Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN DESA WISATA NGLANGGERAN Widaningsih, Neni; Dona, Rizkya Tri; Triyana, Rafli; Widagdo, Kalih Dzikraa; Rahmafitria, Fitri; Pratama, Armandha Redo
Jurnal Industri Parawisata Vol 7, No 1 (2024): JULY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v7i1.1971

Abstract

Desa Wisata dengan konsep Community Based Tourism menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama baik dari proses perencanaan sampai pengelolaan. Dalam hal ini masyarakat diharapkan dapat turut andil dan mengalami peningkatan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana Masyarakat Lokal dapat membangun konsep pemberdayaan Masyarakat serta menganalisis dampaknya bagi kesejahteraan Masyarakat. Objek dalam penelitian ini adalah Masyarakat lokal Desa Wisata Nglanggeran.Variabel yang diteliti meliputi penyelenggaraan wisata, persepsi dampak dari aspek ekonomi, lingkungan, sosial dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan survei berbasis kuesioner terhadap 40 responden dan pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara kepada 2 responden. Hasil penelitian ini menunjukan konsep pemberdayaan Masyarakat melalui POKDARWIS dan penerapan Teori Actors menghasilkan partisipasi Masyarakat yang baik juga dapat memajukan kehidupan Masyarakat lokal Desa Nglanggeran serta menjadi pendorong positif dalam keberlanjutan desa wisata.
Pemberdayaan Perempuan Di Kawasan Rawa Melalui Implementasi Teknologi Pengolahan Ikan Neni Widaningsih; Ana Zuraida; Siti Erlina; Abdurrahim
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 9 (2024): September
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sapala terletak di kawasan rawa yang memiliki sumber daya perikanan yang melimpah terutama ikan haruan dan ikan sepat. Salah satu pola kehidupan masyarakatnya adalah “meiwak” (sebutan bagi nelayan yang mencari ikan). Pada musim kemarau produktivitas ikan melimpah, sehingga pendapatan masyarakatnya meningkat, namun ketika musim hujan, produktivitasnya menurun yang berdampak pada menurunnya pendapatan sehingga biasanya “Paiwakan “(sebutan untuk para nelayan) mencari pekerjaan serabutan yang tidak menentu. Peranan para perempuan rawa (isteri Paiwakan) menjadi sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup rumah tangganya. Kedudukan sosial perempuan rawa bukan karena kesetaraan gender, namun lebih pada tuntutan alamiah dalam menjaga kelangsungan hidup mereka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan perempuan rawa dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan agar dapat mandiri secara ekonomi dan sosial melalui implementasi teknologi pengolahan ikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah berupa penyuluhan, pelatihan dan praktik pengolahan ikan, bimbingan teknis dan pendampingan usaha serta evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil kegiatan dapat diketahui bahwa semua tahapan kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar dan peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang belum pernah ada sebelumnya. Peserta ikut terlibat aktif dalam pelatihan dan praktik pengolahan ikan dan diantara peserta ada yang menindaklanjuti usaha pengolahan ikan dalam bentuk abon ikan haruan dan ikan sepat kering.
Inovasi Pentol Ikan Patin Asap dengan Kelakai: Solusi Gizi Berbasis Lokal untuk Mengatasi Stunting Mahdiyah, Dede; Darsono, Putri Vidiasari; Yuliana, Fitri; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Mukti, Bayu Hari; Jaelani, Achmad; Widaningsih, Neni; Ilhamiyah, Ilhamiyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16936

Abstract

Ikan patin merupakan sumber protein tinggi yang berlimpah di Indonesia, namun konsumsi di kalangan anak-anak masih rendah karena minimnya variasi olahan menarik. Untuk mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di Indonesia, inovasi pentol ikan patin asap dengan daun kelakai (Stenochlaena palustris) diusulkan sebagai solusi gizi lokal. Tujuan dari program kosabangsa ini adalah meningkatkan akses pangan bergizi melalui produk inovatif yang disukai anak-anak. Metode pelaksanaan melibatkan identifikasi lokasi, pengumpulan data status gizi awal, penyusunan rencana kegiatan, pengembangan produk, serta pelatihan dan edukasi masyarakat mengenai cara pengolahan dan manfaat gizi produk. Produk dibuat dari ikan patin yang diasap dan dicampur dengan daun kelakai, yang dikenal kaya akan nutrisi dan serat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat masyarakat, terutama ibu dan anak, dalam mengonsumsi produk berbasis ikan ini. Edukasi dan pelatihan juga meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya protein hewani dan serat nabati untuk mencegah stunting. Kolaborasi lintas sektor memperkuat jaringan dukungan dan keberlanjutan program ini. Inovasi pentol ikan patin asap dengan kelakai efektif meningkatkan konsumsi pangan bergizi di masyarakat, dan dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah serta edukasi masyarakat, produk ini berpotensi berkontribusi pada penurunan angka stunting di Indonesia.
KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN DESA WISATA NGLANGGERAN Widaningsih, Neni; Dona, Rizkya Tri; Triyana, Rafli; Widagdo, Kalih Dzikraa; Rahmafitria, Fitri; Pratama, Armandha Redo
Jurnal Industri Parawisata Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Industri Pariwisata JULY 2024
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v7i1.1971

Abstract

Desa Wisata dengan konsep Community Based Tourism menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama baik dari proses perencanaan sampai pengelolaan. Dalam hal ini masyarakat diharapkan dapat turut andil dan mengalami peningkatan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana Masyarakat Lokal dapat membangun konsep pemberdayaan Masyarakat serta menganalisis dampaknya bagi kesejahteraan Masyarakat. Objek dalam penelitian ini adalah Masyarakat lokal Desa Wisata Nglanggeran.Variabel yang diteliti meliputi penyelenggaraan wisata, persepsi dampak dari aspek ekonomi, lingkungan, sosial dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan survei berbasis kuesioner terhadap 40 responden dan pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara kepada 2 responden. Hasil penelitian ini menunjukan konsep pemberdayaan Masyarakat melalui POKDARWIS dan penerapan Teori Actors menghasilkan partisipasi Masyarakat yang baik juga dapat memajukan kehidupan Masyarakat lokal Desa Nglanggeran serta menjadi pendorong positif dalam keberlanjutan desa wisata.
Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Abon dan Bakso Daging Kerbau Rawa Dalam Rangka Pemberdayaan Perempuan di Kawasan Rawa Desa Sapala Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara Widaningsih, Neni; Ana Zuraida; Siti Erlina; Zuraida Qibtiyah
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i1.1111

Abstract

Hulu Sungai Utara Regency is one of the regencies in South Kalimantan which is known as a swamp area, one of which is Sapala Village. The lifestyle of the community is raising swamp buffalo, but the productivity of swamp buffalo is influenced by the season. In the rainy season, the productivity of swamp buffalo is relatively lower when compared to the dry season, so that family income decreases. Farmers look for uncertain odd jobs so that the economic burden they feel is very heavy. Therefore, the role of swamp women (the wives of farmers) is very important in helping their family's economy. The purpose of this activity is to empower women in the swamp area in increasing their knowledge and skills so that they can be economically and socially independent through training and mentoring in Processing of Shredded and Meatballs. The methods used in this activity are in the form of counseling, training and practice of meat processing, technical guidance and business mentoring as well as evaluation and follow-up. Based on the results of the activity, it can be seen that all stages of the activity can be carried out smoothly and the participants are very enthusiastic about participating in this activity. Participants are actively involved in training and practice in Processing of Shredded and Meatballs. The interest of participants to participate in this activity is high, which is 90% and moderate 10%. The skills of participants in processing shredded and meatballs of swamp buffalo meat are categorized as skilled by 18 people (90%) and 2 others are categorized as moderate (10%)
Tourism beyond limits: A systematic review on the challenges and mitigation strategies of overtourism Hanafie, Aryawidya Aulia; Nurhaliza, Hannissa Destriwani; Ramadhan, Muhammad At Thariq; Prasetya, Nabila Zahra Nur; Putri, Nasywa Rizqia; Widaningsih, Neni; Rahmafitria, Fitri
ASEAN Natural Disaster Mitigation and Education Journal Vol. 3 No. 1: (July) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/andmej.v3i1.2025.1418

Abstract

Background: Tourism in Bali has grown rapidly, driving economic growth but exacerbating overtourism, where visitor numbers exceed capacity. This leads to environmental damage, resource depletion, and socio-economic problems. Methods: This study uses a Systematic Literature Review (SLR) approach, focusing on publications from 2020 to 2024 from both international and national journals, identifying dominant themes such as environmental, economic, and cultural challenges. Findings: The results reveal that overtourism in Bali significantly affects environmental, economic, and cultural aspects. Strategies such as equitable tourist distribution, infrastructure development in less-developed areas, and sustainable tourism policies are crucial to addressing these challenges. Policies such as tourist limitations (enforcing visiting hours) and restrictions on tourist business development can also help reduce overtourism in Bali. Conclusion: A case study of Nusa Dua highlights capacity management efforts, including event access limitations and stakeholder collaboration, which have been implemented effectively. Nusa Dua not only cooperates with the government and surrounding entrepreneurs, but also with the local community, especially when there are big events being organized. Novelty/Originality of this article: Additionally, this study provides a new perspective by examining how overtourism impacts local communities' connection to their traditions culture, while emphasizing the balance between economic growth, preserving nature and cultural preservation in sustainable tourism.
Analisis Ekonomi Tiga Jenis Itik Dengan Pemberian Tiga Jenis Ransum Sugiarti, Sugiarti; Fitriani, Fitriani; Widaningsih, Neni
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v6i2.1683

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Jenis ransum apa yang cocok digunakan untuk menghasilkan nilai ekonomis yang paling baik dan Jenis itik apa yang cocok digunakan untuk menghasilkan nilai ekonomis yang paling baik dari analisis ekonomi yang dilakukan. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm Faperta Uniska di Desa Bentok Kampung Kecamatan Bati - Bati Kabupaten Tanah Laut. Penelitian menggunakan tiga jenis itik yaitu Itik Peking, Itik Mojosari dan Itik Mojosari Alabio dengan jenis ransum yaitu ransum broiler (BR1), ransum puyuh (PP3) dan ransum mix (RM). Sehingga terdapat Sembilan perlakuan dengan tiga ulangan. Analisa ekonomi yang dilihat adalah analisa laba/rugi dan analisa IOFC. Laba terbesar terdapat pada perlakuan P4 sebesar Rp 138.860 dan laba terkecil terdapat pada perlakuan P9 sebesar Rp 121.250; diperoleh IOFC terbesar terdapat pada perlakuan P4 sebesar Rp 140.824 dan IOFC terkecil terdapat pada perlakuan P3 sebesar Rp 122.962 dan Efisiensi pakan pada P3 = Itik peking diberi ransum mix (RM) dengan IOFC Rp 122.962.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI KAWASAN RAWA MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN Widaningsih, Neni; Zuraida, Ana; Erlina, Siti; Abdurrahim, Abdurrahim
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.35207

Abstract

Desa Sapala terletak di kawasan rawa yang memiliki sumber daya perikanan yang melimpah terutama ikan haruan dan ikan sepat. Salah satu pola kehidupan masyarakatnya adalah “meiwak” (sebutan bagi nelayan yang mencari ikan). Pada musim kemarau produktivitas ikan melimpah, sehingga pendapatan masyarakatnya meningkat, namun ketika musim hujan, produktivitasnya menurun yang berdampak pada menurunnya pendapatan sehingga biasanya “Paiwakan “(sebutan untuk para nelayan) mencari pekerjaan serabutan yang tidak menentu. Peranan para perempuan rawa (isteri Paiwakan) menjadi sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup rumah tangganya. Kedudukan sosial perempuan rawa bukan karena kesetaraan gender, namun lebih pada tuntutan alamiah dalam menjaga kelangsungan hidup mereka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan perempuan rawa dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan agar dapat mandiri secara ekonomi dan sosial melalui implementasi teknologi pengolahan ikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah berupa penyuluhan, pelatihan dan praktik pengolahan ikan, bimbingan teknis dan pendampingan usaha serta evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil kegiatan dapat diketahui bahwa semua tahapan kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar dan peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang belum pernah ada sebelumnya. Peserta ikut terlibat aktif dalam pelatihan dan praktik pengolahan ikan dan diantara peserta ada yang menindaklanjuti usaha pengolahan ikan dalam bentuk abon ikan haruan dan ikan sepat kering.