Maryati Sari
Departemen Agronomi Dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penentuan Media dan Perlakuan Pendahuluan Terbaik untuk Perkecambahan Benih Kapulaga Jawa (Amomum compactum Sol. ex Maton) Miranda, Citra; Sari, Maryati; Permatasari, Okti Syah Isyani
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.63850

Abstract

Kapulaga jawa (Amomum compactum Sol ex. Maton) merupakan spesies yang berbeda dengan Elettaria cardamomum (L.) Maton. Tanaman ini biasanya diperbanyak secara vegetatif namun tetap diperlukan benih botani. Benih kapulaga memiliki lapisan testa yang keras dan memerlukan waktu yang lama untuk berkecambah. Percepatan perkecambahan biji dapat dilakukan dengan menggunakan media perkecambahan yang tepat dan memberikan perlakuan pendahuluan yang dapat mengurangi faktor penghambat perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media perkecambahan yang tepat dan perlakuan pendahuluan yang efektif untuk mempercepat perkecambahan benih kapulaga. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap petak terbagi dengan perlakuan jenis media perkecambahan sebagai petak utama, perlakuan pendahuluan sebagai anak petak, dan tiga kali ulangan. Evaluasi penghitungan pertama dilakukan pada hari ke-24 setelah tanam dan penghitungan kedua pada hari ke-51 setelah tanam. Pada penelitian ini tidak ditemukan adanya perlakuan pra-tanam yang mampu memacu perkecambahan. Media cocopeat merupakan media terbaik dibandingkan dengan media pasir dan media tanam campuran arang sekam: sabut kelapa : kompos (1:1:1) pada parameter daya berkecambah 80.5%, kecepatan tumbuh 3.11% etmal-1, indeks vigor 35.2%, dan benih segar tidak tumbuh 1.3%. Interaksi antara perlakuan media cocopeat dan perlakuan pra-tanam dengan perendaman dalam air 50 °C selama 30 menit memberikan waktu berkecambah paling singkat yaitu rata-rata waktu berkecambah 25.0 hari. Kata kunci: cocopeat, dormansi, pembibitan, tetrazolium, viabilitas
Konsentrasi dan Waktu Aplikasi Paklobutrazol, Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan dan Mutu Benih Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Monch) Anggraini, Dwi Vista; Widajati, Eny; Sari, Maryati; Supijatno
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.133.65443

Abstract

Sorgum varietas Samurai memiliki tinggi tanaman mencapai 198.7 cm, sehingga mudah rebah serta menyulitkan pemeliharaan dan pemanenan. Aplikasi paklobutrazol bertujuan menghambat pertumbuhan tinggi tanaman serta meningkatkan kualitas fisiologis benih. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi dan waktu aplikasi paklobutrazol yang tepat untuk menghasilkan benih sorgum bermutu tinggi. Penelitian dilaksanakan dari April 2023 hingga Februari 2024 di kebun percobaan Lewikopo. Konsentrasi paklobutrazol yang diberikan adalah 1000 ppm dan 1500 ppm, waktu aplikasi pada umur 5 dan 7 minggu setelah tanam.  Mutu benih diuji pada saat panen dan setelah penyimpanan (1, 2, dan 3 bulan). Aplikasi paklobutrazol 1000 ppm pada umur 5 minggu setelah tanam merupakan perlakuan yang tepat untuk menekan pertumbuhan tinggi tanaman. Perlakuan dosis paklobutrazol ini menghasilkan peningkatan yang signifikan pada diameter batang, panjang daun, dan lebar daun serta mutu benih yaitu daya berkecambah dan bobot kering kecambah normal. Aplikasi paklobutrazol secara nyata menurunkan kandungan giberelin dalam benih. Aplikasi paklobutrazol 1500 ppm pada 7 minggu setelah tanam menurunkan mutu benih setelah simpan berdasarkan tolok ukur daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan potensi tumbuh maksimum. Kata kunci: daya berkecambah, giberelin, kecepatan tumbuh
Effects of Gibberellic Acid (GA3) Application on The Plant Growth and Seed Production of Pinto Peanut (Arachis pintoi Krap & Greg) Dani, Robi Rahmat; Kartika, Juang Gema; Sari, Maryati
Journal of Tropical Crop Science Vol. 10 No. 01 (2023): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.10.1.27-37

Abstract

Pinto peanut (Arachis pintoi Krap & Greg.) is a legume that is usually used as a cover crop, bio mulch in fruit and vegetable plantations, ornamental plants, and animal feed. Pinto peanut has many benefits; through the symbiosis with rhizobacteria they can fix nitrogen, as ground cover can reduce the risk of landslides, inhibit weed growths, and is a source of nectar for bees. Arahcnis pintoi can be propagated vegetatively or generatively, but generative propagation is hard to conduct in the tropics because it takes a long time for the plants to produce seeds. Our study was conducted to determine the effect of GA3 application on seed production of A. pintoi. The experiment was arranged in a single factor randomized complete block design with GA3 concentration of 0, 75, 150, 225, and 300 ppm. An orthogonal polynomial test was conducted to determine the effective concentrations for GA3 on seed formation and seed viability. Harvested seeds were stored for 1 month, then sown on sand medium; the seeds were soaked in 1% KNO3 solution to break seed dormancy prior. Our study showed that the GA3 effective concentration range from 130.69 ppm to 137.16 ppm, indicated by the increase the number of flowers at 105, 120, 135, and 150 DAT up to 28.59% compared to control. GA3 at 126.80 ppm can also increase the number of harvested pods by 18.16%. The effect of GA3 on vegetative growth was shown by the increase in the growth of new individual plants concentration, i.e. 53.25 new individual plant with GA3 application of 141.88 ppm.
Pengaruh Perlakuan Invigorasi pada Benih Kedelai Hitam (Glycine soja) terhadap Vigor Benih, Pertumbuhan Tanaman, dan Hasil Sucahyono, Didik; Sari, Maryati; Surahman, Memen; Ilyas, Satriyas
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 41 No. 2 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.425 KB) | DOI: 10.24831/jai.v41i2.7517

Abstract

The objective of this research was to improve seed vigor, plant growth, and productivity of black soybean through seed invigoration treatment. The experiment was arranged in split-plot design. As the main plot, there were two black soybean varieties (Detam-1 and Detam-2) and as the sub-plot there were seed invigoration treatments applied (untreated control, matriconditioning, biofertilizer, matriconditioning plus biofertilizer). Matriconditioning was conducted using ratio of seeds to carrier (rice hull charcoal) to water of 9:6:7 (w/w/v) for 12 h in ambient room. For biofertilizer treatment, biofertilizer (consists of nitrogen-fixing bacteria, phosphate-solubilizing bacteria, fungicide-producing bacteria, and growth-regulator-producing endophytic bacteria) was applied just before planted by mixing seeds with 6.25 g biofertilizer (kg seeds)-1 and small amount of water. Matriconditioning plus biofertilizer was conducted by integrating the biofertilizer in matriconditioning. Results of the experiment showed that matriconditioning or matriconditioning plus biofertilizer improved germination percentage and rate of germination. Biofertilizer or matriconditioning plus biofertilizer improved vegetative growth. Although there was no significant effect of invigoration treatment on productivity, biofertilizer treatment produced seeds 15% higher than control, and matriconditioning treatment produced seeds 13% higher than control. Viability and vigor of harvested seeds were not affected by invigoration treatments, however, Detam-2 had higher viability and vigor than Detam-1 based on germination percentage, index vigor, and rate of germination. Keywords: biofertilizer, matriconditioning, rice hull charcoal, seed quality ABSTRAK
Seed Coating Sebagai Pengganti Fungsi Polong pada Penyimpanan Benih Kacang Tanah Sari, Maryati; Widajati, Eny; Asih, Pitri Ratna
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 41 No. 3 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.872 KB) | DOI: 10.24831/jai.v41i3.8099

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif pengganti fungsi polong dalam melindungi viabilitas benih kacangtanah selama penyimpanan, sehingga dapat menekan volume dan bobot dalam penyimpanan dan distribusi. Penelitiandilakukan pada benih kacang tanah varietas Kelinci. Percobaan dilaksanakan dengan rancangan petak terbagi. Petakutama adalah periode simpan, yaitu 0, 4, 7, 10, 13, dan 16 minggu. Anak petak adalah perlakuan pelapisan benih, yangterdiri atas benih dalam polong, benih kupas tanpa coating, benih kupas dengan coating arabic gum, coating arabic gum+ 0.5 g benomil L, coating arabic gum + 100 ppm, 150 ppm, dan 200 ppm tepung kurkuma, coating arabic gum + asamaskorbat 150 ppm, 250 ppm, dan 350 ppm. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan coating + 0.5 g benomil L-1  danperlakuan coating + 350 ppm asam askorbat mampu mempertahankan daya berkecambah dan indeks vigor terbaik selamapenyimpanan. Kedua perlakuan tersebut nyata memberikan nilai indeks vigor yang lebih baik (setelah disimpan selama 16minggu, masing-masing memiliki nilai indeks vigor 40.2% dan 45.8%) dibandingkan perlakuan benih kupas tanpa coating(32.9%) dan perlakuan penyimpanan benih dalam polong (28.2%).Kata kunci: Arachis hypogaea L., pelapisan benih, penyimpanan benih, viabilitas benih
Viabilitas Awal, Daya Simpan dan Invigorasi Benih Kemangi (Ocimum basilicum L.) Suwarno, Faiza Chairani; Sari, Maryati; Manggung, Raden Enen Rindi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 42 No. 1 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.439 KB) | DOI: 10.24831/jai.v42i1.8147

Abstract

ABSTRACTBasil (Ocimum basilicum L.) is cultivated in many countries as vegetable crop, and as herbal medicine or pesticide for mosquito larvae, but there is limited information on its seed viability. Three experiments were conducted at Seed Science and Technology Laboratory Departement of Agronomy and Horticulture IPB from January to June 2011. Experiment one tested viability of basil seeds with different maturation obtained from different fruit maturity and drying treatment. Experiment two stored basil seed for 12 weeks in ambient condition and tested seed viability weekly. In experiment three, two seed lots that have been stored for 2 and 14 weeks in ambient condition were invigorated with GA3 1,000 ppm and KH2PO4 1.5% and light treatment 820 lux m-2. It was revealed that basil seed was physiologically mature at 44-49 days after flowering with 12.5% moisture content and low viability of 34.0%. After-ripening period of basil seed was two week where the seed viabilty increase to 56.7%. Seed viability did not significantly change during 12 weeks stored in ambient condition. Maximum viability of basil seed (64.34-66.52%) could be achieved by invigoration treatment  with GA3 1,000 ppm and light treatment 820 lux m-2.Keywords: dormancy, germination, seed maturity, vegetable crop
Perubahan Perilaku Dormansi selama Proses Desikasi pada Benih Kacang Bambara (Vigna subterranea L. Verdc.) Sari, Maryati; Satriyas Ilyas; M. Rahmad Suhartanto; Abdul Qadir
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.171 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i1.29371

Abstract

Benih kacang bambara seringkali menunjukkan perkecambahan yang lambat dan tidak serempak, bahkan pada benih yang baru dipanen. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh dormansi benih. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi perilaku dormansi dan perkecambahan benih kacang bambara selama proses desikasi. Percobaan disusun dalam rancangan petak tersarang. Perlakuan pematahan dormansi (kontrol, skarifikasi mekanik, perendaman dalam KNO3 1% selama 2 jam, dan skarifikasi mekanik diikuti perendaman dalam KNO3) tersarang pada tingkat desikasi benih (benih segar dengan kadar air (KA) 54.7%, benih dengan desikasi hingga KA 44.4%, 18.0%, 15.4%, dan 12.1%). Hasil penelitian menunjukkan benih kacang bambara yang baru dipanen berada dalam keadaan dorman. Desikasi pada benih tidak meningkatkan intensitas dormansi, bahkan meningkatkan daya tumbuh (pada 30 hari setelah tanam) dari 43.9% pada benih segar menjadi sekitar 70% pada benih kering dengan kadar air 12-15%. Desikasi benih dari KA 44.4% hingga 12.1% meningkatkan daya tumbuh, meskipun tidak cukup untuk mematahkan dormansi. Sementara itu, desikasi juga cenderung meningkatkan rasio GA/ABA, namun mengakibatkan permeabilitas testa berkurang. Fakta menunjukkan desikasi mengurangi intensitas dormansi benih kacang bambara sehingga disarankan untuk melakukan modifikasi metode pengeringan untuk mempercepat peningkatan rasio GA/ABA dengan menjaga testa tetap permeabel. Kata kunci: after-ripening, kacang bogor, kulit keras, permeabilitas, rasio GA/ABA
Peningkatan Daya Simpan Benih Kedelai (Glycine max L.) Melalui Perlakuan Antar Periode Simpan Rahman, Anita Rahmasari; Sari, Maryati; Diaguna, Ridwan
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.55449

Abstract

Salah satu faktor pembatas penyediaan benih kedelai bermutu adalah daya simpannya yang rendah. Perlakuan antar periode simpan diharapkan dapat menahan laju kemunduran benih dan meningkatkan daya simpan. Penelitian bertujuan mempelajari dan mendapatkan perlakuan antar periode simpan yang mampu mempertahankan viabilitas dan vigor benih kedelai, sehingga daya simpan benih dapat meningkat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB pada bulan Februari hingga Agustus 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap split-plot. Kondisi suhu ruang simpan sebagai petak utama terdiri atas dua taraf yaitu (1) ruang simpan terbuka (28 ± 3 ℃) dan (2) ruang simpan terkendali (20 ± 2 ℃). Perlakuan antar periode simpan sebagai anak petak, terdiri atas lima taraf yaitu (1) kontrol, (2) kombinasi cuci dan jemur (3) jemur (4) pemanasan 50 oC, dan (5) fungisida. Hasil penelitian menunjukkan viabilitas benih hingga 6 bulan setelah perlakuan (BSP) tidak dipengaruhi oleh perbedaan suhu ruang simpan. Perlakuan fungisida mampu mengeradikasi cendawan Aspegillus niger dan A. Flavus dan mempertahankan daya berkecambah 82 pada 5 BSP dan 80% (6 BSP). Perlakuan jemur menjadi alternatif terbaik pengganti perlakuan fungisida, mampu mempertahankan daya berkecambah 81% (5 BSP) dan 74% (6 BSP), sementara daya berkecambah benih tanpa perlakuan telah turun menjadi 71% (5 BSP) dan 67% (6 BSP). Kata kunci: fungisida, invigorasi, kemunduran benih, penjemuran, viabilitas
Pengaruh Sarcotesta dan Kadar Air Benih terhadap Kandungan Total Fenol dan Daya Simpan Benih Pepaya (Carica papaya L.) Maryati Sari; M. R. Suhartanto; Endang Murniati
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 35 No. 1 (2007): Buletin Agronomi
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.112 KB) | DOI: 10.24831/jai.v35i1.1309

Abstract

There are phenolic compounds in sarcotesta of papaya seed which can act either as inhibitor or as antioxidant.  The objective of this experiment was to study the effect of sarcotesta and seed moisture content on total phenolic content and seed longevity of papaya seed.  The experiment was conducted in November 2004 - May 2005, at Bogor Agicultural University, by using papaya seed (IPB-1) harvested from Center for Tropical Fruit Studies orchard in Bogor. In this study, seeds were dried in the absence and presence of sarcotesta until 11-12% and 6-7% moisture content (mc).  After drying, seeds were packed in sealed plastic bag and stored in ambient room until 0, 3, 6, 9, 12 and 15 weeks. Seed viability and total phenolic compound were evaluated every 3 weeks.  Total phenolic content of seed with sarcotesta was higher (> 327mg/100g dry weight) than the seed without sarcotesta (
Invigorasi Benih untuk Memperbaiki Perkecambahan Kacang Panjang (Vigna unguiculata Hask. ssp. sesquipedalis) pada Cekaman Salinitas , Erinnovita; Maryati Sari; Dwi Guntoro
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 36 No. 3 (2008): Buletin Agronomi
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.047 KB) | DOI: 10.24831/jai.v36i3.1379

Abstract

The objective of this research was to study the influence of invigoration on yard-long bean seed germination under salinity stress. The research was conducted at Seed Science and Technology Laboratory, Department of Agronomy IPB from September to December 2007. Seed of two yard-long bean (Vigna unguiculata Hask. ssp. sesquipedalis) varieties, i.e. 777 and Landung Super, were used to investigate the effects of invigoration treatments, i.e. water soaking, sand priming, sawdust matriconditioning, osmoconditioning with CaCl2, NaCl, KCl and KNO3, under salinity 1.0% NaCl (w/v) stress condition. Sand priming and water soaking treatments significantly enhanced the germination percentage, speed of germination and dry matter of normal seedling under the salinity stress condition. Germination percentage of seed with sand priming was 33.33% higher than tgat of control, and germination percentage of seed with water soaking was 28.66% higher than that of control. The result  suggested that sand priming and water soaking were the effective methods to improve yard-long bean seed germination under salinity stress condition.   Key words: invigoration, salinity stress, sand priming, water soaking, yard-long bean   seed