Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Effectiveness of Chemistry Textbooks with Problem Based Learning to Improve Students’ Learning Outcomes in Main Group Elements Hadeli, Muhammad; Sanjaya, Sanjaya; Rachman Ibrahim, Abdul; Suharman, Andi; Ad'hiya, Eka; Kartika Sari, Diah
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 23, No 4 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the main group elemental chemistry textbooks based on problem based learning in improving student learning outcomes. The design of this study was a quasi-experiment with one group pretest-posttest design. The participants in this study were sixth year chemistry education students at Universitas Sriwijaya for the 2021/2022 academic year. Test instruments was implied in this research and analyzed using statistics with N-gain data. The results showed that problem-based learning teaching materials for chemistry education students were categorized as very effective with a high level of N-gainKeywords: chemistry textbooks, problem-based learning, chemistry learning outcomes.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v23i4.pp1376-1381
PENGEMBANGAN E-LKPD KALORIMETRI BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN LIVEWORKSHEETS Syarani, Meylina; Suharman, Andi; Sanjaya, Sanjaya
Lantanida Journal Vol 13 No 2 (2025): July-December 2025
Publisher : UIN AR-RANIRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/lj.v13i2.31322

Abstract

The lack of interactive teaching materials and students' difficulties in understanding concepts and calculations in calorimetry prompted the development of e-LKPD based on Problem-Based Learning (PBL) using Liveworksheets for class XI.1 students at Srijaya Negara High School, Palembang. This study aims to produce a valid, practical, and effective e-LKPD. The development follows the ADDIE model and includes Tessmer's formative evaluation stages: self-evaluation, expert review, one-to-one, small group, and field test. Data was collected through interviews with chemistry teachers, a needs analysis questionnaire administered to 35 students, a walkthrough with two experts who assessed the content, design, and pedagogical aspects, a practicality questionnaire administered to three students in the one-to-one stage and nine students in the small group stage, as well as pre-tests and post-tests administered to all 35 students. The validity test results showed an average validity score of 0.99, which falls into the very high category. The practicality of the e-LKPD in the one-to-one stage was 89.33% and in the small group stage was 91.82%. The effectiveness test results showed an N-Gain value of 0.80, which falls into the high category. Therefore, this e-LKPD is deemed valid, practical, and effective in enhancing students' understanding and engagement in calorimetry learning.
PENYULUHAN ALAT PRAKTIKUM INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAGI GURU KIMIA KOTA PALEMBANG Sanjaya, Sanjaya; Ad’hiya, Eka; Sukaryawan, Made; Suharman, Andi; Kartika Sari, Diah; Hadeli L, M
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 6 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i6.2467-2472

Abstract

Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh guru kimia adalah minimnya ketersediaan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan praktikum di laboratorium. Pada program studi pendidikan kimia Universitas Sriwijaya telah dilaksanakan beberapa riset/penelitian yang berkaitan dengan inovasi alat praktikum kimia. Salah satunya yaitu penelitian “Pengembangan Alat Elektroforesis Koloid Melalui Modifikasi Sumber Arus Listrik”. Oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan mengenai alat praktikum inovatif yang telah dikembangkan melalui riset/penelitian tersebut.  Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam tiga tahapan: penyampaian materi, praktik langsung, dan evaluasi. Tahap persiapan mencakup koordinasi antara pengabdian dan pihak terkait. Pada tahap pelaksanaan, materi disampaikan melalui presentasi, diikuti dengan praktik penggunaan alat elektroforesis koloid oleh peserta. Dari kegiatan pengabdian dapat disimpulkan bahwa khalayak sasaran pada mulanya terkendala melakukan praktikum dikarenakan kurangnya fasilitas. Dengan diperkenalkan dan dipraktikkan penggunaan alat praktikum inovatif, khalayak sasaran menjadi berminat dan membuat ide untuk mengembangkan alat praktikum inovatif lainnya yang sesuai dengan materi SMA. Alat praktikum inovatif ini mudah digunakan oleh guru dan dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
PENERAPAN GAME EDUKASI EDUCAPLAY PADA MATERI IPAS BENTUK-BENTUK ENERGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR Yustiana, Naja Novia; Amelia, Oksa; Hasanah, Nur; Rosyadah, Putri Amrina; Abron, Nabila; Hanifah, Mutia; Sanjaya, Sanjaya
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 5 No 3 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v5i3.5418

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi IPA Bentukbentuk benda dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada kelas III SDN 238 Palembang. Metode penelitian yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari prasiklus dan 2 siklus dengan tahapan model spiral menurut Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu: 1) Perencanaan Tindakan (Planning); 2) Pelaksanaan Tindakan (Acting); 3) Observasi (Observing); dan 4) Refleksi (Reflecting). Subjek penelitian peserta didik kelas III SDN 238 Palembang dengan jumlah 28 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan Observasi dan Lembar Instrumen hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase pada prasiklus sebesar 59,6% menunjukkan belum mencapainya ketentusan hasil belajar. Pada siklus I pada penggunaan media Educaplay adanya kenaikan hasil belajar peserta didik dengan rata-rata persentase sebesar 77,8% sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan lagi sebesar 86,1%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas III SDN 238 Palembang penerapan Game Edukasi Educaplay pada materi IPA Bentuk- bentuk benda menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
ANALISIS KEBUTUHAN LEMBAR KERJA MAHASISWA MATERI KESETIMBANGAN UAP CAIR PADA SISTEM BINAIR BERBASIS GREEN CHEMISTRY Herliani, Firmalia; Sanjaya, Sanjaya
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i1.4222

Abstract

Practical learning plays an essential role in enhancing students’ understanding of chemistry concepts through direct laboratory experience. This study aims to analyze the needs for developing a Student Worksheet (LKM) based on green chemistry principles for the binary liquid-vapor equilibrium material in Physical Chemistry I practicum. A descriptive qualitative method was employed to explore students’ perceptions, difficulties, and real needs regarding instructional materials. The research population consisted of Chemistry Education students at Sriwijaya University who had completed the practicum, with 66 students, one lecturer, and one laboratory technician as purposive samples. Data were collected via online questionnaires and semi-structured interviews, then analyzed using descriptive percentage and thematic analysis. Results show students have high enthusiasm but face challenges in understanding complex concepts and data interpretation related to the equilibrium material. While most students are aware of green chemistry principles, current instructional materials inadequately incorporate these principles. All respondents agreed on the urgency to develop practical, structured LKM integrated with green chemistry to improve conceptual comprehension, laboratory safety, and sustainable learning. The conclusion highlights a gap between knowledge and practice, calling for innovative instructional design to foster safer and environmentally friendly laboratory education.
Emotional Resilience, Mood States, and Emotional Stability: Foundations for Digital Emotional Analytics and Technology-Enhanced Counseling in Swamp-Region Schools Jarkawi, Jarkawi; Sanjaya, Sanjaya; Prasiska, Emilda; Ridhani, Akhmad Rizkhi
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v3i2.2328

Abstract

Purpose of the study: This study examines the relationship between emotional resilience and emotional stability among high school students living in swamp ecological regions in Indonesia and evaluates the mediating role of mood states (Depression, Esteem-related Affect, Vigour). It also highlights implications for technology-enhanced student emotional monitoring. Methodology: This study employed a cross-sectional survey design with cluster sampling. Instruments included the Ecological Integrity Assessment (EIA) questionnaire, Profile of Mood States (POMS), and the Eysenck Personality Questionnaire Short Scale. Data were collected via paper-based surveys and analyzed using path analysis and SEM with maximum likelihood estimation in R and RStudio software. Main Findings: Emotional resilience was associated with lower depression and higher vigour. Mood states significantly mediated the resilience–stability relationship, with vigour showing the strongest mediating effect. Students in swamp areas demonstrated high resilience yet exhibited poorer mood conditions than national norms. Novelty/Originality of this study: Beyond psychological contributions, this study offers new insights for educational technology by identifying mood indicators that can be integrated into digital dashboards, LMS-based monitoring tools, and AI-driven counseling systems for geographically remote schools.
Analisis kebutuhan LKM PBL Kontekstual Kasus Kabut Asap Untuk Pemahaman Hukum Gas Pada Mahasiswa S1 Pendidikan Kimia Universitas Sriwijaya Zikri, rahmat; Sanjaya, Sanjaya; Sasqia Wardana, Fricila
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpku.v5i2.10909

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan menganalisis kebutuhan bahan ajar berupa Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) berbasis Problem-Based Learning (PBL) pada mata kuliah Kimia Fisika I. Metode yang digunakan merujuk pada tahapan analyze model pengembangan ADDIE, melalui wawancara dengan dosen, kuesioner mahasiswa, dan analisis kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan 100% mahasiswa menyukai dan antusias mengikuti kuliah Kimia Fisika I, namun hanya 34,1% mampu memahami konsep hukum gas menggunakan bahan ajar yang ada. Sebanyak 78% mahasiswa mengalami kesulitan memahami bahasa bahan ajar, 65,9% menilai bahan ajar belum tersusun sistematis dan belum menerapkan pendekatan PBL, serta 75,6% mengalami kesulitan memahami Persamaan Keadaan Gas. Analisis kebutuhan menunjukkan perlunya pengembangan LKM berbasis PBL dengan konteks lokal, seperti kabut asap di Sumatera Selatan, untuk membelajarkan konsep hukum gas secara aplikatif sehingga mahasiswa dapat memahami konsep dengan lebih mudah dan relevan dengan fenomena nyata.
Profile of High School Students’ Sustainability Awareness in Chemistry Learning Sari, Diah Kartika; Fethya, Revnika; Sofia, Sofia; Ad’hiya, Eka; Haryani, Maefa Eka; Sanjaya, Sanjaya
IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education Vol 8, No 1 (2026): January 2026
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijisedu.v8i1.9707

Abstract

This study aims to characterize students’ sustainability awareness in the context of chemistry learning at SMA Negeri 1 Indralaya Utara and to provide a basis for developing worksheets aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs). A quantitative descriptive design was employed with a sample of 34 grade XII students selected through simple random sampling. The research instrument was a 36-item sustainability awareness questionnaire adapted from Kelfina et al. (2025), encompassing three dimensions: behavioral and attitudinal awareness, emotional awareness, and awareness of sustainability practices. Data were analyzed using mean scores and percentage distributions. The results show that students’ sustainability awareness was generally high, with an overall mean score of 82.33%. Each dimension also demonstrated high levels of awareness: 82.67% for behavioral and attitudinal awareness, 82.67% for emotional awareness, and 81.67% for awareness of sustainability practices. These findings suggest that chemistry learning particularly topics such as corrosion, green chemistry, and chemical bonding supports the development of students’ conceptual understanding, emotional engagement, and sustainable practices in daily life. Overall, the study provides an empirical foundation for developing chemistry worksheets integrated with the SDGs to further strengthen students’ sustainability awareness
ANALISIS KEBUTUHAN LEMBAR KERJA MAHASISWA (LKM) BERBASIS GREEN CHEMISTRY PADA MATERI TITRASI KONDUKTOMETRI Edita Putri, Chindy; Sanjaya, Sanjaya
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i2.4317

Abstract

Laboratory practicum plays crucial role in chemistry education, yet current materials for conductometric titration lack green chemistry integration, hindering sustainable learning. This study aimed to analyze needs for developing Student Worksheet (LKM) based on green chemistry for conductometric titration in Physical Chemistry Practicum 2. Using descriptive method with qualitative-quantitative approach, population comprised Chemistry Education students at Sriwijaya University who completed the course, with purposive sample of 45 students, 1 lecturer, and 1 lab technician. Instruments included 12-item needs analysis questionnaire and semi-structured interviews, analyzed via descriptive percentages and qualitative thematic reduction. Results showed high student enthusiasm (95.6-97.7%) but low concept understanding (51.1% unclear, 60% found modules difficult), with 68.9% reporting no green chemistry integration despite 84.1% awareness and 100% agreement on its importance. Notably, 95.6% supported LKM development. In conclusion, green chemistry-based LKM is urgently needed to bridge knowledge-practice gaps and enhance sustainable practicum learning.
Implementasi Green Chemistry Dalam Pembelajaran Kimia Untuk Peserta Didik SMA Negeri 4 Palembang: Edukasi Dan Praktikum Ramah Lingkungan Zikri, Rahmat; Sanjaya, Sanjaya; Zulqurnain, Muhammad; Hidayati Fikriya, Sakti
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1307

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep Green Chemistry serta keterampilan praktikum peserta didik di SMA Negeri 4 Palembang melalui edukasi dan penerapan praktikum ramah lingkungan berbasis bahan lokal. Permasalahan yang ditemukan di sekolah meliputi keterbatasan sarana laboratorium, minimnya praktikum mandiri, rendahnya literasi kimia berkelanjutan, serta penggunaan bahan kimia sintetis yang kurang aman. Kegiatan dilaksanakan melalui enam pertemuan yang mencakup penyampaian materi, pembuatan poster kimia hijau, bimbingan praktikum eksoterm dan endoterm menggunakan bahan aman, pengembangan LKPD, dan permainan edukatif berbasis studi kasus. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest, lembar observasi aktivitas, dan dokumentasi proses. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan peserta didik meningkat secara signifikan. Siswa mampu memahami prinsip Green Chemistry, bekerja mandiri melalui LKPD, dan melakukan praktikum berbasis bahan lokal dengan aman. Analisis statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan setelah kegiatan (p < 0.001). Praktikum berbahan lokal menjadi alternatif yang relevan dan murah bagi sekolah, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan dan berpikir kritis. Secara keseluruhan, program ini efektif mendukung pembelajaran kimia berkelanjutan dan dapat direplikasi pada sekolah lain dengan kondisi sarana terbatas.