Hasanah, Uswatun
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perilaku Pro-Lingkungan Peserta Didik Berdasarkan Media Pembelajaran dan Gender Sisean Baga; Esthy Reko Astuty; I Made Astra; Budiaman Budiaman; Uswatun Hasanah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pro-lingkungan peserta didik setelah diberi media pembelajaran yang berbeda (karikatur dan komik) di kelas berdasarkan gender. Metode yang digunakan eksperimen faktorial 2 x 2. Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan 56 peserta didik SMP yang terdiri dari 28 peserta didik laki-laki dan 28 peserta didik perempuan. Data yang terkumpul bersumber dari pengambilan data dengan instrumen nontes berupa kuesioner menggunakan skala likert. Hasil perhitungan two way ANOVA menunjukkan bahwa Fhitung = 7,22 pada > Ftabel pada α=0,05 = 4,16. Hasil pengujian membuktikan adanya pengaruh yang sangat signifikan antara media pembelajaran dan media pembelajaran terhadap perilaku pro-lingkungan. Adanya interaksi membuktikan bahwa masing-masing media pembelajaran memberi pengaruh yang berbeda terhadap perilaku pro-lingkungan jika diterapkan pada peserta didik dengan gender yang berbeda. Rekomendasi penelitian ini, diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran berbasis gender dalam mengukur perilaku pro-lingkungan. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain baik secara langsung dan tidak langsung yang mempengaruhi perilaku pro-lingkungan peserta didik.
PENGARUH DUKUNGAN ASPIRASI KARIR SEBAGAI GURU DARI KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATA KULIAH KEPENDIDIKAN jihan gusvarina nuraini; Uswatun Hasanah; Nurlaila Abdullah Mashabi; Mirdat Silitonga
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.19443

Abstract

Salah satu keberhasilan yang diharapkan dimiliki dari seorang mahasiswa adalah kesiapan terhadap persiapan karir. Yaitu untuk dapat memasuki dunia kerja yang sesuai dengan keahlian dan minatnya. Beragamnya pilihan dalam dunia pekerjaan membuat mahasiswa mengalami kebingungan dalam memilih dan memutuskan jenjang karir yang akan digelutinya. Dalam proses pemilihan karir, keluarga terutama orangtua memiliki peran penting dalam menyalurkan aspirasi karir terhadap anak dengan memberikan dukungan dan informasi pengalam atau pengetahuan yang dimiliki orangtua. Penelitian ini dibuat untuk memperoleh pengetahuan tentang pengaruh dukungan aspirasi karir dari orangtua sebagai guru terhadap motivasi belajar mata kuliah kependidikan. Penelitian dilaksanakan di Prodi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Metode pendekatan yang digunakan adalah kuisioner dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan data menggunakan proportionate random sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 148 responden. Hasil uji regresi dengan taraf signifikan 0,05 Fhitung (88,65) > Ftabel (3,91), nilai signifikan 0,05 dengan thitung (9,42) > ttabel (1,655). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variable dukungan aspirasi karir dari keluarga terhadap variabel motivasi belajar mata kuliah kependidikan mahasiswa Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinan diperoleh hasil 37,78%  yang dapat disimpulkan bahwa variable dukungan aspirasi karir dari keluarga memberikan sumbangan efektif terhadap motivasi belajar mata kuliah kependidikan dan 62,22% dipengaruhi oleh faktor lain. 
AFIRMASI ACTION BAGI PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI TAIWAN DENGAN PELATIHAN BATIK IKAT CELUP DAN ECO-PRINT Nadiroh; Uswatun Hasanah; Cholilawati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.134 KB)

Abstract

Abstract Twin Tech theory in the era of the industrial revolution 4.0, society 5.0 and VUCA is a necessity, especially for people who need support from universities as higher education institutions are also obliged to make a real contribution to society. In an effort to build the capacity of men and women to be able to develop home industries, local traditions and wisdom should be a strength in knitting our love for the homeland, Indonesia. The attempt in building the capacity of men and women to be able to develop home industries as a form of contribution to the country should be done with respect to the local traditions and wisdom. This study was focused on providing the Indonesian migrant workers in Taiwan with virtual tie-dyed and eco-printing Batik training with an affirmative action approach, The training incorporated virtual learning platforms including Zoom Meeting and Youtube. This study also carried out a process assessment which covered enthusiasm, collaboration, curiosity, contribution in giving ideas, discipline, new ideas, creativity, interest, ability in making arguments, and motivation. The outcomes of this training, which were the millennial version of nature inspired fashion products, would be promoted to the domestic and international market to promote the local wisdom and culture which were reflected in the eco-printed products produced by the participants which were face masks, hats, and clothes.
Perilaku Pro-Lingkungan Peserta Didik Berdasarkan Media Pembelajaran dan Gender Sisean Baga; Esthy Reko Astuty; I Made Astra; Budiaman Budiaman; Uswatun Hasanah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pro-lingkungan peserta didik setelah diberi media pembelajaran yang berbeda (karikatur dan komik) di kelas berdasarkan gender. Metode yang digunakan eksperimen faktorial 2 x 2. Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan 56 peserta didik SMP yang terdiri dari 28 peserta didik laki-laki dan 28 peserta didik perempuan. Data yang terkumpul bersumber dari pengambilan data dengan instrumen nontes berupa kuesioner menggunakan skala likert. Hasil perhitungan two way ANOVA menunjukkan bahwa Fhitung = 7,22 pada > Ftabel pada α=0,05 = 4,16. Hasil pengujian membuktikan adanya pengaruh yang sangat signifikan antara media pembelajaran dan media pembelajaran terhadap perilaku pro-lingkungan. Adanya interaksi membuktikan bahwa masing-masing media pembelajaran memberi pengaruh yang berbeda terhadap perilaku pro-lingkungan jika diterapkan pada peserta didik dengan gender yang berbeda. Rekomendasi penelitian ini, diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran berbasis gender dalam mengukur perilaku pro-lingkungan. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain baik secara langsung dan tidak langsung yang mempengaruhi perilaku pro-lingkungan peserta didik.
Pola Batik Jumputan dengan Ecoprinting dalam Penguatan Kapasitas Pada Buruh Migran Indonesia di Taiwan Melalui Media Sosial Nadiroh Nadiroh; Uswatun Hasanah; Cholilawati
PERDULI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 01 (2021): Jurnal PERDULI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.873 KB) | DOI: 10.21009/perduli.v2i01.23443

Abstract

Dalam memperkuat kapasitas laki-laki dan perempuan agar dapat mengembangkan home industri batik jumputan dan disain fashion alam versi milenial melalui ekoprinting dari daun mangga. Secara operasional produk yang dihasilkan adalah kain jumputan dengan menggunakan zat warna alam. Materi yang telah disosialisasikan adalah keterampilan pembuatan pola batik jumputan berkarakter alam, pembangunan manusia Indonesia, melalui platform Virtual Youtube dan Zoom Meeting kepada PMI. Mereka berpotensi aktif untuk merancang keterampilan pembuatan pola batik jumputan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bersifat teori dan praktek yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat khususnya PMI (Pekerja Migrant Indonesia di Taiwan) agar mereka mempunyai bekal supaya tidak terjebak menjadi korban eksploitasi dan sebagai salah satu upaya pencegahan human trafficking melalui gender mainstreaming dan affirmative action kapada PMI di Taiwan. Aspek yang dikembangan yaitu Gender Mainstreaming, Affirmative Action, Kearifan Lokal, dan Kewirausahaan. Luaran berupa produk fashion karakter alam versi milenial berbasis kearifan lokal dan budaya Indonesia berupa masker, topi, dan busana ekoprinting dari daun mangga. Kemampuan seseorang untuk membiasakan hidup mandiri dengan dapat membuka usaha mandiri dengan bekal keterampilan dari pendampingan pelatihan pola batik jumputan melalui media sosial youtube dan platform lainnya. Dengan demikian maka kemampuan diri masyarakat dalam mempelajari wawasan baru bahkan tak jarang bahkan berkaitan dengan disiplin ilmu yang bersebarangan dengan basis kompetensi masyarakat itu sendiri. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kemampuan seseorang untuk membiasakan butuh latihan yang berulang dan dukungan lingkungan.
OPTIMALISASI PERKEMBANGAN ANAK DI MASA KEEMASAN Maya Oktaviani,; Uswatun Hasanah; Elmanora; Annisa Dwi Rahmadina; Annisa Zakiyah Tribrilianti; Intan Wulandari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The golden age is a very effective and essential period for optimizing the various intelligence potentials possessed by children to achieve quality human resources. Many families need to learn about the indicators children must achieve at each stage of development and every aspect of their development. This issue impacts parents' inability to provide appropriate care to optimize child development, especially during the golden age. Families need assistance from cadres in optimizing children's development, especially during the golden age. Unfortunately, only some Family Welfare Empowerment (FWE) cadres know how to measure and assess children's developmental achievements. At the same time, the measurement and assessment results of child development are the basis for determining the right parenting style. So there needs to be training for FWE cadres regarding the measurement and development of children so that families or parents can provide the right parenting style and support optimal child development. The solution to overcome this problem is to optimize the development of children in the golden age through the Training of Trainers measuring and assessing child development in Pantai Mekar Village, Muara Gembong District, Bekasi Regency, West Java Province. The participants were enthusiastic about paying attention to the material presentation session. Participants are also able to conduct interactive discussions. In the question and answer session, some participants presented a real case in the Pantai Mekar Village regarding children's growth and development that was not optimal. The participants were satisfied with this activity. Unfortunately, during the activity implementation, no children under five came to the Mekar Beach Village Office hall, so participants could not directly measure children's growth. Abstrak Masa keemasan merupakan masa yang sangat efektif dan esensial untuk mengoptimalkan berbagai potensi kecerdasan yang dimiliki anak untuk mencapai sumber daya manusia yang berkualitas. Banyak keluarga perlu belajar tentang indikator-indikator yang harus dicapai anak-anak pada setiap tahap perkembangan dan setiap aspek perkembangan mereka. Hal ini berdampak pada ketidakmampuan orang tua dalam memberikan pengasuhan yang tepat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, terutama pada masa keemasan. Keluarga membutuhkan pendampingan kader dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak, terutama pada masa keemasan. Sayangnya, hanya sebagian kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang mengetahui cara mengukur dan menilai capaian tumbuh kembang anak. Sementara itu, hasil pengukuran dan penilaian tumbuh kembang anak menjadi dasar dalam menentukan pola asuh yang tepat. Sehingga perlu adanya pelatihan bagi kader PKK mengenai pengukuran dan perkembangan anak agar keluarga atau orang tua dapat memberikan pola asuh yang tepat dan mendukung tumbuh kembang anak yang optimal. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengoptimalkan tumbuh kembang anak di masa keemasan melalui Training of Trainer pengukuran dan penilaian tumbuh kembang anak di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Para peserta sangat antusias memperhatikan sesi pemaparan materi. Peserta juga mampu melakukan diskusi interaktif. Dalam sesi tanya jawab, beberapa peserta memaparkan kasus nyata di Desa Pantai Mekar terkait tumbuh kembang anak yang belum optimal. Para peserta merasa puas dengan kegiatan ini. Sayangnya, pada saat pelaksanaan kegiatan, tidak ada balita yang datang ke aula Kantor Desa Pantai Mekar, sehingga peserta tidak bisa mengukur pertumbuhan anak secara langsung.
Need Analysis of Story Book based on Ecopedagogy in Supporting Environmental Literacy in Elementary School Hasanah, Uswatun; Edwita, Edwita; Adnan, Evita; Imaningtyas, Imaningtyas; Januar, Ahmad
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 16, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2025.16(3).342-353

Abstract

Environmental literacy needs to be developed from an early age because early it can foster awareness and responsible behavior towards nature. Based on observation, public concern for the environment is currently a concern for many parties. This is evidenced by the large amount of garbage scattered in the surrounding environment, one of which is in the school environment. This causes learning to become uncomfortable because of polluted air and dirty environmental conditions. This study aims to analyze students' needs for the development of ecopedagogy-based storybook media. The study used a survey with a phenomenological approach to find out the reality in the field related to the condition of the elementary school environment. The respondents of this study were 20 elementary school teachers from three different schools in Setiabudi District, South Jakarta to provide information about the potential for student environmental literacy issues and the use and acceptance of current media in supporting students' environmental concerns. In addition, 100 students were also involved to measure their environmental literacy. Each school has different characteristics according to the facilities and conditions of the school. The findings show that environmental literacy possessed by students tends to be only cognitive in nature where the knowledge score is 75.5, the cognitive skills score is 63.78, the attitude score towards the environment is 60.08, while the behavior score towards the environment is only 54.76. The results prove that the students' knowledge score is higher than the students' attitudes and behavior towards the environment. On the other hand, based on observations and interviews, 80% of students and teachers strongly agree with the development of ecopedagogy-based story books. This media is a solution to stimulate students' environmental literacy. Therefore, ecopedagogy-based story book products need to be developed to improve students' environmental literacy.Keywords: environmental literacy; story books; ecopedagogy; elementary school