Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Limbah Tahu Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiate L.) Zulkarnain Sangadji; Mira Herawati Soekamto; Seljun Kayaru
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.584 KB) | DOI: 10.33506/md.v12i2.1015

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh  dan dosis pemberian pupuk limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau.  Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan memggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan yang terdiri   dari s0  (Tanpa Perlakuan), s1 (15 ml  Limbah Tahu/tanaman), s2 (30 ml Limbah Tahu /tanaman), s3  (45ml limbah Tahu /tanaman) dengan 3 ulangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis keragaman ( ANOVA ) yang di lanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada tingkat kepercayaannya 0,05%. Hasil dari penelitian ini adalah Pemberian pupuk limbah cair memberikan pengaruh yang nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah biji per polong dan jumlah polong pertanaman, tetapi pada bobot 100 biji tidak menunjukkan pengaruh yang nyata. Perlakuan Dosis 45 ml limbah cair tahu/tanaman menghasilkan rata-rata tertinggi  pada umur 1,2,3 dan 4 MST pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah biji per polong, jumlah polong per tanaman dan bobot 100 biji.
Aplikasi Berbagai ZPT Alami untuk Meningkatkan Pertumbuhan Stek Batang Tebu (Saccaharum Officinarum. L) Ajang Maruapey; Zulkarnain Sangadji
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 6, No 2 (2022): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v6i2.1966

Abstract

Tebu merupakan jenis tanaman prospektif penghasil gula sehinga perlu dibudidyakan untuk memenuhi kebutahan masyarakat Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Matalamagi Distrik Sorong Utara Kota Sorong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret  2020. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan ZPT alami terhadap pertumbuhan stek batang tebu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 kali perlakuan dan 3 ulangan diantaranya Z0 =  Kontrol. Z1= Urin sapi 100 ml/L air. Z2 = Air kelapa muda 100 ml/L air. Z3 = Ekstrak bawang merah 100 ml/L air. Data hasil penelitian  dianalisis menggunakan analisis ragam (anova). Apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kepercayaan 0,5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ZPT alami berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel yang diamati. Dari ketiga bahan  ZPT alami ZPT air kelapa muda lebih berpengaruh terhadap variabel waktu muncul tunas,  peningkatan tinggi tunas, jumlah tunas dan jumlah akar. Sedangkan urin sapi hanya pada peningkatan panjang akar. Sementara ekstrak bawa merah lebih berpengaruh pada peningkatan jumlah ruas dan bobot brangkasan hasil stek tebu. Kata Kunci : ZPT alami,  Stek tebu
Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Tanaman Hortikultura Zulkarnain Sangadji; Muhammad Taufik; Muhammad Syahrul Kahar; Sarawa Sarawa; La Aba; Sarnely Uge; Rahmatullah Bin Arsyad; Muhammad Fathurrahman; Ihsan Febriadi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6970

Abstract

Kegiatan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat terhadap teknik budidaya hortikultura. Melalui budidaya tanaman hortikultura merupakan langkah awal untuk merangsang tumbuhnya semangat partisipasi masyarakat tentang pentingnya peningkatan budidaya tanaman hortikultura. Pentingnya melaksanakan budidaya tanaman karena masyarakat pada dasarnya belum mengetahui cara-cara budidaya tanaman secara baik dan benar, belum menerapkan pembenihan tanaman secara baik dan benar, belum mengetahui cara pengapuran dan pemupukan secara tepat, belum mengetahui pembuatan pupuk organik cair, dan lain sebagainya. Pengabdian kepada masyarakat ini berlokasi di distrik Sausapor. Adapun sasaran pada program ini sebanyak 10 orang masyarakat sausapor yang dilaksanakan di bulan oktober 2022.  Distrik Sausapor memiliki luas wilayah 10,28 km2 dengan jumlah penduduk 2856 jiwa. Kondisi geografis dan topografis wilayah dicirikan berdasarkan kawasan hutan yang sangat luas dengan proporsi hutan konservasi serta hutan lindung mencapai 80 %. Metode pelaksanaan yang akan digunakan diantaranya sosialisasi, pemberian metode diskusi, ceramah, penyuluhan, bimbingan teknis dan pendampingan secara terjadwal. Adapun tahapan kegiatan meliputi sosialisasi kegiatan, pengembangan dan pendampingan digitalisasi pertanian meliputi pengolahan lahan, pembenihan, penyemaian, penanaman dan pemupukan. Hasil pelaksanaan kegiatan menjelaskan bahwa tingkat pengetahuan dan keterampilan mitra terhadap teknik budidaya tanaman mengalami peningkatan sebesar 74,85 % dari 34,29 % (64-75 %), hasil ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan keterampilan mitra berada pada kategori baik (61-74 %)Community service activities aim to determine the level of public understanding of horticultural cultivation techniques. The cultivation of horticultural crops, it is the first step to stimulating the growth of the spirit of community participation in the importance of increasing the cultivation of horticultural crops. The importance of carrying out plant cultivation is because the community does not know the methods of cultivating plants properly and correctly, has not applied plant hatchery properly and correctly, does not know how to liming and fertilize properly, does not know the manufacture of liquid organic fertilizers, and so on. This community service is located in the Sausapor district. The partners in this program are as many as 10 sausapor communities, and it will be implemented in October 2022. Sausapor District has an area of 10.28 km2 with a population of 2856. The geographical and topographical conditions of the region are characterized based on a very large forest area, with the proportion of conservation forests and protected forests reaching 80%. The implementation methods that will be used include socialization, providing discussion methods, lectures, counselling, technical guidance and scheduled assistance. The stages of activity include Socialization of Activities, development and assistance in digitizing agriculture, including Land processing, Hatchery, Seeding, Planting and Fertilization. The results of the implementation of the activity explained that the level of knowledge and skills of partners towards plant cultivation techniques increased by 74.85% from 34.29% (64-75%); these results showed that the level of understanding and skills of partners was in a good category (61-74%).
Literasi Digital Pertanian sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Budidaya Tanaman Berkelanjutan di Kabupaten Tambarauw Sangadji, Zulkarnain; Taufik, Muhammad; Kahar, Muhammad Syahrul; Sarawa, Sarawa; Aba, La; Uge, Sarnely; Arsyad, Rahmatullah Bin; Fathurrahman, Muhammad; Febriadi, Ihsan
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i3.16967

Abstract

Sausapor merupakan salah satu distrik yang terdapat di kabupaten Tambrauw.  Jarak menuju distrik ini dari Kota Sorong adalah 110 km melalui jalur darat lokasi ini termasuk Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T). Tujuan penelitian ini  untuk  mengetahui peran literasi digital pertanian sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam budidaya tanaman berkelanjutan di kabupaten tambarauw. Metode pelaksanaan yang akan digunakan diantaranya sosialisasi, pemberian metode diskusi, ceramah, penyuluhan, bimbingan teknis dan pendampingan secara terjadwal. Adapun tahapan kegiatan meliputi pendamping dan pelatihan pembuatan pupuk kompos, pendampingan dan pelatihan pembuatan herbisida organik, pengetahuan tentang cara pemanenan, pengetahuan tentang pasca panen. Berdasarkan implementasi program yang dilakukan, terdapat perbedaan pada pengetahuan masyarakat di awal dan di akhir mengalami peningkatan hasil penen yang awalnya sebesar 32% menjadi 68 % di sisi lain hasil pasca panen mengalami peningkatan yang awalnya sebesar 31% menjadi 69%. Sehingga tingkat pemahaman dan keterampilan mitra berada pada kategori baik (61-74 %). Adapun untuk mencapai tujuan pelaksanaan kegiatan maka program pengabdian pada masyarakat secara optimal, dan tim PkM akan terus melakukan pendampingan secara informal.
Pemetaan Potensi Lahan Pertanian di Distrik Makbon Melalui Sistem Informasi Geografis Farida, Anif; Rosalina, Febrianti; Sangadji, Zulkarnain
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi November 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i1.328

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu peningkatan pengetahuan masyarakat di Distrik Makbon dalam mengelola data terkait dengan potensi lahan yang dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian berbasis sistem SIG. Metode yang digunakan ini terdiri atas: (1) tahap pendahuluan. Pada tahap ini dilakukan survey lokasi mitra untuk identifikasi wilayah; (2) tahap pelaksanaan. Pada tahap ini, masyarakat diberi pengarahan mengenai pengetahuan dasar peta dan sistem informasi geografis (SIG). Tahap selanjutnya masyarakat diberikan pengarahan mengenai potensi lahan pertanian berdasarkan kondisi fisik wilayah. Berbekal sistem informasi geografis, masyarakat diajak untuk melihat persebaran potensi pertanian masing-masing wilayah dalam peta. Setelah itu dilakukan ground check sehingga dapat dilihat kondisi nyata di lapangan. Pada akhirnya masyarakat akan diberi rekomendasi pengembangan potensi pertanian yang paling sesuai untuk daerahnya. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, diperoleh bahwa masyarakat sangat membantu pelaksanaan kegiatan yang dibuktikan dengan kehadiran serta keaktifannya bertanya selama pemberian materi berlangsung. Hasil evaluasi yang dilakukan berdasarkan data pre-test dan post-test yang diperoleh setelah kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan peserta selama kegiatan sosialisasi diberikan dari 5% menjadi 75%. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan dalam mengelola data terkait dengan potensi lahan yang dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian berbasis sistem SIG
Strategi perbaikan tanah untuk meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura di Kawasan penambangan pasir yang terdegradasi Rosalina, Febrianti; Riskawati, Riskawati; Sangadji, Zulkarnain; Lisalohit, Sulaiman; Wardan, Kharisma Dewi Sukma
Jurnal AGRO Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/38086

Abstract

The addition of ameliorant materials into the soil on former post-rock mining land was identified as one of the potential approaches in improving soil quality. This study aims to determine the effect of ameliorant materials on the growth and yield of horticultural crops. The study used a Randomized Group Design with five treatments and three. Plants used as indicator plants used two types of horticultural crops (spinach and pakcoy). The treatments consisted of KS0 (Control), KS1 (compost at a dose of 10 t ha-1 + biofertilizer 5 ml L-1), KS2 (compost at a dose of 15 t ha-1 + biofertilizer 10 ml L-1), KS3 (compost at a dose of 20 t ha-1 + biofertilizer 15 ml L-1), and KS4 (compost at a dose of 25 t ha-1 + biofertilizer 20 ml L-1). The results of the research showed that the application of ameliorant material had a significant effect on plant height, number of leaves and wet weight of pakchoy plants, but had no significant effect on plant root length. Treatment with a compost dose of 15 t ha-1 + biofertilizer 10 ml L-1 (KS2) gave the highest results for the growth of Pakcoy plants. The provision of ameliorant had a significant effect on all observation parameters (plant height, number of leaves, wet weight and root length) of spinach plants, where treatment with a compost dose of 20 t ha-1 + biofertilizer 15 ml L-1 (KS3) gave the highest results on growth Spinach plant. These results imply that the ameliorant used can be used as an alternative in improving the quality of former sand mining land. ABSTRAK Penambahan bahan amelioran ke dalam tanah di lahan bekas tambang batuan diidentifikasi sebagai salah satu pendekatan yang berpotensi dalam perbaikan kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan amelioran terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman hortikultura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakukan dan tiga kelompok. Tanaman yang digunakan sebagai tanaman indikator menggunakan dua jenis tanaman hortikultura (bayam dan pakcoy). Adapun perlakuan yang diberikan terdiri dari Kontrol (KS0), kompos ampas sagu dengan dosis 10 t ha-1 + pupuk hayati 5 ml L-1 (KS1), kompos ampas sagu dengan dosis 15 t ha-1 + pupuk hayati 10 ml L-1 (KS2), kompos ampas sagu dengan dosis 20 t ha-1 + pupuk hayati 15 ml L-1 (KS3), dan kompos ampas sagu dengan dosis 25 t ha-1 + pupuk hayati 20 ml L-1 (KS4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan amelioran berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah tanaman pakcoy, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar tanaman. Perlakuan dengan dosis kompos ampas sagu 15 t ha-1 + pupuk hayati 10 ml L-1 (KS2) memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan tanaman Pakcoy. Pemberian bahan amelioran berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan (tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah dan Panjang akar) tanaman bayam, dimana perlakuan dengan dosis kompos ampas sagu 20 t ha-1 + pupuk hayati 15 ml L-1 (KS3) memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan tanaman Bayam. Hasil ini memberikan implikasi bahwa bahan amelioran yang digunakan dapat dijadikan sebagai alternatif dalam perbaikan kualitas lahan bekas tambang pasir.
Enhancing lettuce (Lactuca sativa L.) production with plant growth-promoting rhizobacteria Gafur, Muzna Ardin Abdul; Sangadji, Zulkarnain; Riskawati, Riskawati; Mayor, Felia Imelda
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v21i3.11527

Abstract

Cultivating lettuce (Lactuca sativa L.) using plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) in Sorong Regency is uncommon, limiting production despite the high market potential. This study aims to evaluate the effect of PGPR and identify the optimal concentration to improve lettuce growth and yield. The research was conducted in Malawili Village, Sorong Regency, Indonesia, using a randomized block design (RBD) with four treatments: P0 (7.5 mL/L), P1 (10.5 mL/L), P2 (13.5 mL/L), and P3 (16.5 mL/L). Results revealed that PGPR significantly enhanced growth parameters, including plant height, leaf number, fresh biomass weight, biomass weight per plot, fresh weight for consumption, and root length. Among all treatments, 13.5 mL/L (P2) demonstrated the best outcomes, with plant height reaching 14.6 cm, fresh biomass weight of 633.3 g, and root length of 9.6 cm. PGPR application at appropriate concentrations effectively stimulates growth, increases nutrient uptake, and improves yield. These findings underline PGPR's potential to enhance lettuce production sustainably.
Socialization and Training on the Use of E-learning for Teachers at the Advent Education Foundation in Sausapor District Setyawan, Muhammad Rizki; Kahar, Muhammad Syahrul; Sangadji, Zulkarnain; Febriadi, Ihsan; Aronggear, Karim Paul
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v7i2.13567

Abstract

Through socialization and training, this community service activity aimed to enhance teachers' competencies in utilizing e-learning platforms at the Advent Education Foundation in the Sausapor District. The initiative responded to challenges in adopting digital technology, minimal technological infrastructure, and teachers' lack of proficiency in digital tools, further exacerbated by the COVID-19 pandemic. The activity aligned with the Merdeka Belajar Curriculum, which emphasizes flexibility and personalization in learning. We employed a participatory action research (PAR) method, engaging participants directly in the training process. The stages of the activity included planning, preparation, execution, and reporting. Results indicated a high level of enthusiasm among teachers, with many demonstrating an improved understanding of key e-learning tools and their integration into the Merdeka Belajar Curriculum. However, challenges remain, particularly in technological infrastructure and teachers' adaptation to online learning formats. Despite these obstacles, this activity successfully enhanced teachers' knowledge and skills about e-learning. Recommendations for continuous training and establishing internal working groups are proposed to support the effective and sustainable implementation of e-learning in the Sausapor District. This initiative highlights the importance of targeted efforts to improve digital competencies in education, particularly in remote areas.
Literasi Digital Pertanian sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Budidaya Tanaman Berkelanjutan di Kabupaten Tambarauw Sangadji, Zulkarnain; Taufik, Muhammad; Kahar, Muhammad Syahrul; Sarawa, Sarawa; Aba, La; Uge, Sarnely; Arsyad, Rahmatullah Bin; Fathurrahman, Muhammad; Febriadi, Ihsan
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i3.16967

Abstract

Sausapor merupakan salah satu distrik yang terdapat di kabupaten Tambrauw.  Jarak menuju distrik ini dari Kota Sorong adalah 110 km melalui jalur darat lokasi ini termasuk Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T). Tujuan penelitian ini  untuk  mengetahui peran literasi digital pertanian sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam budidaya tanaman berkelanjutan di kabupaten tambarauw. Metode pelaksanaan yang akan digunakan diantaranya sosialisasi, pemberian metode diskusi, ceramah, penyuluhan, bimbingan teknis dan pendampingan secara terjadwal. Adapun tahapan kegiatan meliputi pendamping dan pelatihan pembuatan pupuk kompos, pendampingan dan pelatihan pembuatan herbisida organik, pengetahuan tentang cara pemanenan, pengetahuan tentang pasca panen. Berdasarkan implementasi program yang dilakukan, terdapat perbedaan pada pengetahuan masyarakat di awal dan di akhir mengalami peningkatan hasil penen yang awalnya sebesar 32% menjadi 68 % di sisi lain hasil pasca panen mengalami peningkatan yang awalnya sebesar 31% menjadi 69%. Sehingga tingkat pemahaman dan keterampilan mitra berada pada kategori baik (61-74 %). Adapun untuk mencapai tujuan pelaksanaan kegiatan maka program pengabdian pada masyarakat secara optimal, dan tim PkM akan terus melakukan pendampingan secara informal.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGGUNAAN LMS BERBASIS MOODLE PADA YAYASAN SEKOLAH ADVENT DI SAUSAPOR Sundari, Sundari; Kahar, Muhammad Syahrul; Sangadji, Zulkarnain; Setyawan, Muhammad Rizki; Ilham, Ahmad; Febriadi, Ihsan
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34137

Abstract

ABSTRAK                                                                 Transformasi digital menuntut peningkatan literasi digital guru, khususnya dalam pemanfaatan Learning Management System (LMS). Di Distrik Sausapor, Papua Barat Daya, meskipun infrastruktur jaringan memadai, keterampilan guru dalam menggunakan LMS berbasis Moodle masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan bersama Yayasan Pendidikan Advent Sausapor sebagai mitra, melibatkan 25 guru dari jenjang SD, SMP, dan SMA pada Juli 2025. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui empat tahap: (1) perencanaan, meliputi koordinasi dengan mitra untuk menentukan kebutuhan, peserta, dan jadwal; (2) persiapan, penyusunan modul pelatihan serta instrumen pre-test dan post-test dengan dukungan fasilitas komputer dan internet sekolah; (3) pelaksanaan, berupa dua hari kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan kelas virtual, unggah materi ajar, penyusunan kuis, forum diskusi, dan sistem penilaian otomatis; (4) evaluasi, menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 74,1% pada seluruh aspek pengetahuan dan keterampilan. Temuan ini menegaskan bahwa peserta tidak hanya memahami konsep dasar Moodle, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara efektif dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kompetensi guru serta menjadi langkah awal membangun ekosistem pembelajaran digital yang inklusif dan adaptif. Kata kunci: LMS Moodle; literasi digital; pembelajaran digital; pelatihan guru; PAR ABSTRACTThe digital transformation demands an increase in teachers’ digital literacy, particularly in utilizing Learning Management Systems (LMS). In Sausapor District, Southwest Papua, although network infrastructure is adequate, teachers’ skills in using Moodle-based LMS remain limited. This community service program was carried out in collaboration with the Sausapor Advent Education Foundation as a partner, involving 25 teachers from elementary, junior high, and senior high schools in July 2025. The method employed was Participatory Action Research (PAR) through four stages: (1) planning, including coordination with partners to determine needs, participants, and schedule; (2) preparation, which involved developing training modules and pre-test and post-test instruments supported by the school’s computer and internet facilities; (3) implementation, consisting of two days of activities such as socialization, virtual class creation, digital material uploads, quiz development, discussion forums, and automatic grading systems; (4) evaluation, using pre-tests and post-tests. The results indicated an average improvement of 74.1% across all aspects of knowledge and skills. These findings confirm that participants not only understood the basic concepts of Moodle but were also able to apply them effectively in the learning process. This activity provides a tangible contribution to strengthening teachers’ competencies and serves as an initial step in building an inclusive and adaptive digital learning ecosystem.. Keywords: LMS Moodle; digital literacy; digital learning; teacher training; PAR