikasi letak kesulitan belajar sehingga dapat menjadi dasar dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan siswa kelas VIII SMP Darut Taqwa dalam menyelesaikan soal bilangan berdasarkan tahapan Newman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek enam siswa yang dipilih secara purposive sampling , terdiri atas siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan siswa terjadi pada seluruh tahapan Newman, yaitu membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan pengkodean . Karakteristik kesalahan berbeda pada setiap kategori kemampuan akademik, dengan siswa berkemampuan rendah mengalami kesalahan yang lebih kompleks dibandingkan siswa berkemampuan tinggi dan sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa analisis kesalahan berdasarkan tahapan Newman dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam menyusun diagnostik pembelajaran dan evaluasi untuk meminimalkan kesalahan siswa pada materi bilangan bulat.
Analisis Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Matematika: Penelitian Brilian Tyas Pitaloka; Shofia Hidayah; Eka Titik Susiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 1 Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5502

Abstract

Kemampuan untuk menyelesaian masalah merupakan usaha untuk mendapatkan solusi dari berbagai tantangan demi mencapai tujuan yang sulit dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah matematika yang berhubungan dengan materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Latar belakang penelitian ini terkait dengan rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal non-rutin, terutama dalam langkah-langkah yang direkomendasikan dalam model pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek berjumlah 6 siswa dari kelas IX MTs Miftahul Ulum yang dipilih dari 20 siswa berdasarkan kategori kemampuan yang berbeda, yakni rendah, sedang, dan tinggi. Instrumen dalam penelitian ini meliputi soal tes berbentuk esai dan wawancara. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa siswa dengan kategori tinggi mampu menyelesaikan soal sesuai dengan tahapan yang ada dalam model Polya, sementara siswa kategori sedang dan rendah masih mengalami kesulitan, terutama pada tahap pelaksanaan rencana dan pengecekan kembali solusi. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pembelajaran yang berfokus pada strategi penyelesaian yang sistematis serta pelatihan dengan soal-soal non-rutin untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah para siswa.
Analisis Kesulitan Siswa SMP IX dalam Menyelesaikan Soal Statistika: Penelitian Intan Putri Wardani; Ardilatus Sholehah; Ira Yulita; Wasilatus Saniyah; Shofia Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 1 Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i1.5551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa kelas IX E SMPN 1 Kotaanyar dalam menyelesaikan soal statistika, khususnya pada materi mean, median, dan modus data berkelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek sebanyak 25 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian statistika, pedoman wawancara, serta lembar validasi instrumen yang melibatkan validator dosen dan guru. Proses validasi dilakukan untuk memastikan kelayakan instrumen dari aspek isi, konstruksi, dan bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa instrumen tes dan pedoman wawancara berada pada kriteria valid dan layak digunakan, baik dengan maupun tanpa revisi sesuai saran validator. Sebelum tes diberikan, siswa memperoleh penjelasan singkat mengenai materi statistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun nilai siswa relatif tinggi, masih ditemukan kesulitan yang dominan pada materi median. Kesulitan tersebut meliputi kesalahan dalam menentukan kelas median, menghitung frekuensi kumulatif, serta menentukan komponen rumus median. Berdasarkan hasil wawancara, kesulitan siswa disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep dasar statistika dan ketidaktelitian dalam perhitungan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran statistika yang lebih efektif.
Analisis Kemampuan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita SPLDV Berdasarkan Perbedaan Gender: Penelitian Ahmad Khotibul Umam Khairi; Mohammad Alaika Nashrul Azizi; Alifi Ilma Zakaria; Silvia Dwi Yanti; Shofia Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 1 Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5552

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa kelas IX SMPN 1 Pajarakan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV ditinjau dari perbedaan gender. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan 27 siswa sebagai subjek awal yang nantinya dipilih menjadi 6 subjek utama berdasarkan tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes berbasis tahapan Polya yang dimodifikaasi dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,85% siswa berkemampuan tinggi, 33,33% sedang, dan 14,81% rendah. Secara kuantitatif, siswa laki-laki mendominasi kategori tinggi (9 orang), sementara siswa perempuan lebih banyak di kategori rendah (3 orang). Berdasarkan analisis tahapan Polya, siswa perempuan kategori tinggi lebih detail dan sistematis dalam pengerjaan dibandingkan laki-laki. Siswa berkemampuan sedang mengalami kendala pada ketelitian eliminasi dan pemeriksaan kembali. Sedangkan siswa berkemampuan rendah mengalami hambatan mendasar pada tahap memahami masalah dan menyusun rencana. Penelitian ini menyimpulkan adanya perbedaan karakteristik proses berpikir dan tingkat ketelitian antara laki-laki dan perempuan dalam memecahkan masalah matematika.
Analisis Kemampuan Spasial Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Teorema Phythagoras Menggunakan Algoritma Penyelesaian: Penelitian Dwi Riska Nur Wahyuni; Lilik Nur Susilowati; Jauharotul Maknunah; Anik Marliana Ningsih; Shofia Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 1 Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i1.5553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan spasial matematis siswa SMP kelas 8 menyelesaikan soal-soal pada materi Teorema Pythagoras. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII pada satu kelas yang dipilih sebagai kelas penelitian, dan beberapa siswa dipilih berdasarkan hasil tes. Instrumen Penelitian berupa tes kemampuan spasial yang sudah tervalidasi serta memenuhi kaidah penulisan instrumen untuk penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes soal, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Dari enam subjek penelitian, dua siswa (33,3%) berada pada kategori kemampuan spasial tinggi, dua siswa (33,3%) kategori sedang, dan dua siswa (33,3%) kategori rendah.
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Materi Segitiga dan Segiempat : Penelitian Nheiaka Windarta Putra Haryanto; Shofia Hidayah; Fiisyatil Kamilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 1 Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i1.5556

Abstract

Berpikir kritis adalah salah satu proses berpikir yang logis dan bertanggung jawab, yang digunakan untuk membantu menyelesaikan suatu masalah. Dalam kegiatan belajar, kemampuan berpikir kritis dianggap penting karena menjadi bagian yang ditekankan dalam Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan di MTs Mambaul Ulum dengan melibatkan 22 siswa kelas VII C. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi segitiga dan segiempat, dengan mengacu pada indikator FRISCO. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu jenis penelitian yang bertujuan mengumpulkan informasi tentang suatu fenomena dan menggambarkannya sesuai dengan kondisi sebenarnya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes dan pedoman wawancara. Subjek penelitian terdiri dari enam siswa, yang dipilih masing-masing dua siswa dari kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satu pun dari keenam siswa yang mampu menjawab soal dengan benar sesuai dengan indikator FRISCO. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada materi segitiga dan segiempat masih tergolong rendah.