Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUBTEMA SUHU DAN KALOR KELAS V SDN 153064 LOPIAN 1 Fitri Ani; Nurbaiti Nurbaiti; Mara Judan Rambey
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 3 No 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v3i2.1424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 153064 Lopian 1 pada Subtema Suhu dan Kalor Melalui Model Contextual Teaching and Learing (CTL) Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian ini terdiri dari 2 Siklus, Setiap Siklus tersebut meliputi tahap perencanaan, tindakan, Observasi dan refleksi.  Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDN 153064 Lopian 1 siswa Laki-laki 9 orang dan siswa perempuan 11 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Instrumen-instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes dan lembar observasi. Jenis data dalam penelitian ini adalah Kualitatif, kriteria keberhasilan yang dicapai siswa maupun guru dalam penelitian ini dilihat dari adanya perubahan kearah perbaikan dan meningkatnya hasil belajar siswa. dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Contextual Teaching and Learning (CTL) mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada Subtema Suhu dan Kalor. Hal itu terlihat dari persentase nilai siswa yang mencapai nilai KKM pada Subtema Suhu dan Kalor. Berdasarkan analisis data belajar siswa diperoleh , pada siklus I ketuntasan belajar siswa sebanyak 7 orang atau 35% dan persentase yang tidak tuntas sebesar 13 orang atau 65% dengan nilai rata-rata 66,25. Sedangkan pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 17 orang atau 85% Sedangkan yang tidak tuntas sebesar 3 orang atau 15% dengan nilai rata-rata siswa 80,75. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan Hasil belajar siswa pada Subtema Suhu dan Kalor di Kelas V SDN 153064 Lopian 1.   Kata Kunci:  Hasil Belajar, Model Contextual Teaching and Learning, Siswa Kelas V SDN 153064 Lopian 1.    
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI STATISTIKA MENGGUNAKAN MODEL STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DI SD NEGERI 200405 HUTAIMBARU KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN HUTAIMBARU Sona Halomoan Rambe; Mara Judan Rambey; Nurbaiti Nurbaiti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 1 No 3 (2021): Vol. 1. No. 3. Agustus 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.015 KB) | DOI: 10.37081/jipdas.v1i3.41

Abstract

ABSTRAK Sona Halomoan. 2021, Peningkatan Hasil Belajar Materi Statistika Menggunakan Model Student Team Achievement Division (STAD) Di Kelas IV SD Negeri 200405 Hutaimbaru Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi statistika menggunakan model Model Student Team Achievement Division (STAD) di kelas IV SD Negeri 200405 Hutaimbaru Kecamatan Padangsidipuan Hutaimbaru. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Objek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 200405 Hutaimbaru Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru. Subjeknya adalah sebanyak 26 orang. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data adalah lembar Observasi, Tes, dan Dokumentasi. Kemudian data hasil penelitian diolah dengan tekhnik analisis tes hasil belajar, analisis aktivitas guru, dan analisis aktivitas siswa. Hasil belajar siswa pada materi statistika meningkat menggunakan model Student Team Achievement Division (STAD) di kelas IV SD Negeri 200405 Hutaimbaru Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru Tahun Pelajaran 2021/2022 yang ditandai dengan ketuntasan siswa setiap siklusnya yaitu pada siklus I memperoleh persentase 58% dengan rata-rata 76 dan pada siklus II meningkat menjadi 83% dengan rata-rata 84. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa materi statistika menggunakan model Student Team Achievement Division (STAD) di kelas IV SD Negeri 200405 Hutaimbaru Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru.
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PKn MENGGUNAKAN STRATEGI THE POWER OF TWO DI KELAS IVSEKOLAH DASARNEGERI 100204 SIHOPUR Herlin Hasibuan; Khoiruddin Saleh Siregar; Mara Judan Rambey
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 1 No 3 (2021): Vol. 1. No. 3. Agustus 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.216 KB) | DOI: 10.37081/jipdas.v1i3.72

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn kelas IV SDN 100204 Sihopur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya aktivitas siswa. Diantaranya adalah guru tersebut belum mampu menerapkan pembelajaran yang baik agar siswa beraktivitas dalam pembelajaran. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan penerapan strategi the power of two. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan aktivitas siswa kelas IV dalam melakukan diskusi kelompok pada pembelajaran PKn di SDN 100204 Sihopur melalui penerapan model kooperatif tipeThe Power of Two;Bagaimanakah peningkatan aktivitas siswa dalam menjawab pertanyaan pada pembelajaran PKn SDN 100204 Sihopur dengan model kooperatif tipe The Power of Two; Bagaimanakah peningkatan siswa IV dalam menanggapi pertanyaan pada pembelajaran PKn di SDN 100204 Sihopur melalui penerapan model kooperatif tipeThe Power of TwoTujuan penelitian ini adalah;1)Meningkatan aktivitas siswa kelas IV dalam melakukan diskusi kelompok melalui penerapan model kooperatif tipe The Power of Two;2)Meningkatkan aktivitas siswa kelas IV dalam menjawab pertanyaan melalui penerapan model kooperatif tipe The Power of Two;3) Meningkatan aktivitas siswa kelas IV dalam menanggapi pertanyaan melalui penerapan model kooperatif tipe The Power of Two. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan persiklus.Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IVSDN 100204 Sihopur yang berjumlah 9 orang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa, format observasikegiatan guru. Pelaksanaan pembelajaran PKndengan menggunakan model kooperatif tipe The Power of Two berlangsung dengan baik.Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PKndengan menggunakan model kooperatif tipe The Power of Twodapat meningkatkan aktivitas siswa kelas IVSDN 100204 Sihopur.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN STRATEGI PERMAINAN ULAR TANGGA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 100204 SIHOPUR KABUPATEN TAPANULI SELATAN Siti Maimunah; Mara Judan Rambey; Nurbaiti Nurbaiti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 1 No 3 (2021): Vol. 1. No. 3. Agustus 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.503 KB) | DOI: 10.37081/jipdas.v1i3.85

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang berasal dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Faktor dari dalam diri siswa seperti kemampuan yang dimilikinya dan faktor yang berasal dari luar seperti guru, media belajar, lingkungan belajar dan strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran yang tidak tepat akan berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa. Setiap siswa mempunyai gaya belajar masing-masing. Jika strategi mengajar sesuai dengan gaya belajar siswa, pembelajaran akan berhasil dan siswa akan memahami materi yang diberikan dan target indikator hasil belajar akan tercapai. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Menurut Arikunto dkk (2006:10) “Penelitian tindakan merupakan suatu kajian reflektif dilakukan secara inkuiri, partisipatif, kalaboratif terhadap latar alamiah, dan implikasi dari suatu tindakan. Sedangkan sebagai tindakan substansif, penelitian tindakan ditandai adanya intervensi skala kecil berupa pengembangan suatu tindakan dengan memfungsikan latar kealamiahannya sebagai upaya melakukan reformasi diri atau peningkatan kualitas, sehingga hasil tersebut lebih bermakna.”Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan spesifikasi khusus dari penelitian tindakan (action research) adalah suatu pendekatan khusus dalam penelitian, sehingga merupakan akumulasi antara prosedur penelitian dan tindakan substansif yang dilakukan pada situasi alami, ditunjukkan untuk memecahkan permasalahan dengan tujuan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada proses pembelajaran. Aktivitas guru selama kegiatan belajar mengajar dengan penerapan strategi permainan ular tangga terjadi peningkatan secara positif. Pada siklus I pertemuan 1 aktivitas guru berada pada klasifikasi sangat sempurna Pada pertemuan 2 siklus I, skor aktivitas guru adalah klasifikasi sangat sempurna. Pada siklus II, skor aktivitas guru mengalami peningkatan pada pertemuan 1 dan pada pertemuan kedua. Aktivitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran dengan strategi permainan ular tangga pada siklus I sebesar 75,9%. Aktivitas siswa pada siklus II sebesar 72,8% dengan klasifikasi sempurna. Perbandingan aktivitas guru dan aktivitas siswaBerdasarkan hasil yang diperoleh dari siklus II, dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dan telah mencapai target yang diinginkan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BENDA DAN KEGUNAANNYA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI KELAS II SD NEGERI 101040 AEK SIGAMA Dede Eliwanita; Sukriadi Hasibuan; Mara Judan Rambey
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 1 No 3 (2021): Vol. 1. No. 3. Agustus 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.402 KB) | DOI: 10.37081/jipdas.v1i3.101

Abstract

Abstrak Penelitian Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Benda dan Kegunaanya di kelas II SD Negeri 101040 Aek Sigama untuk mengetahui perbedaan belajar siswa yang menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Lingkungan dengan yang tidak menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Lingkungan pada pembelajaran materi Benda dan Kegunaannya di kelas II SD Negeri 101040 Aek Sigama. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklusnya terdiri dari 2 pertemuan dan menerapkan dan menerapkan Model Pembelajaran Berbasis Lingkungan. Penelitian yang digunakan panelitian ini adalah teknik tes untuk mengetahui hasil belajar, lembar observasi pendidik, penelitian aktivitas siswa,untuk mengetahui kegiatan guru dan siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase dari penilaian hasil belajar, sikap dan aktivitas siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri 101040 Aek Sigama Kabupaten Padang Lawas Utara yang berjumlah 10 siswa. Peningkatan hasil belajar pada pembelajaran materi Benda dan Kegunaanya diketahui dengan hasil tes pada siklus I dan siklus II yang peningkatan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan secara klasikal. Hal ini terbukti dari hasil ulangan materi Benda dan Kegunaannya yang diperoleh pada awal dari 10 siswa yang tuntas 4 orang dengan persentase 40% dan yang tidah tuntas 6 orang dengan persentase 60%, pada siklus I yang tuntas 5 orang dengan persentase 50% dan yang tidak tuntas 5 orang dengan persentase 50%, pada siklus II yang tuntas 8 orang dengsn persentse 80% dan yang tidak tuntas 2 orang dengan persentase 20%. Jadi dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Berbasis Lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Negeri 101040 Aek Sigama Kata Kunci: Hasil Belajar, Model Pembelajaran Berbasis Lingkungan Abstract Research To improve student learning outcomes on the object and its use in class II SD Negeri 101040 Aek Sigama to see changes in student learning who use the Environmental Based Learning Model by not using the Environment-Based Learning Model in learning object material and its use in class II SD Negeri 101040 Aek Sigama. This research was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of 2 meetings and implementing and implementing an Environmental Based Learning Model. The research used in this research is a test technique to see learning outcomes, teacher observation sheets, student activity research, to see teacher and student activities during the learning process. The results showed an increase in the proportion of student learning outcomes, attitudes and activities. The research subjects were second grade students of SD Negeri 101040 Aek Sigama, Padang Lawas Utara Regency which could accommodate 10 students. The increase in learning outcomes in learning the Object and Its Purpose material is known by the test results in cycle I and cycle II which increase the average value and the proportion of classical completeness. This is evident from the results of the material repetitions of Objects and their Usefulness which were obtained at the beginning of the 10 students who completed 4 people with a proportion of 40% and 6 people who were not completed with a proportion of 60%, in the complete cycle I were 5 people with a proportion of 50% and those who did not. complete 5 people with a proportion of 50%, in the complete second cycle 8 people with a percentage of 80% and 2 people who were not complete with a proportion of 20%. So it can be denied that the Environment-Based Learning Model can improve the learning outcomes of grade II students of SD Negeri 101040 Aek Sigama Keywords: Learning Outcomes, Environmental Based Learning Model
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA TEMA 8 SUBTEMA 1 MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI BERBANTUAN MEDIA VISUAL DI KELAS IV SDN 100209 TN. SUKARAMAI KEC.ANGKOLA SELATAN KAB. TAPANULI SELATAN Fransisca Ekklesiya Tamba; Sukriadi Hasibuan; Mara Judan Rambey
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 1 No 04 (2021): Vol 1 No 4 (2021): Vol. 1. No. 4. Edisi November 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v1i04.159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar siswa pada tema 8 subtema 1 materi gaya dan gerak di kelas IV SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai menggunakan model pembalajaran inkuiri berbantuan media visual. Untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar siswa pada tema 8 subtema 1 materi gaya dan gerak di kelas IV SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai dengan menggunakan model Inkuiri berbantuan media visual. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian PTK. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan tes. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai yang berjumlah 31 orang. Objek penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan model pembelajaran Inkuiri berbantuan media visual. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara bersiklus pada siklus I hasil belajar siswa yang mencapai KKM sebanyak 20 orang dengan persentase 64,51% sedangkan yang belum mencapai KKM sebanyak 11 orang dengan persentase 35,48%. Dan pada siklus II mengalami peningkatan hasil belajar siswa yang mencapai KKM sebanyak 27 orang dengan persentase 87,09% sedang yang belum mencapai KKM sebanyak 4 orang dengan persentase 12,90%. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis media visual pada tema 8 subtema 1 materi gaya dan gerak di kelas IV SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai Kec. Angkola selatan Kab. Tapanuli Selatan dinyatakan berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGARUH KONDISI EKONOMI KELUARGA TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI DESA SIHABORGOAN BARUMUN Mara Judan Rambey
Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2022): Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : LPPM Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/ndrumi.v5i1.514

Abstract

This study aims to find out whether there is a significant influence between family economic conditions on children's education levels. For this reason, this study includes two variables, namely family economic conditions as variable X and the level of education of children variable Y. This research was conducted at Sihaborgoan Barumun Jl. Binanga, Barumun Tengah District, Padang Lawas Regency. The population in this study is the entire sihaborgoan Barumun village community, and the sampling method used in this study is incidental sampling or coincidentally, the sample taken in this study is as many as 30 people. In analyzing the data, guttman scale method questionnaires were used for family economic conditions (variable X) and variable child education level (Y). Then the results are analyzed with inferential analysis. From the results of the analysis obtained the average value of family economic conditions is 84.5 in the category of "Excellent", the average value of the child's education level is 82.33 in the category of "Excellent". Based on the t test conducted on table 16 shows that the calculated value is 5,800 with a confidence level of 95% or an error rate of 5% thus 5,800>1,699 then H0 rejected Ha accepted. Based on these results it can be concluded that the hypothesis is acceptable. This means that there is a significant influence between the Economic Condition of the Family on the Level of Children's Education in Sihaborgoan Barumun Village.
Management Practicesd and MSME Performance in North Sumatra Province Abdi Tanjung; Mara Judan Rambey; Toharuddin Harahap; Abdul Latif Lubis
Hut Publication Business and Management Vol. 2 No. 2 (2023): Hut Publication Business and Management
Publisher : PT. Hanken SUkses Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

From the results of my research, there is a relationship between management practices and the performance of SMEs in Indonesia in the 2017-2021 period. data collection technique using a data collection linking survey data on management practices with company performance data from official Indonesian business registers. In this research, it was found that MSMEs tend to use formal management practices rather than large companies. However, the practice appears to have real benefits for the MSMEs that use it, as it is positively linked to the survival, growth, and productivity of firms. The results of this study add to policy initiatives that seek to encourage MSMEs to improve management skills and abilities in business.
Hubungan Ekonomi Keluarga dengan Tingkat Pendidikan Anak di Desa Sibio-Bio Kecamatan Sibabangun Samakmur, Samakmur; Rambey, Mara Judan; Vebrina, Dinda
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 4 No. 3 (2023): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v4i3.469

Abstract

This research aims to determine the influence of family economics on children's education levels in Sibio-bio Village, Sibabangun District. The type of research used is descriptive research. The population in this study was 284 heads of families. The sampling technique uses simple random sampling. The data collection technique in this research uses questionnaires and documentation. Data analysis uses descriptive analysis and inferential statistical analysis. Then the data obtained in this research will be analyzed using Product Moment Correlation Test analysis, coefficient of determination, and t test. Based on calculations from the results of data analysis obtained using SPSS Software version 22, the value of t = 5.319, while the t table = 1.687, can be seen if the t count is greater than the t table (5.319> 1.687), with a significant value = 0.00 at the 95% confidence level. or 5% confidence level =0.05. In this way, it can be seen that the significant value is smaller than α = 0.05 (0.00 <0.05). From these results it is known that Ha is accepted and H0 is rejected. Thus, it is concluded that there is a significant influence between the family economy and the level of children's education in Sibio-bio Village, Sibabangun District.
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN PERTANIAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN PROVINSI SUMATERA UTARA Samakmur Samakmur; Mara Judan Rambey; Dinda Vebrina
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) apakah terdapat sektor unggulan pertanian di Kabupaten Tapanuli Selatan, 2) Spesialisasi pertumbuhan sektor pertanian di Kabupaten tapanuli Selatan, 3) Pertumbuhan Sektor-sektor Unggulan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi yang dijadikan peneliti dalam penelitian ini adalah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tapanuli Selatan dan Produk Domestik Regional Bruto Sumatera Utara Tahun 2019-2023 Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2010, selama 5 tahun X 17 uraian = 85 populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diketahui bahwa nilai hasil sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menunjukkan nilai LQ > 1 yaitu sebesar 1,84 yang berarti sektor ini termasuk ke dalam sektor unggulan. Hasil sektor pertambangan dan penggalian mempunyai nilai LQ > 1 yaitu sebesar 8,46 yang berarti sektor ini termasuk sektor unggulan. Hasil sektor jasa keuangan dan asuransi mempunyai nilai LQ < 1 yaitu sebesar 0,29 yang berarti sektor ini tidak termasuk ke dalam sektor unggulan. Hasil nilai sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib mempunyai nilai LQ <1 yaitu sebesar 0.018 yang berarti sektor ini termasuk ke dalam sektor unggulan.