Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Implementasi Gerakan Literasi Sabtu Budaya Dalam Membentuk Karakter Sosial Peserta Didik di SD Negeri 1 Waringin Nurhimayati, Husna; Muzakkar, Abdullah; Parhanuddin, L.
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 6 No. 4 (2025): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v6i4.4757

Abstract

This study aims to describe the implementation process of the Cultural Saturday Literacy Movement (Gerakan Literasi Sabtu Budaya / GLSB) in shaping students’ social character at SD Negeri 1 Waringin. A qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving the principal, teachers, students, and parents. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the implementation of GLSB is systematically carried out through three main stages: planning, implementation, and evaluation. Literacy activities integrated with local arts and culture foster students’ active participation and strengthen social character values such as cooperation, discipline, responsibility, tolerance, empathy, and care for others. The success of the program is supported by strong collaboration among the school, teachers, parents, and the community. Meanwhile, its challenges include limited facilities, time constraints, and varying levels of teacher competence in integrating cultural values into the learning process.
Rekonstruksi Kritis Metode Pembelajaran Sosiologi Berbasis Mazhab Humanistik di Lombok Timur Abdul Azizurrahman; Abdullah Muzakar
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i4.33162

Abstract

The purpose of this study was to examine the implementation of sociology learning in East Lombok Regency and to critically reconstruct sociology learning methods based on the humanistic school of thought in East Lombok Regency. This study was descriptive-qualitative. The location was East Lombok Regency, which has the largest number of high schools in West Nusa Tenggara (NTB) province. Informant collection used a purposive sampling method. Data collection employed documentation, observation, and in-depth interviews. Analysis employed the Miles-Huberman interactive model. The results showed that all learning methods have advantages and disadvantages; none is superior to the other. Furthermore, there is a gap between the conception of sociology learning methods and their implementation in high schools in East Lombok Regency. However, learning success is largely determined by the individual characteristics of students and teachers, who possess free will. In other words, learning methods are one variable among many that determine learning success. The dominant variables are students and teachers.
Pengaruh Pendekatan Tarl Dengan Metode Adabta Dan Metode Pemberian Tugas Terhadap Literasi Dasar Dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Hikmatul Fajri; Padlurrahman Padlurrahman; Abdullah Muzakar
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i1.841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah 1) Perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan TARL dengan metode ADaBTa dibandingkan dengan metode pemberian tugas; 2) Pengaruh interaksi antara pendekatan TARL dengan kemampuan literasi dasar khususnya membaca terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia; 3) Perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan literasi dasar tinggi yang dibelajarkan dengan menggunakan metode ADaBTa dibandingkan dengan menggunakan metode Pemberian Tugas; dan 4) Perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan literasi dasar rendah yang dibelajarkan dengan menggunakan metode ADaBTa dibandingkan dengan menggunakan metode Pemberian Tugas. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas II SDN 4 Pringgabaya sebanyak 2 kelas. sampel dalam penelitian ini adalah seluruh dari populasi yang ada. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes pilihan ganda yang terdiri dari 20 soal. Data di analisis dengan menggunakan ANAVA 2 jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Nilai signifikansi (Sig) pada metode pembelajaran sebesar 0,031 lebih kecil dari taraf signifikansi sebesar 0,05 hal ini berarti bahwa hipotesis nol di tolak ; 2) Nilai signifikansi (Sig) pada metode*Literasi sebesar 0,037 lebih kecil dari taraf signifikansi sebesar 0,05 hal ini berarti bahwa hipotesis nol ditolak; 3) Nilai t hitung (t Stat) untuk hasil belajar sebesar 2,246 kemudian dibandingkan dengan t tabel (t Critical tow-tail) sebesar 2,109 maka terlihat bahwa t hitung (t Stat) lebih besar dari t tabel (t Critical tow-tail) maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak ; dan 4) Nilai t hitung (t Stat) untuk hasil belajar sebesar 2,267 kemudian dibandingkan dengan t tabel (t Critical tow-tail) sebesar 2,093 maka terlihat bahwa t hitung (t Stat) lebih besar dari t tabel (t Critical tow-tail) maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak
Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Indonesia dan Relevansinya dengan Era Distrupsi Syaipul Pahru; Abdul Latif; Abdullah Muzakkar; Baiq Shofa Ilhami; Rohyana Fitriani; Muh. Taufik
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.3897

Abstract

AbstrakTujuan dalam penulisan artikel ini adalah mencoba untuk menelaah tentang Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Indonesia, Tantangan Pendidikan Tinggi dengan Kemunculan Era Distrupsi, dan Relevansi Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan Era Distrupsi.  Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah jenis literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kurkulum dalam pendidikan memiliki peranan yang Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan Era Distrupsi.  Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah jenis literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kurkulum dalam pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis dan kurikulum yang baik adalah kurikulum yang bersifat fleksibel sehingga mampu menjawab tantangan zaman. Negara-negara di dunia tak terkecuali Indonesia tengah menghadapi era distrupsi, dimana era ini perubhan begitu cepat terjadi ranah pendidikan merupakan salah satu sasaran empuk yang paling cepat terdistrupsi. Kurikulum MBKM merupakan salah satu solusi yang ditawarkan oleh pemerintah dalam menghadapi era distrupsi.Kata Kunci: Kurikulum, Merdeka Belajar, Kampus Merdeka Era Distrupsi AbstractThe purpose of writing this article is to try to examine the Policy for the Merdeka Belajar Curriculum for Kampus Merdeka in Indonesia, the Challenges of Higher Education with the Emergence of the Era of Disruption, and the Relevance of the Policy for the Kurikulum Merdeka for Learning in Kampus Merdeka with the Era of Disruption. The method used in this paper is a type of literature review. The results of the study indicate that the curriculum in education has a very strategic role and a good curriculum is a curriculum that is flexible so that it is able to answer the challenges of the times. Countries in the world, including Indonesia, are currently facing an era of disruption, where in this era of rapid change, the realm of education is one of the easiest targets to be disrupted. The MBKM curriculum is one of the solutions offered by the government in dealing with the era of disruption.Keywords: Curriculum, Independent Learning, Independent Campus Distrupsi Era