Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Zero-Waste Kebaya Design: Integrating the ‘FRANGIPANI’ Method to Enhance Sustainability and Utilize Leftover Lace Faradillah Nursari; Regina Simamora M; Arini Arumsari
PANGGUNG Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i3.3211

Abstract

ABSTRACT The kebaya, a traditional Indonesian garment, has evolved to incorporate lace fabric in its design. However, traditional cutting and sewing methods may result in fabric waste, contributing to environmental degradation. Regarding this, the study seeks to develop a zero-waste model for kebaya that utilizes leftover lace, preserving its cultural significance while reducing environmental impact. Thus, the research proposes the FRANGIPANI method, a structured approach consisting of ten systematic stages of the design process that can minimize textile waste and promote sustainability in Kebaya production. This method aims to enhance organization and implementation in the production of kebaya while respecting Indonesia’s rich cultural heritage. The primary goal of this research is to identify a more efficient pre-production system that minimizes textile waste. By focusing on sustainable practices, the research explores the potential for redesigning kebaya into a zero-waste model that utilizes leftover lace, thereby preserving its artistic value while promoting environmental sustainability. Keywords: FRANGIPANI, Kebaya, Lace, Waste, Zero Waste Patter
PENERAPAN METODE UPCYCLE DENGAN MENGOLAH LIMBAH DENIM SISA PRODUKSI KONFEKSI WARUNG JEANS Dzahabiyyah, Rifa; Arumsari, Arini; Putri, Shella Wardhani
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tren fashion sering kali menjadi pemicu untuk produksi yang besar danmenghasilkan limbah dalam industri tekstil. Perputaran tren fashion itu juga terjadikarena fenomena fast fashion yang terus mengikuti keinginan pasar untuk memproduksidalam kuantitas besar. Salah satunya pada pembuangan produk denim dalam bentuk sisaproduksi dan masa akhir dalam pemakainnya pun terus berkembang dan bertambahdipembuangan akhir. Seperti beberapa konfeksi rumahan yang terdapat di Jalan Tamimmemproduksi produk denim salah satu konfeksi rumahan yang berada di jalan tamimbernama Warung Jeans juga memiliki limbah sisa produksi denim yang tidak diolah.Pengolahan limbah kain dapat dimaksimalkan menggunakan metode upcycle untukmenaikan nilai, estetika, ekonomi, dan fungsional dengan teknik manipulation fabricberupa slashing dan patchwork dengan mengoptimalkan limbah menjadi material kainpada busana ready to wear deluxe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif denganpengumpulan data berupa studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi padalimbah kain sisa produksi konfeksi Warung Jeans. Kata Kunci: upcycle, limbah denim, manipulation fabric
PENGOLAHAN LIMBAH KAIN PERCA PADA KONFEKSI DIMY ATELIER DENGAN METODE UP- CYCLE Fadhiya, Cut; Arumsari, Arini; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Industri fashion telah berkembang pesat di Indonesia, terbukti dengan tingginyaminat dan permintaan konsumen yang mendorong banyaknya produksi busana setiapmusimnya. Namun, perkembangan ini turut menyumbang peningkatan limbah tekstilyang signifikan setiap tahun. Limbah tekstil, termasuk kain perca sisa produksi, seringkalitidak diolah dengan baik, sehingga menumpuk dan mengganggu efisiensi ruang produksi,seperti yang terjadi di konfeksi Dimy Atelier. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkanlimbah kain perca di Dimy Atelier melalui metode upcycle untuk meningkatkan nilaiestetika, ekonomi, dan fungsional dari limbah tersebut. Teknik fabric manipulation,khususnya layering, diterapkan untuk menciptakan dimensi dan tekstur baru padamaterial kain yang diolah. Selain itu, penelitian ini menghasilkan produk fashion berupabusana ready to wear deluxe. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metodekualitatif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara, observasi, daneksplorasi. Kata kunci: fabric manipulation, limbah kain, upcycle
PEMANFAATAN LIMBAH DENIM SISA PRODUKSI DENGAN MENERAPKAN METODE UPCYCLE Syihab, Nadira Zahra; Arumsari, Arini; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

berdasarkan tren yang terus berubah disetiap tahunnya membuat tingginya minat serta permintaan masyarakat terhadap produk fashion. Penggunaan produk fashion yang terjadi memanfaatkan berbagai jenis kain termasuk denim, karena material denim menjadi salah satu material yang mendominasi mayoritas masyarakat di dunia. Penumpukan limbah yang terjadi tidak hanya terjadi pada industri besar saja tetapi terjadi juga pada industri rumahan terutama pada konfeksi denim. Pengolahan limbah tersebut dapat dilakukan dengan metode upcycle sehingga dapat menaikkan nilai estetika, ekonomi, serta fungsional. Penggunaan metode upcycle dapat dilakukan dengan cara menerapkan teknikLsurface textile design. Penelitian ini menggunakanLmetode kualitatif berupa pengumpulan data yaitu studi literatur,Lobservasi, wawancara, dan eksplorasi. Berdasarkan metode penelitian yang dilakukan, ditemukannya peluang untuk mengembangkan limbah yang dihasilkan dari produksi konfeksi Warung Jeans dengan menerapkan teknik surface textile design berupa patchwork dan fabric manipulation untuk menghasilkan tiga look busana wanita dengan tujuan dapat membuat perputaran baru terhadap limbah yang dihasilkan pada industri rumahan tersebut. Kata kunci: upcycle, limbah denim, patchwork, fabric manipulation.
PEMANFAATAN LIMBAH KAIN KONFEKSI ANASTASYA MODISTE MENGGUNAKAN METODE UPCYCLE DENGAN TEKNIK BORO STITCHING Sakinah, Mutiara; Arumsari, Arini; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri fashion berkembang pesat di Indonesia, tingginya minat dan permintaan konsumen dalam bidang fashion membuat industri fashion berlomba-lomba menarik minat konsumen dengan menghadirkan berbagai macam koleksi busana terbaru setiap musimnya. Hal tersebut berdampak pada limbah hasil industri fashion. Limbah industri fashion mengalami peningkatan pada setiap tahunnya, dikarenakan tidak diolah secara optimal serta produksi masal yang dilakukan oleh industri fashion. Terdapat penumpukan limbah kain sisa produksi yang dibiarkan pada ruang pola, limbah kain tersebut merupakan suatu permasalahan karena mengganggu volume ruangan di konfeksi Anastasya Modiste. Pengolahan limbah kain dapat dimaksimalkan menggunakan metode upcycle untuk menaikan nilai, estetika, ekonomi, dan fungsional dengan teknik surface textile design berupa boro stitching yaitu penambalan permukaan kain, serta penambahan teknik fabric manipulation untuk mengubah suatu tampilan atau bentuk dari kain yang akan diaplikasikan sebagai dekorasi pada busana ready to wear deluxe berupa dress. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data berupa studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi pada limbah kain sisa produksi konfeksi Anastasya Modiste. Kata kunci: limbah kain, up-cycle, boro stitching.
PENERAPAN METODE UPCYCLE MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH KEBAYA DEFECT DAN LIMBAH KAIN BROKAT DENGAN INSPIRASI KINTSUGI Salsabila, Aliya Risqi; Arumsari, Arini; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan trend fashion yang cepat menyebabkan busana tradisional seperti kebaya ditinggalkan. Hal ini disebabkan karena minimnya pilihan kebaya modern berkualitas baik di pasaran, termasuk di Rumah Kebaya Neng Lina yang masih memproduksi kebaya lawas dan tidak luput dari produk defect. Di sisi lain, saat ini kebaya hanya digunakan di acara formal sehingga menyebabkan kesan eksklusivitas terhadap penggunaan kebaya. Lebih lanjut, hal ini menyebabkan masyarakat cenderung memilih untuk membuat kebaya dengan sistem custom-made sehingga membuat limbah kain sisa produksi kebaya menumpuk dan tidak terorganisasi, termasuk di Konfeksi Kebaya Susan. Penelitian ini menerapkan Kintsugi, sebuah seni memperbaiki keramik asal Jepang, sebagai inspirasi karena terdapat kesamaan nilai kandungan antara kebaya dan Kintsugi yakni nilai kealamiahan serta nilai kesederhanaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat produk fashion baru berupa kebaya modern dari hasil pengolahan limbah kebaya defect pada Rumah Kebaya Neng Lina dan limbah kain brokat pada Konfeksi Kebaya Susan dengan menggunakan metode kualitatif, analisis, serta eksplorasi. Kata kunci: brokat, kebaya, kintsugi, limbah tekstil, upcycle fashion
EKSPLORASI KAIN SISA BERBAHAN SERAT SINTETIS MELALUI METODE UPCYCLING MENGGUNAKAN TEKNIK SMOCKING UNTUK PRODUK FASHION Maharani, Alvina Putri; Arumsari, Arini; Putri, Shella Wardhani
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri fashion menyumbang banyak limbah tekstil, terutama dari kain berbahan seratsintetis yang sulit terurai. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dengancara mengolah limbah kain sisa produksi dari Amore Mio Studio dan Hanna Kebayamenggunakan metode upcycling. Teknik utama yang digunakan adalah smocking untukmenciptakan efek tekstur tiga dimensi. Bahan seperti satin, brokat, organza, taffeta, dan tulledipilih karena mendukung proses manipulasi kain secara visual dan struktural. Metode yangdigunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, observasi, wawancara, daneksplorasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kain sisa dapat diberi fungsi baru danmenjadi bagian penting dalam desain busana, terutama dalam struktur dan tampilan akhirnya.Tekstur yang dihasilkan dipengaruhi oleh karakter kain, dan paling baik diterapkan pada kainberukuran besar. Secara keseluruhan, metode ini mendukung prinsip fashion berkelanjutankarena membantu mengurangi limbah dalam industri fashion.Kata kunci: limbah kain sisa, serat sintetis, smocking, upcycling
PENERAPAN METODE UPCYCLE DENGAN PENGOLAHAN LIMBAH KAIN SERAT ALAMI MENGGUNAKAN TEKNIK WET FELTING DAN BORO Afifi, Hana Aulia; Arumsari, Arini; Larissa, Tiara
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri fashion merupakan sektor industri kreatif terbesar kedua di Indonesiadengan potensi perkembangan yang tinggi. Namun, di balik potensi tersebut, terdapatpermasalahan lingkungan, terutama limbah kain serat alami pascaproduksi yang belumdikelola secara optimal. Seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isukeberlanjutan, minat terhadap fashion ramah lingkungan juga berkembang. Penggunaankain berbahan serat alami sebagai material ramah lingkungan justru menimbulkantantangan baru, yaitu pengelolaan limbah sisa produksinya yang belum optimal. Salahsatu contoh kasus terjadi di Toko Encit Bandung, yang memproduksi kain serat alami danmenghasilkan limbah pascaproduksi yang cukup besar. Pemanfaatan limbah tersebutmasih belum optimal dan tidak sebanding dengan jumlah yang dihasilkan. Penelitian inibertujuan mengolah limbah tersebut melalui metode upcycle dengan teknik wet feltingdan boro. Fokus perancangan adalah menciptakan lembaran kain baru melalui eksplorasitekstur, warna, dan bentuk untuk dikembangkan menjadi produk fashion. Metodepenelitian menggunakan pendekatan kualitatif, mencakup studi literatur, observasi,wawancara, dan eksperimen material. Hasil menunjukkan bahwa penerapan metodeupcycle menggunakan teknik wet felting dan boro efektif dalam mengolah sertamengurangi limbah kain serat alami menjadi produk busana outerwear. Penelitian inidiharapkan dapat menjadi alternatif solusi pengelolaan limbah tekstil dengan metodeupcycle yang menghasilkan produk yang estetis, ekonomis, dan fungsional.Kata kunci: Limbah Kain, Kain Serat Alami, Upcycle, Wet Felting, Boro
PENGOLAHAN LIMBAH KAIN SERAT SINTETIS DENGAN TEKNIK HOT TEXTILE DAN MANIPULATING FABRIC UNTUK PRODUK FASHION Salma, Nisrina Hafizha; Arumsari, Arini; Wardhani, Shella
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan industri fashion turut memengaruhi industri bridal, khususnyadalam produksi busana pengantin yang kerap menggunakan material berbahan seratsintetis. Namun, tingginya permintaan dan pengelolaan limbah yang belum optimalmenyebabkan penumpukan limbah kain, seperti yang dialami oleh rumah produksi AmoreMio dan Hanna Kebaya. Penelitian ini menerapkan metode upcycle sebagai solusipengolahan limbah, dengan tujuan meningkatkan nilai estetika dan fungsional melaluikombinasi teknik hot textile dan manipulating fabric. Teknik hot textile memanfaatkanpanas untuk menciptakan tekstur menarik dari serat sintetis yang sensitif terhadap suhutinggi. Sementara itu, teknik manipulating fabric digunakan untuk memaksimalkanpemanfaatan limbah berukuran kecil dan mengurangi potensi terbentuknya limbah baru.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, melalui studi literatur, observasi kerumah produksi, dan wawancara dengan pihak terkait. Eksplorasi dilakukan denganmenguji kombinasi teknik secara langsung pada kain limbah. Hasil dari penelitian iniberupa busana outerwear dengan aplikasi teknik hot textile dan manipulation fabricsebagai inovasi dalam pengolahan limbah tekstil.Kata kunci: Limbah Kain, Upcycle, Serat Sintetis, Hot textile, Manipulating fabric
UPCYCLING SISA KAIN SINTETIS MENGGUNAKAN PROSES HEAT SETTING UNTUK MENGHASILKAN TEKSTUR PADA PRODUK FASHION Pratama, Jesicca Marzela Kurnia; Arumsari, Arini; Putri, Shella Wardhani
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan industri fashion memicu peningkatan limbah tekstil, khususnyadari serat sintetis yang sulit terurai. Amore Mio Studio dan Hanna Kebaya menghadapipermasalahan penumpukan sisa kain sintetis yang belum terkelola secara optimal.Penelitian ini bertujuan mengolah sisa kain tersebut melalui metode upcycling denganproses heat setting menggunakan teknik perebusan dan pengikatan shibori untukmenciptakan tekstur kain baru yang bernilai secara estetika dan fungsional. Denganpendekatan kualitatif, dilakukan studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi.Hasil menunjukkan bahwa metode ini mampu meningkatkan nilai guna sisa kain,menghasilkan tekstur yang dipengaruhi karakter kain, dan efektif pada lembaran besar.Material hasil olahan diaplikasikan dalam desain busana sebagai elemen struktural danvisual. Penelitian ini membuktikan bahwa sisa kain sintetis berpotensi menjadi materialinovatif yang mendukung prinsip desain berkelanjutan dan berkontribusi dalampengurangan limbah industri fashion.Kata kunci: heat setting, limbah kain sisa sintetis, tekstur kain, upcycling