Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PEMBERDAYAAN IBU-IBU AISYIAH DALAM PEMBUATAN SEDIAAN OBAT TRADISIONAL DARI TANAMAN HERBAL DI RUMAH LANSIA KABUPATEN PEKALONGAN Obat Tradisional dari Tanaman Herbal di Rumah Lansia Kabupaten Pekalongan Dwi Bagus Pambudi; Ainun Muthoharoh; Slamet Slamet
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i3.1308

Abstract

Obat tradisional merupakan obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan dan saat ini penggunaannya cukup gencar dilakukan karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkan efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh. Bagian dari obat tradisional yang banyak digunakan atau dimanfaatkan masyarakat diantaranya akar, rimpang, batang, buah, daun dan bunga. Pada hakikatnya, masyarakat dalam kehidupannya menempatkan tanaman sebagai salah satu komponen penting dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kebutuhan tersebut meliputi peran tanaman sebagai tanaman obat. Sehingga pemanfaatan tanaman sebagai obat masih dipertahankan oleh masyarakat. Prodi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan bersama mitra pengabdian masyarakat yakni Pimpinan Daerah Aisyiyah Kab. Pekalongan bekerja sama untuk meningkatkan kesehatan para anggota Aisyiyah untuk beberapa keluhan kesehatan yang timbul di masyarakat. Upaya dalam peningkatkan kesehatan tersebut dilakukan dengan pemberian obat herbal yang tumbuh di daerah sekitar. Kata kunci: Pemberdayaan, sediaan obat tradisional, tanaman herbal
Mitigasi dan Penanganan Penyebaran Virus Covid-19 kepada Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat Dwi Bagus Pambudi; Abdurrachman Abdurrachman; Umi Hanifah; Isy Annisa
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol3.iss1.165

Abstract

The number of Covid-19 cases continues to grow and spreads to all parts of the world rapidly. So far, 65 countries have been infected with this virus. The Indonesian government is trying to tackle this epidemic with various policies in various sectors. One of the policies set by the government to break the chain of this virus is the social distancing policy, namely by limiting activities outside the house to reduce interactions between humans so that it can reduce the possibility of Covid-19 transmission in Indonesia. The social distancing policy encountered several obstacles because humans never stopped their mobility and moving activities from one place to another. Therefore, the successful implementation of this policy requires the involvement of stakeholders in a democratic and participatory manner. The regional government is trying to prevent the spread of the Covid-19 virus by setting up Covid-19 control posts at several points that allow the arrival of residents from outside the city, such as at terminals, sub-districts and bus stops. This aims to educate the community and village officials in preventing additional cases in areas that have not been affected by Covid-19. Based on the results of the pre and posttest that has been carried out by the community, residents can find out the latest conditions so that residents can make efforts to handle and prevent health problems during the Covid-19 pandemic quickly and accurately.
Pelatihan Pembuatan Pembalut Kain di Desa Proto Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan Dwi Bagus Pambudi; Mahdanya Puteri; Indah Aulia; Khoerurrohim Khoerurrohim; Imroatul Maghfiroh; Gigih Setianto
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol4.iss2.260

Abstract

Cloth pads are a necessity during menstruation. According to research, disposable sanitary napkins currently in use are carcinogenic and contain harmful substances that have the potential to cause dangerous diseases for the reproductive organs. This training aims to find out how to manufacture, use and advantages of eco-friendly cloth sanitary napkins. These innovative cloth pads are made of fleece, diadora, cotton, waterproof, thread, sewing needle, ruler, scissors, pencil/ballpoint pen/marker, and adhesive. The method used with several steps, such as the presentation of material on how to make cloth pads and the advantages and disadvantages of cloth pads, product making begins with pattern making to the sewing stage, and the conclusion of the activity. The result is a product in the form of eco-friendly cloth pads.
Phytochemical Insights into Rhizophora stylosa: pH-Dependent Extraction, Antioxidant Activity, and Enzyme Inhibition Potential Dwi Bagus Pambudi; Muhtadi Muhtadi; Maryati Maryati
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 9 No. 1 (2026): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v9i1.11158

Abstract

The solvent properties, including pH, highly influence the extraction efficiency of these bioactive compounds. This study investigated the effect of pH modulation in the ethanol solvent on the recovery of antioxidants from Rhizophora stylosa. Ethanolic extraction was performed on R. stylosa samples using solvents adjusted to varying pH levels (4, 8, 9, 10, and 12). The total phenolic content (TPC) and total flavonoid content (TFC) of the extracts were quantified using standard colorimetric assays. The antioxidant activity was evaluated using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) radical scavenging assay. The inhibitory activity against carbohydrate-digesting enzymes was assessed through α-amylase and α-glucosidase inhibition assays. Additionally, data mining of established natural product databases (KNApSAcK and IMPPAT) and literature was conducted to identify and catalog the known bioactive constituents of R. stylosa. The results demonstrated a significant correlation between the pH of the extraction solvent and the yields of phenolic compounds, flavonoids, and the resulting antioxidant activity. Extract obtained at pH 10 yielded the highest TPC and exhibited the strongest antioxidant activity, whereas the highest TFC was observed at pH 4. Furthermore, enzymatic inhibition assays revealed that the pH 10 extract displayed moderate α-amylase inhibitory activity (IC₅₀ = 76.7 µg/mL) but substantially weaker α-glucosidase inhibition (IC₅₀ = 190 µg/mL), demonstrating a selective inhibition profile though less potent than that of acarbose. These findings establish pH-modulated extraction as a targeted strategy to produce potent, phenolic-rich antioxidant extracts from R. stylosa, highlighting its potential for nutraceutical and pharmaceutical applications.
Pemberdayaan Masyarakat Dengan Pelatihan Pemanfaat Sampah Plastik Menjadi Paving Block. Risqi Laily Absari; Ianatur Rifqiyah; Novia Yuniati; Titik Sandora; Sheeny Mahtsa Ainy; Muahmmad Absyan Sidiq; Sheren Brillian Salam; Sofian Maulana Kamal; Irfan Aditya Tantra; Muhammad Naufal Alamsyah; Muhammad Amar Al-Farros; Ririn Ariani; Naufal Pramuditya Ardhana; Faza Munifah; Munawaroh Munawaroh; Dwi Bagus Pambudi; Firman Faradisi
Dimas Canthing : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Dimas Canthing
Publisher : FEB Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jpm.v3i1.2390

Abstract

Permasalahan Limbah Plastik Di Indonesia Semakin Memprihatinkan Karena Sulitnya Proses Penguraian Dan Dampaknya Yang Merugikan Bagi Ekosistem Serta Kesehatan Orang. Salah Satu Pendekatan Inovatif Yang Diajukan Adalah Transformasi Sampah Plastik Menjadi Barang Yang Bermanfaat, Seperti Paving Block. Artikel Ini Mengulas Kegiatan Pemberdayaan Warga Melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Paving Block Yang Dilaksanakan Di Dukuh Pekanyaran, Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo. Metode Yang Digunakan Meliputi Percobaan, Sosialisasi, Berbagi Pengetahuan, Dan Praktik Langsung. Hasil Dari Kegiatan Ini Menunjukkan Bahwa Masyarakat, Terutama Para Pemuda Dan Anggota DESTANA, Dapat Mengikuti Semua Tahapan Proses Pengolahan Dari Pemisahan Hingga Pencetakan Paving Block. Percobaan Ini Menghasilkan Campuran Bahan Yang Berdampak Pada Mutu Produk, Di Mana Kombinasi Plastik, Oli, Dan Pasir Mempengaruhi Tekstur Serta Kekuatan Paving. Selain Berfungsi Sebagai Solusi Bagi Lingkungan, Produk Ini Juga Memiliki Potensi Untuk Memberikan Nilai Ekonomi Yang Dapat Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Dengan Kata Lain, Pelatihan Ini Terbukti Berhasil Dalam Meningkatkan Kapasitas Komunitas, Membangkitkan Kesadaran Lingkungan, Dan Membuka Peluang Usaha Berbasis Ekonomi Sirkular.   REFERENSI dr. Kevin Adrian. (2024). Dampak Sampah Plastik bagi Lingkungan dan Kesehatan Manusia. ALODOKTER. https://www.alodokter.com/dampak-sampah-plastik-bagi-lingkungan-dan-kesehatan-manusia Hamidun, M. W., Melani, Asmita, Rubo, N., Harlisa, V., & Jufri, A. (2024). Proses Pembuatan dan Pemanfaatan Sampah PlastikMenjadi Paving Block. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu, 8(6), 2246–6111. S, A. (2024). Mengapa Sampah Plastik Bisa Membuat Lingkungan Jadi Rusak? NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA. https://nationalgeographic.grid.id/read/134079901/mengapa-sampah-plastik-bisa-membuat-lingkungan-jadi-rusak Silvia Estefina Subitmele. (2024). Masalah Sampah di Indonesia Belum Terkendali, Hasilkan 69 Juta Ton Setiap Tahun. LIPUTAN 6. https://www.liputan6.com/hot/read/5704909/masalah-sampah-di-indonesia-belum-terkendali-hasilkan-69-juta-ton-setiap-tahun?page=4 Subarsono, S. (2021). Pemberdayaan Masyarakat: Teori dan Praktik. In Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (Vol. 6, Issue 1).
Peningkatan Pengetahuan Ibu-Ibu ‘Aisyiyah Wiradesa Tentang Keamanan Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Melalui Pelatihan Dan Edukasi Interaktif Urmatul Waznah; Riska Oktaviani; Qurrata A’yun; Khusna Santika Rahmasari; Danang Novianto Wibowo; Dwi Bagus Pambudi
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v5i2.2267

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu ‘Aisyiyah Wiradesa mengenai keamanan penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) melalui pelatihan dan edukasi interaktif. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman masyarakat terkait jenis, fungsi, dosis, serta dampak kesehatan dari penggunaan BTP yang tidak sesuai standar. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 2 November 2025 di TK ABA Gumawang dan diikuti oleh para anggota ‘Aisyiyah yang berperan sebagai pengelola konsumsi keluarga. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi identifikasi BTP pada produk pangan, diskusi kelompok, serta pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan peserta, ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai post-test dibandingkan pre-test. Peserta juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengenali label pangan, membedakan BTP yang diizinkan dan dilarang, serta memahami batas penggunaan yang aman. Kegiatan ini disimpulkan efektif dalam meningkatkan literasi pangan masyarakat, khususnya terkait keamanan BTP, serta dapat menjadi model edukasi yang berkelanjutan di komunitas ‘Aisyiyah maupun kelompok masyarakat lainnya.
Optimalisasi Pemanfaatan Terapi Komplementer dalam Kehamilan Suparni Bagus Suparni; Risqi Dewi Aisyah; Dwi Bagus Pambudi
Jurnal LINK Vol 21 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12507

Abstract

Terapi komplementer adalah metode pengobatan yang tidak menggunakan obat-obatan konvensional dan dapat bermanfaat dalam mengatasi masalah kesehatan ibu hamil, seperti emesis gravidarum. Tinjauan literatur menunjukkan bahwa terapi komplementer dapat meningkatkan kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual ibu hamil. Namun, perlu dipertimbangkan pula keamanan dan risiko penggunaan terapi komplementer pada ibu hamil. Kelas ibu hamil merupakan sarana yang penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang kehamilan, persalinan, dan perawatan bayi. Tujuan PKM ini adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan terapi komplementer dalam kehamilan di kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Buaran Kabupaten Pekalongan. PKM dilakukan melalui penyuluhan kesehatan tentang terapi komplementer, demonstrasi praktik senam dan peregangan khusus untuk ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan dengan melibatkan 51 ibu hamil di Posyandu. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan ibu hamil, dari nilai rata-rata 60,43 sebelum penyuluhan menjadi 81,54 setelah penyuluhan. Hal ini mengindikasikan bahwa metode penyuluhan yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai materi yang disampaikan. PKM ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang terapi komplementer dalam kehamilan, yang dapat membantu mereka mengatasi ketidaknyamanan selama masa kehamilan dengan lebih baik.