Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Prevalensi Jamur Malasssezia Furfur Pada Panu Anak Sekolah Dasar Negeri 47  Kelurahan Dufa-Dufa Kota Ternate Puasa, Rony; Anwar, Aan Yulianingsih; Abubakar, Nadira
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/7j7zvc13

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di garis khatulistiwa yang mempunyai iklim tropis yang memungkinkan berkembangnya penyakit menular yang di sebabkan oleh mikroorganisme seperti jamur. Malassezia furfur merupakan salah satu jenis jamur pada kulit. Adanya Malassezia furfur pada siswa menyebabkan siswa hilang konsentrasi pada saat belajar karena adanya rasa gatal selain itu juga dapat menurunkan rasa percaya diri pada siswa tersebut. Tujuan: mengidentifikasi jamur Malassezia furfur pada siswa. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian menggunakan metode total sampling sampling dimana jumlah sampel sebanyak 33 siswa. Hasil: Ditemukan 3 Sampel Positif dan 30 Sampel Negatif Pada Swab kulit  Siswa-siswi SD Negeri 47 Kelurahan Dufa-dufa Kota Ternate. Kesimpulan: Didapatkan 10% Pertumbuhan jamur Malassezia furfur Panu Anak Sekolah Dasar Negeri 47 Kelurahan Dufa-Dufa Kota Ternate
Comparison of Tuberculosis Examination Using Ziehl-Neelsen Method and Molecular Rapid Test Anwar, Aan Yulianingsih; Handayani, Marini Tri Putri; Nurdin, Erpi; Lewa, Irma Berliana,HI; Artati, Artati
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 9 No 3 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v9i3.848

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease of the respiratory tract caused by infection with the bacteria Mycobacterium tuberculosis. Fast and accurate diagnostic methods are very important for diagnosing and controlling pulmonary TB disease in Indonesia. TB examination using the Zn method is very commonly used even though it has lower sensitivity than TCM. The aim of this study was to compare the results of TB examination using BTA staining with the Molecular Rapid Test. This type of research uses analytical observational methods with a cross-sectional approach. The sample was 40 respondents taken using purposive sampling technique. The results of tuberculosis examination using the Ziehl-Neelsen (ZN) BTA staining method and the Moluker rapid test tool (TCM) method showed that the microscopic results of the Ziehl-Neelsen method of BTA smear staining showed negative results in 31 people (75%), 1 respondent (2 .5%) with scanty results and 9 respondents (22.5%) with 1+ results. The results of the TB BTA examination using the TCM method resulted in MTB Not Detected with a total of 30 people (75%), MTB Detected Medium obtained a result of 6 people (15%), MTB Detected Low obtained a result with a total of 3 people (7.5%), MTB Detected Very Low results were obtained with the number of 1 person (2.5%) and in the SPSS results using the t-test the results obtained were p value <0.05 (0.012 <0.05) which means there is a comparison of the BTA staining tuberculosis examination using the Ziehl-Ziehl method. neelsen and Molecular Rapid Tests. Based on the research results, it was found that there was a significant difference between the Ziehl-Neelsen BTA staining tuberculosis examination method and the Molecular Rapid Test Tool with a p value <0.05 (0.012 <0.05)
HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU DENGAN PROTEIN URIN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Nikma, Nikma; Dzikra Arwie; Lolitha Juliawandani; Andi Muthyah A AM; Hikmawati Ali; Fahmi Rizal; Irma B Hi Lewa; Aan Yulianingsih Anwar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.8066

Abstract

Proteinuria adalah suatu kondisi dimana urin mengandung sejumlah abnormal protein. Protein dalam urin bersal dari plasma dan traktur urinarius. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah dengan protein urine pada penderita DM. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah komperaktif. Hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu berdasarkan usia di Wilayah Kerja Puskesmas Siko, Kelompok usia terbanyak yang menjadi responden pada usia 15 - 64 tahun, dimana didapatkan 24 responden (80%). Hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu berdasarkan jenis kelamin yang tertinggi adalah pada jenis kelamin perempuan dengan jumlah sebanyak 22 responden (73,3%). Hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu berdasarkan lama menderita diabetes yaitu pada rentang 5 – 10 tahun sebanyak 17 responden (56,6%). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil kadar protein urin pada penderita Diabetes mellitus yaitu positif 1 (+) sebanyak 6 orang (20,0%), positif 2 (++) sebanyak 10 orang (33,3%), positif 3 (+++) sebanyak 13 orang (43,3%), positif 4 (++++) sebanyak 1 orang (3,3%) dan negatife (-) tidak ada. Kesimpulan : Dan di dapatkan nilai p sebesar 0,001dengan nilai correlation -0,577 hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan dengan kekuatan sedang antara glukosa darah sewaktu dengan protein urin pada penderita diabetes mellitus tipe 2.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH DI KELURAHAN DUFA-DUFA KOTA TERNATE Puasa, Rony; Yulianingsih Anwar, Aan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2650-2656

Abstract

Kader posyandu merupakan elemen penting dari desa atau kelurahan yang sering berineraksi langsung dengan masyarakat untuk menyampaikan informasi kesehatan. Kelurahan Dufa-dufa merupakan salah satu kelurahan yang berada di Wilayah Kecamatan Ternate Utara dengan jumlah penduduk sebanyak 5.450 jiwa, dengan jumlah RW sebanyak 4 dan 15 RT. Untuk mendukung kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dibentuk 4 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Setiap posyandu yang ada di Kelurahan Dufa-dufa  memiliki 5 orang tenaga penggeraknya. Kader posyandu Kelurahan Dufa – dufa dapat dikembangkan pengetahuannya selain dari tugas rutin yakni ; pemeriksaan golongan darah masyarakat, karena dari hasil survei sebagai sampel pada 2 RT (Rukun Tetangga) ditemukan dari jumlah 410 jiwa, ditemukan  yang belum mengetahui golongan darahnya sebanyak ; 294 jiwa. Hal ini menunjukan kesadaran masyarakat untuk mengetahui golongan darahnya masih rendah Tujuan ; Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Kader Posyandu  dalam pemeriksaan golongan darah. Manfaat ; Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan pemanfaatannya tidak hanya dirasakan oleh Kader Posyandu, namun juga dapat membantu pihak kelurahan, puskesmas dan masyarakat dalam pemetaan golongan darah. Bila masyarakat ada yang membutuhkan darah saat transfuse dengan mudah dapat dicari oleh Kader Posyandu. Metode ; mulai dari  persiapan,  pelaksanaan dengan cara ceramah, tanya jawab, Demonstrasi dan Redemonstrasi serta monitoring evaluasi yang dilaksanakan selama 1 bulan kemudian. Hasil: terjadinya peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang pemeriksaan golongan darah sampai nilai 96, terbentuknya kader posyandu yang dapat melakukan pemeriksaan golongan darah
EDUKASI DAN PELATIHAN PENGUKURAN POSTUR TUBUH YANG ERGONOMIS PADA PETUGAS LABORATORIUM PUSKESMAS DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KOTA TERNATE B Hi Lewa, Irma; Nurdin, Erpi; Hi Husen, Samad; Yulianingsih Anwar, Aan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4341-4345

Abstract

Gangguan kesehatan pada postur tubuh petugas laboratorium saat bekerja memberikan dampak yang signifikan terhadap produktifitas yang dihasilkan dan berpengaruh secara tidak langsung pada nilai efisiensi. Sasaran kesehatan kerja khususnya adalah para petugas laboratorium medis dan peralatan kerja di lingkungan Laboratorium. Melalui usaha kesehatan pencegahan di lingkungan kerja masing-masing dapat dicegah adanya bahaya dan penyakit akibat dampak pencemaran lingkungan maupun akibat aktivitas dan produk. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tenaga petugas laboratorium tentang pengukuran/penilaian postur tubuh yang ergonomis dengan metode rula. Solusi permasalahan yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan Edukasi, penyuluhan dan Pelatihan tentang Standar Operasional Prosedur keselamatan kerja melalui edukasi pelatihan penilaian postur tubuh. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan pendampingan menggunakan buku panduan pengukuran RULA. Hasil pengabdian masyarakat ini secara keseluruhan memberikan masukan dan wawasan yang baik terhadap kemampuan menghitung menggunakan lembar kerja penilaian karyawan RULA. Kesimpulan terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman pada petugas laboratorium puskesmas dengan nilai rata-rata yang mengalami peningkatan 89