Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PERANCANGAN PRODUK FASHION BERBAHAN KAIN SISA SERAT ALAM DENGAN METODE UPCYCLE DAN TEKNIK MANIPULATING FABRIC Adn, Ghaniy Nur Isnaeni; Arumsari, Arini; Larissa, Tiara
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri fashion tengah dihadapkan pada persoalan serius terkaitpengelolaan limbah tekstil, khususnya limbah kain serat alam dari sisa produksi yangsering kali terabaikan dan tidak dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian inibertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut dengan mengeksplorasi metodeupcycle menggunakan pendekatan teknik manipulating fabric sebagai strategiperancangan produk fashion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasispraktik perancangan, dengan material utama berupa kain sisa berbahan katun, linen,rayon, dan tencel. Eksplorasi terhadap teknik manipulating fabric seperti patchwork,ruffles, dan slashing menghasilkan rancangan busana yang menghadirkanpeningkatan nilai estetika sekaligus memperkaya fungsi produk. Tujuan daripenelitian ini adalah menciptakan produk fashion dari kain sisa yang sudah tidakterpakai dengan menggunakan metode upcycle dan teknik manipulating fabricsebagai bagian dari proses desain, penelitian ini berusaha mengurangi limbah tekstildan menghasilkan karya busana wanita sebagai hasil akhirnya. Kesimpulan daripenelitian ini sebagai salah satu pendekatan dalam pengembangan desain yangmempertimbangkan aspek lingkungan, serta membuka kemungkinan baru dalampemanfaatan limbah tekstil.Kata kunci: Kain serat alam, Upcycle, Manipulating Fabric
PERANCANGAN MOTIF KOLEKSI BIRTHDAY DAN INDEPENDENCE DAY PADA BRAND HIJABCHIC Az-zahra, Fakhrina Fadhilla; Arumsari, Arini; Yuningsih, Sari
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fashion merupakan salah satu sub sektor yang paling besar di industri kreatif, dilihatdari data ekonomi kreatif outlook saat ini, fashion berada pada urutan ketiga sub sektor ekonomikreatif yang memiliki potensi terbesar untuk mengalami pertumbuhan tercepat di Indonesia.Salah satu segmen fashion yang telah mengalami perkembangan cukup pesat adalah busanamodest. HijabChic merupakan salah satu brand modest yang turut berkembang dalam industrimodest fashion di Indonesia. Perancangan motif pada brand HijabChic ini dilakukan dalamskema Project Design yaitu program yang dilakukan dengan perusahaan fashion, melaluiketerlibatan langsung dalam proses kreatif, produksi, dan pemasaran busana ready-to-wear.Project Design yang dilakukan dalam riset ini bertujuan untuk merancang komposisi motifsebagai elemen dekoratif yang diterapkan pada koleksi busana HijabChic Birthday 2025 danIndependence Day 2025. Perancangan motif dibuat berdasarkan tren yang sedang berlangsungsekaligus mencerminkan identitas brand dan nilai budaya Indonesia. Metode yang digunakanmeliputi pengumpulan data melalui riset tren pada blog WGSN, analisis penjualan koleksiterdahulu, serta eksplorasi komposisi motif. Hasil dari project ini adalah terciptanya komposisimotif digital printing dan bordir yang terinspirasi dari motif koleksi sebelumnya serta kekayaanflora Indonesia. Motif printing dibuat dengan mempertimbangkan efisiensi penggunaan bahansaat pemotongan kain serta desain bordir, yang dibuat dengan menyesuaikan kemampuanmesin bordir dalam merealisasikan motif.Kata kunci: Elemen Dekoratif, Komposisi Motif, Modest Wear
PENGOLAHAN LIMBAH KAIN PERCA SISA PRODUKSI DARI KONFEKSI DI TANGERANG UNTUK DIJADIKAN PRODUK FESYEN Rusydahu, Ariija Illona; Arumsari, Arini; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan pakaian jadi di Indonesia berkembang pesat seiring denganmeningkatnya kebutuhan jumlah pakaian yang banyak dan bermacam-macam setiaptahunnya. Zaman sekarang banyak ditemukan brand fesyen di Indonesia yang inginmenghasilkan pakaian jadi dengan cara cepat dan dengan jumlah yang banyak. Haltersebut dapat dilakukan dengan mendatangi konfeksi atau rumah produksi pakaian jadi.Pada proses pembuatan pakaian jadi, konfeksi dapat menghasilkan limbah perca hasil dariproses pemotongan kain. Dalam situs resmi kementerian perindustrian Indonesia,direktur jendral industri kimia, farmasi, dan tekstil, menyatakan bahwa "Industridiharapkan mampu memanfaatkan sebesar-besarnya bahan daur ulang yangdiperbolehkan, sehingga dapat mengurangi waste". Pernyataan tersebut merupakanbentuk imbauan yang harus dilalukan, tujuannya adalah mengoptimalkan industri hijau ditanah air. Namun pada kenyataannya, masih banyak industri tekstil yang belummenjalankan imbauan tersebut, fenomena ini ditemukan di lapangan pada saatmelakukan observasi di daerah Tangerang. Jumlah limbah perca yang dihasilkan konfeksiialah katun, spandeks, satin, dan polyester. Limbah perca tergolong kedalam limbahanorganik atau sulit terurai, perlu penangan dalam mengoptimalisasi limbah perca agartidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Salah satu langkah tepatnya ialahmemanfaatkan metode 4 R maupun upcycling. Topik penelitian ini menerapkan metodeUp  Cycling pengolahan material limbah atau sisa, dengan judul penelitian PengolahanLimbah Kain Perca Sisa Produksi dari Konfeksi di Tangerang untuk Dijadikan ProdukFesyen. Penelitian ini menggunakan metode data kualitatif dan kuantitatif. Dan hasil akhirdari penelitian ini adalah tiga busana kasual khusus wanita.Kata kunci: konfeksi tangerang, upcycle, limbah perca, dan produk fesyen
PENGOLAHAN LIMBAH PIQUE SISA PRODUKSI DARI BRAND SIMPLY OUTFIT DENGAN TEKNIK SURFACE TEXTILE DESIGN Pratiwi, Andini; Arumsari, Arini; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bisnis  fesyen yang semakin berkembang menyebabkan banyaknya  limbah  sisa produksi di tempat konfeksi. Salah satunya konfeksi milik Simply Outfit yang terletak di kecamatan  Buah  Batu,  Kota  Bandung.  Limbah  yang  dihasilkan  berupa  kain  pique  sisa produksi  Brand  Simply  Outfit  yang  belum  diolah  secara  maksimal.  Skripsi  ini  dilatar belakangi  oleh  hasil  observasi  dan  wawancara  yang  dilakukan  penulis  pada  konfeksi tersebut. Adanya potensi yang dimiliki limbah kain pique ini, penulis menerapkan teknik surface  textile  design  pada  proses  pengolahan  untuk  membuat  produk  fesyen  yang memiliki nilai fungsi, nilai estetika dan nilai ekonominya. Metode yang digunakan penulis adalah  metode  kualitatif,  dengan  teknik  pengumpulan  data  mengggunakan  studi kepustakaan,  studi  lapangan  yang meliputi observasi dan wawancara, dan  eksperimen dengan  dua  teknik  surface  textile  design  yakni  teknik  slashing  dan  patchwork  yang bertujuan agar pengolahan  limbah kain pique menjadi  lebih optimal. Berdasarkan hasil penelitian,  pengolahan  limbah  kain  pique  dapat  lebih  optimal  dengan  menggunakan teknik tersebut karena sesuai dengan karakter dan  limbah yang diperoleh. Penulis  juga memberikan saran bahwa    limbah  kain pique dapat dioptimalkan dengan menerapkan teknik  surface  textile design pada pengolahannya untuk memperpanjang umur  limbah dan menambah nilai limbah tersebut.  Kata kunci: limbah kain pique, upcycle, produk fesyen
PENGOLAHAN LIMBAH SISA PRODUKSI RUMAH KONFEKSI MARGAHAYU UNTUK PRODUK FASHION BERDASARKAN INSPIRASI IKON KOTA BANDUNG Toewak, Viona Jane; Arumsari, Arini; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya fashion  tidak luput dari  limbah kain yang terdapat di banyak tempat konfeksi khususnya di kota Bandung. Sampah atau limbah merupakan salah satu permasalahan  yang  selalu  ada  di  tiap  daerah  terutama  limbah  kain  di  kota  Bandung. Limbah  kain  adalah  sisa  kain  yang  sudah  tidak  layak  pakai  yang  berasal  dari  proses produksi konfeksi dan garmen berskala kecil hingga besar jika limbah kain di olah dengan dibakar akan menghasilkan gas atau asap yang beracun dan berbahaya bagi lingkungan sekitar.Dari  hasil  wawancara  serta  observasi  didapatkan  data  bahwa  sebagian  besar terdapat limbah kain satin dan batik yang dihasilkan dari proses produksi rumah konfeksi Margahayu yang belum diolah secara efektif dan optimal, yang biasanya limbah tersebut hanya dibuang begitu  saja  atau dibagikan  ke  tetangga.  Limbah  kain  satin dan batik  ini memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi produk fashion yang memiliki nilai fungsi, estetika  dan  ekonomis  dengan menerapkan metode  upcycling  dan  teknik  pengolahan surface  textile  design  seperti  stitching,  patchwork,  dan  slashing  yang  bertujuan  untuk mengoptimalkan pengolahan limbah kain satin dan batik untuk menjadi produk  fashion gaya  Custome  For  Performance  dengan  jenis  produk  baju  terusan  atau  dress  yang dirancang khusus untuk kebutuhan konsumen. Kata kunci : limbah kain satin dan batik, surface textile design, produk fashion, ikon kota bandung
PENGOLAHAN MATERIAL KULIT DOMBA SISA PRODUKSI BRAND ASTIGA DENGAN INSPIRASI FESTIVAL DOMBA GARUT MENGGUNAKAN TEKNIK PATCHWORK Zalsabila, Anisya Fresha; Arumsari, Arini; Viniani, Pravitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASTIGA merupakan salah satu brand yang memproduksi pakaian berbahan dasar kulit domba di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Seperti kebanyakan brand fesyen, ASTIGA  memiliki  konveksinya  sendiri  yang  menghasilkan  material  kulit  domba  sisa produksi yang tidak dipergunakan kembali, beberapa di antaranya dijual kembali kepada pengrajin  kulit  dan  sisanya mereka  olah  kembali menjadi  produk  aksesoris,  kemudian material  kulit  domba  sisa  produksi  lainnya  yang  tidak  terseleksi  akan  dibuang.  Usaha dalam memproses kembali material kulit domba sisa produksi ASTIGA tidak berlandaskan pada tren fesyen apapun, mereka memproduksi aksesoris dengan desain yang terbilang monoton sehingga  tidak banyak para penggerak mode melirik produk mereka. Melalui proses eksplorasi material kulit domba sisa produksi, eksplorasi desain produk, dan juga observasi pada konveksi brand ASTIGA, penilitian ini akan meneliti bagaimana cara untuk membuat  sebuah  desain  produk  fesyen  yang  baru  menggunakan  teknik  patchwork. Teknik patchwork dipilih karena merupakan teknik yang efektif dalam mengolah kembali material sisa produksi konveksi. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat desain produk fesyen  yang  baru  untuk  pengolahan  kembali material  kulit  domba  sisa  produksi  yang efektif menggunakan  teknik  patchwork  dengan mengedepankan  nilai  estetika  supaya lebih menarik perhatian para penikmat fesyen. Kata kunci: ASTIGA, kulit domba, material sisa, patchwork
REDESIGN BUSANA SECONDHAND CASUAL DENGAN INSPIRASI KESENIAN REOG KENDHANG Wulandari, Evi; Arumsari, Arini; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dikutip dari Fashionopolis : The Price of Fast Fashion and The Future of Clothes (Thomas, Dana. 2019) menyebutkan, pada periode 2000 hingga 2014, produksi garmen meningkat  dua  kali  lipat.  Setiap  tahun  jumlah  pakaian  yang  dihasilkan  mencapai  100 miliar. Perubahan model busana yang cepat serta meningkatnya produksi dan konsumsi pakaian,  tidak  dapat  dilepaskan  dari  trend  fast  fashion.  Kondisi  ini  menyebabkan penumpukan  pakaian  bekas.  Alasan  lain  penyebab  adanya  pakaian  bekas  impor  yaitu pakaian yang tidak lolos QC, karena terdapat cacat, ukuran yang sudah tidak lengkap, dan pakaian yang sudah tidak trend pada masanya. Membeli produk fesyen di tempat thrift shop adalah alternatif konsumsi pakaian yang lebih murah serta menunjang sustainable living. Meskipun kegiatan thrifting mulai digemari, terdapat beberapa busana bekas cacat yang tidak terjual dan berakhir menjadi barang buangan. Disimpulkan bahwa perlu ada pengolahan terhadap busana bekas cacat sehingga memiliki nilai jual tinggi dan menjadi produk  fesyen  yang  inovatif. Ada  banyak  cara  untuk mengolah  busana  bekas menjadi terlihat baru, salah satunya dengan cara redesign. Dengan menambah teknik rekalatar, menggunakan  inspirasi  lokal Reog Kendhang sebagai  inspirasi potongan  busana  kasual dan  inspirasi  eksplorasi  yang  menambah  nilai  estetika  pada  busana  redesign.  Teknik rekalatar yang digunakan untuk penelitian yaitu teknik pathwork, teknik sulam dan teknik stitching. Keywords: redesign, thrifting, thrift shop, reog kendhang
PENERAPAN KONSEP SUSTAINABLE FASHION MENGGUNAKAN TEKNIK DECONSTRUCTION DENGAN MEMANFAATKAN BUSANA THRIFT Anjani, Neng Any Wina; Arumsari, Arini; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sustainable fashion merupakan sebuah fenomena yang sedang mendapat banyak perhatian. Hal ini disebabkan oleh keberlanjutan yang menjadi perhatian utama dalam industri fashion, dengan tujuan mengurangi dampak dari industri fast fashion melalui penerapan nilai-nilai berkelanjutan. Trend pakaian yang cepat berubah menyebabkan produksi pakaian secara massal, yang akhirnya berujung pada akumulasi limbah pakaian. Limbah ini kemudian berakhir di pasar pakaian bekas, yang dikategorikan sebagai limbah lingkungan dengan nilai guna yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman tentang cara pengolahan material yang baik, seperti melalui proses dekonstruksi. Dekonstruksi sendiri merupakan proses merubah bentuk, bahan, konstruksi, pola fabrikasi, dan jahitan pakaian sampai selesai, biasanya tidak bertujuan untuk memenuhi fungsi dasar pakaian namun lebih dihargai karena nilai seninya. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif, analisis, dan eksplorasi untuk menghasilkan produk busana pria dengan menggabungkan dan mendaur ulang pakaian bekas melalui teknik dekonstruksi. Selain itu, akan ditambahkan dekorasi permukaan pada beberapa detail pakaian untuk meningkatkan nilai busana tersebut.Kata kunci: Sustainable fashion, dekonstruksi, thrift, horror vacui
PENERAPAN METODE UPCYCLE DENGAN TEKNIK MANIPULATING FABRIC PADA PERANCANGAN BUSANA SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN KAIN SISA KONFEKSI Annastya, Nur Azkaa; Arumsari, Arini; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan akan busana semakin hari semakin bertambah karena semakin banyakyang mengenal tren fashion terkini, salah satunya fast fashion. Kehadiran fast fashion memicupeningkatan jumlah pakaian yang dibeli oleh individu, karena produknya cenderung memilikikualitas rendah dan sering kali cepat rusak sehingga mempengaruhi perilaku konsumtif danmenyebabkan rasa ketidakpuasan terhadap barang yang telah dimiliki. Salah satu sektor tekstilyang terdampak limbah produksi kain adalah konfeksi, di mana limbah kain yang ada padakonfeksi berupa kain sisa atau kain perca. Kain sisa konfeksi pada umumnya hanya dibuatsebagai keset kaki dan produk yang nilai ekonominya rendah oleh para konsumen. Hal inidisebabkan karena kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat sehingga kurangnyaide dalam mengolah kain sisa sebagai upaya meminimalisir kain sisa tersebut. Tujuan penelitianini adalah merancang produk fashion yang berfokus pada pengelolaan kain sisa konfeksi yangsudah tidak terpakai, hal ini dilakukan melalui penerapan metode upcycle dengan penggunaanteknik manipulating fabric sebagai aplikasi dekoratif pada perancangan produk untukmeminimalisirkan limbah kain sisa yang ada dengan luaran penelitian berupa busana wanita.Kata Kunci: Upcycle, Manipulating Fabric, Kain Sisa Konfeksi
PENGOLAHAN KAIN SISA KONFEKSI DI KAWASAN SENTRA KAIN CIGONDEWAH DENGAN TEKNIK MANIPULATING FABRIC Dewanti, Fika; Arumsari, Arini; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri fashion di Indonesia mengalami perkembangan yang meningkat, haltersebut terdorong karena masyarakat mulai menunjukkan ketertarikan pada produkfashion. Sifat konsumerisme masyarakat membuat para pesaing bisnis sadar akankebutuhan tersebut yang pada akhirnya memproduksi produk sebagai pemenuhankebutuhan hidup. Namun produksi secara berlebihan menghasilkan limbah tekstil yangbelum terolah secara optimal. Di Cigondewah terdapat toko-toko yang menjual kembalisisa kain konfeksi dengan harga yang murah, akan tetapi pergantian trend membuatlimbah kain terus berdatangan mengakibatkan sebagian jenis kain yang kurang diminatimengalami penumpukkan salah satunya adalah kain crinkle. Penelitian ini menerapkanmetode upcycle dengan teknik manipulating fabric yaitu teknik menghias sebagai upayamenaikkan nilai jual produk. Teknik ini berupa fabric slashing dan patchwork. Produk yangmengandung unsur kebudayaan juga dapat menambah nilai jual lebih sehingga produkpenelitian ini terinspirasi dari ikon khas kepulauan riau yaitu gonggong. Metode penelitianyang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan cara terjun langsung kekawasan tekstil Cigondewah untuk mengumpulkan data, mewawancarai sumber secaralangsung, dan studi literatur dari berbagai jurnal, buku, media dan berita. Penulismenganalisis kain dengan melakukan eksplorasi. Produk akhir penelitian ini berupabusana wanita yang memanfaatkan limbah kain sisa konfeksi menggunakan kombinasiteknik fabric slashing dan patchwork.Kata Kunci: Limbah Tekstil, Kain Sisa Konfeksi, Upcycle, Manipulating Fabric, Gonggong