Claim Missing Document
Check
Articles

HYGINE DAN SANITASI ORGAN REPRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN REMAJA TENTANG PHBS DI PP. HIDAYATULLAH AL MUHAJIRIN MADURA Fathimah Zahra; M. Nasir, Siska Nurul Abidah; Dewi Masitha; Yuriske Agnovianto; Tirta Akbar Putra Setiawan; Nur Fajril Arjuna Arif Billah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37409

Abstract

Pendidikan mengenai kesehatan terutama sistem reproduksi, sangatlah penting untuk diperhatikan oleh setiap kalangan termasuk para orang tua maupun remaja itu sendiri. Remaja yang memiliki pengetahuan yang baik maka akan mempengaruhi sikap hingga bentuk perilaku yang baik pula untuk berusaha menjaga kebersihan genitalia. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatkan pemahaman dengan memberikan edukasi kepada santri agar dapat memahami pentingnya hygine dan sanitasi organ reproduksi untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang PHBS. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan peserta diberi pre-test, kemudian setelah penyuluhan peserta diberi post-test. Hasil pre-test dan post-test dinilai kemudian dilakukan pengolahan data dan evaluasi. Hasil pre-test dan post-test mengenai pengetahuan hygine dan sanitasi organ reproduksi untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang PHBS melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh santri yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah sebesar 4,25%. Dari hasil analisis Uji T-test, menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0,02 (p < 0,05), yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan santri saat sebelum dilakukan penyuluhan dan setelah dilakukan penyuluhan. Kesimpulannya, Penyuluhan "Hygine dan Sanitasi Organ Reproduksi untuk Meningkatkan Kesadaran Remaja tentang PHBS di PP. Hidayatullah Al Muhajirin Madura" telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman santri.
Fast Food Consumption Patterns and Menstrual Cycle Regularity in Adolescent Girls Siska Nurul Abidah; Yati Isnaini Safitri; Siti Khalimah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19 No 02 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v19i02.8842

Abstract

Adolescence is period important in development, including maturation system marked reproduction with menstruation. Regularity cycle menstruation become indicator health reproduction teenager princess, but still many have experienced irregularity. One of the suspected factors influence condition the is pattern consumption related foods with balance intake nutrition. Objective study This for know connection pattern consumption fast food with regularity cycle menstruation in adolescents daughter. Study use design analytic observational with approach cross sectional. Population includes 45 teenagers daughter at MA Al- Munawwaroh Kembangbahu Lamongan held in the month January- March 2026 with sample of 45 selected respondents through technique total sampling. Variable independent is pattern consumption fast food, whereas variables dependent is regularity cycle menstruation. Instruments in study This use sheet questionnaire FFQ. Data analysis using chi-square test with level significance <0.05. Research result show that part large (33.3%) teenagers daughter is in the category consumption fast food high and partly large (53.3%) teenagers daughter own cycle menstruation abnormal. There is a relationship pattern consumption fast food with regularity cycle menstruation in adolescents daughter at MA Al-Munawwaroh Kembangbahu Lamongan with p-value result 0.000 (p<0.05). Consumption level high fast food potential can influence occurrence irregularity cycle menstruation. Therefore that, it is recommended that teenagers daughter limit consumption fast food and implement pattern eat healthy use guard regularity cycle menstruation.
Asuhan Komplementer Komprehensif dalam Mengatasi Dysmenorrhea Remaja di Maahad Darul Falah, Selangor, Malaysia Esty Puji Rahayu; Lalilatul Khusnul Rizki; Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah; Tiyas Saputri
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2: Juli 2026
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v6i2.779

Abstract

Prevalensi dysmenorrhea di Asia adalah 74,5%, sedangkan di Malaysia mencapai 69,4% dan Thailand 84,2%. Salah satu pesantren di Malaysia adalah Maahad Darul Falah dengan 56 siswa Perempuan yang terletak di dekat pantai, tepatnya di Sungai Besar, Selangor, Malaysia dengan masalah kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja, dysmenorrhea dan cara mengelolanya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan asuhan komplementer secara komprehensif dalam mengatasi dysmenorrhea. Kegiatan ini merupakan pengabdian masyarakat dengan evaluasi pre-post dan ukuran sampel eksplisit 56 santriwati dan 15 santriwati mendapat terapi TENS. Alat ukur nyeri menggunakan NRS yang merupakan instrumen terstandar, lokasi kegiatan di Maahad Darul Falah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat terdiri dari pendidikan kesehatan reproduksi, mengelola dysmenorrhea dengan teknik akupresur dan penggunaan TENS serta memberikan terapi komplementer yang komprehensif bagi remaja yang mengalami dysmenorrhea. Hasil penelitian menyatakan terdapat peningkatan pengetahuan tentang fisiologi menstruasi dan permasalahannya dari 17,86% ke 87,5%. Ada juga peningkatan pengetahuan tentang cara mengelola nyeri haid dengan terapi komplementer yaitu akupresur dan TENS dari 44,64% menjadi 89,29%. Sebanyak 15 siswa telah datang ke Posko dan mendapatkan terapi TENS, akupresure dan musik. Kesimpulannya, pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan akupresur; kombinasi terapi komplementer berpotensi menurunkan nyeri, namun diperlukan data kuantitatif dan studi dengan kontrol untuk memastikan efektivitas.
Upaya promosi Langgam jawa dan terapi komplementer Indonesia di Thailand untuk mengurangi kecemasan dan nyeri menstruasi (Dysminorea) pada Remaja Esty Puji Rahayu; Lailatul Khusnul Rizki; Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i2.460

Abstract

Prevalensi kejadian dismenore di Asia adalah 74,5%, sedangkan di Malaysia mencapai 69,4% dan Thailand 84,2%. Sementara itu, di Indonesia kejadian dismenore sebesar 64,25% dari remaja putri yang mengalami menstruasi terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36 % dismenore sekunder. Prevalensi dismenore pada remaja di Jakarta Pusat sebanyak 87,5% dimana sebanyak 20% mengalami nyeri ringan, 64,76% nyeri sedang, dan 14.76% nyeri berat. Permasalahan nyeri menstruasi masih  cenderung  kurang  mendapatkan perhatian  yang  serius  di  kalangan  remaja  dan  wanita  usia  subur.  Hal  ini  karena masih  ada  persepsi  yang  menganggap  bahwa  masalah  seperti  reproduksi  masih tabu  untuk  didiskusikan  dan  harus  diselesaikan  secara  individu. Metode yang digunakan dalam pengabdian masayarakat ini adalah dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang akupresure untuk mengurangi nyeri menstruasi (dysminorhea). Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan dari hanya 25% sasaran yang tahu cara mengurangi dysminorea menjadi 85% sasaran tahu tentang cara mengurangi dysminorea. Selain itu setelah dilakukan pelatihan akupresur sebanyak 95% sasaran terampil melakukan akupresure pada titik LI4,SP6 dan SP8, titik-titik tersebut dapat digunakan untuk meringankan keparahan gejala sistemik yang menyertai dismenore.  Tim juga mengenalkan jamu kunyit asam dan langgam Jawa Yen Ing Tawang untuk mengurangi dysminorea, setelah mendengarkan langgam Jawa sasarn merasa nyaman dan lebih tenang. Langgam Jawa mempunyai tempo 60 byte per menit dan dapat membantu menjaga homeostatis tubuh melalui jalur sumbu HPA yang dapat merangsang hormon endorfin dan enkephalin yang merupakan opiat endogen atau analgetik alami dari dalam tubuh. Kandungan kurkumin dan antosianin pada kunyit asam mampu menghambat reaksi siklooksigenase (COX) sehingga dapat menghambat dan mengurangi peradangan yang kemudian akan mengurangi dan menghambat kontraksi rahim yang menyebabkan nyeri haid.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB) di Masyarakat melalui Penguatan Kemampuan Kader Surabaya Hebat Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah; Lailatul Khusnul Rizki; Esty Puji Rahayu; Rizki Amalia; Mohammad Nasir
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i3.130

Abstract

Pendidikan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana (KB) di masyarakat melalui kader kesehatan di Surabaya masih perlu ditingkatkan, terutama dalam meningkatkan jumlah peserta KB baru, membimbing peserta KB aktif, serta pemahaman tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan isu kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader melalui program “Penguatan Kader Surabaya Hebat”. Sebanyak 34 Kader Surabaya Hebat (KSH) berpartisipasi dalam pelatihan yang berfokus pada pemahaman metode kontrasepsi dan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, di mana sebelum pelatihan terdapat 15 KSH (44,1%) dengan pengetahuan rendah, namun setelah pelatihan menurun menjadi 3 KSH (8,8%), sebaliknya, kategori pengetahuan tinggi meningkat secara signifikan. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan KSH, tetapi juga diharapkan berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan penggunaan kontrasepsi yang tepat. Melalui pendekatan berbasis kebutuhan lapangan, program ini memberdayakan kader agar lebih aktif dalam edukasi masyarakat serta mendorong partisipasi dalam program KB. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian tujuan program KB dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kedung Sroko RW II Kelurahan Pacarkembang, Surabaya. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi KSH untuk menghadapi tantangan kesehatan reproduksi, serta menjadi dasar pengembangan program serupa di masa mendatang guna meningkatkan kesehatan reproduksi di Indonesia secara berkelanjutan.