Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Respon Jarak Tanam Tehadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) Yumte, Nikson; Ali, Akhmad; Sangadji, Zulkarnain
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 1 No. 1 (2023): AGRIVA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v1i1.2125

Abstract

Cabai terkendala terhadap luas tanam sehingga untuk meningkatkan produksi cabai rawit dapat menggunakan jarak tanam yang sesuai dengan petunjuk anjuran yang akan bermanfaat secara ekologis dan ekonomis, selain itu pestisida nabati berbahan aktif organisme hidup dapat berfungsi sebagai penghambat unsur hara tertentu atau memperlancar ketersediaan unsur hara dalam tanah bagi cabai rawit (Capsicum frutescens L.).Penelitian ini bertujuan untuk menilai respon jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi cabai rawit (Capsicum Frutescens L.). Penelitian di lahan petani KM 12 Jalan Makbon, Kelurahan Giwu Distrik Klawurung Kota Sorong yang berlangsung pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2021.Berdasarkan hasil analisis statistik, menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam (J2) berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman cabai rawit terbanyak pada umut 8 minggu setelah tanam (40.91 helai) tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan (J3) sedang perlakuan pupuk kandang biogas (J3) berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 10 minggu setelah tanam (52.86 helai) dan berbeda nyata dengan perlakuan (J2) tetapi berbeda sangat nyata dengan perlakuan laiinnya.Respon jarak tanam pada pertumbuhan dan produksi cabai rawit memberikan pengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat buah per tanaman, berat buah per plot sehingga produksi (ton ha-1).
Respon Pemberian Pupuk Kotoran Ayam (Pukam) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea Reptans L.) Yogi, Yunus; Ardin Abdul Gafur, Muzna; Sangadji, Zulkarnain
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 2 No. 2 (2024): AGRIVA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v2i2.2686

Abstract

Budidaya kangkung darat masih sering kali mengalami risiko kegagalan dalam pertumbuhannya sehingga diperlukan inovasi penggunaan pupuk khususnya pupuk organik yang tersedia di sekitar  lingkungan seperti pupuk kotoran ayam (Pukam). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis Pukam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat dan menentukan perlakuan Pukam yang paling tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Juni 2023, di Kelurahan Klabala Distrik Sorong Timur Kota Sorong. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor dengan 4 taraf perlakuan, yang  terdiri dari tanpa Pukam  (A0), Pukam 1 kg/petak (A1), Pukam 2 kg/petak (A2), dan Pukam ayam 3 kg/bedeng (A3). Variabel pertumbuhan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang daun, sedangkan parameter hasil meliputi, bobot segar tanaman dan bobot segar batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terhadap pertambahan pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat ditunjukkan oleh perlakuan A3 (3kg/petak). Semakin tinggi perlakuan yang diberikan maka semakin meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat.
Pemberdayaan Petani Lokal Suku Tehit melalui Edukasi Teknik Penyemaian Benih Tanaman yang Efisien Zulkarnain Sangadji; Ihsan Febriadi; Riskawati Riskawati; Ishak Musaad; Bertha Mangallo; Amilda Auri; Kesya Kesya; Mersedes Fati
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v5i3.669

Abstract

This community service program aims to improve the capacity of local Tehit farmers in Southwest Papua to implement efficient and environmentally friendly seeding techniques. The program was implemented through a participatory approach, including outreach, training, and direct field mentoring. The results showed active community participation in all stages, as well as a 65% increase in knowledge, from 25% before training to 90% after mentoring. This improvement directly impacted seed germination success, which increased from an average of 60–65% to 88–92%. Furthermore, the community began using nursery containers with pot trays, contributing to reduced plastic waste and increased environmental awareness. Overall, the program successfully strengthened farmer capacity, increased crop productivity, and supported sustainable agricultural practices. This program directly contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 1 (No Poverty), SDG 2 (Zero Hunger), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), and SDG 15 (Life on Land).
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGGUNAAN LMS BERBASIS MOODLE PADA YAYASAN SEKOLAH ADVENT DI SAUSAPOR Sundari Sundari; Muhammad Syahrul Kahar; Zulkarnain Sangadji; Muhammad Rizki Setyawan; Ahmad Ilham; Ihsan Febriadi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34137

Abstract

ABSTRAK                                                                 Transformasi digital menuntut peningkatan literasi digital guru, khususnya dalam pemanfaatan Learning Management System (LMS). Di Distrik Sausapor, Papua Barat Daya, meskipun infrastruktur jaringan memadai, keterampilan guru dalam menggunakan LMS berbasis Moodle masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan bersama Yayasan Pendidikan Advent Sausapor sebagai mitra, melibatkan 25 guru dari jenjang SD, SMP, dan SMA pada Juli 2025. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui empat tahap: (1) perencanaan, meliputi koordinasi dengan mitra untuk menentukan kebutuhan, peserta, dan jadwal; (2) persiapan, penyusunan modul pelatihan serta instrumen pre-test dan post-test dengan dukungan fasilitas komputer dan internet sekolah; (3) pelaksanaan, berupa dua hari kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan kelas virtual, unggah materi ajar, penyusunan kuis, forum diskusi, dan sistem penilaian otomatis; (4) evaluasi, menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 74,1% pada seluruh aspek pengetahuan dan keterampilan. Temuan ini menegaskan bahwa peserta tidak hanya memahami konsep dasar Moodle, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara efektif dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kompetensi guru serta menjadi langkah awal membangun ekosistem pembelajaran digital yang inklusif dan adaptif. Kata kunci: LMS Moodle; literasi digital; pembelajaran digital; pelatihan guru; PAR ABSTRACTThe digital transformation demands an increase in teachers’ digital literacy, particularly in utilizing Learning Management Systems (LMS). In Sausapor District, Southwest Papua, although network infrastructure is adequate, teachers’ skills in using Moodle-based LMS remain limited. This community service program was carried out in collaboration with the Sausapor Advent Education Foundation as a partner, involving 25 teachers from elementary, junior high, and senior high schools in July 2025. The method employed was Participatory Action Research (PAR) through four stages: (1) planning, including coordination with partners to determine needs, participants, and schedule; (2) preparation, which involved developing training modules and pre-test and post-test instruments supported by the school’s computer and internet facilities; (3) implementation, consisting of two days of activities such as socialization, virtual class creation, digital material uploads, quiz development, discussion forums, and automatic grading systems; (4) evaluation, using pre-tests and post-tests. The results indicated an average improvement of 74.1% across all aspects of knowledge and skills. These findings confirm that participants not only understood the basic concepts of Moodle but were also able to apply them effectively in the learning process. This activity provides a tangible contribution to strengthening teachers’ competencies and serves as an initial step in building an inclusive and adaptive digital learning ecosystem.. Keywords: LMS Moodle; digital literacy; digital learning; teacher training; PAR