Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search
Journal : Jurnal Pembelajaran Fisika

Perbandingan Kemampuan Multirepresentasi Fisika Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Konkret dan Formal Siswa Intan Puspita Sari; Chandra Ertikanto; Feriansyah Sesunan
Jurnal Pembelajaran Fisika Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to determine the differences of multirepresentation skills in physics at three levels (symbolic, submicroscopic, and macroscopic) between students with concrete thinking skill and students with formal thinking skill. The population in this study was all students of class X IPA SMAN 1 Terbanggi Besar, while the selected sample with purposive sampling technique was the students of class X IPA 1. Data of students concrete and formal thinking skill was obtained from the Science Cognitive Development Test (SCDT) score, while data of students multirepresentation skills was known through the multirepresentation skills test scores. Based on the results of mann whitney and independent sample t test can be concluded that: (1) There is a difference in the multirepresentation skills, submicroscopic representation skill, and symbolic representation skill between students with concrete thinking skill and students with formal thinking skill. (2) There is no difference in the macroscopic representation skill between students with concrete thinking skill and students with formal thinking skill. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan multirepresentasi fisika pada tiga level (simbolik, submikroskopik, dan makroskopik) antara siswa yang berpikir konkret dan siswa yang berpikir formal. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMAN 1 Terbanggi Besar, sedangkan sampel dipilih dengan teknik purposive sampling yaitu siswa kelas X IPA 1. Data kemampuan berpikir konkret dan formal siswa diperoleh dari skor Science Cognitive Development Test (SCDT) sedangkan data kemampuan multirepresentasi siswa diketahui melalui skor tes kemampuan multirepresentasi. Berdasarkan hasil uji mann whitney dan independent sample t test dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan kemampuan multirepresentasi, representasi submikroskopik, dan representasi simbolik antara siswa yang berpikir konkret dan siswa yang berpikir formal (2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan representasi makroskopik antara siswa yang berpikir konkret dan siswa yang berpikir formal.Kata Kunci:Formal, Konkret, Multirepresentasi, SCDT
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI, INFORMASI, DAN KOMUNIKASI PADA MATERI KEMAGNETAN Dewi Setiawati; Nengah Maharta; Feriansyah Sesunan
Jurnal Pembelajaran Fisika Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This developmental research was intended to make an interactive instructional media of magnetism based on information and communication technology (ICT) that has an interesting quality, easy to use, very useful and effective. Media contains learning materials, animation, simulation, sound, video, exercises and competency tests. Development procedures are used to modify the design of instructional media development by Sadiman, et al. With the stages of work procedure that comprise needs analysis, setting objectives, subject materials, making a synopsis, script initial, prototype production, evaluation by material expert test dan the design expert test, revision, final script, product trials, and the final program. The result of one on one test and field test have proved media has an very interesting quality, very easy to use, and very useful for students. Field test data shows the students achievement of minimum completeness criteria for post-test results as much as 91.30% of the total students so that the product is effective to be used as an instructional media. Keywords: research and development, interactive instructional media, magnetism
PENGEMBANGAN ALAT KONVERSI ENERGI SEBAGAI ALAT PERAGA MATERI PERUBAHAN ENERGI Fajar Swasono; Agus Suyatna; Feriansyah Sesunan
Jurnal Pembelajaran Fisika Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research to make convertion energy props and LKS. The method of this research was the research and development. The model of development was needed include: the students, the analysis and the characteristic of formularization the purpose of learning, the formularization drafting instrument evaluation, the grain of the matter write the specifications product development, the media in the form of initial products, the validation an expert, the trial of a fieldwork, and the final product in the form of props energy conversion equipped with LKS. The test results showed masterful props in accordance with theory and used as props are worth learning. The field test results had shown the props and LKS effectively had used as media of instruction either independently or in groups. Testing stage one by one and small group, indicates the quality of the props energy conversion: very interesting, very easy to use, and very helpful.Tujuan dari penelitian ini meghasilkan alat konversi energi beserta LKSnya. Metodenya research and development atau penelitian dan pengembangan. Pengembangan alat peraga ini meliputi: analisis kebutuhan dan karakteristik siswa, perumusan tujuan pembelajaran, perumusan butir-butir materi, penyusunan instrumen evaluasi, penulisan naskah media berupa spesifikasi pengembangan produk, produk awal, validasi ahli, uji coba lapangan, dan produk akhir berupa alat peraga konversi energi dilengkapi dengan LKS. Hasil uji ahli menunjukkan alat peraga sesuai teori dan layak digunakan sebagai alat peraga. Hasil uji lapangan menunjukan alat peraga dan LKS efektif digunakan sebagai media pembelajaran baik secara mandiri atau berkelompok. Uji satu lawan satu dan kelompok kecil menunjukkan kualitas alat peraga konversi energi: sangat menarik, sangat mudah digunakan, dan sangat bermanfaat.Kata kunci: penelitian pengembangan, alat peraga dan LKS perubahan energi.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PENILAIAN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU MELALUI SCIENTFIC APPROACH Marlia Eka Fitriani; Chandra Ertikanto; Feriansyah Sesunan
Jurnal Pembelajaran Fisika Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research were to develop portfolio assessment on science integrated learning through scientific approach and describe the opinion of teachers according the suitability, easiness, and effectiveness of using portofolio assesment through scientific approach. The method of this research was research and development by Sugiyono with the steps are consisted of analysis of potential measures and issues, data collection, product design, design validation, design revision, product test, product revision, application test, product revision, and production. Based on the result of expert validation test, it obtained an average percentage by high criteria (85.42% for the construction aspect, 88.33% for the substance the aspect, and 77.78% for the language aspect). Based on trial results, it obtained the average percentage by high criteria(74.17% for suitability, 74.74% for ease, and 77.08% for the usefulness), so it can be concluded that the portfolio assessment product was useful to be used.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat penilaian portofolio pada pembelajaran IPA Terpadu melalui scientific approach serta mendeskripsikan pendapat guru mengenai kesesuaian, kemudahan, dan kemanfaatan penggunaan perangkat penilaian portofolio melalui scientific approach. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang mengacu pada Sugiyono dengan langkah-langkah analisis potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk dan produksi. Berdasarkan uji validasi ahli diperoleh rata-rata persentase dengan kriteria tinggi (aspek konstruksi 85,42%, aspek subtansi 88,33%, dan aspek bahasa 77,78%). Berdasarkan hasil uji coba pemakaian diperoleh rata-rata persentase dengan kriteria tinggi (kesesuaian 74,17%, kemudahan 74,74%, dan kemanfaatan 77,08%, sehingga produk penilaian portofolio layak untuk digunakan.Kata kunci: penilaian portofolio, pembelajaran IPA Terpadu, scientific approach
PEMANFAATAN MEDIA TIK TUTORIAL SEBAGAI SUPLEMEN DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN ALAT UKUR DI SMP David Nissius Siregar; Eko Suyanto; Feriansyah Sesunan
Jurnal Pembelajaran Fisika Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this study were: to determine the increasing of cognitive learning outcomes of students, to build the students Science Process Skills, to create character of students, to build activity, to build the attitudes of students toward the use of ICT media as a supplement tutorial demonstration on measuring instruments . This research was conducted in the first semester of the academic year 2013/2014 at the Junior High School 1 Pesisir Selatan, West Lampung. The population of this research was every students of class VII and the sample was class VII A of 26 students. The research design used is a One-Shot Case Study. The results is that by using the tutorial ICT media as a supplement to demonstrate on measuring instruments learning there is an increase in cognitive learning outcomes of students, to build KPS students, to create the character of the students, to build the activities of the students, and to build a positive attitudes of the students.Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui pertambahan hasil belajar ranah kognitif, membangun KPS, menciptakan karakter, membangun aktivitas, membangun sikap siswa terhadap pemanfaatan media TIK Tutorial sebagai suplemen demonstrasi pada alat ukur. Penelitian ini dilakukan di semester ganjil pada tahun ajaran 2013/2014 di SMP Negeri 1 Pesisir Selatan, Lampung Barat. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII sedangkan sampel yaitu kelas VII A dengan jumlah 26 siswa. Pemilihan sampel dilakukan dengan memilih 1 kelas secara random dari 4 kelas yang ada. Hasil penelitian menggunakan media TIK tutorial sebagai suplemen demonstrasi pada pembelajaran alat ukur terdapat peningkatan hasil belajar ranah kognitif siswa, dapat membangun KPS siswa, dapat menciptakan karakter siswa, dapat membangun aktivitas siswa, dan dapat membangun sikap positif siswa.Kata kunci: aktivitas, hasil belajar, karakter, keterampilan proses sains, media, ranah kognitif, sikap
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Lucia Dewanti Maharani; Nengah Maharta; Feriansyah Sesunan
Jurnal Pembelajaran Fisika Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study were to (1) grow students' critical thinking ability by implementing problem based learning model, and (2) describe the application of problem based learning model in an experiment class. The design of this research used non-equivalent control group design. The results showed that (1) problem based learning model had grown students' critical thinking ability, which was proven by the experiment and control class obtained N-gain 0.71 (high category) and 0.55 (medium category), and (2) problem based learning model has been applied in average score 3.82 (good category).Penelitian ini bertujuan untuk (1) menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah, dan (2) mendeskripsikan keterlaksanaan penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada kelas eksperimen. Desain penelitian menggunakan non-equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran berbasis masalah mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa terbukti pada kelas eksperimen diperoleh skor N-gain 0.71 dengan kategori tinggi sementara pada kelas kontrol skor N-gain 0.55 dengan kategori sedang, dan (2) model pembelajaran berbasis masalah terlaksana dengan rata-rata nilai sebesar 3.82 (terlaksana dengan kategori baik).Kata kunci: model pembelajaran, pembelajaran berbasis masalah, berpikir kritis.
STUDI IMPLEMENTASI SCIENTIFIC APPROACH DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI LABORATORIUM Husnun Azizah; Undang Rosidin; Feriansyah Sesunan
Jurnal Pembelajaran Fisika Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to determine the realization level of the scientific approach implementation in science learning in the laboratory by using guided inquiry learning model; determine the suitability of the learning tools used by teachers, and describe the teacher's knowledge of the scientific approach. The research was conducted by observing the lessons, analyzing the learning tools such as lesson plans and student worksheets used by teachers and doing special tests to teachers. Based on the research, it obtained score of implementing the scientific approach in learning science laboratory using guided inquiry learning model was 2,40 with not good enough category, suitability of the learning tools used by teachers was 2,40 with not good enough category, and teacher knowledge was 2,03 with not good enough category.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan pengimplementasian scientific approach dalam pembelajaran sains di laboratorium menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing, mengetahui kesesuaian perangkat pembelajaran yang digunakan, dan mendeskripsikan pengetahuan guru mengenai scientific approach. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati pembelajaran yang dilakukan, menganalisis perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS yang digunakan guru serta melakukan tes khusus terhadap guru. Berdasarkan penelitian, diperoleh skor keterlaksanaan pengimplementasian scientific approach dalam pembelajaran sains di laboratorium menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah 2,40 dengan kategori kurang baik, kesesuaian perangkat pembelajaran yang digunakan guru adalah 2,44 dengan kategori kurang baik, dan pengetahuan guru adalah 2,08 dengan kategori kurang baik.Kata kunci: laboratorium, model pembelajaran inkuiri terbimbing, pembelajaran sains, scientific approach.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TUTORIAL MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Dita Haryaningtias; Agus Suyatna; Feriansyah Sesunan
Jurnal Pembelajaran Fisika Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The results of needed analysis is known that Learning activities of students generally rely on print books as instructional media. It make the students feel bored and less interested and also feel difficult on physics subject. Consider the problem, researchers developed an multimedia interactive tutorial using a contextual approached that feasible and effective. Development procedures include: analyzing of needed, formulating learning goals, formulating the item of subject, formulating successfull measurement, drafting, validating, testing and revising, and also the final product. Products have been developed tested by the experts and tested on students. Experimental results show that the products used are very attractive, very easy to use, and very useful. The results of learning students stated that the multimedia interactive tutorial that have been developed is effective and feasible to be used as a instructional media.Hasil analisis kebutuhan diketahui bahwa Kegiatan belajar siswa umumnya hanya mengandalkan buku cetak sebagai media pembelajaran. Hal tersebut membuat siswa merasa bosan dan kurang tertarik serta mengalami kesulitan terhadap pelajaran fisika. Mempertimbangkan masalah tersebut, peneliti mengembangkan multimedia interaktif tutorial dengan menggunakan pendekatan kontekstual yang layak dan efektif. Prosedur pengembangan meliputi: analisis kebutuhan, merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan butir-butir materi, perumusan alat ukur keberhasilan, menyusun naskah, melakukan validasi, melakukan uji coba dan revisi, dan produk akhir. Produk yang dikembangkan telah diuji oleh ahli dan diujicobakan pada siswa. Hasil uji coba menunjukkan bahwa produk yang digunakan sangat menarik, sangat mudah digunakan, dan sangat bermanfaat. Hasil belajar siswa menyatakan bahwa multimedia interaktif tutorial yang dikembangkan efektif dan layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kata kunci: pengembangan multimedia, media interaktif tutorial, pendekatan kontekstual
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Predict-Observe-Explain (POE) pada Materi Fluida Dinamis Eka Setiani; Feriansyah Sesunan; I Dewa Putu Nyeneng
Jurnal Pembelajaran Fisika Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research were to describe the validity, attractiveness, and convenience of student worksheet based on POE equipped with power point for Dynamic Fluid material. The research design refers to the research design by Sugiyono. The data in this study were obtained through observation, interview, questionnaire, and scale of the validity, attractiveness, and convenience of the product.  The results of validity test show that student worksheet is valid on the material aspects and very valid on the design aspect, so student worksheet can be used as an alternative media in learning Dynamic Fluid material. The product trial results show that product is excellent on attractiveness test and good on convenience test. Based on the research results, the development of the student worksheet based on POE for Dynamic Fluid materials has been valid, very interesting, and easy to use.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kevalidan, kemenarikan, dan kemudahan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis Predict-Observe-Explain (POE) yang dilengkapi media power point pada materi Fluida Dinamis. Desain penelitian yang digunakan mengacu pada desain penelitian oleh Sugiyono. Data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, angket, dan skala penilaian validitas, kemenarikan, dan kemudahan produk. Hasil uji validitas menunjukkan LKS yang dikembangkan valid pada aspek materi dan sangat valid pada aspek desain, sehingga LKS dapat digunakan sebagai media alternatif dalam pembelajaran materi Fluida Dinamis. Hasil uji coba produk menunjukkan kualitas produk sangat baik pada uji kemenarikan dan baik pada uji kemudahan. Berdasarkan hasil penelitian, LKS berbasis Predict-Observe-Explain (POE) pada materi Fluida Dinamis yang dikembangkan telah valid, sangat menarik, dan mudah digunakan. Kata kunci: LKS, POE, power point
PENGARUH REPRESENTASI ANALOGI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA Rista Fidianingsih; Nengah Maharta; Feriansyah Sesunan
Jurnal Pembelajaran Fisika Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research that aims to know the influence of: Analogy representation toward students’ rational thinking ability, and students’ mastery of Physics concept. The research used one class as sample i.e. class X2 that consisted of 27 students. One-shot case study was used as research design. Data obtained from this research were data of analogy representation, rational thinking ability and mastery of the concept that was normal and linear distribution. Simple linear regression test was conducted to examine the influence of analogy representation toward rational thinking ability and mastery of the concept. The result of this research indicated that: There was linear influence that were positive and significant at analogy representation toward rational thinking ability with contribution as much 46%, and There was linear influence that were positive and significant at analogy representation toward students’ mastery of physics concept with contribution as much 63 %.Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh: representasi analogi terhadap kemampuan berpikir rasional siswa dan penguasaan konsep fisika siswa. Penelitian ini menggunakan sampel satu kelas yaitu kelas X2 dengan jumlah 27 siswa dan menggunakan desain penelitian one-shot case study. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data representasi analogi, kemampuan berpikir rasional dan penguasaan konsep yang berdistribusi normal dan linier. Untuk menguji pengaruh representasi analogi terhadap kemampuan berpikir rasional dan penguasaan konsep fisika dilakukan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Terdapat pengaruh linear yang positif dan signifikan antara representasi analogi terhadap kemampuan berpikir rasional dengan kontribusi sebesar 46%, dan Terdapat pengaruh linear yang positif dan signifikan antara representasi analogi terhadap penguasaan konsep fisika siswa dengan kontribusi sebesar 63%.Kata kunci: representasi analogi, kemampuan berpikir rasional, penguasaan konsep fisika