Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN BOARD GAME SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MENGENAL DAN MENGELOLA EMOSI PADA FENOMENA SIBLING RIVALRY UNTUK ORANG TUA DENGAN BALITA 3-5 TAHUN Raisa Nur Kamila; Diani Apsari; Taufiq Wahab
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sibling rivalry atau persaingan sesama saudara kandung merupakanfenomena yang umum terjadi pada anak usia 3–5 tahun yang sedang berada dalammasa perkembangan sosial emosional. Anak pada usia ini sering kali belum mampumengenal dan mengelola emosinya secara tepat, sehingga konflik kecil dapatmemicu ledakan emosi dan berdampak negatif pada hubungan antar saudaramaupun perkembangan diri anak. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untukmerancang media edukatif berupa board game sebagai sarana pembelajaran bagiorang tua dalam memahami sibling rivalry serta mendampingi anak mengenal danmengelola emosi saat menghadapi konflik antar saudara. Penelitian dilakukan diKabupaten Bogor yang memiliki jumlah populasi anak usia dini yang tinggi, sehinggarelevan sebagai lokasi pengembangan media pembelajaran untuk keluarga dengananak usia 3–5 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi,dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan matriks perbandingan. Hasildari penelitian ini adalah perancangan board game edukatif dengan pendekatanvisual yang ekspresif, konten naratif yang relevan dengan kehidupan anak, sertamekanik permainan yang sederhana. Board game ini dirancang agar dapat dimainkanbersama saudara dengan pendampingan orang tua, sehingga tidak hanyameningkatkan pemahaman orang tua mengenai konflik antar saudara, tetapi jugamembantu anak mengenali dan mengelola emosi mereka melalui pengalamanbermain yang menyenangkan.Kata kunci: Board Game, Sibling Rivalry, Emosi Anak Usia Dini
PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR TENTANG BUDAYA BADULANG DI RIAU UNTUK ANAK USIA 8-12 TAHUN Lifdaria Utari; Diani Apsari; Taufiq Wahab
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi makan badulang di Riau merupakan warisan budaya yang sarat akannilai gotong royong, rasa syukur, dan kebersamaan, namun kini mulai terlupakanoleh generasi muda karena minimnya media edukasi yang relevan. Penelitian inibertujuan merancang buku cerita bergambar berjudul Bersama dalam Badulangsebagai media edukatif untuk anak usia 8–12 tahun guna mengenalkan kembali nilainilai luhur budaya tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif,melalui observasi langsung pelaksanaan badulang di Kecamatan Kuok, KabupatenKampar, wawancara dengan budayawan dan masyarakat setempat, studi pustaka,survei terhadap anak-anak guna memahami preferensi visual dan naratif merekaserta analisis matriks dan analisis SWOT. Proses perancangan mencakup pembuatankarakter, penyusunan naskah, ilustrasi, layout, serta prototyping yang diujicobakandi SDN 39 Pekanbaru. Hasil dari penelitian ini adalah buku cerita bergambar dengannarasi edukatif dan ilustrasi menarik yang disesuaikan dengan perkembangankognitif anak, sekaligus menjadi media pelestarian budaya. Buku ini diharapkandapat membangkitkan minat anak-anak terhadap budaya lokal melalui pendekatanvisual yang hangat dan komunikatif, serta menjadi contoh bagaimana desainkomunikasi visual dapat berperan dalam pendidikan karakter dan pelestarian budayatradisional.Kata kunci: Badulang, Tradisi Budaya Riau, Buku Cerita Bergambar
PERANCANGAN BUKU EDUKASI ANAK UNTUK MENGENALKAN KEBERAGAMAN LAGU DAERAH JAWA BARAT Shabhi Kamil Sugiyanto; Diani Apsari; Taufiq Wahab
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat anak terhadap lagu daerah semakin menurun akibat kurangnyamedia pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan perkembangan usia anak-anaksekarang. Saat ini buku pembelajaran hanya menampilkan lirik dan not saja sertakurangnya pendekatan visual. Hal ini menjadikan anak-anak kurang pengetahuanterhadap keberagaman lagu daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untukmerancang sebuah buku edukasi anak sebagai bentuk media pengenalan lagu daerahJawa Barat yang diharapkan akan meningkatkan minat serta pemahaman terhadapkeberagaman lagu daerah Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah kualitatif dengan studi literatur, observasi, dan wawancara. Hasil akhir daripenelitian ini berupa buku edukasi yang dirancang dengan pendekatan visual yangmenarik, jalan cerita yang mudah dipahami, serta lagu daerah yang dipilih secaraselektif untuk mengenalkan nilai-nilai positif yang terkandung pada makna lagukepada anak-anak sesuai dengan aktivitas sehari-hari dan usia mereka. Diharapkanbuku ini dapat menjadi alternatif media edukasi musik yang efektif dalammelestarikan lagu daerah melalui pendidikan anak sejak dini.Kata kunci: Buku edukasi, cergam, musik, lagu daerah, anak-anak
PERANCANGAN DESAIN KARAKTER ACTION FIGURE “SAKIRO” DENGAN UNSUR BUDAYA WAYANG SASAK LOMBOK Lalu Ghalih Asanka Mulawarman; Diani Apsari; Taufiq Wahab
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena meningkatnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap action figure sebagai barangkoleksi menghadirkan peluang besar dalam industri kreatif lokal. Namun, di sisi lain, eksistensi keseniantradisional seperti Wayang Sasak mengalami penurunan akibat minimnya inovasi visual yang relevan denganselera pasar modern. Permasalahan ini menjadi dasar dalam perancangan karakter action figure bernama Sakiro,yang terinspirasi dari elemen-elemen visual yang ada pada Wayang Sasak Lombok. Metode penelitian yangdigunakan adalah kualitatif dan metode pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi mediasosial, Kuesioner dan wawancara dengan pelaku seni dan kolektor mainan. Analisis dilakukan menggunakanpendekatan SWOT dan analisis matriks untuk membandingkan karakter lokal maupun global. Hasil perancanganberupa karakter Sakiro yang divisualisasikan dalam bentuk 2D dan dikembangkan menjadi action figure 3D serta media pendukung seperti poster, artbook, kartu karakter hingga merchandise. Melalui pendekatan ini,perancangan diharapkan dapat menjadi media pelestarian budaya Wayang Sasak sekaligus menjawab tren pasar kreatif yang tengah berkembang. Kata kunci : Wayang Sasak, Action Figure, 3D, Desain Karakter
PERANCANGAN ENVIRONMENT GRAPHIC DESIGN MUSEUM SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II PALEMBANG Syauri Belva Kirana; Taufiq Wahab; Diani Apsari
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang berada di kota Palembangyang memiliki koleksi sekitar 1042 benda-benda bersejarah mulai dari bekaspeninggalan kerajaan Sriwijaya, kesultanan Palembang, hingga masa kolonialpenjajahan. Memiliki masalah dengan tingkat kepuasan pengunjung terhadapmuseum dikarenakan kurangnya informasi dalam mencari arah dan tujuan sehinggamembuat pengunjung yang datang perorangan merasa kebingungan dalammengidentifikasi lokasi tersebut. Oleh karena itu Museum Sultan MahmudBadaruddin II memerlukan media informasi yang dapat membantu pengunjungdalam mengidentifikasi lokasi, salah satunya melalui environment graphic designterutama dalam hal signage Untuk mendapatkan data lapangan yang akurat danmendalam dari permasalahan tersebut, penggunaan metode kualitatif yang melaluipendekatan studi pustaka, observasi, wawancara dan kuesioner. Adapun metodeanalisis yang digunakan adalah metode analisis matriks. Diharapkan dengan hasilperancangan tugas akhir ini mampu menjadi media yang bermanfaat bagi parapengunjung untuk mengidentifikasi lokasi serta meningkatkan kepuasan pengunjungketika berkunjung ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.Kata kunci: Grafis Lingkungan, Remaja, Museum SMB II
PERANCANGAN MEDIA INFORMASI KULINER KHAS BETAWI MELALUI ZINE UNTUK GENERASI MUDA Ariella Luthfiyah Apsari; Taufiq Wahab; Diani Apsari
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliner Betawi merupakan bagian dari identitas budaya Jakarta yang kinimengalami penurunan eksistensi akibat modernisasi, minimnya dokumentasi, sertakurangnya media informasi yang relevan bagi generasi muda. Permasalahan inimenimbulkan kekhawatiran akan hilangnya warisan kuliner tradisional di tengahdominasi makanan modern. Penelitian ini bertujuan untuk merancang mediainformasi berbentuk zine sebagai panduan wisata kuliner khas Betawi yang menarikdan komunikatif bagi generasi muda usia 22–26 tahun. Metode yang digunakanadalah pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studipustaka, serta analisis menggunakan matriks perbandingan untuk merumuskanstrategi komunikasi yang sesuai. Hasil perancangan menunjukkan bahwa zinemampu menyampaikan informasi kuliner secara emosional melalui narasi personal,ilustrasi ekspresif, serta informasi historis dan rekomendasi tempat makan. Media initerbukti efektif menjembatani generasi muda dengan budaya lokal melaluipendekatan visual dan gaya komunikasi yang akrab. Kesimpulannya, zine memilikipotensi besar sebagai alat edukasi dan pelestarian kuliner tradisional. Manfaat dariperancangan ini adalah menciptakan media alternatif yang mampu meningkatkankesadaran dan minat generasi muda terhadap makanan khas Betawi agar tetaplestari dan relevan di masa kini.Kata kunci: kuliner Betawi, pelestarian kuliner tradisional, generasi muda, zine
PERANCANGAN ZINE SEBAGAI MEDIA INFORMASI PENGENALAN MAKANAN KHAS MELAYU RIAU UNTUK ANAK MUDA Syahrani, Puan Azzahra; Apsari, Diani; Wahab, Taufiq
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan khas daerah merupakan salah satu elemen penting dalammengenal kekayaan budaya suatu daerah. Makanan tradisional bukan hanya sekedarhidangan, melainkan bagian dari warisan budaya yang merefleksikan Sejarah, nilaidan identitas Masyarakat. Makanan tradisional merupakan bagian penting dariwarisan budaya yang kini semakin tergerus oleh dominasi tren makanan yang viral,termasuk di wilayah Riau yang kaya akan kuliner khas melayu Riau. Kurangnya mediainformasi yang menarik dan edukatif membuat Masyarakat terutama anak mudakurang mengenal makanan tradisional khas daerah Riau ini. Penelitian ini bertujuanuntuk merancang zine sebagai media informasi visual yang informatif dan menarikdalam memperkenalkan sekaligus melestarikan makanan khas Riau kepadamasyarakat khususnya anak muda. Metode penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif deskriptif melalui studi literatur, wawancara, observasi, dan kuesioner.Dalam penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan visual yang tepat gunameningkatkan minat dan apresiasi generasi muda terhadap makanan tradisionalserta mendukung upaya pelestarian budaya kuliner dan promosi pariwisata daerah. Kata kunci: Zine, Media Informasi, Makanan Tradisional, Melayu Riau
VISUALISASI KISAH INYIAK UPIAK PALATIANG DALAM BUKU ILUSTRASI SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN TOKOH PEREMPUAN MINANGKABAU Aini, Sukma; Wahab, Taufiq; Apsari, Diani
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya Minangkabau memiliki banyak tokoh-tokoh bersejarah yang berperanpenting dalam membangun nilai-nilai sosial pada Masyarakat salah satunya tokoh budayaPerempuan Inyiak Upiak Palatiang. keberadaan tokoh-tokoh perempuan lokal sepertiInyiak Upiak Palatiang belum banyak dikenal, khususnya oleh generasi muda. Kurangnyamedia pembelajaran yang menarik dan sesuai usia menjadi salah satu faktor terbatasnyapengenalan tokoh budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah bukuilustrasi anak yang memvisualisasikan kisah Inyiak Upiak Palatiang sebagai upayapelestarian budaya dan pengenalan tokoh perempuan Minangkabau menggunakanpendekatan metode kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui observasi, studiliteratur, wawancara, dan data tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan matriksperbandingan. Hasil perancangan berupa buku ilustrasi yang menampilkan narasisederhana dengan gaya visual yang menarik dan komunikatif, disesuaikan dengankarakter anak-anak usia 8–12 tahun. Konsep perancangan difokuskan pada penyampaiannilai-nilai keteladanan, keberanian, dan kecintaan terhadap budaya lokal melalui mediayang edukatif dan menyenangkan. Diharapkan, buku ini dapat menjadi alternatif mediapembelajaran budaya sekaligus memperkenalkan figur perempuan inspiratif dariMinangkabau sejak dini.Kata kunci: Buku ilustrasi, Inyiak Upiak Palatiang, budaya, anak