Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI KAWASAN ZERO SUSU FORMULA DENGAN KEDASI ( KEDAI SUPPORT ASI ) DI KELURAHAN WONOKROMO SURABAYA Elly Dwi Masita; Siti Maimunah; Siska Nurul Abidah
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 01 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v5i01.3241

Abstract

Sampai saat ini, di Indonesia angka kematian bayi masih terbilang tinggi yaitu sebesar 22.23 per kelahiran hidup. Angka ini belum mencapai angka target SDG’s 2030 yaitu sebesar 12 per 1000 kelahiran hidup Ketidakberhasilan pemberian ASI eksklusif dan praktik menyusui sampai anak usia 2 tahun disebabkan beberapa faktor antara lain minimnya dukungan keluarga, masyarakat, stress ibu dan persepsi yang salah tentang ASI. Studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Maret 2018 di Kelurahan Wonokromo didapatkan capaian ASI eksklusif sebesar 49%. Angka ini belum mencapai target yang ditentukan dinas kesehatan yaitu sebesar 80%. Tujuan pengabdian ini adalah dibentuknya KEDASI ( Kedai Support ASI ) yang akan mempromosikan ASI eksklusif sekaligus sebagai bentuk usaha kecil masyarakat. Metode menggunakan sosialisai KEDASI, pelatihan, pendampingan, pre test dan post test bagi sasaran langsung yaitu ibu hamil trimester 3, ibu yang memiliki balita usia 0- 24 bulan, pengasuh anak, kader balita dan pendamping ASI berjumlah 80. Hasil capaian berupa peningkatan mean pre dan post test yaitu pengetahuan , keterampilan sebesar 18.7 point, persepsi 20.2 point, budaya 17.6 point, perilaku promotif 14 point, pendapatan 21.1 point. KEDASI merupakan pendekatan upaya promosi kesehatan berbasis wirausaha masyarakatKata kunci: ASI eksklusif, KEDASI
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TM III DI BPM KUSMAWATI SURABAYA Siska Nurul Abidah; yasi anggasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12 No 02 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.216 KB) | DOI: 10.33086/jhs.v12i02.812

Abstract

ABSTRAK : Anemia dalam kehamilan masih merupakan masalah kronik di Indonesia terbukti dalam prevalensi pada wanita hamil persentase mencapai 63,5%. Dalam empat tahun terakhir prevalensi anemia tidak menunjukkan penurunan yang cukup berarti. Anemia pada kehamilan dapat berpengaruh buruk terutama saat kehamilan, persalinan dan nifas.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil TM III. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dan Sampel adalah ibu hamil TM III yang periksa di BPM Kusmawati Surabaya selama 3 bulan. Sampel di ambil menggunakan total sampling sebesar 45 responden. Pengumpulan data menggunakan data primer berupa kuesioner dan data sekunder berupa buku register PWS KIA, kemudian data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil uji statistic, didapatkan tidak ada hubungan signifikan antara umur ibu dengan kejadian anemia (p = 0,358), ada hubungan signifikan status gizi dengan kejadian anemia (p = 0,000), tidak ada hubungan signifikan antara paritas dengan kejadian anemia (p = 0,222), ada hubungan signifikan antara frekuensi antenatal care dengan kejadian anemia (p = 0,000), ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia (p=0,034) dan ada hubungan signifikan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia (p=0,024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil TM III di BPM Kusmawati adalah faktor status gizi, frekuensi antenatal care, tingkat pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Diharapkan bagi petugas kesehatan agar terus meningkatkan penyuluhan dan konseling bagi ibu hamil untuk mencegah terjadinya anemia
Husband Support Correlates with Maternal Anxiety Levels During Pregnancy in The Third Trimester Siska Nurul Abidah; Fritria Dwi Anggraini; Fauziyatun Nisa'; Mierda Nuriyana; Rahimah Halwa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.386 KB) | DOI: 10.33086/jhs.v14i3.1917

Abstract

Husband support reduces psychosocial stress on pregnant mothers before delivery. However, many people do not comprehend how essential husband support is for psychology in pregnant women. This study investigates the correlation between husband support and maternal anxiety levels during pregnancy in the third trimester. It was a correlational analysis using a cross-sectional approach. The population was pregnant mothers in the third trimester from May to July 2020 at Jagir Public Health Center, Surabaya. Meanwhile, the samples were 40 pregnant mothers in the third trimester with consecutive sampling. In addition. the independent variable was husband support, and the dependent variable was maternal anxiety levels. The instrument to measure husband support was a Likert scale questionnaire, and to assess maternal anxiety levels was Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The analysis utilized the Rank's Spearman test with a significant p<0.05. The results showed a correlation between husband support and maternal anxiety levels with p=0.000 (p<0.05). In conclusion, husband support significantly reduces maternal anxiety levels during pregnancy in the third trimester.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI RB ZAKAT SURABAYA: FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI RB ZAKAT SURABAYA Siska Nurul Abidah; Fauziyatun Nisa' Fauziyatun
EMBRIO Vol 11 No 2 (2019): EMBRIO (NOVEMBER 2019)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.398 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol11.no2.a2045

Abstract

Nausea and vomiting are physiological things that occur in young pregnancies, but nausea and vomiting continue to get heavier which will cause hyperemesis gravidarum which can cause dehydration and acidooticosis. This study aims to analyze the factors associated with the incidence of hyperemesis gravidarum in pregnant women. This study uses a total sampling technique that is sampling done with a total population of 45 people for 3 months, the population and sample are pregnant women who check at RB Zakat Surabaya. Data collection in the form of a register at RB Zakat Surabaya in June-August 2019. Using Chi-square test. Statistical test results showed that there was a relationship between gravida and hyperemesis gravidarum (p = 0,000), there was a relationship between multiple pregnancy and hyperemesis gravidatum (p = 0.024), there was no relationship between hydatidiform mole and hyperemesis gravidarum (p = 0.222), no there is a relationship between gastritis and the occurrence of hyperemesis gravidarum (0.358). It is hoped that health workers will increase counseling and counseling for pregnant women to overcome complaints of hyperemesis gravidarum.
Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga terhadap Motivasi Ibu Hamil dalam Menjaga Kesehatan Saat Kehamilan pada Masa Pandemi Covid-19 Siska Nurul Abidah; Fritria Dwi Anggraini
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 13 No 2 (2021): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (NOVEMBER)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v13i2.3610

Abstract

Maintaining health is a prerequisite for giving birth to a healthy baby. A pregnant woman needs motivation from the closest people so that it will have a positive impact. This study aims to determine the effect of family social support on the motivation of pregnant women in maintaining health during pregnancy during the COVID-19 pandemic. This study used descriptive analytic method with purposive sampling technique as many as 30 pregnant women. The research was conducted for 2 months, namely March-April 2021 in Kedungpring Village. The research instrument used a social support questionnaire consisting of 17 items and a motivation questionnaire. Both instruments consist of statements of support and statements of non-support. After the data was obtained, statistical tests were carried out using SPSS, namely the chi-square test. The results of the statistical test using the chi-square test obtained a significant value of 0.001 (p-value <0.05), meaning that there is an influence of family social support on the motivation of pregnant women to maintain health during pregnancy during the covid-19 pandemic. Pregnant women who get social support have a positive impact, namely feeling loved, cared for, protected and appreciated by their families so that pregnant women have the motivation to maintain health during pregnancy.
PENANGANAN AWAL KEJANG DEMAM PADA BAYI DAN BALITA DI RW 01 KELURAHAN WONOKROMO SURABAYA: PREVENTION MANAGEMENT OF FEVER AND INFANTS IN RW 01 KELURAHAN WONOKROMO SURABAYA siska nurul abidah; Hinda Novianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): JPM | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i1.652

Abstract

ABSTRAK Kejang demam atau febris konvulsi merupakan salah satu penyebab dari kematian mendadak pada bayi dan balita. Diketahui di lingkungan RW 01 kelurahan Wonokromo Surabaya jumlah bayi dan balita cukup banyak, dan kebanyakan ibu-ibu memiliki pemahaman yang keliru dalam penanganan kejang demam. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang cara menangani kejang demam pada bayi dan balita. Waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini jangka waktu 3 bulan. Metode yang dilakukan adalah mengumpulkan kader-kader dan ibu–ibu yang memiliki bayi dan atau balita, kemudian diberikan penyuluhan dan mendemonstrasikan tentang cara penanganan awal kejang demam di rumah, mereka pun menirukan demonstrasi. Penyuluhan menggunakan metode ceramah ,demonstrasi dan tanyajawab. Tingkat pengetahuan responden dapat diketahui dengan melakukan pre test berupa kuesioner yang akan diisi oleh responden. Pre test dilakukan sebelum penyuluhan dan demonstrasi. Sedangkan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan responden tentang kejang demam dapat diketahui dengan membandingkan hasil pre test dan post test yang akan diisi responden setelah dilakukan penyuluhan. Hasil kegiatan pemahaman peserta meningkat sebanyak 95,1%. Penyuluhan bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan orangtua dalam penanganan awal saat kejang demam. Kata kunci: Kejang demam, bayi, balita ABSTRACT Fever convulsions or febrile convulsions are one of the causes of sudden death in infants and toddlers. It is known that in RW 01, Wonokromo sub-district, Surabaya, the number of babies and toddlers is quite a lot, and most mothers have a wrong understanding in handling febrile seizures. This Community Service activity is carried out to increase knowledge and understanding of how to fear babies and toddlers. The period of implementing this community service activity is 3 months. The method used was to gather cadres and mothers who had babies and / or toddlers, then given counseling and demonstrated how to treat early fever seizures at home, they imitated. Extension using lecture, reproduction and question and answer methods. The respondent's level of knowledge can be identified by conducting a pre-test in the form of a questionnaire that the respondent will fill out. The pre test was carried out before education and development. Meanwhile, to find out the increase in knowledge about respondents which can be seen by comparing the results of the pre test and post test that will be filled in after counseling. The results of the participants' understanding activities increased by 95.1%. Education is useful for increasing parental knowledge in early management of febrile convulsions. Key words: Fever convulsions, infants, toddlers
EFFECT OF CARICA PAPAYA L LEAF ON MENSTRUAL PAIN AND PROSTAGLANDIN LEVEL IN ADOLESCENT WITH PRIMARY DYSMENORRHEA: A TRUE EXPERIMENT Siska Nurul Abidah; Soeharyo Hadisaputro; Runjati Runjati; Syarief Thaufik Hidayat; Ari Suwondo; Donny Kristanto Mulyantoro
Belitung Nursing Journal Vol. 3 No. 3 (2017): May - June
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.269 KB) | DOI: 10.33546/bnj.96

Abstract

Background: Primary dysmenorrhea occurs because of the excessive amount of prostaglandins in the blood. Papaya leaf extract is considered to be able to reduce prostaglandin and menstrual pain. Objective: This study aims to prove that papaya leaf extract (Carica Papaya L.) can decrease the level of menstrual pain and prostaglandin levels in primary dysmenorrhea. Methods: A true experimental study with randomized pretest posttest control group design. There were 32 samples recruited using simple random sampling, with 16 each assigned to an experiment group and a control group. Numerical Rating Scale (NRS) was used to measure menstrual pain, and the level of prostaglandin was measured using the enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) method. Independent t-test and paired t-test were performed for data analysis. Results: There was statistically significant difference of menstrual pain and prostaglandin level before and after intervention with p-value 0.000 (<0.005), which indicated that papaya leaf extract had a significant effect on reducing menstrual pain. The decrease of menstrual pain in the experimental group was -3.375 and in the control group was -3.438; while the decrease of prostaglandin level in the experimental group was -56.971 and in the control group was -57.557. Conclusion: Provision of papaya leaf extract (Carica Papaya L.) significantly decreased the level of menstrual pain and prostaglandin levels in primary dysmenorrhea. Papaya leaf extract can be used as a safe and effective herbal medicine for primary dysmenorrhea which has almost the same efficacy as mefenamic acid.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Sikap Orangtua Dalam Penanganan Awal Kejang Demam Pada Balita Siska Nurul Abidah; Hinda Novianti
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 8 No. 2 (2021): OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v8i2.889

Abstract

Parents of toddlers with fever seizures are worried and anxious if their toddler has a fever and body temperature does not drop immediately. This can be caused by perents’ ignorance about the early handling of febrile seizures in toddlers. The purpose of this study was to determine the effect of health education on febrile seizures on parents’ attitudes in handling emergency febrile seizures in toddlers. This research is a quantitative study with a desaign quasy experiment design with a one group pretest posttest desaign design. The sample population of parents who had children aged 3 months-5 years is 80 people by means of purposive sampling. The research was conducted for 2 months, namely July-August 2020 at RW 01 and RW 02Wonokromo Vileage, Surabaya. Dta collection in the from of a questionnaire. Statistical test using the Wilcoxon Sign Rank Test. The statistical test result obtained a significance value of 0.000 (p value ˂0.005), which means that thhere is an effect of health education on the ettitudes of parents in handling emergency febrilr seizures in toddlers. Health education can increase knowladge so that it can change parents’ attitudes in early handling of febrile seizures in toddlers. Keywords: Health Education, Fever Convulsions, Toddlers ABSTRAK Orangtua dengan balita kejang demam merasa khawatir dan cemas apabila balita mereka mengalami demam dan suhu tubuh yang tidak segera turun. Hal ini dapat disebabkan karena ketidaktahuan orang tua tentang penanganan awal kejadian kejang demam pada balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang kejang demam terhadap sikap orangtua dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment desaign dengan rancangan one group pretest posttest desaign. Populasi orang tua yang memiliki anak berusia 3 bulan - 5 tahun sampel berjumlah 80 orang dengan cara Purposive sampling. Penelitian dilakukan selama 2 bulan yaitu Juli-Agustus 2020 di RW 01 dan RW 02 Kelurahan Wonokromo Surabaya. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil uji statistik didapatkan nilai signifikansi 0,000 (p value <0,005) artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap orang tua dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam pada balita. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahauan sehingga dapat merubah sikap orangtua dalam melakukan penanganan awal kejang demam pada balita. Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Kejang Demam, Balita
Pemanfaatan Rumah Keluarga Sebagai Kedasi ( Kedai Support Asi ) Menuju Zero Susu Formula Pada Bayi Usia 0 – 6 Bulan Elly Dwi Masita; Siti Maimunah; Siska Nurul Abidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2155

Abstract

Salah satu indikator dari status kesehatan suatu negara adalah Angka kematian bayi (AKB). Berdasarakan  survei penduduk antar sensus pada tahun 2015 menjelaskan bahwa angka kematian bayi di Indonesia mencapai 22,23 per 1000 kelahran hidup. Angka  ini belum sesuai dengan target SDG’s 2030  yaitu sebesar 12 per 1.000 kelahiran hidup. Beberapa hal yang menyebabkan kondisi ini antara lain belum terlaksananya pemberian ASI eksklusif secara tepat dan tuntas. Ketidatuntasan dalam pemberian ASI eksklusif disebabkan beberapa hal antara lain kurangnya pengetahuan ibu, persepsi yang salah tentang ASI, kurangnya dukungan keluarga serta dukungan social. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif sampai saat ini adalah dengan membentuk kader ASI, Kampung ASI, Kampanye ASI,  namun upaya tersebut masih belum mampu mengatasi permasalahan pemberian ASI Eksklusif. Berdasarkan hasil survei dan wawancara yang dilakukan di RW II Kelurahan Wonokromo pemberian ASI eksklusif belum  mencapai target yang telah ditentukan. Target pencapaian ASI eksklusif  sebesar 80 % sedangkan pepncapaian mencapai angka 49,7%. Pencapaian ini disebabkan karena persepsi yang salah tentang ASI, budaya keluarga dan masyarakat, kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat. Oleh sebab itu penting diadakakan suatu upaya optimal yang terintrgrasi sehingga dapat menyelesaikan berbagai masalah tersebut, salah satunya dengan membuat program KEDASI. KEDASI merupakan program pemanfaatan rumah keluarga  sebagai Kedai Support ASI yang menyediakan berbagai pelayanan kebutuhan yang berkaitan dengan ASI dan segala permasalahanya. Bentuk layanan tersebut berupa program konseling, perawatan payudara, pijat oksitoksin, program fathering, perpustakaan mini ASI dan menanam tanaman support ASI di halaman rumah tersebut, catering makanan support ASI, menjual minuman, camilan support ASI. Dengan demikian promosi ASI Ekslusif dapat dilakukan oleh berbagai lini masyarakat. Selain itu program KEDASI dapat memberikan konstribusi peningkatan ekonomi keluarga non ekonomi. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi tentang ASI eksklusif, pembentukan kader ASI, Pelatihan konselor ASI, pelatihan pijat oksiktoksin, pelatihan usaha untuk pengelola KEDASI, pengadaan perpustakaan mini dengan tema ASI serta pembuatan taman support ASI seperti taman daun katuk dan daun kelor.Kata kunci: ASI eksklusif, KEDASI
Peningkatan Pengetahuan Penanganan Emesis Gravidarum Pada Kader Kesehatan Melalui Pemanfaatan Minuman Herbal Jahe Siska Nurul Abidah; Hinda Novianti; Nur Masruroh; Fariska Zata Amani
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.906 KB) | DOI: 10.31943/abdi.v4i2.66

Abstract

Mual muntah pada kehamilan berlebih tidak hanya mengancam ibu hamil tetapi juga menyebabkan efek samping pada janin. Kader merupakan seorang yang sukarela sebagai pelaku penggerak masyarakat bukan tenaga professional tetapi hanya membantu dalam pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang penanganan emesis gravidarum melalui pemanfaatan minuman herbal jahe. Sehingga kader diharapkan dapat memberikan edukasi tersebut kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di RW 1 Kelurahan Wonokromo Surabaya dengan melibatkan kader kesehatan sebanyak 23 orang yang dilakukan selama 1 bulan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan edukasi menggunakan power point dan leafleat tentang penanganan emesis gravidarum pada kader kesehatan melalui pemanfaatan minuman herbal jahe dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebelum pemberian edukasi, peserta kader kesehatan diberikan pretest dan setelah pemberian edukasi, diberikan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuannya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa ibu kader kesehatan mempunyai tingkat pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi tentang penanganan emesis gravidarum melalui pemanfaatan minuman herbal jahe, dengan rata-rata skor pre test 34,8% sedangkan hasil post test nilai rata-rata peserta adalah 91,3% sehingga ada peningkatan pengetahuan kader kesehatan akan manfaat minuman herbal jahe untuk menurunkan mual muntah pada ibu hamil. Sehingga kader kesehatan diharapkan dapat secara mandiri memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.   Kata kunci : Jahe, Mual Muntah, Kader Kesehatan   Abtract Nausea and vomiting in excess not only threatens pregnant women but also causes side effects to the fetus. A Kader is a person who voluntarily acts as a community mobilizer, not a professional but only assists in health services. This community service activity was carried out to increase the knowledge of health kader about handling emesis gravidarum through the use of ginger drinks. So that the kader are expected to provide this education to the community. This community service was carried out in RW 1, Wonokromo Village, Surabaya, involving 23 health kader, which was carried out for 1 month. This community service activity is carried out by providing education using power points and leaflets about handling emesis gravidarum to health kader through the use of ginger drink using the lecture method, question and answer using health protocols. Before giving education, health kader participants were given a pretest and after giving education, a posttest was given to measure their level of knowledge. The results of this activity indicate that the health kader mothers have a good level of knowledge after being given education about handling emesis gravidarum through the use of ginger drinks, with an average pre test score of 34.8% while the post test results have an average score of 91, 3 % so that there is an increase in the knowledge of health kader about the benefits of ginger herbal drink to reduce nausea and vomiting in pregnant women. So that health kader are expected to be able to independently provide public health education.   Keywords : Ginger, Nausea Vomiting, Health Cadre