Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Pentingnya Protokol Kesehatan Pada Ibu Hamil dan Bidan Dalam Pelaksanaan Antenatal Care Novianti, Hinda; Abidah, Siska Nurul; Windarti, Yunik
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i1.326

Abstract

Kunjungan ANC mulai beranjak naik di awal tahun 2022, sejak kasus covid berangsur menurun. Hal ini memicu fenomena  kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan mulai diacuhkan. Padahal tidak bisa dipungkiri masih ada angka kejadian covid maupun penyakit lain yang ditularkan melalui virus yang bisa mengganggu kesehatan ibu dan janin, sebab ibu hamil lebih beresiko 2 kali lipat lebih tinggi terpapar virus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu dan bidan  agar tidak lalai dalam menjaga kebersihan dan memutus mata rantai penularan covid dan penyakit lain yang menular oleh virus dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi secara langsung kepada ibu hamil dan bidan di PMB Lastakningsih pada bulan Februari-April 2022, serta diberikan leaflet yang berisi tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan. Ibu hamil dan bidan diberikan kuesioner pretest dan posttest,  untuk mengukur tingkat pemahaman peserta.peserta berjumlah 42 orang. Hasil pretest yang berpengetahuan baik 62%, hasil posttest pengetahuan baik 90,4%. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan kemampuan dan pengetahuan ibu hamil dan bidan dalam memahami dan mentaati protokol kesehatan sehingga tidak terjadi peningkatan angka kesakitan dan kematian pada  ibu dan janin. Pemberian edukasi ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan terutama bagi ibu hamil.
Upaya Menurunkan Nyeri Dismenorea Secara Non Farmakologi dengan SEFT dan Aromaterapi Abidah, Siska Nurul; Rahayu, Esty Puji; Rizki, Lailatul Khusnul; Safitri, Yati Isnaini; Zahra, Fathimah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.10450

Abstract

Permasalahan prioritas mitra saat ini yaitu masih banyak remaja putri yang mengeluh nyeri menstruasi sehingga menyebabkan terganggunya belajar, susah tidur, pusing dan susah untuk berkonsentrasi sehingga materi yang disampaikan selama pembelajaran tidak dapat diterima dengan baik, serta mengganggu dalam beraktivitas sehari-hari. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui upaya kegiatan pemberian edukasi tentang Upaya Menurunkan Nyeri Dismenorea Secara Non Farmakologi dengan SEFT dan Aromaterapi.  Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama 1 bulan dengan peserta remaja putri di RW 02 Kelurahan Pacarkembang Surabaya sebanyak 25 peserta. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi tentang cara mengatasi nyeri dismenorea secara non farmakologi yaitu menggunakan SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) dan aromaterapi, setelah itu dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan dengan memberikan pretest dan post test.   Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan tingkat pengetahuan saat pre test didapatkan skor 25% sedangkan saat post test tingkat pengetahuannya menjadi 85%. Kesimpulan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat adanya perubahan sebelum dan sesudah di lakukan pengabdian kepada masyarakat yaitu adanya peningkatan pengetahuan remaja putri dalam melakukan penanganan mandiri dengan efek samping rendah dan aman yaitu menggunakan SEFT dan aromaterapi.  Sehingga dapat digunakan sebagai terapi alternatif oleh para remaja putri untuk mengatasi keluhan nyeri dismenore
Pemberdayaan Santri dalam Kesehatan Reproduksi: Strategi untuk Menciptakan Generasi Sehat, Cerdas, dan Mandiri di Lingkungan Pesantren Lailatul Khusnul Rizki; Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah; Esty Puji Rahayu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Memaksimalkan Potensi
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v4i2.1418

Abstract

Program pemberdayaan santri sebagai upaya membentuk generasi sehat, cerdas, dan mandiri dalam kesehatan reproduksi merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan santri mengenai pentingnya kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi yang baik sangat penting dalam pembentukan generasi yang kuat secara fisik dan mental, terutama di kalangan santri yang memiliki peran signifikan dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman santri tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, serta kemampuan untuk mandiri dalam mengelola isu-isu kesehatan reproduksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran para santri dalam memahami dan mengaplikasikan konsep kesehatan reproduksi, sehingga diharapkan dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Pemberdayaan ini menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang lebih sehat, cerdas, dan mandiri
Peningkatan Kemampuan Remaja Putri Melalui Edukasi Interaktif Solusi Mengatasi Nyeri Menstruasi dengan Kompres Dingin Abidah, Siska Nurul; Rahayu, Esty Puji; Rizki, Lailatul Khusnul; Safitri, Yati Isnaini; Rihlah, Jauharotur
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i2.54

Abstract

Remaja banyak mengeluh nyeri menstruasi tetapi tidak mengetahui cara mengatasi nyeri menstruasi secara non farmakologi. Remaja putri biasanya mengatasinya dengan istirahat, minum air putih, dan mengolesi dengan minyak kayu putih saja. Bahkan mereka saat mengalami nyeri menstruasi tidak masuk sekolah dan tidak dapat beraktivitas. Sehingga dibutuhkan pemberian edukasi untuk memberikan tambahan pengetahuan cara mengatasi nyeri menstruasi dengan terapi yang murah, mudah dilakukan dan minim efek samping. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan melalui edukasi interaktif solusi mengatasi nyeri menstruasi dengan menggunakan terapi kompres dingin. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama 1 bulan dengan peserta sebanyak 28 remaja putri di pondok pesantren Baitul Makmur Kelurahan Wonokromo Surabaya. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi interaktif tentang cara mengatasi nyeri menstruasi menggunakan kompres dingin. Hasil pre test dan post test pengabdian masyarakat didapatkan hasil pengetahuan pretest didapatkan rata-rata nilai 40 dan hasil post test rata-rata nilai 95, sehingga terdapat perubahan pengetahuan dan kemampuan remaja putri dalam mengatasi nyeri menstruasi dengan menggunakan terapi kompres dingin. Kompres dingin dapat digunakan sebagai alternatif solusi yang mudah dan aman digunakan oleh remaja untuk mengatasi nyeri menstruasi sehingga remaja dapat lebih produktif dalam kegiatan sehari-harinya.
Upaya promosi Langgam jawa dan terapi komplementer Indonesia di Thailand untuk mengurangi kecemasan dan nyeri menstruasi (Dysminorea) pada Remaja Rahayu, Esty Puji; Rizki, Lailatul Khusnul; Safitri, Yati Isnaini; Abidah, Siska Nurul
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i2.460

Abstract

Prevalensi kejadian dismenore di Asia adalah 74,5%, sedangkan di Malaysia mencapai 69,4% dan Thailand 84,2%. Sementara itu, di Indonesia kejadian dismenore sebesar 64,25% dari remaja putri yang mengalami menstruasi terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36 % dismenore sekunder. Prevalensi dismenore pada remaja di Jakarta Pusat sebanyak 87,5% dimana sebanyak 20% mengalami nyeri ringan, 64,76% nyeri sedang, dan 14.76% nyeri berat. Permasalahan nyeri menstruasi masih  cenderung  kurang  mendapatkan perhatian  yang  serius  di  kalangan  remaja  dan  wanita  usia  subur.  Hal  ini  karena masih  ada  persepsi  yang  menganggap  bahwa  masalah  seperti  reproduksi  masih tabu  untuk  didiskusikan  dan  harus  diselesaikan  secara  individu. Metode yang digunakan dalam pengabdian masayarakat ini adalah dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang akupresure untuk mengurangi nyeri menstruasi (dysminorhea). Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan dari hanya 25% sasaran yang tahu cara mengurangi dysminorea menjadi 85% sasaran tahu tentang cara mengurangi dysminorea. Selain itu setelah dilakukan pelatihan akupresur sebanyak 95% sasaran terampil melakukan akupresure pada titik LI4,SP6 dan SP8, titik-titik tersebut dapat digunakan untuk meringankan keparahan gejala sistemik yang menyertai dismenore.  Tim juga mengenalkan jamu kunyit asam dan langgam Jawa Yen Ing Tawang untuk mengurangi dysminorea, setelah mendengarkan langgam Jawa sasarn merasa nyaman dan lebih tenang. Langgam Jawa mempunyai tempo 60 byte per menit dan dapat membantu menjaga homeostatis tubuh melalui jalur sumbu HPA yang dapat merangsang hormon endorfin dan enkephalin yang merupakan opiat endogen atau analgetik alami dari dalam tubuh. Kandungan kurkumin dan antosianin pada kunyit asam mampu menghambat reaksi siklooksigenase (COX) sehingga dapat menghambat dan mengurangi peradangan yang kemudian akan mengurangi dan menghambat kontraksi rahim yang menyebabkan nyeri haid.
The Effect of Religious Music Therapy on Reducing Menstrual Pain Among Midwifery Students: A Non-Pharmacological Approach Rizki, Lailatul Khusnul; Kartika Sari, Feby; Anggraini, Fritria Dwi; Abidah, Siska Nurul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 03 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v18i03.7639

Abstract

Primary dysmenorrhea is a common menstrual disorder affecting women of reproductive age, particularly adolescents and young adults. Many students experience menstrual pain, potentially interfering with academic and daily activities. This study investigates the effectiveness of religious music therapy in reducing the intensity of primary dysmenorrhea among undergraduate midwifery students at Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. This research used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population was all third-semester undergraduate midwifery students who experienced primary dysmenorrhea. The sample consisted of 33 students, selected through purposive sampling. The intervention was a 30-minute religious music therapy session conducted during the first or second day of menstruation. The intensity of primary dysmenorrhea was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Data analysis used the Wilcoxon Signed-Rank Test with a significance level of α = 0.05. Before the intervention, most participants experienced moderate menstrual pain (63.6%), while a few reported mild (30.3%) and severe (6.1%). After the intervention, most respondents reported mild menstrual pain (78.8%), and a few had moderate (21.2%). The Wilcoxon test result obtained p=0.000, showing a statistically significant reduction in menstrual pain after the religious music intervention. Religious music therapy effectively reduces the intensity of primary dysmenorrhea. It is potentially a non-pharmacological therapy to manage menstrual pain.
Membangun Kesadaran Kesehatan Reproduksi melalui Edukasi Menstruasi bagi Santri Remaja Abidah, Siska Nurul; Yustikasari, Lidya; Zen, Vella Ammilatuz Zamri; Cahyani, Tarisa Nadya Dwi
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i3.64

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang penting dalam kehidupan manusia, ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu perubahan fisik yang menonjol pada remaja perempuan adalah dimulainya menstruasi, yang menjadi tanda kematangan organ reproduksi. Sehingga dibutuhkan pemberian edukasi untuk memberikan tambahan pengetahuan tentang menstruasi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang mestruasi dan bahayanya. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama 1 bulan dengan peserta sebanyak 28 santri di pondok pesantren Baitul Makmur Kelurahan Wonokromo Surabaya. pengadian masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan serta tanya jawab. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini terdapat perubahan pengetahuan santri sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan Pentingnya edukasi menstruasi yang tepat bagi santri remaja tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman tentang proses biologis tubuhnya, tetapi juga membangun kesadaran diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta melatih kemampuan menjaga kesehatan reproduksi secara mandiri.
Strategi Pendidikan Kesehatan untuk Wanita Usia Subur dalam Meningkatkan Pengetahuan MKJP: Kolaborasi Kebidanan dan Edukasi di Perkotaan Safitri, Yati Isnaini; Abidah, Siska Nurul; Rahayu, Esty Puji; Rizki, Lailatul Khusnul; Lutfauziah, Asmaul
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i3.68

Abstract

Wanita usia subur (WUS) di wilayah perkotaan seringkali menghadapi keterbatasan pengetahuan mengenai metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), meskipun akses terhadap fasilitas kesehatan relatif memadai. Di Kelurahan Wonokromo, Kota Surabaya, data menunjukkan bahwa pemahaman warga tentang pilihan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, implan, dan sterilisasi masih tergolong rendah. Permasalahan ini diperburuk dengan adanya persepsi keliru mengenai efek samping MKJP. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan WUS tentang MKJP melalui strategi pendidikan kesehatan berbasis kolaborasi tenaga kebidanan dengan media edukasi audiovisual dan leaflet. Metode yang digunakan adalah edukasi terpadu melalui penyuluhan langsung, diskusi interaktif, penggunaan media audiovisual, serta distribusi leaflet informatif. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai jenis, manfaat, dan prosedur MKJP, dengan rata-rata skor pre-test 52% meningkat menjadi 86% pada post-test. Simpulan dari kegiatan ini adalah strategi pendidikan kesehatan berbasis kolaborasi kebidanan dan edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan WUS tentang MKJP, sekaligus menjadi model yang dapat diadaptasi di wilayah perkotaan lain.
Pemberdayaan Remaja Melalui Edukasi Terapi Herbal Dalam Penanganan Gejala Premenstrual Syndrome Rizki, Lailatul Khusnul; Safitri, Yati Isnaini; Abidah, Siska Nurul; Rahayu, Esty Puji; Putri, Pratiwi Hariyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2732

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri, ditandai dengan gejala fisik dan emosional seperti nyeri haid, kelelahan, mudah marah, serta gangguan konsentrasi. Di Kelurahan Kemasan, Krian, Sidoarjo, hasil observasi awal menunjukkan sebagian besar remaja putri mengalami gejala PMS namun belum mengetahui cara penanganan yang tepat dan aman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja mengenai penanganan PMS melalui terapi herbal. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif tentang PMS dan terapi herbal, praktik langsung pembuatan ramuan jamu kunyit asam dan wedang jahe, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dari 12% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan. Seluruh peserta mampu mengikuti praktik pembuatan ramuan herbal dan menyatakan minat untuk menerapkannya secara mandiri. Kegiatan ini mendapat dukungan kader PKK dan perangkat kelurahan yang berencana mengintegrasikan program ke dalam agenda pembinaan remaja. Edukasi terapi herbal efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam menangani PMS secara alami. Disarankan kegiatan serupa dikembangkan dengan cakupan lebih luas serta pemantauan berkelanjutan untuk mengoptimalkan dampaknya.
The Effect of Cold Compresses on Dysmenorrhea in Adolescent Women Abidah, Siska Nurul; Anggasari, Yasi; Rahayu, Esty Puji; Maulidia, Ella
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 02 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v17i02.5740

Abstract

Dysmenorrhea is discomfort during the first day or second day of menstruation that can interfere with the activities of adolescent girls, so that one of them must be treated using non-pharmacological therapy, namely cold compresses. The purpose of this study was to analyze the effect of cold compresses on reducing dysmenorrhea pain in adolescent girls at Pesantren At-Tauhid Sidoresmo Surabaya. The design used in this study is Quasy experimental design with one group pretest posttest desaign using Purposive sampling technique. The sample of this study was conducted at the At-Tauhid Sidoresmo Surabaya Islamic Boarding School as many as 30 adolescent girls who experienced dysmenorrhea. The treatment carried out is cold compress by filling the ice bag as much as 1/3 - ½ part with a temperature of 15 -18 oC as much as 3x every 10 minutes. Data collection of dysmenorrhea pain levels using the Numeric Rating Scale, which assesses pain using a scale of 0-10. Data analysis using Wilcoxon rank test. The results of the analysis of this study indicate that α <0.05, ρ Value = 0.000, which means that there is an effect of cold compresses on reducing dysmenorrhea pain in adolescent girls at the At-Tauhid Sidoresmo Islamic Boarding School in Surabaya. Cold compress therapy has an effect on reducing dysmenorrhea pain, so it can be used as an alternative therapy by young women when experiencing dysmenorrhea pain that does not cause side effects. Keywords: Cold compress, Dysmenorrhea, Adolescents