Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Adaptasi Nilai Budaya Pada Tradisi Adat Perkawinan Sunda di Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Wilyana Rosmayanti Panyalai; Jenny Sista Siregar; Sitti Nursetiawati
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 04 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Kebalen merupakann kelurahan yang secara administratif masuk kedalam pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Ada 2 kebudayaan besar yang berdampingan di Bekasi termasuk di Kelurahan Kebalen, yakni Sunda dan Betawi. Hal ini menyebabkan terjadinya pergeseran pada ritual adat pernikahan Sunda di Kebalen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisa perubahan yang tejadi pada adat pernikahan Sunda yang dilaksanakan di Bekasi sebagai bentuk dari adaptasi Suku Sunda. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan studi lapangan dan studi kepustakaan yang melibatkan informan sebanyak 2 orang pengantin Sunda, 1 orang sepuh dan 1 orang perias pengantin dalam kurun waktu 2 bulan. Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa ada beberapa ritual yang mulai tidak terlihat pada pernikahan adat Sunda di Kebalen, diantaranya adalah siraman dan mapag penganten. Penyebab utamanya adalah pengaruh budaya suku Betawi dan model pernikahan modern, selain itu juga perlengkapan adat yang diperlukan sangat banyak dan akan memakan waktu yang lama. Adaptasi, Bekasi, Nilai Budaya, Pernikahan Sunda Kebalen Village is a village administratively included in the government of West Java Province. There are two major cultures that coexist in Bekasi, including in Kebalen Village, namely Sundanese and Betawi. This has caused a shift in the traditional Sundanese wedding ritual in Kebalen. This research aims to see and analyze the changes that have occurred in Sundanese wedding customs carried out in Bekasi as a form of adaptation of the Sundanese Tribe. This type of research is descriptive qualitative with field studies and literature studies involving informants as many as 2 Sundanese brides, 1 elder and 1 bridal dresser within a period of 2 months. The results of this study indicate that there are several rituals that are not seen in Sundanese traditional weddings in Kebalen, including siraman and mapag penganten. The main reason is the influence of Betawi tribal culture and modern wedding models, besides that the traditional equipment needed is very large and will take a long time. write four to eight keywords alphabetically and separated by comma, do not use abbreviation or acronym.
Revitalisasi Sortali pengantin Batak Karo Sumatera Utara Devi Juliyanti; Jenny Sista Siregar; Sitti Nursetiawati
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 3 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020232180

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui jenis jenis pemakaian busana Adat Karo, 2) Untuk mengetahui pelestarian busana dan aksesoris perkawinan adat Batak Karo yang dilakukan LKP LONARI Medan, 3) Untuk mengetahui proses dan teknik revitalisasi aksesoris Sortali pada busana perkawinan adat Batak Karo yang dilakukan oleh LKP LONARI Medan, dan 4) Untuk mengetahui makna Pemakaian Busana Adat Karo. Hasil penelitian terhadap revitalisasi aksesoris Sortali pada busana perkawinan adat Batak Karo di Provinsi Sumatera Utara menunjukkan bahwa:  1) Perhiasan pengantin Karo berdasarkan jumlah yang dipakai oleh pengantin laki-laki sebanyak 8 motif yang terdiri dari 4 jenis perhiasan yang berbahan kuningan disepuh emas. Perhiasan tersebut adalah Rudang Emas-emas, Sertali layang-layang Kitik, Uis Beka Buluh yang dikenakan di kepala. Kemudian ada 1 jenis perhiasan yang dikalungkan yaitu Sertali Layang Layang Besar dan ada 2 jenis kain Uis Beka Buluh sebagai cengkok-cengkok atau diletakkan pada bahu dengan dilipat membentuk segitiga, Uis Gara-gara sebagai selempang dari bahu kanan ke arah tangan kiri serta ada 1 gelang yang dipakai di tangan yaitu Gelang Sarung. Jumlah perlengkapan yang dikenakan oleh pengantin laki-laki yaitu ada 4 jenis perhiasan yang terbuat dari kuningan sepuhan emas dan ada 4 jenis kain yang dikenakan di kepala, di bahu dan di pinggang; 2) Upaya yang dilakukan oleh LKP LONARI untuk melestarikan busana pengantin adat Batak Karo adalah menentukan kriteria hal yang akan dilakukan revitalisasi pada aksesoris Sortali, memberikan penilaian terhadap hal yang akan direvitalisasi pada aksesoris Sortali, melihat potensi keberhasilan revitalisasi dengan cara mempertimbangkan keefektifan hasil dari revitalisasi yang telah dibuat dengan membuat rancangan dari sistem yang akan direvitalisasi dan Pengelompokan kegiatan, 3) Proses dan teknik revitalisasi pada aksesoris Sortali pada busana perkawinan pengantin adat Batak Karo yang dilakukan oleh LKP LONARI Medan diantaranya : membuat Konsepsi revitalisasi, mengindikasi revitalisasi yang mempengaruhi vitalitas hal yang belum terbedaya seperti mengalaminya penurunan fungsi hal yang harus diberdayakan lagi, mengindikasikan revitalisasi seperti fungsi, dan pemanfaatan revitalisasi tersebut, serta peningkatan kegunaan hal yang akan direvitalisasi, 4) Selain itu, perlu adanya regenerasi dalam memodernisasikan pakaian Batak Karo untuk menarik minat generasi muda dalam menggunakan pakaian adat dengan tidak mengurangi ciri khas dari pakaian adat itu sendiri.
Pelestarian upacara perkawinan adat Makassar Sulawesi Selatan menggunakan model pembelajaran savi (somatic, auditori, visual, intelektual) Emil Hanafi; Sitti Nursetiawati; Jenny Sista Siregar
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 3 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020232284

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelestarian upacara perkawinan dan tata rias pengantin adat Makassar yang dilakukan Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Makassar, proses dan pelaksanaan pembelajaran upacara perkawinan dan tata rias pengantin adat Makassar yang dilakukan oleh Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Makassar menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditori, Visual, Intelektual), dan mengetahui hasil/ dampak yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran upacara perkawinan dan tata rias pengantin adat Makassar menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditori, Visual, Intelektual). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan analisis kualitatif. Hasil atau dampak yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran upacara perkawinan dan tata rias pengantin adat makassar dengan menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditori, Visual, Intelektual) adalah dapat mengetahui prosesi upacara perkawinan adat makassar dan memahami maksa yang terkandung di dalam upacara perkawinan adat makassar secara teori maupun praktik.
Evaluation of the Dual Professional Function Transfer Program of the Cosmetology Study Program Against the Implementation of the KKNI (Indonesian National Qualification Curriculum) Nursetiawati, Sitti; Siregar, Jenny Sista; Josua, Dian Pertiwi
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal Teknologi, Kejuruan, dan Pengajarannya Vol 44, No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v44i12021p57-65

Abstract

KKNI is one of the synergies in the fields of education, training and work experience that is feasible to apply in vocational education. This study aims to evaluate, map and find out equitable competency test and certification for vocational school teachers, indicators of the success of the teacher transfer function program integrated with competency tests and certifications, and the urgency of the KKNI in the cosmetology field. The research method uses a combination of quantitative and descriptive methods with library research, which involves 42 teachers transferring the function of the cosmetology study program. Data was collected by questionnaire and analyzed a descriptive technique. The results showed that equalization of national qualifications and certification is considered very important, the need for general skills-based on KKNI for vocational school teachers,  competency expertise is one of the urgent things that need to be possessed by educators. In addition, based on the results of the evaluation, it was found that the need for an effort to disseminate and distribute information about KKNI in order to increase competency for 3T regional teachers. It is necessary to support more adequate facilities and infrastructure in the process of applying competency-based vocational education and certification.
Analisis Gaya Hidup Mahasiswa Tata Rias Sebagai Konsumen Produk Kosmetik Anisah Nadya; Sitti Nursetiawati; Lilis Jubaedah
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 06 (2024): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa gaya hidup pada mahasiswa tata rias sebagai konsumen produk kosmetik. Dalam penelitian ini ditemukan masalah  yang pertama melimpahnya penyedian barang perlu diimbangi dengan kemampuan kontrol diri, yang kedua yaitu pendidikan keuangan dikeluarga berpengaruh positif terhadap manajemen keuangan individu, yang ketiga fenomena gaya hidup hedonisme pada remaja, dan yang keempat mahasiswa pendidikan tata rias angkatan 2020 & 2021 Universitas Negeri Jakarta tertarik terhadap barang yang bermerek dan mahal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan instrumen dengan total 17 butir soal. Sampel dalam penelitian ini diambil dari Mahasiswa Tata Rias UNJ menggunakan perhitungan rumus slovin dengan total 78 mahasiswa. Tahapan pada penelitian ini yang pertama yaitu melakukan uji instrumen berupa uji validasi dan uji reliabilitas diujikan pada 15 mahasiswa. Selanjutnya peneliti melakukan uji final kepada mahasiswa yang kemudian diolah menjadi presentase dan di interpretasikan menjadi deskriptif. Hasil penelitian ini pada aspek aktivitas mendapat presentase setuju sebesar 99.16% aspek minat  87.13%, aspek opini sebesar 78.85%, aspek konsumen sebesar 88.46%, aspek merek sebesar 94.85%, aspek keluarga sebesar 96.1%, aspek diri sendiri sebesar 78.85% dan aspek isu sosial sebesar 84.6%.
Analisis Makeup Artist Dalam Perkembangan Beauty Industry Pada Alumni D3 Tata Rias Syahira Salsabila; Titin Supiani; Sitti Nursetiawati
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 2 No 05 (2024): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan alumni D3 Tata Rias sebagai makeup artist (MUA) dalam industri kecantikan. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan pendekatan triangulasi untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan alumni yang telah sukses di industri ini, menggunakan kerangka PDAC (Plan, Do, Check, Action). Data sekunder meliputi analisis profil, pengalaman, pendidikan, dan konten yang diunggah di Instagram. Penelitian dilaksanakan pada Juni 2024, dengan subjek penelitian adalah alumni D3 Tata Rias yang telah berkarir sebagai MUA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten, evaluasi rutin, serta keterbukaan terhadap umpan balik menjadi faktor kunci keberhasilan para MUA dalam mengembangkan karir mereka. Kesimpulannya, strategi PDAC efektif dalam meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan klien. Saran yang diberikan meliputi perumusan rencana jangka panjang yang lebih rinci, penerapan strategi pemasaran kreatif, serta evaluasi berkala untuk memastikan peningkatan kualitas layanan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para profesional dan pendidik di bidang tata rias mengenai strategi pengembangan karir yang efektif di industri kecantikan.
Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Hasil Pelatihan Tata Rias Pengantin (TRP) Sunda Siger Pada Peserta Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) Arie di Kabupaten Garut Silva Nurhaliza; Sitti Nursetiawati; Lilis Jubaedah
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 2 No 05 (2024): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dengan hasil pelatihan tata rias pengantin (TRP) Sunda siger di LKP Arie, Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan survei kuantitatif, dan populasi penelitian terdiri dari 32 peserta pelatihan. Data sekunder dikumpulkan dari dokumen terkait, dan analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara tingkat pendidikan dan hasil pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat pendidikan peserta dengan hasil pelatihan tata rias pengantin Sunda siger. Selain itu, ditemukan bahwa faktor lain seperti materi dan kurikulum pelatihan, kualitas instruktur, sarana prasarana, pengetahuan, jarak, dan dukungan teman sebaya juga berpengaruh signifikan terhadap hasil pelatihan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas instruktur, materi, dan dukungan antar peserta untuk mengoptimalkan hasil pelatihan. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan populasi yang terbatas dan penggunaan data sekunder tanpa observasi langsung.
Pengembangan Video Pembelajaran Tata Rias Wajah Geriatri dengan Ilusi Face Lift Aisyah Sajida; Sitti Nursetiawati; Aniesa Puspa Arum
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7291

Abstract

This research appears from the condition of students of the Cosmetology Education Study Program who have several difficulties in understanding geriatric facial makeup learning through available learning media. The researcher then developed a product in the form of a learning video of Geriatric Facial Makeup with the Illusion of FaceLift with the aim of producing feasible and practical learning media to be used as a learning resource and additional reference so as to strengthen students' knowledge in learning geriatric facial makeup in the Facial Makeup Course. Media in the form of learning videos can also be accessed independently without space and time limitations. The research is prepared using the Research and Development method and developed using the 4-D development model approach which consists of 4 (four) stages, namely Define, Design, Development, and Disseminate. The development stage has gone through a validation test stage carried out by material experts through three stages and a feasibility score of 96.6% was obtained. Furthermore, the validation test conducted by media experts went through two stages with a feasibility score of 98.2%. A practicality test was also carried out with a score of 89.3% at the individual trial stage and 92.9% at the practicality test stage with a limited trial. Based on the acquisition of these scores, the product of this research, namely the Geriatric Facial Makeup learning video with the illusion of FaceLift, was declared "Very Feasible" and "Very Practical" and can be used as a learning medium for geriatric facial makeup.
Pengembangan Video Tutorial Korean Make Up Look Teknik Ombre Lips pada Mata Kuliah Tata Rias Pengantin Internasional Yogi Ainanda Sekar, Aurellia; Nursetiawati, Sitti; Puspa Arum, Aniesa

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8330

Abstract

This research was compiled from the increasing interest of Indonesian people, especially students of the Cosmetology Education Study Program, towards Korean Beauty which focuses on Korean Make Up Look where students find some difficulties in applying Korean Make Up Look, especially in the ombre lips technique. This research uses a Research and Development model with a 4-D development model (define, design, develop, disseminate). This research developed a video tutorial on the Korean Make Up Look Ombre Lips Technique which aims to be a learning medium for the International Bridal Makeup course. The data collection technique used a questionnaire distribution with qualitative and quantitative data analysis techniques. The results of the research showed that the results of the material experts at one stage reached 94%. Furthermore, the validation test carried out by the media expert went through one stage and obtained a score of 86.6%. A one-to-one practicality test was also carried out with a score of 94% then continued with a small group test with a score of 97.9%. Based on this assessment, the video tutorial of Korean Make Up Look Ombre Lips Technique used as a learning medium in the International Bridal Make Up course was declared “Very Feasible” and “Very Practical”.
Analysis of the Influence of Parental Knowledge and Attitudes on Children's Environmental Health Mitigation Behavior During the Dry Season in the City of Jakarta: A Case Study of Air Pollution Atmanto, Dwi; Nursetiawati, Sitti
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 6 No. 4 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v6i4.4708

Abstract

Air quality in major cities like Jakarta harms health and the economy, particularly affecting children. Areas frequented by children, such as roads around schools and playgrounds, have especially concerning pollution levels. This study aims to investigate how parents' knowledge and attitudes towards reducing the effects of air pollution on children's health are related. A quantitative correlational survey was conducted among 75 parents of children aged 5-17 in Jakarta, particularly those residing near roads or high-pollution areas. The data was analyzed using SPSS. Key findings include (1) a significant correlation between parents' knowledge of air pollution and their efforts to lessen its impact on children's health (.000 < 0.05), (2) a connection between parents' attitudes and their efforts to mitigate health issues (.000 < 0.05), (3) a link between the desire to address air pollution and actual mitigation behavior (.000 < 0.05), and (4) the combined impact of knowledge, attitudes, and the desire to address air pollution on children’s health protection parental’s behavior (.000 < 0.05), contributing to 54.8% of the variance. Moreover, 90% of participants concurred that improving air quality is a shared responsibility, underscoring the necessity for public education on reducing air pollution to safeguard children's health.