Endang Wulandari Suryaningtyas
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan Dan Perikanan, Universitas Udayana, Denpasar.

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Korelasi Jenis Kelamin Ikan dengan Jumlah Endoparasit pada Ikan Layur (Trichiurus lepturus) yang diperdagangkan di Pasar Ikan Kedonganan, Bali Ni Luh Putu Ayu Puspita Dewi; Pande Gde Sasmita Julyantoro; Ni Putu Putri Wijayanti; Endang Wulandari Suryaningtyas
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 23 No 2 (2023)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/blje.2023.v23.i02.p10

Abstract

Swordfish (Trichiurus lepturus) with the local name Layur is one of the demersal fish commodities that has high economic value because it is an export commodity with high omega 3 content.. The high demand for layur fish must be supported by good fish quality and quality. The quality control is needed related to fish diseases, one of which is fish parasites. Endoparasite infection in marine fish can be zoonotic and dangerous if consumed by humans. This research was conducted to determine the intensity, prevalence, abundance and correlation of fish sex with the number of endoparasites. The research sample was obtained from the Kedonganan Fish Market, Bali which was held from September 2022 to November 2022. The sampling method was carried out by purposive sampling by paying attention to the secondary sexual characteristics of the swordfish. The total sample of fish examined was 36 fish consisting of 18 male fish and 18 female fish. Endoparasites of the genus Acanthobothrium were parasites with the highest intensity and abundance values, namely 46.05 ind./fish and 28.14 ind./fish, while the highest prevalence value was obtained from the Genus Lecithochirium of 86.11%. The correlation between fish sex and the number of endoparasites was analyzed using the Mann – Whitney test with an Asymp value. Sig 0.506 and Z value -0.665. These results showed an insignificant relationship (p > 0.05) between the sex of the fish and the number of endoparasites in the whitefish that were sampled in this study. Keywords: Endoparasites; Gender; Number of Parasites; Trichiurus lepturus
EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH UNTUK PENGOBATAN INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN SIDAT Anguilla bicolor DITINJAU DARI PERUBAHAN HEMATOLOGI Endang Wulandari Suryaningtyas; Alfi Hermawati Waskita Sari
Jurnal Perikanan Unram Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v7i2.65

Abstract

Ikan sidat (Anguilla sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia berskala intemasional dan merupakan komoditas ekonomi tinggi karena mempunyai kandungan protein tinggi sehingga menjadi daya tarik bagi para konsumen. Pasokan benih sidat masih tergantung pada hasil penangkapan di alam, sehingga terjadi ke­ terbatasan dalam kontinuitas. Kondisi tersebut diperparah dengan infeksi bakteri patogen, khususnya aeromonas hydrophila yang menyebabkan angka kematian tinggi pada budidaya sidat. Upaya untuk mencegah dan me­ nanggulangi serangan bakteri A. hydrophila pada kegiatan budidaya ikan sidat dapat dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang aman dan ramah lingkungan seperti bawang putih, yang mengandung zat aktif allicin dan minyak atsiri yang dapat membunuh bakteri merugikan. Pada penelitian ini digunakan ekstrak bawang putih sebagai pengobatan infeksi bakteri aeromonas hydrophila dengan dosis yang berbeda, yaitu Perlakuan 1 sebesar 15 mg/ml, Perlakuan 2 sebesar 25 mg/ml dan Perlakuan 3 sebesar 35 mg/ml dengan cara disuntikkan pada intramuskuler. Ikan yang terinfeksi patogen akan terjadi perubahan pada darahnya, melalui pemeriksaan hematologi dapat dijadikan salah satu cara untuk membantu diagnosa penyakit dan mengetahui proses penyembuhan pada ikan secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan hematologi ikan sidat yang terinfeksi bakteri aeromonas hydrophila, yaitu terjadi penurunan jumlah eritrosit, penurunan kadar hemoglobin, peningkatan jumlah leukosit dan peningkatan kadar hematokrit. Perubahan hematologi menunjukkan terjadin­ ya perubahan fisiologis ikan. Berdasarkan hasil uji F (Anova) membuktikan bahwa pengobatan menggunakan ekstrak bawang putih dengan dosis 15 mg/ml, 25 mg/ml dan 35 mg/ml berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap jumlah leukosit, eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit ikan sidat (p<O,05). Namun perlakuan ekstrak bawang putih sebesar 15 mg/ml, 25 mg/ml, 3S mg/ml berbeda secara nyata dengan kontrol positif dan kontrol negatif dalam mempengaruhi jumlah leukosit, jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan kadar hematokrit.
GROWTH ASPECT OF FRIGATE TUNA (Auxis thazard Lacepède, 1800) IN KUSAMBA WATERS IN EAST SEASON Made Ayu Pratiwi; Endang Wulandari Suryaningtyas
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i1.275

Abstract

Ikan Tongkol Krai atau frigate tuna (Auxis thazard) merupakan sumberdaya ikan pelagis dan neritik, memiliki ukuran maksimum hingga 65 cm (Fishbase, 2022). Di Bali Ikan Tongkol Krai ditemukan di perairan karangasem (Grati et al., 2017) ; (Putra et al., 2020) ; perairan kusamba (Luh et al., 2021); dan perairan kedonganan (Ayu Pratiwi et al., 2020). enelitian ini bertujuan untuk menduga pola pertumbuhan dan parameter pertumbuhan Ikan Tongkol Krai (Auxis thazard) di Perairan Kusamba. Sebanyak 121 sampel Auxis thazard diamat setiap ±14 hari sekali pada Bulan Juni sampai Agutus di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kusamba. Pertumbuhan diduga dengan program ELEFAN pada software FISAT (FAO I-CLARM Stock Assesment Tools). Ukuran panjang minimum dan maksimum Ikan Tongkol Krai jantan berkisar antara  33.2-44.0 cmFL, sedangkan Ikan Tongkol Krai betina berkisar antara 31.4-40.8 cmFL. Pola pertumbuhan Ikan Tongkol Krai (Auxis thazard) di Perairan Kusamba berbeda antara jantan dan betina, yaitu bersifat allometrik positif pada ikan jantan dan allometrik negatif pada ikan betina. Allometrik positif dapat diartikan bahwa pertambahan bobot lebih cepat daripada pertambahan panjang, sedangkan allometrik negative diartikan bahwa pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan bobot. persamaan pertumbuhan Von Bertalanffy Ikan Tongkol Krai di perairan Kusamba yaitu Lt = 50.00 [1-e-0.31(t+0.4658)] dengan nilai panjang asimtotik Ikan Tongkol Krai sebesar 50.00 cmFL; koefisien pertumbuhan sebesar 0.31/tahun; dan umur saat panjang sama dengan 0 sebesar -0.4658.