Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Substitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Terhadap Penampilan Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Rahmadani Ansyari; Achmad Jaelani; Neni Widaningsih
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 35, No 3 (2012)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v35i3.46

Abstract

The Study substitute Fish Meal with Maggot Meal Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Appearance Against Quail (Coturnix coturnix japonica) was carried out at 36 Jalan Palasari Waas RT. 1 RW. 4 Rural District Sukasari Pameungpeuk Bandung regency, West Java, which runs from January to February 2012. The research aims to  determine the substitution of fish meal with maggot meal Black Soldier Fly (Hermetia illucens) the appearance of the female quail in the growth phase. The design used in this study is completely randomized design (CRD) with four replications per treatment 5 replicates consisted of 10 female quails so that the whole 200 tail. As for treatment, namely R1 (16.00% + 0% fish meal flour maggot), R2 (12.00% + 6.47% fish meal flour maggot), R3 (8.00% + 12.94% fish meal flour maggot ), R4 (4.00% + 19.41% fish meal flour maggot), and R5 (0% fish meal flour maggot + 25.88%), with an average initial body weight of 48.01 grams / tail-old 3 weeks. The results showed that the substitution of fish meal with maggot meal significantly (P <0.05) in female quail consumption. While the weight gain, feed conversion and weight gain end female quail had no significant effect (P <0,05).
Analisis Pemasaran Kambing PE Pada Kelompok Tani Samajaya di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kota Banjarbaru Sugiarti Sugiarti; Neni Widaningsih; Siti Dharmawati
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i1.2753

Abstract

Abstract This study aims to determine the chain of marketing channels for PE goats at the Samajaya Farmer Group. Location this research was carried out in the Samajaya Farmers Group, North Landasan Ulin Village, Banjarbaru City. This location was determined by purposive sampling. This research will be conducted for 3 months, from February to April 2022. The sample of breeders used is 18 farmers. The data collected in this study are primary data and secondary data. The observed variables include marketing channels and marketing margins. The data analysis used is descriptive analysis based on surveys and observations made, and by calculating the share margin for each marketing channel. There are 2 marketing channels for the Samajaya cattle group, namely: Farmer à consumers and farmers à collectors à consumer. The marketing margin of goats to collector traders is Rp. 800,000 while for consumers there is no marketing margin, while Farmer's share for collectors is 68.63% and consumers are 100%. Keywords: Marketing Analysis, PE Goat, Livestock Groups
THE USE OF DIFFERENT OYSTER MUSHROOM BAGLOG WASTE AND RICE BRAN ON MAGGOT PRODUCTION AND BIOCONVERSION VALUE Muhammad Ikhsan Solehin; Neni Widaningsih; Muhammad Irwan Zakir
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i2.14964

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of using oyster mushroom baglog waste and rice bran on the production yield and bioconversion value of maggot. The design used was a fully randomized design (RAL) with 5 treatments and 4 replications, namely P1 = 100% oyster mushroom baglog waste; P2 = 75% oyster mushroom baglog waste + 25% rice bran; P3 = 50% oyster mushroom baglog waste + 50% rice bran; P4 = 25% oyster mushroom baglog waste + 75% rice bran; and P5 = 100% rice bran. The variables observed in this study were maggot production and maggot bioconversion value. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and if the results obtained showed a significant effect, then continued with the Duncan Multiple Range Test. The results showed that the use of oyster mushroom baglog waste and rice bran affected the production and bioconversion value of maggot. The use of 25% oyster mushroom baglog waste and 75% rice bran gave the highest results with an average maggot production of 90.75 grams and a bioconversion value of 6.48%.
Application of digital Agricultural Tools in Indonesia: From Creativity towards Rural Community Innovation Widaningsih, Neni; Sutiharni, Sutiharni; Istikomah, Istikomah; Mulyana, Mumuh; Ali, Helmi
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.3512

Abstract

After understanding the research questions, we directed the search for data electronically to writing a collection of journal publications, books, and websites. We cannot conclude reports of untested, substantiated review findings on the use of innovations in agriculture without first attempting to analyze the various kinds of literature that incorporate, among other things, coding frameworks, in-depth assessments, and concluding. We carried out this study with a phenomenological approach, which is a methodology that seeks to obtain the most extensive data and then for us to study and gain understanding and become valid and convincing findings. The reason is that this review uses discretionary data from various sources. Subjective data whose sources of information we take from various data published between 2010 and 2021. We use the Google Search application to search for information using keywords such as digital applications, modern horticulture, innovation, and progress in compiling agribusiness. Based on these data, we can report that the use of trend-setting innovation applications in the agricultural sector is a consequence of innovations from both public authorities and the regions themselves, thus giving birth to new advances where agribusiness currently cannot be separated from electronics. This is an innovation that makes efficient use of services in the office
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN PAKAN UREA MOLASES MULTINUTRIEN MORINGA BLOK (UM3B) DI DESA SAPALA KECAMATAN PAMINGGIR KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Widaningsih, Neni
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i2.50808

Abstract

Pakan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam keberhasilan usaha peternakan kerbau rawa. Kendala yang sering dihadapi oleh peternak kerbau rawa di Desa Sapala adalah masalah pakan, terutama pada musim hujan (air dalam).  Ternak kerbau kekurangan pakan karena rumput lokal larut terbawa air dan membusuk ke dasar rawa. Ternak kerbau  banyak yang mati lemas karena kelelahan berenang untuk mencari pakan. Selain itu juga  kondisi anak-anak kerbau rawa terlihat kurus-kurus, karena dibiarkan dalam kandang sepanjang hari tanpa diberi pakan apapun. Solusi yang ditawarkan tim pelaksana melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM)ini adalah memberikan  penyuluhan dan pendampingan pembuatan pakan suplemen Urea Molases Multinutrien Moringa Blok (UM3B) sebagai pakan ternak kerbau rawa. Pakan UM3B ini merupakan  penerapan hasil Penelitian Hibah  PTUPT dari DRPM Dikti tahun 2018-2020.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat khususnya di Desa Sapala agar pengetahuan dan keterampilan peternak menjadi meningkat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi pembuatan UM3B, dan transfer teknologi berupa alat press UM3B. Berdasarkan Hasil kegiatan dapat diketahui bahwa  semua kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan lancar dan peserta kegiatan yang dilibatkan dalam kegiatan ini berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Peserta kegiatan mengikuti pembelajaran teori dengan rasio pertemuan sebesar 20 % dan praktik dengan rasio pertemuan 80 %. Karakteristik peternak yang ada sangat mendukung dalam pengembangan peternakan kerbau rawa. Peternak mengikuti kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan Urea Molases Multinutrien Moringa Blok (UM3B). Pengetahuan peternak mengalami peningkatan 100% setelah dilakukan penyuluhan. Disamping itu juga peternak banyak yang terampil (90%) dalam membuat pakan suplemen berupa Urea Molases Multinutrien Moringa Blok (UM3B).
KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN DESA WISATA NGLANGGERAN Widaningsih, Neni; Dona, Rizkya Tri; Triyana, Rafli; Widagdo, Kalih Dzikraa; Rahmafitria, Fitri; Pratama, Armandha Redo
Jurnal Industri Parawisata Vol 7, No 1 (2024): JULY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v7i1.1971

Abstract

Desa Wisata dengan konsep Community Based Tourism menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama baik dari proses perencanaan sampai pengelolaan. Dalam hal ini masyarakat diharapkan dapat turut andil dan mengalami peningkatan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana Masyarakat Lokal dapat membangun konsep pemberdayaan Masyarakat serta menganalisis dampaknya bagi kesejahteraan Masyarakat. Objek dalam penelitian ini adalah Masyarakat lokal Desa Wisata Nglanggeran.Variabel yang diteliti meliputi penyelenggaraan wisata, persepsi dampak dari aspek ekonomi, lingkungan, sosial dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan survei berbasis kuesioner terhadap 40 responden dan pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara kepada 2 responden. Hasil penelitian ini menunjukan konsep pemberdayaan Masyarakat melalui POKDARWIS dan penerapan Teori Actors menghasilkan partisipasi Masyarakat yang baik juga dapat memajukan kehidupan Masyarakat lokal Desa Nglanggeran serta menjadi pendorong positif dalam keberlanjutan desa wisata.
Pemberdayaan Perempuan Di Kawasan Rawa Melalui Implementasi Teknologi Pengolahan Ikan Neni Widaningsih; Ana Zuraida; Siti Erlina; Abdurrahim
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 9 (2024): September
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sapala terletak di kawasan rawa yang memiliki sumber daya perikanan yang melimpah terutama ikan haruan dan ikan sepat. Salah satu pola kehidupan masyarakatnya adalah “meiwak” (sebutan bagi nelayan yang mencari ikan). Pada musim kemarau produktivitas ikan melimpah, sehingga pendapatan masyarakatnya meningkat, namun ketika musim hujan, produktivitasnya menurun yang berdampak pada menurunnya pendapatan sehingga biasanya “Paiwakan “(sebutan untuk para nelayan) mencari pekerjaan serabutan yang tidak menentu. Peranan para perempuan rawa (isteri Paiwakan) menjadi sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup rumah tangganya. Kedudukan sosial perempuan rawa bukan karena kesetaraan gender, namun lebih pada tuntutan alamiah dalam menjaga kelangsungan hidup mereka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan perempuan rawa dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan agar dapat mandiri secara ekonomi dan sosial melalui implementasi teknologi pengolahan ikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah berupa penyuluhan, pelatihan dan praktik pengolahan ikan, bimbingan teknis dan pendampingan usaha serta evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil kegiatan dapat diketahui bahwa semua tahapan kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar dan peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang belum pernah ada sebelumnya. Peserta ikut terlibat aktif dalam pelatihan dan praktik pengolahan ikan dan diantara peserta ada yang menindaklanjuti usaha pengolahan ikan dalam bentuk abon ikan haruan dan ikan sepat kering.
Inovasi Pentol Ikan Patin Asap dengan Kelakai: Solusi Gizi Berbasis Lokal untuk Mengatasi Stunting Mahdiyah, Dede; Darsono, Putri Vidiasari; Yuliana, Fitri; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Mukti, Bayu Hari; Jaelani, Achmad; Widaningsih, Neni; Ilhamiyah, Ilhamiyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16936

Abstract

Ikan patin merupakan sumber protein tinggi yang berlimpah di Indonesia, namun konsumsi di kalangan anak-anak masih rendah karena minimnya variasi olahan menarik. Untuk mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di Indonesia, inovasi pentol ikan patin asap dengan daun kelakai (Stenochlaena palustris) diusulkan sebagai solusi gizi lokal. Tujuan dari program kosabangsa ini adalah meningkatkan akses pangan bergizi melalui produk inovatif yang disukai anak-anak. Metode pelaksanaan melibatkan identifikasi lokasi, pengumpulan data status gizi awal, penyusunan rencana kegiatan, pengembangan produk, serta pelatihan dan edukasi masyarakat mengenai cara pengolahan dan manfaat gizi produk. Produk dibuat dari ikan patin yang diasap dan dicampur dengan daun kelakai, yang dikenal kaya akan nutrisi dan serat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat masyarakat, terutama ibu dan anak, dalam mengonsumsi produk berbasis ikan ini. Edukasi dan pelatihan juga meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya protein hewani dan serat nabati untuk mencegah stunting. Kolaborasi lintas sektor memperkuat jaringan dukungan dan keberlanjutan program ini. Inovasi pentol ikan patin asap dengan kelakai efektif meningkatkan konsumsi pangan bergizi di masyarakat, dan dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah serta edukasi masyarakat, produk ini berpotensi berkontribusi pada penurunan angka stunting di Indonesia.
KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN DESA WISATA NGLANGGERAN Widaningsih, Neni; Dona, Rizkya Tri; Triyana, Rafli; Widagdo, Kalih Dzikraa; Rahmafitria, Fitri; Pratama, Armandha Redo
Jurnal Industri Parawisata Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Industri Pariwisata JULY 2024
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v7i1.1971

Abstract

Desa Wisata dengan konsep Community Based Tourism menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama baik dari proses perencanaan sampai pengelolaan. Dalam hal ini masyarakat diharapkan dapat turut andil dan mengalami peningkatan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana Masyarakat Lokal dapat membangun konsep pemberdayaan Masyarakat serta menganalisis dampaknya bagi kesejahteraan Masyarakat. Objek dalam penelitian ini adalah Masyarakat lokal Desa Wisata Nglanggeran.Variabel yang diteliti meliputi penyelenggaraan wisata, persepsi dampak dari aspek ekonomi, lingkungan, sosial dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan survei berbasis kuesioner terhadap 40 responden dan pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara kepada 2 responden. Hasil penelitian ini menunjukan konsep pemberdayaan Masyarakat melalui POKDARWIS dan penerapan Teori Actors menghasilkan partisipasi Masyarakat yang baik juga dapat memajukan kehidupan Masyarakat lokal Desa Nglanggeran serta menjadi pendorong positif dalam keberlanjutan desa wisata.
Inovasi Pentol Ikan Patin Asap dengan Kelakai: Solusi Gizi Berbasis Lokal untuk Mengatasi Stunting Dede Mahdiyah; Putri Vidiasari Darsono; Fitri Yuliana; Dwi Sogi Sri Redjeki; Bayu Hari Mukti; Achmad Jaelani; Neni Widaningsih; Ilhamiyah Ilhamiyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16936

Abstract

Ikan patin merupakan sumber protein tinggi yang berlimpah di Indonesia, namun konsumsi di kalangan anak-anak masih rendah karena minimnya variasi olahan menarik. Untuk mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di Indonesia, inovasi pentol ikan patin asap dengan daun kelakai (Stenochlaena palustris) diusulkan sebagai solusi gizi lokal. Tujuan dari program kosabangsa ini adalah meningkatkan akses pangan bergizi melalui produk inovatif yang disukai anak-anak. Metode pelaksanaan melibatkan identifikasi lokasi, pengumpulan data status gizi awal, penyusunan rencana kegiatan, pengembangan produk, serta pelatihan dan edukasi masyarakat mengenai cara pengolahan dan manfaat gizi produk. Produk dibuat dari ikan patin yang diasap dan dicampur dengan daun kelakai, yang dikenal kaya akan nutrisi dan serat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat masyarakat, terutama ibu dan anak, dalam mengonsumsi produk berbasis ikan ini. Edukasi dan pelatihan juga meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya protein hewani dan serat nabati untuk mencegah stunting. Kolaborasi lintas sektor memperkuat jaringan dukungan dan keberlanjutan program ini. Inovasi pentol ikan patin asap dengan kelakai efektif meningkatkan konsumsi pangan bergizi di masyarakat, dan dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah serta edukasi masyarakat, produk ini berpotensi berkontribusi pada penurunan angka stunting di Indonesia.