Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : TEKNO

Karakteristik Pelaku Perjalanan Dalam Memilih Rute – Studi Kasus : Jl. Manado - Airmadidi Masinambow, Christmas E. L.; Rompis, Semuel Y. R.; Sendow, Theo K.
TEKNO Vol 16, No 69 (2018): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidaktentuan perilaku pelaku perjalanan dalam memilih rute mempunyai banyak variasi yang perlu dipertimbangkan, faktor utama ketidaktentuan adalah persepsi pengguna jalan terhadap pemilihan rute perjalanan.. Pemerintah Republik Indonesia telah memutuskan untuk membangun jalan tol Manado Bitung yang sekarang ini dalam proses pembangunan, dan disebelah utara jalan nasional Manado Bitung telah dibangun jalan yang diberi nama jalan Sukarno, dengan adanya tiga rute jalan yang akan ditempuh dari Manado-Airmadidi tentunya para pelaku perjalanan dapat memilih rute perjalanannya. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik serta variabel yang mempengaruhi pelaku perjalanan dalam memilih rute dari Manado ke Airmadidi atau sebaliknya. Penelitian ini dilakukan pada 200 responden. Karakteristik repondennya 50% responden berumur 21-25 tahun, 55% responden berjenis kelamin perempuan dan 45% responden berjenis kelamin laki-laki, 36% responden berpenghasilan Rp.2.500.000,- sampai Rp.5.000.000,-, 40% responden pekerjaannya adalah PNS/TNI/POLRI. Berdasarkan hasil pengujian dengan analisis data regresi multinomial logistik kategori jalan nasional, variabel waktu tempuh yang ditujukan pada logit 1 berpengaruh siginifikan terhadap keputusan pemilihan rute jalan sukarno dibanding jalan nasional dengan p-value 0.003≤0.005, dan pada logit 2 variabel waktu tempuh berpengaruh siginifikan terhadap keputusan pemilihan rute jalan tol Manado Bitung dibanding jalan nasional dengan p-value 0.001≤0.005 kemudian variabel kemacetan yang ditunjukan pada logit 1 berpengaruh siginifikan terhadap keputusan pemilihan rute jalan sukarno dibanding jalan nasional dengan p-value 0.00≤0.005, dan pada logit 2 variabel kemacetan berpengaruh siginifikan terhadap keputusan pemilihan rute jalan tol Manado Bitung dibanding jalan nasional dengan p-value 0.000≤0.005.
Evaluasi Kinerja Operasional Pelabuhan Manado Uguy, Clinton Yan; Sendow, Theo K.; Rumayar, Audie L. E.
TEKNO Vol 13, No 64 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Laut Manado merupakan prasarana transportasi laut yang memegang peranan dan fungsi yang penting dalam roda transportasi di daerah Sulawesi Utara. Hal ini disebabkan karena pelabuhan Laut Manado berada di kota Manado sebagai pusat kegiatan pemerintahan, perdagangan, dan pariwisata di Sulawesi Utara. Dan berdasarkan data pada tahun 2008 permasalahan utama pelabuhan Manado adalah pendangkalan kolam pelabuhan dan keadaan dermaga yang tidak lagi memadai sehingga memperburuk arus bongkar muat barang dan pemanfaatan fasilitas sarana penunjang pelabuhan yang tidak efisien lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja operasional pelabuhan Manado sepanjang tahun 2014, dan menilai secara objektif sejauh mana kinerja pelabuhan Manado saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan dan mengolah data operasional pelabuhan Manado selama tahun 2014. Evaluasi dilakukan berdasarkan kegiatan operasional pelabuhan laut Manado antara lain adalah kinerja arus kapal, kinerja arus bongkar muat barang, kinerja pemanfaatan fasilitas dan sarana penunjang Pelabuhan. Dan tinjaun penilaian kinerja Pelabuhan Laut Manado berdasarkan Realisasi dibandingkan dengan Standarisasi dari PT. Pelindo IV cabang anado. Dari hasil perhitungan, diperoleh bahwa  Kinerja Arus Kapal Pelabuhan Manado  masih cukup. Sedangkan untuk Kinerja arus bongkar muat barang dan Kinerja pemanfaatan fasilitas dan sarana penunjang Pelabuhan sudah tergolong baik. Namun dari evaluasi yang dilakukan dalam penelitian ini diperoleh bahwa masalah utama kinerja pelayanan Pelabuhan Manado terletak pada pendangkalan kolam pelabuhan, dan keadaan dermaga yang tidak lagi memadai, serta dermaga sementara harus segera dimanfaatkan dengan baik. Kata  kunci : pelabuhan manado, evaluasi, kinerja, realisasi, standarisasi
Evaluasi Geometrik Pada Ruas Jalan Batas Kota Manado – Kota Tomohon Nomor Ruas 006 Untuk Segmen STA 17+000 – STA 21+000 Hermi R. A. Gultom; Mecky R. E. Manoppo; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

membuat tingkat penggunaan transportasi darat meningkat dikarenakan sebagian besar aktivitas tersebut dilakukan di darat. Jalan merupakan salah satu prasarana yang sangat dibutuhkan untuk menunjang keberlangsungan aktivitas-aktivitas tersebut. Ruas Jalan Batas Kota Manado – Kota Tomohon jika dilihat secara visual memiliki bentuk tikungan tajam atau berjari-jari kecil, yang kurang dari Rmin = 110 m sebagaimana yang ditetapkan oleh Bina Marga Tahun 2020 untuk Jalan Arteri dengan Vr = 60 km/jam. Jalan dengan tikungan berjari-jari kecil dapat membuat pengguna jalan tidak nyaman dan tidak aman, dikarenakan jarak pandang yang juga pendek. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memberikan evaluasi terhadap kondisi geometrik jalan eksisting dan mendesain ulang geometrik jalan yang sesuai dengan standar Bina Marga Tahun 2020. Data-data topografi diperoleh langsung dari lokasi penelitian dengan menggunakan alat Theodolite, kemudian hasilnya dimasukkan ke program Autocad Civil 3D 2021 yang sebelumnya sudah diolah menggunakan Microsoft Excel. Dari hasil penelitian diperoleh 30 tikungan eksisting dengan radius kurang dari Rmin (110 m), 1 tikungan lebih dari Rmin untuk Vr = 60 km/jam. Perhitungan perencanaan ulang geometrik jalan diperoleh 6 tikungan dengan tipe Spiral-Circle-Spiral dengan hasil perencanaan ulang, yaitu R1 = 115 m, R2 = 120 m, R3 = 140 m, R4 = 200 m, R5 = 205 m, R6 = 115 m, g = 5,82%, volume galian = 532.845,7m3 dan volume timbunan = 86.709,05 m3. Kata kunci – geometrik jalan, Autocad Civil 3D, alinyemen horizontal, alinyemen vertikal, jalan nasional
Studi Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Dengan Metode Mekanistik Empiris Prof.Ir. Aloysius Tjan, Ph.D Dibandingkan Dengan Metode Bina Marga 2017 Dimas F. Robot; Lucia G. J. Lalamentik; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan jalan sangatlah diperlukan untuk menunjang laju pertumbuhan ekonomi, agrikultur dan sector lainnya. Untuk menjamin agar pembangunan jalan mampu memberikan pelayanan yang aman dan nyaman, maka perlu dilakukan perencanaan konstruksi perkerasan. Studi Literatur dilakukan untuk membandingkan nilai tebal perkerasan lentur dan umur layanan jalan dari desain perkerasan lentur dengan dua metode yang berbeda.  yaitu metode Manual Desain Perkerasan Jalan Bina Marga 2017 dan Metode Mekanistik Empiris Prof. Ir. Aloysius Tjan, PH.D. Kedua metode memiliki perbedaan parameter seperti pada Metode Mekanistik Empiris Prof. Ir. Aloysius Tjan, Ph.D yaitu Ec, Et, Nd, dan Nf, namun juga memiliki parameter-parameter yang saling berkaitan seperti beban lalulintas, CBR dan tebal lapis perkerasan. Hasil perbandingan tebal perkerasan antara metode Bina Marga 2017 dan metode Mekanistik Empiris Prof. Ir. Aloysius Tjan, Ph.D menunjukan bahwa secara keseluruhan metode Bina Marga 2017 lebih kecil ukuran nya . Kata kunci – Bina Marga 2017, mekanistik empiris, perkerasan lentur
Analisa Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Pada Ruas Jalan Batas Kota Tondano–Tomohon Dengan Nomor Ruas 028 Nathanael Pieter Siriwa; Theo K. Sendow; Mecky R. E. Manoppo
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Tondano – Tomohon merupakan jalan arteri primer dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam hal mendukung pertumbuhan guna meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengevaluasi dan monitoring kondisi lapangan secara visual terhadap standar teknis untuk setiap komponen teknis, meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada ruas jalan Tondano – Tomohon untuk STA 0+000 – STA 8+375 dan dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang artinya jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis laik fungsi jalan namun masih mampu memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik dioperasikan untuk umum dengan syarat harus dilakukan Perbaikan teknis pada ruas jalan tersebut, seperti perbaikan serta pemeliharaan rutin terhadap setiap komponen pengujian yang dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS). Kata kunci – Uji Laik Fungsi, perbaikan, analisa, ruas jalan batas kota Tondano–Tomohon.
Analisis Geometrik Jalan Pada Ruas Jalan Tondano–Suluan STA 0+000–STA 3+000 David W. Rambitan; Lucia G. J. Lalamentik; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan raya Tondano - Suluan merupakan sebagian jalan yang menghubungkan    Kota Tondano sebagai ibukota kabupaten Minahasa dengan Kota Manado. Ruas jalan ini berada pada 3 desa yakni desa Kembuan dan Kembuan satu kecamatan Tondano Barat dan desa Suluan Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa.  Kondisi geometrik ruas jalan ini menurut pengamatan peneliti, belum memenuhi standar geometrik jalan untuk jalan kolektor primer dengan volume lalu lintas sedang dengan kecepatan 30 km/jam - 70 km/jam. Ruas jalan Tondano Suluan mempunyai banyak tikungan dengan radius kecil dan jarak antar tikungan yang berdekatan. Kondisi geometrik jalan dengan radius tikungan yang kecil serta jarak antar tikungan berdekatan menyebabkan ketidak nyamanan pengguna jalan, sehingga diperlukan perbaikan geometrik. Pengambilan data kondisi geometrik dilakukan dengan melakukan pengukuran menggunakan alat ukur total station dan GPS. Data yang diperoleh adalah data koordinat dan data elevasi.  Data hasil pengukuran di lapangan selanjutnya diolah/dianalisis menggunakan Microsoft excel. Hasil analisis dengan Microsoft excel diimport ke program autocad Civil 3D 2019 untuk dianalisis selanjutnya guna menghasilkan gambar geometrik geometrik jalan eksisting dan hasil perencanaan beserta analisis cut and fill. Kondisi tikungan eksisting ruas jalan Tondano – Suluan dengan panjang 3 km terdapat 21 tikungan, dimana 19 lengkung tidak memenuhi syarat jari-jari minimum yang disyaratkan oleh Dirjen Bina Marga untuk jalan kolektor primer dengan kecepatan rencana 60 km/jam yaitu 130 m (Pedoman Desain Geometrik Jalan, Bina Marga 2021). Parameter-parameter lain seperti jarak antar lengkung, superelevasi, jarak pandang serta kelandaian juga belum memenuhi syarat perencanaan geometrik jalan. Hasil perencanaan kembali menghasilkan trase jalan sepanjang 3.176,5488 m, dengan 8 lengkung horizontal dan 3 lengkung vertikal. Kata kunci – Geometrik, Lengkung Horizontal, Lengkung Vertikal, Jalan Kolektor Primer
Pemanfaatan Abu Serbuk Serabut Kelapa Sebagai Bahan Tambah Pada Campuran Aspal Beton (AC-BC) Terhadap Nilai Pengujian Marshall Winardi M. F. Sumardi; Lucia G. J. Lalamentik; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya volume lalu lintas kendaraan, berakibat pada peningkatan beban kendaraan, hal ini sering menjadi penyebab kondisi jalan mengalami kerusakan, akibat kondisi jalan yang buruk sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat. Selain faktor beban kendaraan yang lebih besar dari kapasitas beban sehingga terjadi kerusakan, faktor iklim dan cuaca juga sangat berpengaruh pada kekuatan, keawetan, maupun ketahanan lapiran perkerasan jalan. Lapisan perkerasan jalan yang menggunakan aspal sebagai perkerasan lentur yang umum digunakan dan bersifat structural adalah Lapisan Aspal Beton (Laston) Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu serbuk serabut kelapa sebagai substitusi pada agregat halus dalam campuran Laston AC-BC. Pertama dicari terlebih dahulu nilai kadar aspal optimum tanpa penambahan abu serbuk serabut kelapa dan dilanjutkan pembuatan benda uji dengan kadar aspal optimum dengan bahan tambah abu serbuk serabut kelapa untuk mendapatkan variasi kadar abu serbuk serabut kelapa yang optimal dengan melakukan pengujian marshall. Dari Hasil Pengujian yang dilakukan, kadar aspal optimum yang sesuai spesifikasi Umum Bina Marga tahun 2018 dengan campuran Laston AC-BC didapat 7 %. Lalu agregat halus disubstitusi dengan bahan tambah abu serbuk serabut kelapa dengan variasi 2 %, 4 %, dan 6 %. Dari hasil penambahan abu serbuk serabut kelapa didapat variasi optimal kadar abu serbuk serabut kelapa sebesar 4,05 %. Maka campuran Laston AC-BC dengan kadar aspal 7 % ditambah kadar abu serbuk serabut kelapa 4,05 % serta menggunakan aspal pertamina 60/70 mendapat hasil pengujian Marshall yang telah memenuhi spesifikasi Umum Bina Marga tahun 2018. Kata kunci – abu serbuk serabut kelapa, Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC), substitusi agregat halus, spesifikasi umum Bina Marga 2018, pengujian Marshall
Uji Laik Fungsi Jalan Secara Teknis Pada Ruas Jalan Nasional Kauditan – Batas Kota Bitung Sulawesi Utara Kindangen, Natalia V.; Sendow, Theo K.; Waani, Joice E.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59022

Abstract

Ruas jalan Kauditan – Batas Kota Bitung merupakan jalan arteri primer dan salah satu akses jalan utama yang menghubungkan kota Bitung dan Kota Manado serta daerah lain di sekitarnya. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelaikan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Uji kelaikan fungsi teknis jalan dilakukan dengan metode survei kondisi jalan yang ada kemudian dibandingkan dengan standar teknisnya sesuai dengan peraturan yang berlaku seperti yang tercatat dalam peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11/PRT/M/2010 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 19/PRT/2011. Aspek teknis yang diuji meliputi: (1) teknis geometri jalan; (2) teknis struktur perkerasan jalan; (3) teknis struktur bangunan pelengkap jalan; (4) teknis pemanfaatan ruang bagian – bagian jalan; (5) teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas; (6) teknis perlengkapan yang terkait langsung dengan pengguna jalan; (7) teknis perlengkapan yang tidak terkait langsung dengan pengguna jalan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa ruas jalan Kauditan – Batas Kota Bitung termasuk dalam kategori Laik Fungsi Bersyarat (LS) yang artinya jalan tersebut Sebagian memenuhi persyaratan teknis laik fungsi jalan namun dapat memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik digunakan untuk kebutuhan operasional di daerah tersebut dengan syarat harus dilakukan perbaikan teknis pada ruas jalan tersebut seperti perbaikan dan pemeliharaan rutin pada komponen – komponen pengujian yang dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS). Kata kunci: uji laik fungsi, persyaratan teknis, perbaikan, analisa, ruas jalan Kauditan – Batas Kota Bitung
Co-Authors Alelo, Ivana Junia Appi Yamsos Solossa Armin Lumban Toruan Audie L. E. Rumajar Audie L. E. Rumayar Benjamin, Hendry Samuel Bolung, Ayuni Laurentia Bongso, Shofian E. H. Cindy Irene Kawulur Clinton Yan Uguy, Clinton Yan Dandel, Randy David W. Rambitan Dhewanty Rahayu Puteri, Dhewanty Rahayu Diah Anggraeni Damiyanti Masalle, Diah Anggraeni Damiyanti Dimas F. Robot Dwijayanto Pribadi Elisabeth Lintong Febrina Ishak Syahabudin, Febrina Ishak Fergianti Suawah, Fergianti Ferry Yakob, Ferry Freddy Jansen Freyti Silvia Mawu, Freyti Silvia Giroth, Mega Indah Hasibuan, Lamrumenta Marianti Herman Rauf, Herman Hermi R. A. Gultom Ignatius Tri Prasetyo Samponu, Ignatius Tri Prasetyo James A. Timboeleng Jefferson Longdong Joice E. Waani Jori George Kherel Kastanya Joy Andre Dio Mosey Julia Astuti Djumati Jurike Ireyne Toar Kairupan, Liani Anggreini Katihokang, Meila Femina Kiding Allo, Agatha Desiwanty Kindangen, Natalia V. L. J. Undap Lalamentik, Lucia G. J. Lendy Arthur Kolinug Lexie F. Kereh Liando, Stanley Lintong Elisabeth Lucia G. J. Lalamentik Lucia G. J. Lalamentik M. J. Paransa Manangi, Sri Rachmila Manguande, Jeisya Manoppo, Cheryl N. Manoppo, Mecky R. Mantiri, Cynthia Claudia Masinambow, Christmas E. L. Mecky R. E. Manoppo Meggie Huwae, Meggie Natal Pangondian Siagian Junior, Natal Pangondian Nathanael Pieter Siriwa Novita Lucia Senduk Olivia Rosalyn Marpaung Oscar H. Kaseke Paat, Geraldo Niki Imanuel Palenewen, Steve Ch. Pandeiroth, Jerivo Pangerapan, Monica Linny Pasiak, Imanuel S. Praycilia Inri Badar Priskila Gedoa Tamila Romauli, Theresia Dwiriani Royke Limpong, Royke Rumondor, Eko Randy Rusdianto Horman Lalenoh, Rusdianto Horman Safitra, Putri Angelia Samuel A. R. Warouw Sangkertadi , Sangkertadi Sembung, Nadya Tesalonika Semuel Y. R. Rompis, Semuel Y. R. Sinaga, Lerinsah Steve Ch. N. Palenewen Sweetly Manopo Tambajong, Brenda E. Taufan Guntur Stallone Merentek, Taufan Guntur Stallone Tawalujan, Kevin Filindo Timpal, Greyti S. J. Toding, Risman Bismar Tombeg, Charlie Valentino Untu, Viena Mia Gratia Untung, Evangelina Viandany Zulfian Muslim Vrisilya Bawangun, Vrisilya Winardi M. F. Sumardi Wowor, Flandieh S. E. Yauri, Ricky