Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Strategi Penyuluhan di Kawasan Konservasi (Kasus Taman Nasional Kepulauan Togean) Muhd Nur Sangadji; Sumardjo Sumardjo; Pang S Asngari; Soenarmo H Soewito
Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 2 (2011): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.042 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v7i2.9797

Abstract

The aim of this research are (1) To describe the factors influences the community participation on mana­gement of Togean Island National Park. (2) To analyze the role of extension and it’s correlation to the community participation. (3). To formulate an extension strategy to increase the community participation on management of Togean Island National Park. The research was conducted in Togean Island National Park in Central Sulawesi on August to Septembre 2008 and March to April 2009. Five variables are used to measure the community participation by using Structural Equation Model (SEM) and LISEREL 8.30 sofware. Those variables are internal characteristic, extension process, eksternal factor, community capacity and community participation. The result of research shown that extension proccess have a significant effect on the community capacity. Community capacity have a significant effect to the community participation on management of Togean Island National Park. The strategy that can be used to increase the community participation is to improve the process of extension.  Keywords: extension, community participation and national park.
STRATEGI PENYULUHAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI TAMAN NASIONAL KEPULAUAN TOGEAN Muhd Nur Sangadji
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 20, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.564 KB)

Abstract

The aim of this research was to determine the  influence of community  participation and extension strategy to  increase the community participation on the  management of the Togean Island National Park. The research was conducted  in the Togean Island National Park in Central Sulawesi on September 2011. Five variables were used to measure  the community participation using Structural Equation Model (SEM) and  LISEREL 8.30 sofware. Those variables were internal characteristics,  extension proccess,  external factors, community capacity and community participation. The results of the research showed that extension proccess have a significant effect on the community capacity.  It also showed that the community capacity has a significant effect on the community participation on management of Togean Island National Park. The strategic implementation that can be used to increase the community participation is to  improve the process of extension. This strategy should be supported by willingness of government to consistently applied the concept of collaborative management of National Park  at the local level. Key Words : Extension strategy and Participatory aproach.
UPAYA ADAPTASI UBI BANGGAI (Dioscorea spp) JENIS “BAKU SOMBOK” DI DAERAH PALU DENGAN INPUT TEKNOLOGI “INTEGRATED SOIL FERTILIZER MANAGEMENT” Amiruddin Sahabu; Muhd Nur Sangadji; Muhardi Muhardi
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.175 KB)

Abstract

The main objective of this study was to identify the adaptation of Banggai Yum (Dioscorea spp) "Baku Sombok" in Palu area under the application of technology inputs i.e. integrated soil fertilizer management. This study used a randomized block design (RBD) in which treatments were seven combinations of inorganic fertilizers, organic fertilizers and mulches. Each treatment consisted of 3 groups so that there were 21 experimental units.There was no significant effect on all parameters of growth components, except on plant height at 74 and 102 days after planting (DAT). The effect on production components such as, tuber product (t ha-1), tuber fresh weight (kg), tuber diameter (cm), tuber length (cm), number of tuber, number of plants with bulbs were also not significant. However, it was significant on tuber fresh weight. Different effect appears on the mulch treatment and with no mulch treatments.  It is suggested that the results would be better if the mulch treatment are combined with inorganic and organic fertilizers. Key Words : Anorganic Fertilizers, Organic, Rice Straw Mulch, Ubi Banggai Type "Baku Sombok".
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS LEMBAH PALU DENGAN PEMBERIAN PUPUK DAN MULSA Rosianti Mokoginta; Muhardi Muhardi; Muhd Nur Sangadji
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.976 KB)

Abstract

This research aimed to study the effect of the combination of inorganic fertilizers, organic fertilizers and rice straw mulch on growth and yield of LembahPalu shallot variety. This study was conducted in farmers’ fields in Makuvillage of Sigi districtin May to July 2013 using a randomized block design (RBD).Treatmentswere a combination of different inorganicfertilizers, organic fertilizers and rice straw mulch consisting of seven treatments (A= onion cultivation methods applied by farmers, B= inorganic fertilizer, C= organic fertilizer, D= inorganic fertilizer + organic fertilizer, E= inorganic fertilizer + rice straw mulch, F= organic fertilizer + rice straw mulch and G= inorganic fertilizer + organic fertilizer + rice straw mulch).Each treatment was replicated infour groups so that there were 28 treatment units. Differences between treatmentswere analyzed using the honest significant (HSD) test at 5% level. The B treatment (inorganic fertilizer) showed better plant growth components while the G treatment (inorganic fertilizer + organic fertilizer + rice straw mulch) had better yield components.Keywords : Anorganic fertilizer, Onion, Organic, Rice Straw Mulch 
PRODUKSI DAN KUALITAS PRODUKSI BUAH TOMAT YANG DIBERI BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR Agus Sunar Wijaya; Muhd. Nur Sangadji; Muhardi Muhardi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 3 No 6 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini terdiri dari dua tahap, pertama bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk organik cair terbaik yang dapat digunakan dalam pemupukan tanaman tomat. Tahap ke dua bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair terbaik yang dapat diaplikasikan pada tanaman tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman tomat terhadap produksi dan kualitas produksi buah tomat (Solanum licopersicum Mill.) dengan pemberian dua jenis pupuk organik cair dalam konsentrasi berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) sederhana satu faktor dengan tujuh taraf perlakuan serta ulangan sebanyak empat kali, Hasil pengamatan terhadap komponen produksi buah tomat, hasil terbaik ditunjukkan pada perlakuan pemberian pupuk organik cair gremont dengan konsentrasi 2,4 ml / 80 ml air, sedangkan untuk pengamatan komponen kualitas buah tomat menunjukkan hasil tidak berpengaruh nyata terhadap diameter rata-rata buah tomat, dan kandungan vitamin C buah tomat
Morfologi Dan Anatomi Tanaman Kelor (Moringa oleifera L.) Pada Berbagai Ketinggian Tempat Tumbuh Amir Sandi; Muh. Nur Sangadji; Sakka Samudin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 1 (2019): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengkaji morfologi dan anatomi tanaman kelor pada berbagai ketinggian tempat tumbuh di daerah Palu, Sigi dan Palolo. Penelitian ini menggunakan metode survei dan pengukuran langsung. Kegiatan pertama dimaksudkan untuk menentukan lokasi penelitian. Lokasi penelitian di tentukan secara sengaja (purpose sampling), yaitu di ketinggian ± 150, ± 300, ± 450 dan >451 mdpl, setiap ketinggian tempat dipilih secara acak sebanyak 7 tanaman kelor, sehingga secara keseluruhan tanaman kelor di butuhkan sebanyak 28 pohon. Perbedaan individu pohon kelor yang diamati berdasarkan morfologi dan anatomi daun, untuk menyimpulkan perbedaan morfologi dan antomi semua data yang terkumpul di analisis dengan menghitung jarak Euclid dengan bantuan program SYSTAT 8.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan morfologi dan anatomi daun tanaman kelor (Moringa oleifera L.) pada ketinggian tempat yang berbeda. Karakter morfologi yang membedakan antara lain panjang daun, lebar daun, karakter anatomi yaitu kerapatan stomata, jumlah epidermis, dan indeks stomata.
PERTUMBUHAN TUNAS NANGKA (Artocarpus heterophyllus L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI KINETIN DENGAN NAPHTHALENE ACETIC ACID Iin Nurlita; Muhd. Nursangadji; Henry N. Barus
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi Kinetin dan Naptahalen Acetic Acid yang sesuai untuk pertumbuhan tunas nangka. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi Kinetin dengan Naptahalen Acetic Acid yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu Kinetin 2 ppm dengan penambahan NAA0,1 ppm, Kinetin 3 ppm dengan penambahan NAA0,1 ppm, Kinetin2 ppm dengan penambahan NAA 0,2 ppm dan Kinetin 3 ppm dengan penambahan NAA0,2 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Kinetin 2 ppm dengan penambahan NAA 0,2 ppm memberikan rata-rata saat muncul tunas tanaman nangka terbaik yaitu rata-rata 10,5 tunas per eksplan. Penambahan Kinetin 2 ppm dengan NAA0,2 ppm menghasilkan jumlah tunas terbaik yaitu 2,125 tunas per eksplan. Penambahan Kinetin 2 ppm dengan NAA0,2 ppmmenghasilkan jumlah daun terbaik yaitu 3helai daun.
KARAKTERISTIK KIMIAWI DAN DAYA HAMBAT TEPUNG BIJI KELOR (Moringa oleifera Lam.) SETELAH PENYIMPANAN PADA BAKTERI Escherichia coli Lili Eka Wati; Syahraeni Kadir; Muhd. Nur Sangadji
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 3 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kelor merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia dan memiliki banyak manfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan lama penyimpanan tepung biji kelor yang memberikan pengaruh terbaik terhadap karakteristik kimia yang memiliki daya hambat terbaik terhadap bakteri Escherichia coli. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako Palu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas satu faktor yaitu lama penyimpanan biji kelor dengan 5 taraf penyimpanan : 0 minggu, 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, 4 minggu yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan analisis keragaman, apabila perlakukan menunjukkan adanya pengaruh nyata atau sangat nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan Uji BNJ (5% atau 1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata pada karakteristik kimia dan daya hambat bakteri. Daya hambat terbaik didapat pada tepung biji kelor 0 minggu (tanpa penyimpanan) yaitu 57,39 mm.
PERTUMBUHAN DUA VARIETAS CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L.) PADA PERLAKUAN BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) Andi Apriyanto Maha Hias; Muh Nur Sangadji; Nuraeni Nuraeni
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 3 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pertumbuhan dan hasil dua varietas cabai merah keriting pada pemberian berbagai konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC), menyeleksi varietas cabai merah keriting yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik, sensitivitas konsentrasi pupuk organik cair yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Palu, Sulawesi Tengah, pada Bulan Oktober 2020 sampai Maret 2021. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Ada dua faktor yang diteliti, faktor pertama adalah varietas cabai merah keriting yang terdiri dari 2 varietas yaitu Varietas Lado dan Laju, faktor kedua adalah konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) yang terdiri dari 6 taraf yaitu kontrol atau tanpa pemberian POC 0 ml L air-1, 25 ml POC L air-1, 50 ml POC L air-1, 75 ml POC L air-1, 100 ml POC L air-1, dan 125 ml POC L air-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi konsentrasi POC dan varietas tanaman cabai dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, interaksi terbaik pada perlakuan POC dengan beberapa varietas tanaman cabai terdapat pada konsentrasi POC yaitu 100 ml L air-1 dengan Varietas Lado dengan nilai rata-rata tinggi tanaman terbaik pada umur 8 MST dengan nilai 69,00, luas daun nilai rata-rata terbaik pada umur 83 HST dengan nilai 75,11, umur berbunga nilai rata-rata terbaik dengan umur 30,00, umur panen nilai rata-rata terbaik dengan umur 94,00, panjang buah nilai rata-rata terbaik dengan nilai 18,55, Berat Buah nilai rata-rata terbaik dengan nilai 54,33, pemberian berbagai konsentrasi POC dan varietas cabai berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, pemberian konsentrasi pupuk organik cair 100 ml L air-1 dengan varietas lado memberikan hasil yang terbaik.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK NPK Moh. Arief; Nursangadji Nursangadji
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 5 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawi memerlukan unsur hara yang cukup dan tersedia bagi pertumbuhan dan perkembangannya untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Salah satu unsur hara yang sangat berperan pada pertumbuhan daun adalah Nitrogen (N). Salah satu sumber N yang banyak digunakan adalah NPK dengan kandungan 15% N, oleh karena itu baik untuk proses pertumbuhan tanaman sawi khususnya tanaman yang dipanen daunnya. Selain itu pupuk NPK mempunyai sifat higroskopis mudah larut dalam air dan bereaksi cepat, sehingga cepat pula diserap oleh akar tanaman. Dosis NPK yang diaplikasikan pada tanaman akan menentukan pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tondo Palu pada bulan Juli sampai Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan dosis pupuk NPK terdiri 7 taraf yaitu Kontrol, NPK 50 kg/ha, NPK 100 kg/ha, NPK 150 kg/ha, NPK 200 kg/ha, NPK 250kg/ha, NPK 300 kg/ha. Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 21 unit percobaan. Setiap perlakuan diwakili dua tanaman dengan demikian secara keseluruhan terdapat 42 polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK 300 kg/ha yang setara 67,5 g/polybag adalah yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman sawi pada umur 10 HST.