Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Factors Associated with the Use of HIV Screening in the PMTCT Program by Pregnant Women Mardohar Tambunan; Sorimuda Sarumpaet; Syarifah
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.845 KB)

Abstract

Introduction: The Government continues to expand the number ofVCT services (KTHIV) in order to increase HIV testing coverage, asmandated by Ministry of Health Decree No. 74 of 2014 on theimplementation of HIV counseling and testing guidelines. Thepurpose of this study is to ascertain the factors that influence the useof HIV testing in health centers participating in the PMTCT programin the City of Medan in 2015. Method: The study used anobservational design in conjunction with explanatory research and apurposive sampling technique. This research sampled as many as 91pregnant women's. The results of this study will be analyzedmultivariate using the multiple logistic regression test. Result : Thefindings indicate that employment of pregnant women (p = 0.031),knowledge (p = 0.001), attitude (p = 0.001), and family support (p =0.003) are all associated with pregnant women's actions during HIVexaminations. Pregnant women's employment (p = 0.027),knowledge (p = 0.039), attitude (p = 0.004), and support from healthcare providers (p = 0.023) all influence the steps pregnant motherstake to obtain an HIV test. The primary factor preventing pregnantwomen from conducting HIV tests at the Padang Bulan public healthoffice is their negative attitude toward HIV testing (Exp = 7.167).Conlusion: The research findings indicate that Padang Bulan publichealth office prenatal care and HIV testing services should beenhanced. Padang Bulan public health office makes people feel atease and cared for, which is why those who have previously used theprenatal care and HIV testing services will return to perform theexamination. As a responsible program, the Medan City HealthDepartment's Prevention of HIV Transmission from Mother to Childshould establish collaborations with non-governmental organizations(NGOs) that work on HIV / AIDS.
Perilaku Masyarakat dalam Penemuan Kasus dan Pemutusan Rantai Penularan TB Paru setelah mendapat Penyuluhan oleh Kader di Kampung KB Kota Medan Sorimuda Sarumpaet; Syarifah Syarifah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.681 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40624

Abstract

Kampung KB merupakan salah satu program dalam Agenda Prioritas Pembangunan (Nawacita) Pemerintahan periode 2015-2019 pada Agenda Prioritas kelima yaitu “Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia”, salah satunya melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat salah satunya adalah dengan menurunkan prevalensi penderita TB Paru di masyarakat.  Penelitian ini dilatar belakangi karena Case Detection Rate (CDR) TB di Sumatera Utara khususnya kota Medan belum optimal. Dalam upaya meningkatkan CDR diperlukan partisipasi masyarakat melalui penemuan kasus TB Paru dan pemutusanrantai penularan TB.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam penemuan kasus dan pemutusan rantai penularan TB Paru sebelum dan setelah mendapat pelatihan oleh kader di Kampung KB Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor dan Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru. Desain penelitian crossectional study. Populasi penelitian seluruh KK di dua lingkungan Kampung KB Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor dan Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru. Jumlah kader yang menjadi sampel 9 orang, kader telah dilatih sebelumnya oleh peneliti dan selanjutnya melakukan pelatihan kepada masyarakat di kampung KB. Sampel masyarakat diambil secara acak sebanyak 116 responden, pengumpulan data wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan proporsi karakteristik masyarakat tertinggi perempuan (94,0%), umur ≤50 tahun (68,1%), pendidikan rendah (58,6%), tidak bekerja (73,3%) dan jumlah penghuni rumah kurang padat (67,2%). Terdapat pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan (p=0,000). Berdasarkan hasil penelitian disarankan  perlu dilakukan pelatihan kader dalam penyegaran agar terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakannya dalam upaya penemuan kasus dan pemutusan rantai penularan TB Paru serta mampu memberikan penyuluhan yang mudah dipahami dan diaplikasikan oleh masyarakat di Kampung KB. Perlu dilakukan penyuluhan secara intensif dan berkesinambungan oleh kader kepada masyarakat di Kampung KB.
Modifikasi Kantong SOSA dalam Pemutusan Penularan TB Paru di Kota Medan Tahun 2018 Sorimuda Sarumpaet; Evawany Aritonang; Lina Tarigan
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.624 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40625

Abstract

Prevales rate TB Paru di Sumatera Utara 794/100.000 penduduk dan Insidens Rate 501/100.000 penduduk dengan kematian akibat TB 41/100.000 penduduk.  Insidens rate TB  di Kota Medan diperkirakan 129 per 100.000 penduduk. Kantong SOSA (Sori Syarifah) wadah yang diisi dengan lisol 5-20 % dapat membunuh kuman TB dalam dahak, kantong ini juga disertai pesan promosi kesehatan. Kantong SOSA pernah diuji coba dalam upaya pemutusan rantai penularan TBC Paru dengan penilaian masa penularan yang masih singkat sehingga belum didapatkan hasil yang signifikan. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi kantong SOSA dan botol SOSA menganalisa efektivitas  kantong SOSA dan botol SOSA. Disain penelitian crossectional, variabel independen karakteristik penderita (umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan) dan variabel dependen risiko penularan TBC Paru berdasarkan peran PMO, kepatuhan minum obat, kebiasaan menggunakan masker, kebiasaan membuang dahak, perilaku mencegah penularan melalui lingkungan dan efektivitas penggunaan botol dan kantong. Populasi seluruh penderita TBC Paru BTA+ yang berobat ke Puskesmas kota Medan dari bulan Maret sampai Juli 2018 berjumlah 125 penderita dan analisa menggunakan uji Kruskal-Wallis da Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran PMO, kepatuhan minum obat, kebiasaan menggunakan masker, kebiasaan membuang dahak dan perilaku mencegah penularan melalui lingkungan ternyata penggunaan kantong dan botol SOSA lebih efektif dibandingkan dengan kelompok non intervensi (p<0,05). Demikian juga botol SOSA lebih efektif dan lebih dapat diterima oleh penderita TBC Paru dalam menurunkan risiko penularan TB Paru dibandingkan dengan kantong SOSA (p=0,039). Direkomendasikan kepada petugas TB puskesmas agar lebih memotivasi dan mengedukasi penderita TBC Paru untuk menggunakan botol SOSA sebagai wadah tempat membuang dahak, masker dan tisu habis pakai. Penderita TBC Paru dianjurkan patuh minum obat sesuai dengan anjuran petugas TB Puskesmas, selalu memakai masker ketika batuk dan membuang dahak pada botol SOSA. Penderita TBC Paru dan orang sekitarnya dianjurkan untuk selalu melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
PENGGUNAAN PEMBALUT HABIS PAKAI DAN PENGGUNAAN BEDAK TABUR PADA KEMALUAN TERHADAP KEJADIAN KANKER OVARIUM DI RUMAH SAKIT UMUM Dr PIRNGADI KOTA MEDAN TAHUN 2017 Lili Nurmaliza; Sorimuda Sarumpaet; Sri Rahayu Sanusi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.097 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i2.155

Abstract

Kanker Ovarium merupakan penyakit yang menyerang wanita dimana di dunia angka kejadian wanita yang terdiagnosa kanker ovarium 21.290, di Indonesia dari tahun 2010-2013 angka kejadian kanker ovarium 672 dari tahun 2010 sampai 2013 yang mengalami kanker ovarium. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis Penggunaan pembalut habis pakai, penggunan bedak pada kemaluaan memengaruhi kejadian kanker ovarium pada wanita di rumah sakit umum Dr Pirngadi Kota Medan Tahun 2017 Jenis penelitian adalah analitik observasional desain case control sampel penelitian sebanyak 48 kasus dan 48 kontrol. Pengumpulan data melalui kuesioner, analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan Chi-Sguare. Berdsarkan Hasil Penelitian menunjuk kan bahwa analisis bivariat secara signifikan kejadian kanker Ovarium di rumah sakit umum Dr Pirngadi Kota Medan tahun 2017 di pengaruhi oleh Menggunakan Pembalut habis pakai nilai P (value) =<0,001 OR 6,7 (95% CI 2,730-16,576) dan penggunaan bedak tabur pada kemaluan dengan nilai P (value) =< 0,001 OR 9,5 (95% CI 3,696-24,590), Diharapkan seluruh Wanita untuk dapat mengenali tanda-tanda dari kanker Ovarium. Dan melakukan pemeriksaan darah CA125 agar bisa terdeteksi secara dini.Kata Kunci :Faktor, Kanker Ovarium, Wanita. 
PENGARUH JUMLAH PASANGAN SEKS TERHADAP INFEKSI HIV PADA PECANDU NARKOBA DI KLINIK VOLUNTARY COUNSELING TESTING (VCT) RSU KABANJAHE KABUPATEN KARO TAHUN 2017 Muryani Muryani; Sorimuda Sarumpaet; Sri Rahayu Sanusi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.853 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i2.153

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu penyebab penularan infeksi HIV yang meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan faktor risiko yang memengaruhi infeksi HIV pada pecandu narkoba di Klinik Voluntary Counseling Testing (VCT) RSU Kabanjahe Kabupaten Karo.Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan desain kasus kontrol. Populasi adalah seluruh pecandu narkoba yang terkena infeksi HIV di Klinik VCT RSU Kabanjahe. Sampel berjumlah 66 yaitu 33 kasus dan 33 kontrol yang dilakukan dengan metode Consecutive Sampling. Tahapan analisis data yaitu analisis univariat, bivariat. Hasil analisis bivariat diperoleh jumlah pasangan seks pada pecandu narkoba. Faktor risiko yang mempunyai pengaruh bermakna untuk infeksi HIV pada pecandu narkoba adalah jumlah pasangan seks OR 4,730 (95% CI 1,287-17,387).Disarankan Klinik VCT RSU Kabanjahe Kabupaten Karo agar meningkatkan dan memperkuat layanan VCT, juga diharapkan bekerjasama dengan semua jajaran sektor kesehatan dan lintas program untuk memperkuat konsolidasi dan koordinasi dalam pencegahan HIV. Para pecandu narkoba agar setia terhadap pasangan guna untuk pencegahan terjadinya HIV dan rutin untuk melakukan pemeriksaan HIV. Kata Kunci : Infeksi HIV, Faktor Risiko
Pengaruh Kompetensi Sosial Guru PAK terhadap Prestasi Belajar Siswa dalam Pendidikan Agama Kristen Yulianto, Auw Tammy; Kuntari J, Valentina Dwi; Sarumpaet, Sorimuda
Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2: November 2022
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.427 KB) | DOI: 10.56854/pak.v1i2.101

Abstract

This study aims to find out the relationship between the social competence of PAK teachers and the student achievement. The research was conducted at a Christian Vocational School, with students as the research subjects. The research population was 104 people, and the sample was obtained from 51 people. The research method used is descriptive quantitative method with correlational type of research. The data obtained were analyzed using correlation techniques and carried out with the help of the SPSS 13 computer program. The results of the analysis were that the perception of teachers' social competence was mostly assessed in a good category and most of the students' achievement in Christian religious education was in the good category. Thus, it can be concluded that the social competence of teachers has an influence on the learning achievement of Christian religious education of the students. The regression equation obtained is Y = 26.478 + 0.407 X
PENGARUH PELATIHAN CASE MANAGER TERHADAP KEPUASAAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP INTERNIS RSU SEMBIRING TAHUN 2023 Damanik, Ayunika Evacauntri; Sarumpaet, Sorimuda; Sari, Nur Mala
Jurnal Kajian Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): JURNAL KAJIAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jk2m.v5i1.1480

Abstract

based totally on an preliminary survey carried out through researchers, the range of patients inside the IVI Inpatient Room changed into 25 human beings with case managers who had schooling and JASMINE as many as 25 humans with case managers who had not had training. With BPJS status in 2022 (January- September). based totally on information taken from medical facts, certainly one of them is dissatisfaction with the services of nurses and medical doctors and different case managers for the services of inpatients. This research is expected to help optimize the function of case managers as coordinators of nursing services. Hospitals want a layout or approach so that it will carry out a non-stop provider process. One such version of care is the case manager. Case managers who're generally responsible for the coordination and continuity of affected person care while in health facility. The pattern used became Non- chance sampling with saturated sampling technique (census) which was executed in patients in room IVI as the Intervention institution of 25 humans and the JASMINE room as the manage organization of 25 human beings which changed into carried out in December 2023 to February 2023. As for The consequences acquired from this study are that there's an impact of Case supervisor training on affected person pride in the inner Inpatient Room at Sembiring hospital in 2023, each of which has a p- value of 0.001 zero.05 within the Tangibles, Empathy, Reliability, Responsiveness, assurance categories. the results of the Manova check additionally show a significance fee of 0.001 <0.05, so it may be concluded that there is an effect of case manager schooling on affected person delight within the Rau Sembiring Internist Inpatient Room in 2023.
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN INSENTIF DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN TAHUN 2023 Yulia, Maya; Sarumpaet, Sorimuda; Sari, Nur Mala
Jurnal Kajian Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Kajian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jk2m.v5i2.1802

Abstract

Organizational culture and incentives are factors that can affect the performance of organizational members in achieving organizational goals. One of the organizational members of the hospital is nurses who are the health workers with the largest proportion in the hospital and nurse performance plays an important role in providing health services. The aim of this study is to determine the relationship of organizational culture and incentives to the performance of executive nurses at RSU Haji Medan in 2023. This research design is a cross sectional study. The sample in this study were 92 nurses. Based on the results of statistical tests with Chi-square, there is a significant relationship between organizational culture of involvement with nurse performance with p-value = 0.002 and PR value = 6.87, between organizational culture of adjustment with nurse performance with p-value = 0.001 and PR value = 8.30, between organizational culture of consistency with nurse performance with p-value = 0.001 and PR value = 10.5, between organizational culture of mission with nurse performance with p-value = 0.001 and PR value = 20.0. There is no significant relationship between the criteria for providing incentives and nurse performance p-value = 0.346, and between the incentive delivery system and nurse performance p-value = 0.434, and it is found that the mission organizational culture variable is the strongest variable associated with nurse performance p-value = 0.001 and PR = 20.0. The hospital mission is more clearly socialized to all hospital employees, especially executive nurses, and nurses are expected to prepare and set strategies in carrying out the mission to achieve the long-term goals of the Haji Medan General Hospital.
Integrasi Nilai-Nilai Kristen dalam Pemerintahan Illu, Jonidius; Jumadi, Jumadi; Paparang, Stenly Reinal; Sarumpaet, Sorimuda
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v7i1.559

Abstract

This article explores the challenges of applying Christian values within governmental leadership and their impact on the quality of democracy and national diversity. The purpose of this study is to formulate relevant Christian values and integrate them into the context of Indonesia’s public administration. Using a normative-theological and qualitative-descriptive approach, the research analyzes theological and biblical literature, conceptual frameworks, governmental practices, and comparative studies. The findings highlight several core values — including love, justice, integrity, humility, service, and moral responsibility — that can form the foundation of a servant leadership model for government. In conclusion, integrating these Christian values into governmental leadership offers a transformative approach, strengthening democratic practices and restoring public trust through service, justice, and integrity as guiding principles for leaders.
Gangguan Pendengaran dan Keseimbangan pada Penderita Tuberkulosis yang Mendapat Pengobatan Antituberkulosis Kategori 1 dan 2 Adriztina, Indri; Adnan, Adlin; Haryuna, Siti Hajar; Siagian, Parluhutan; Sarumpaet, Sorimuda
Kesmas Vol. 8, No. 8
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah yang serius di masyarakat. Pada tahun 2010, World Health Organization mencatat jumlah penderita tuberkulosis di Indonesia menurun ke posisi empat dengan meningkatnya keberhasilan pengobatan obat antituberkulosis (OAT). Namun, pemberian OAT jangka panjang dapat menyebabkan efek samping ototoksik berupa gangguan pendengaran dan keseimbangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek ototoksik pada penderita tuberkulosis paru dengan pemberian OAT di RSUP H. Adam Malik Medan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Analisis univariat dilakukan dengan tabel frekuensi distribusi sedangkan analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji t dan Fisher’s exact test. Didapatkan 35 penderita tuberkulosis yang memenuhi kriteria inklusi, 22 orang dengan pengobatan tuberkulosis kategori 1 dan 13 orang tuberkulosis kategori 2. Dilakukan pemeriksaan audiometri nada murni dan tes keseimbangan. Tiga orang (33,3%) penderita tuberkulosis kategori 1 dan 6 orang (66,7%) penderita tuberkulosis kategori 2 mengalami gangguan pendengaran (p < 0,05). Hasil tes keseimbangan menunjukkan perbedaan yang signifikan yaitu 7 orang (100%) tuberkulosis kategori 2 dengan positif tes Romberg dan 11 orang (100%) tuberkulosis kategori 2 positif tes tandem Romberg. Gangguan pendengaran dan keseimbangan pada penderita tuberkulosis paru dengan OAT ditemukan lebih tinggi pada kategori 2 dibandingkan dengan kategori 1 dengan perbedaan yang signifikan. Tuberculosis remains a serious problem in the community. In 2010, World Health Organization report that Indonesia’s ranking decrease to fourth position due to success of antituberculosis treatment. But the long term administration of antituberculosis treatment may cause ototoxic effect like hearing and balance impairment. The aim of this study was to describe ototoxic effect of subjects who were given tuberculosis treatment in H. Adam Artikel Penelitian Gangguan Pendengaran dan Keseimbangan pada Penderita Tuberkulosis yang Mendapat Pengobatan Antituberkulosis Kategori 1 dan 2 Hearing and Balance Impairment in Tuberculosis Patient with Category 1st and 2nd Antituberculosis Treatment Indri Adriztina* Adlin Adnan* Siti Hajar Haryuna* Parluhutan Siagian** Sorimuda Sarumpaet*** 430 Malik General Hospital. This is a descriptive study with cross sectional approach. Univariat analysis was done by frequency distribution table, meanwhile bivariat analysis was done by t-test and Fisher’s exact test. Thirty five pulmonary tuberculosis patients met the inclusion criteria. Twenty two patients with 1st category, and 13 patients with 2nd category tuberculosis treatment. Pure tone audiometric and balance examination was evaluated. Three patients (33.3%) of 1st category tuberculosis and 6 (66.7%) patients of 2nd category tuberculosis have hearing loss with significant difference (p<0.05). Balance test showed 7 people (100%) of 2nd category tuberculosis having positive Romberg test and 11 people (100%) of 2nd category tuberculosis having positive tandem Romberg test. Hearing and balance impairment found higher in patients with 2nd category antituberculosis treatment with significantly different.