Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) Pada Siswa Sekolah Dasar erma hening astuti; Samrin Samrin; Raehang Raehang
Diniyah : Jurnal Pendidikan Dasar Volume 1 Nomor 1, 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.241 KB) | DOI: 10.31332/dy.v1i1.1821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika melalui model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada siswa kelas IV SDN 3 Tinanggea. Jenis penelitian ini adalah  penelitian tindakan kelas (PTK). Desain Penelitian mengguakan model Kemmis &Mc Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 3 Tinanggea yaitu 11 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi dan hasil belajar yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan dari setiap siklus. Hal ini dapat dilihat dari persentase aktivitas guru dari siklus 1 ke siklus II yaitu 11,11% menjadi 3,71%. Sedangkan persentase aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 14,82% menjadi 7,41%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar pra siklus sebesar 60,65, siklus I sebesar 73,70 dan pada siklus II sebesar 84,78. Tingkat ketuntasan pada pra siklus adalah 34,78%, pada siklus I menjadi 60,86% dan pada siklus II menjadi 78,26%. Adapun persentase peningkatan dari pra siklus ke siklus I adalah 21,51% sedangkan persentase peningkatan dari siklus I ke siklus II adalah 15,03% dan persentase peningkatan dari pra siklus ke siklus II adalah 39,78%Kata Kunci: Pembelajaran Numbered Head Together (NHT), Hasil Belajar Matematika
Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Subtema Perubahan Linkungan di Madrasah Ibtidaiyah Aswad Fadi; Samrin Samrin; Samsu Samsu
Diniyah: Jurnal Pendidikan Dasar Volume 1 Nomor 2, 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.794 KB) | DOI: 10.31332/dy.v1i2.2308

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes through the implementation of the Two Stay Two Stray learning model on the sub-theme of environmental change. This is a classroom action research which consists of 2 cycles. The research subjects were 21 students of class VB MIN 1 Kendari. Data were collected by documentation, learning outcomes tests, and observation. The research findings showed that student learning outcomes on the sub-theme of environmental change can be improved through the implementation of the Two Stay Two Stray learning model. The students' learning mastery in the pre-cycle was 23.80% with an average of 59.14 and increased in the first cycle with 52.38% learning completeness and an average of 63.80 and again increased in the second cycle with 80.95 learning mastery and an average of 71.90.Keywords: Two Stay Two Stray (TSTS), Learning Outcomes of Students, Thematic Learning
Pengaruh Penerapan Model Siklus Belajar (Learning Cycle) 5e Dengan Memanfaatkan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar IPA SD yunita jais; Samrin Samrin
Diniyah : Jurnal Pendidikan Dasar Volume 1 Nomor 1, 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.296 KB) | DOI: 10.31332/dy.v1i1.1817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model siklus belajar (learning cycle) 5E dengan memanfaatkan media audio visual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 18 Baruga. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 18 Baruga tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri 4 kelas. Penentuan sample penelitian dilakukan dengan cara acak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dokumen-dokumen, dan tes. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan dua kelas yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan menggunakan model siklus belajar (learning cycle) 5E dengan memanfaatkan media audio visual, sedangkan  kelas  kontrol  menggunakan  model pembelajaran konvensional. Validasi instrumen dilakukan dengan validitas konstruk dan validitas isi dengan penghitungan menggunakan korelasi biserial. Uji reliabilitas instrumen dihitung menggunakan rumus KR 21 dengan hasil r11= 0,825. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPA siswa yang belajar menggunakan model siklus belajar (learning cycle) 5E dengan memanfaatkan media audio visual lebih baik daripada hasil belajar IPA siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas IV SD Negeri 18 Baruga. Hasil ini dibuktikan dengan nilai rata- rata posttest hasil belajar IPA kelompok eksperimen yaitu 83,92, lebih tinggi dari nilai rata-rata posttest hasil belajar IPA kelompok kontrol yaitu 58,92. Hal ini juga didukung dengan hasil uji t data posttest pada kedua kelompok. Dari hasil uji t diperoleh thitung > ttabel yaitu 7,136 > 2,010 dan nilai probabilitas signifikansi < 0,05 yaitu 0,000.Kata Kunci: Model siklus belajar (learning cycle) 5E , media audio visual ,hasil belajar IPA SD
Pengaruh Model Problem Based Learning dan Model Pembelajaran Matematika Realistik Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMPN 12 Konawe Selatan Afrianti Afrianti; Muhammad Syarwa Sangila; Samrin Samrin; St. Fatimah Kadir K.
KULIDAWA Vol 1, No 1 (2020): Mei
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/kd.v1i1.1810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Learning dan model Pembelajaran Matematika Realistik mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMPN 12 Konawe Selatan tahun ajaran 2018/2019. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian faktorial dengan taraf 1 x 2. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa di kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas VIII-G sebagai kelas eksperimen 2 yang ditentukan melalui  teknik Cluster Random Sampling.Kelas eksperimen 1 pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan kelas eksperimen 2 pembelajarannya menggunakan model Pembelajaran Matematika Realistik. Pengambilan data menggunakan instrument tes berupa tes hasil belajar matematika berbentuk essay. Skor rata-rata tes hasil belajar matematika siswa dengan model pembelajaran Problem Based Learning adalah sebesar 68,75 dan skor rata-rata tes hasilbelajar matematika siswa dengan model pembelajaran matematika realistik adalah sebesar 70,00. Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran problem based learning dan model pembelajaran matematika realistik. Kesimpulan penelitian ini bahwa secara keseluruhan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning tidak lebih baik dari pada siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran matematika realistik pada materi Bangun Ruang Sisi Datar.Kata Kunci:  Hasil Belajar Matematika; Model Problem Based Learning; Model Pembelajaran Matematika Realistik
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Imun di SMA Negeri 6 Kendari Hilda Ayu Melvi Amalia; Siti Raoda; Muhammad Syarwa Sangila; Hadi Machmud; Samrin Samrin
KULIDAWA Vol 1, No 1 (2020): Mei
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/kd.v1i1.1805

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar kognitif siswa sesudah diajar dengan menggunakan model problem based learning pada materi sistem imun di SMA Negeri 6 Kendari. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian quasi eksperimen. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas XI MIPA 5 (kelas eksperimen) dan kelas XI MIPA 6 (kelas kontrol), masing-masing sebanyak 20 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kognitif siswa sesudah diajar menggunakan model problem based learning dan sesudah diajar menggunakan model konvensional pada materi sistem imun di SMA Negeri 6 Kendari, yaitu thitung 5,31 dan ttabel1,67 dengan taraf signifikansi 5%, sehingga thitung 5,31 > ttabel1,67 maka H0 ditolakdan Ha diterima.Kata Kunci: Hasil Belajar Kognitif, Model Problem Based Learning, Model Konvensional.
Use of Cooperative Learning Model With Team Games Tournament (TGT) to Increase Students’ Learning Achievement in Islamic Education at SMAN 6 Wangi-Wangi of Wakatobi Samrin Samrin; Mohammad Rijal; Syamsuddin Syamsuddin
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i02.1551

Abstract

This classroom action research (CAR) aims to improve the students’ learning achievement in Islamic Education through a cooperative model with Teams Games Tournament (TGT). Data collection is conducted at SMAN 6 Wangi-Wangi at class XB through observation, tests, and documentation. This research is conducted in two cycles. The results indicate that the implementation of TGT to students of class XB at SMAN 6 Wangi-Wangi significantly improve the students’ Islamic education learning achievement. This judgement is based on the preliminary test results carried out before the cycle 1, stating that fourteen students (56%) reached 73 as their score with an average score of 72.28. After the cycle 1, nineteen students (76%) reached standard score (KKM) for this subject  with an average score of 79.96. However, this result has not been considered as successful students because their score has not met the success indicator of 80, accordingly cycle 2 was conducted. Cycle 2 indicates that 22 students (88%) have reached beyond the standard score with an average score of 85.04. This result implies that TGT can significantly improve the students’ learning achievement in Islamic education at class XB of SMAN 6 Wangi-Wangi, Wakatobi.
The Influence of Quality of Work Life (QWL) on Employees’ Organizational Commitment Syamsuddin Syamsuddin; Abdul Kadir; Samrin; Yunita Andriani
MANAGERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/manageria.2020.52-15

Abstract

Employees’ organizational commitment refers to the individuals’ loyalty and involvement in all institution activities. Therefore, the variable becomes fundamental in a higher education institution. It indicates the need for the institution to improve the work life quality. The present study aimed to know and analyze the influence of QWL on the employees’ organizational commitment. The quantitative research was conducted in State Islamic Institute (IAIN) Kendari in 2019 with 55 samples out of 142 population. The precision was 10%. The findings showed that QWL has a positive and significant influence, reaching a score of 0.727 or 72.7%. It means that the employees’ commitment can be increased by improving the Quality of Work Life (QWL).
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Multimedia Interaktif Tandri Patih; Halistin Halistin; Muhammad Syarwa Sangila; Imaludin Agus; Dedyerianto Dedyerianto; Amanda La Hadi; Nur Aini; La Ode Sardin; Samrin Samrin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Volume 13 Nomor 2 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdbwv13i2.2330

Abstract

This article reports the result of semi-experimental study which aims to determine and assess the improvement of students’ mathematics learning outcomes after they are exposed to interactive multimedia-assisted problem-based learning model. The sample is 7th grade students at one of junior high school in Kendari. They were selected using cluster random sampling technique. Based on the result of data analysis using descriptive and inferential statistics, the interactive multimedia assisted-problem based learning can improve the students’ mathematics learning outcomes. The result of the study revealed the increase of the average after being taught with interactive multimedia assisted-problem based learning models with 21.2 units and the significance value of 0.00. Interactive multimedia-assisted-problem based learning can be an alternative for mathematical activeness and abilities, which have an impact on improving student mathematics learning outcomes.
PENDIDIKAN KARAKTER (SEBUAH PENDEKATAN NILAI) Samrin Samrin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol 9, No 1 (2016): VOL 9. NO. 1 JANUARI-JUNI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i1.505

Abstract

Bangsa Indonesia yang mayoritas muslim sangat kaya dengan warisan nilai yang dapat membentuk pribadinya menjadi berkarakter unggul. Oleh sebab itu, semestinya nilai luhur tersebut terinternalisasi dalam setiap pribadi agar dapat diaktualisasikan dalam praktik kehidupan. Mengembangkan generasi penerus bangsa yang berkarakter baik adalah tanggung jawab semua pihak. Tentu saja hal ini tidak mudah, oleh karena itu diperlukan kesadaran dari semua pihak bahwa pendidikan karakter sangat penting untuk dilakukan. Selain itu, meskipun semua pihak bertanggung jawab atas pendidikan karakter, namun keluarga merupakan wahana pertama dan utama bagi pendidikan karakter anak. Kegagalan keluarga dalam melakukan pendidikan karakter pada anak-anaknya, akan mempersulit institusi-institusi lain di luar keluarga (termasuk sekolah) dalam upaya memperbaikinya. Kegagalan keluarga dalam membentuk karakter anak akan berakibat pada tumbuhnya masyarakat yang tidak berkarakter. Oleh karena itu, setiap keluarga harus memiliki kesadaran bahwa karakter bangsa sangat tergantung pada pendidikan karakter anak-anak mereka dalam keluarga. Proses pendidikan merupakanupaya mewariskan nilai-nilai luhur suatu bangsa yang bertujuan melahirkan generasi unggul secara intelektual dengan tetap memelihara kepribadian dan identitasnya sebagai sebuah bangsa. Di sini letak esensi pendidikan yang memiliki dua misi utama, yaitu transfer of values dantransfer of knowledge.              Kata Kunci: Pendidikan, karakter, nilai.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DI INDONESIA Samrin Samrin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol 8, No 1 (2015): Vol. 8 No. 1, Januari-Juni 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i1.395

Abstract

AbstrakDalam Undang – undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003, pasal 3dinyatakan bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkankemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yangbermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, danbertujuan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusiayang beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlakmulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab. Selanjutnya, diPasal 37 ayat (2) menyatakan bahwa kurikulum pendidikan wajibmemuat Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, danPendidikan Bahasa. Tiga mata pelajaran wajib ini mengisyaratkanbahwa tujuan pendidikan nasional berusaha untuk mewujudkanmanusia Indonesia yang religius/beragama, bangsa yang dapatmenghargai warga negaranya dan identitas kebangsaan dengan bahasanasionalnya. Berbagai krisis multi dimensional yang sedang dialamioleh bangsa Indonesia memang tidak hanya bisa dilihat dan diatasidengan pendekatan mono dimensional. Namun demikian karenapangkal dari krisis tersebut adalah rendahnya moral, akhlak manusiamaka, pendidikan agama memiliki andil yang sangat besar dalammembangun watak dan peradaban bangsa yang bermartabat. Untuk itudiperlukan pembelajaran pendidikan agama Islam yang efektif,sehingga keberhasilan penyelenggaraan pendidikan agamaberkontribusi terhadap penyiapan generasi yang memiliki etika, moral,dan perilaku yang baik. Sebaliknya, kegagalan dalam penyelenggaraanpendidikan agama akan berakibat terhadap merosotnya akhlakgenerasi penerus dimasa yang akan datang dan pada gilirannya akanmerapuhkan karakter bangsa.Kata Kunci: Pendidikan, Pendidikan Agama Islam, PendidikanNasional