Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH UNTUK PENGOBATAN INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN SIDAT Anguilla bicolor DITINJAU DARI PERUBAHAN HEMATOLOGI Endang Wulandari Suryaningtyas; Alfi Hermawati Waskita Sari
Jurnal Perikanan Unram Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v7i2.65

Abstract

Ikan sidat (Anguilla sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia berskala intemasional dan merupakan komoditas ekonomi tinggi karena mempunyai kandungan protein tinggi sehingga menjadi daya tarik bagi para konsumen. Pasokan benih sidat masih tergantung pada hasil penangkapan di alam, sehingga terjadi ke­ terbatasan dalam kontinuitas. Kondisi tersebut diperparah dengan infeksi bakteri patogen, khususnya aeromonas hydrophila yang menyebabkan angka kematian tinggi pada budidaya sidat. Upaya untuk mencegah dan me­ nanggulangi serangan bakteri A. hydrophila pada kegiatan budidaya ikan sidat dapat dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang aman dan ramah lingkungan seperti bawang putih, yang mengandung zat aktif allicin dan minyak atsiri yang dapat membunuh bakteri merugikan. Pada penelitian ini digunakan ekstrak bawang putih sebagai pengobatan infeksi bakteri aeromonas hydrophila dengan dosis yang berbeda, yaitu Perlakuan 1 sebesar 15 mg/ml, Perlakuan 2 sebesar 25 mg/ml dan Perlakuan 3 sebesar 35 mg/ml dengan cara disuntikkan pada intramuskuler. Ikan yang terinfeksi patogen akan terjadi perubahan pada darahnya, melalui pemeriksaan hematologi dapat dijadikan salah satu cara untuk membantu diagnosa penyakit dan mengetahui proses penyembuhan pada ikan secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan hematologi ikan sidat yang terinfeksi bakteri aeromonas hydrophila, yaitu terjadi penurunan jumlah eritrosit, penurunan kadar hemoglobin, peningkatan jumlah leukosit dan peningkatan kadar hematokrit. Perubahan hematologi menunjukkan terjadin­ ya perubahan fisiologis ikan. Berdasarkan hasil uji F (Anova) membuktikan bahwa pengobatan menggunakan ekstrak bawang putih dengan dosis 15 mg/ml, 25 mg/ml dan 35 mg/ml berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap jumlah leukosit, eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit ikan sidat (p<O,05). Namun perlakuan ekstrak bawang putih sebesar 15 mg/ml, 25 mg/ml, 3S mg/ml berbeda secara nyata dengan kontrol positif dan kontrol negatif dalam mempengaruhi jumlah leukosit, jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan kadar hematokrit.
GROWTH ASPECT OF FRIGATE TUNA (Auxis thazard Lacepède, 1800) IN KUSAMBA WATERS IN EAST SEASON Made Ayu Pratiwi; Endang Wulandari Suryaningtyas
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i1.275

Abstract

Ikan Tongkol Krai atau frigate tuna (Auxis thazard) merupakan sumberdaya ikan pelagis dan neritik, memiliki ukuran maksimum hingga 65 cm (Fishbase, 2022). Di Bali Ikan Tongkol Krai ditemukan di perairan karangasem (Grati et al., 2017) ; (Putra et al., 2020) ; perairan kusamba (Luh et al., 2021); dan perairan kedonganan (Ayu Pratiwi et al., 2020). enelitian ini bertujuan untuk menduga pola pertumbuhan dan parameter pertumbuhan Ikan Tongkol Krai (Auxis thazard) di Perairan Kusamba. Sebanyak 121 sampel Auxis thazard diamat setiap ±14 hari sekali pada Bulan Juni sampai Agutus di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kusamba. Pertumbuhan diduga dengan program ELEFAN pada software FISAT (FAO I-CLARM Stock Assesment Tools). Ukuran panjang minimum dan maksimum Ikan Tongkol Krai jantan berkisar antara  33.2-44.0 cmFL, sedangkan Ikan Tongkol Krai betina berkisar antara 31.4-40.8 cmFL. Pola pertumbuhan Ikan Tongkol Krai (Auxis thazard) di Perairan Kusamba berbeda antara jantan dan betina, yaitu bersifat allometrik positif pada ikan jantan dan allometrik negatif pada ikan betina. Allometrik positif dapat diartikan bahwa pertambahan bobot lebih cepat daripada pertambahan panjang, sedangkan allometrik negative diartikan bahwa pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan bobot. persamaan pertumbuhan Von Bertalanffy Ikan Tongkol Krai di perairan Kusamba yaitu Lt = 50.00 [1-e-0.31(t+0.4658)] dengan nilai panjang asimtotik Ikan Tongkol Krai sebesar 50.00 cmFL; koefisien pertumbuhan sebesar 0.31/tahun; dan umur saat panjang sama dengan 0 sebesar -0.4658.
Impact of Implementing Ex-Foreign Ship Moratorium Policy on Tuna Fishing Business in Benoa, Bali I Ketut Wija Negara; Pande Gde Sasmita Julyantoro; Endang Wulandari Suryaningtyas; Made Ayu Pratiwi; Salman Mokoginta; Nu&#039;man Najib; John Lynham
Advances in Tropical Biodiversity and Environmental Sciences Vol. 8 No. 1 (2024): February 2024: Pages 1-57
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University (LP2M Universitas Udayana)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ATBES.2024.v08.i01.p01

Abstract

Regulation of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries number 56 of 2014 and Regulation of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries number 10 of 2015 help realize responsible fisheries management and combat Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing in Fisheries Management Area of ​​the Republic of Indonesia (WPP NRI). The policy of temporarily stopping permits (moratorium) for ships manufactured overseas (ex-foreign vessels) directly impacts fishermen working on ex-foreign vessels in the form of reduced income to loss of livelihoods. The research used a retrospective approach where policy analysis is carried out on the consequences of a policy after the policy is implemented. It is usually referred to as an evaluative analysis model, so it is expected to produce information that can improve the quality of the policies implemented by the government. The study aimed to determine the moratorium's impact on capture fisheries licensing on business activities, especially on fishing effort, catch per unit effort (CPUE), and socioeconomic conditions of fisheries at Benoa Harbor, Bali. This research was conducted from March to October 2022 in the Benoa Harbor Area, Bali. The data in this study were obtained from observation, interviews, questionnaires, and literature/document studies. The moratorium policy for ex-foreign vessels, followed by a ban on transshipment, significantly changed the pattern of trade, particularly for tuna, which was dominated initially by fresh tuna to frozen tuna with a lower value. The longline catches are dominated by Thunnus alalunga, followed by Thunnus maccoyii, Thunnus albacares, and Thunnus obesus. The total of ships in 2014 was 915 units, and only 246 ships remained in 2018. The significant decrease in fish landings in 2015-2017 is a real impact of the moratorium on ex-foreigners in Benoa. The results of the data analysis show that in 2014 the number of attempts was 2,264, which continued to decline until 2018, with only 697 trips.
Structure Community of Endoparasites in Bullet Tuna Auxis thazard Lacepède, 1800 From Amed, Bali Endang Wulandari Suryaningtyas; Made Ayu Pratiwi; Amayliana Ajeng Nastiti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.13184

Abstract

Fish parasites represent a major part of aquatic biodiversity, and consequently affect the environment directly or indirectly through their hosts. The high prevalence of parasitic infections contributes to growth disorders and affects ecosystem dynamics. Parasites can manipulate host behavior, thereby increasing their vulnerability to predation.   A. thazard samples were obtained directly from Amed fishermen. The size of the tuna used ranged from to 20-30 cm/head, with a total of 30 fish. Samples were preserved in ice, placed in a cool box, and then brought to the Fisheries Science Laboratory, Faculty of Marine and Fisheries for parasitic worm examination. The results of this study, it can be concluded that the types of endoparasites found in this study:  Anisakis sp., Rhadinorhynchus sp., and Hemiurus sp., had prevalence values ranging from 18,3-26,6%, intensities ranging from 3.3-23.3 ind/fish, abundance values ranging from 0.61 to 5.8 ind, diversity indices ranging from 0.19 to 0.32 in the low category, and uniformity values ranging from 1,17 to 1.97 in the high category from 30 samples of Auxis thazard Lacepède, 1800 obtained from Amed.