Claim Missing Document
Check
Articles

Cegah dan Atasi Morning Sickness Dengan Essential Oil Diffuser Blend Aromatherapy pada Ibu Hamil Trimester I di Wilayah Kerja PMB Nanik Sidoarjo Fritria Dwi Anggraini; Siska Nurul Abidah; Fariska Zata Amani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.678 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.818

Abstract

Trimester I kehamilan merupakan fase penting karena seluruh organ vital janin dibentuk sehingga pada fase ini membutuhkan asupan gizi yang cukup, namun pada pada fase tersebut ibu hamil mengalami keluhan mual muntah (morning sickness). Penelitian yang telah dilakukan oleh Fritria dkk tahun 2020 menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi campuran lemon, jahe dan sereh yang diberikan secara inhalasi menggunakan diffuser efektif dalam menurunkan morning sicknes pada ibu hamil trimester I. Berdasarkan hasil tersebut maka pemberian intervensi ini diberikan kepada ibu hamil yang mengalami morning sickness. Hal ini bertujuan untuk membantu mencegah dan atau mengatasi permasalahan morning sicknes pada ibu hamil trimester 1. Hasil yang didapatkan dari 18 ibu yang diberikan aromaterapi sebagian besar mengalami penurunan rasa mual dan muntah, Sebelum dilakukan pemberian aromatherapy, hampir setengahnya 40% mengalami morning sicknes derajat sedang dan 33% derajat berat. Setelah diberikan aromatherapy sebagian besar morning sicknes dengan derajat ringan, bahkan 20% menyatakan sudah tidak merasakan mual muntah. Perpaduan aroma senada dari lemon, lemongrass (sereh) dan ginger (jahe) memberikan efek aroma yang menyegarkan, mengurani rasa mual muntah dan merasa nyaman dan kondisi ibu hamil lebih segar. Berdasarkan literature review yang telah dilakukan oleh Babar Ali dkk (2015), Penggunaan aromaterapi dengan inhalasi cepat di absorpsi sehingga direspon cepat oleh impuls syaraf ke otak. Terapi ini tidak hanya preventif dan tidak menimbulkan efek samping. Pemberian aromaterapi campuran lemon sereh dan jahe efektif dalam mengurangi morning sickness pada ibu hamil trimester I. Langkah ini sangat mudah dan praktis dan dapat dilakukan oleh masyarakat, serta memberikan efek relaksasi bagi orang lain di sekitarnya serta dapat meningkatkan keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat khususnya keluarga dalam upaya peningaktan derajat kesehatan ibu dan anak.
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI ISU TERKINI DENGAN EVIDENCE BASED MIDWIFERY TERHADAP PERILAKU PEMAKAIAN GURITA IBU NIFAS Hinda Novianti; Siska Nurul Abidah; Yunik Windarti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v12i2.1600

Abstract

ABSTRAK Wanita pada umumnya memiliki keinginan untuk memiliki tubuh langsing kembali setelah melahirkan, maka tidak sedikit mereka menggunakan stagen atau gurita yang cukup erat demi mendapatkan bentuk perut kembali seperti sebelum hamil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi isu terkini kebidanan terhadap pemakaian gurita pada ibu post partum. Desain dalam penelitian ini adalah pra experiment, dengan pendekatan one group pre test dan post test design. Terdapat dua variable, yakni variable independent pemberian edukasi dengan EBM sedangkan variable dependennya pemakaian gurita. Populasinya seluruh ibu nifas di PMB Lastakningsih periode April sampai Mei 2022, dengan sampel sebagian ibu nifas di PMB Lastakningsih sebanyak 45 orang. Diambil dengan tehnik sampling purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan chekclist. Tehnik analisis data menggunakan SPSS dengan uji statistic Wilcoxon. Hasil Asimp.Sig 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak, artinya terdapat pengaruh pemberian edukasi isu terkini kebidanan dengan perilaku pemakaian gurita. Responden yang menggunakan gurita setelah pemberian edukasi 86,7% lebih besar dibanding sebelum diberikan edukasi. Untuk itu sangat diperlukan penyuluhan yang berkala kepada masyarakat luas akan pentingnya kesehatan ibu paska bersalin. Kata Kunci: Edukasi, Isu, Terkini, Gurita, Nifas
Pemberdayaan Pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur Dalam Mengatasi Nyeri Menstruasi Dengan Pemanfaatan Tanaman Herbal Daun Pepaya Siska Nurul Abidah; Esty Puji Rahayu; Lailatul Khusnul Rizki; Yati Isnaini Safitri; Mustika Chasanatusy Syarifah
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v5i2.120

Abstract

Remaja maupun wanita usia subur saat menstruasi kebanyakan mengalami nyeri menstruasi. Masalah ini jika tidak segera di tangani akan menganggu aktivitas dan berlanjut pada masalah kesehatan reproduksi lainnya. Sehingga perlu strategi dalam penanganan masalah tersebut salah satunya menggunakan terapi herbal yaitu menggunakan daun papaya. Masalah prioritas mitra saat ini masih banyak remaja putri yang mengeluh nyeri menstruasi, masih rendahnya pengetahuan remaja putri akan pemanfaatan tanaman herbal daun papaya untuk mengurangi nyeri menstruasi dan penyuluhan kesehatan secara aplikatif tentang alternative mengurangi nyeri menstruasi sama sekali belum pernah dilakukan Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adanya peningkatan pengetahuan melalui upaya kegiatan pemberian edukasi tentang pemanfaatn tanaman herbal daun papaya untuk mengurangi nyeri dismenorea. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 1 bulan dengan peserta remaja putri dan wanita usia subur di Komunitas Wepose Wonokromo Surabaya sebanyak 28 orang. Kegiatan ini dengan cara memberikan Pendidikan Kesehatan menggunakan media power point, LCD dan leaflet tentang penanganan dismenorea menggunakan daun papaya dengan metode ceramah dan tanya jawab. Pengukuran tingkat pengetahuan dengan cara melakukan pre test sebelum pemberian edukasi selanjutkan setelah pemberian edukasi dilakukan post test. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan tingkat pengetahuan saat pre test didapatkan skor 32,1% sedangkan saat post test tingkat pengetahuannya meningkat menjadi 89,3%. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri dan wanita usia subur dalam melakukan penanganan nyeri dismenorea dengan menggunakan tanaman herbal salah satunya menggunakan daun pepaya. Sehingga diharapkan remaja dan wanita usia subur dapat secara mandiri mengatasi nyeri menstruasi dengan minim efek samping
Pemberdayaan anak marginal dengan kelas SEHATI AMAR (Kesehatan Reproduksi Anak Marginal) berbasis Peer group teaching Esty Puji Rahayu; Lailatul Khusnul Rizki; Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6745

Abstract

Berbagai masalah kesehatan dialami anak marginal salah satunya adalah pelecehan dan kekerasan seksual. Data sepanjang tahun 2021, kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan mencapai 11.952. Sebanyak 58,6 persen atau 7.004 di antaranya adalah kasus kekerasan seksual. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membentuk kelas SEHATI AMAR yang berisikan edukasi kesehatan reproduksi bagi anak marginal. Mitra adalah komunitas WePOSE yang terletak di pinggiran rel dekat dengan stasiun Wonokromo, tepatnya di Gg. Buntu Jl. Lumumba Dalam No.16, RT.001/RW.01, Ngagel, Kec. Wonokromo, Kota Surabaya. Dalam pengabdian masyarakat ini kami memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi pada anak, pencegahan pelecehan seksual pada anak, dan permainan edukatif dengan media ular tangga. Berdasarkan post test pada 30 sasaran dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang organ reproduksi anak dan upaya pencegahan pelecehan seksual. Dengan pengetahuan anak yang sudah bagus tentang organ reproduksi dan Upaya pelecehan seksual pada anak, diharapkan hal ini juga didukung oleh keluarga dimana tempat mereka bernaung dan mencari pertolongan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang organ reproduksi anak dan upaya pencegahan pelecehan seksual. Kegiatan selanjutnya bisa mengembangkan kegiatan kampanye stop bulliying dan pencegahan pelecehan seksual yang lebih massif lagi.
MENINGKATKAN PERAN FAMILY CENTERED MATERNITY CARE (FCMC) DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUNJUNGAN IBU HAMIL Nanik Handayani; Annif Munjidah; Siska Nurul Abidah; Hazna Ainur Rahma; Jessica Puspa Kencana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17645

Abstract

Kurangnya kesadaran ibu hamil akan pentingnya kunjungan Antenatal Care (ANC) merupakan hal yang perlu diperhatikan, karena Antenatal Care (ANC) merupakan perawatan bagi ibu hamil untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan ibu dan bayi secara optimal. Tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dari ibu hamil merupakan faktor penting dalam kepatuah ibu kunjuangan Antenatal Care (ANC). Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya kunjungan Antenatal Care (ANC) selama kehamilan dengan peran Family Centered Maternity Care (FCMC) sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan Antenatal Care (ANC) di pelayanan kesehatan secara optimal. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil sebesar 30 orang di Desa Tawangsari Taman Sidoarjo. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, tingkat pengetahuan ibu hamil hampir seluruhnya dalam kategori kurang sebesar 76,7% sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan ibu hamil hampir seluruhnya dalam kategori baik sebesar 93,3%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya kunjungan ANC di Desa Tawangsari Taman Sidoarjo sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Diharapkan dengan adanya pengabdian masyarakat ini, ibu hamil bertambah pengetahuan tentang pentingnya kunjungan Antenatal Care (ANC) dan keluarga memberikan dukungan kepada ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC) untuk mencegah terjadinya risiko kehamilan sampai kematian pada ibu
PENERAPAN AJARAN ISLAM DALAM RANGKA MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN GASTRITIS DAN GERD DI PONDOK PESANTREN AL-HIKAM BANGKALAN Mustika Chasanatusy Syarifah; Marinda Dwi Puspitarini; Siska Nurul Abidah; Diana Diana Arum Lisnawati; Mufidah Sheena Andani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21843

Abstract

Permasalahan yang kerap kali dialami oleh santri adalah munculnya keluhan maag atau GERD. Hal ini disebabkan karena berbagai macam faktor, salah satunya adalah pola makan yang tidak teratur dan tingkat stress yang tinggi. Kemudian mitra juga mempunyai jenjang pendidikan MTS dan MA, yang tentu saja ada jenjang tahun akhir dimana siswa harus tekun belajar demi menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Hal diatas tentu bisa menjadi pemicu buruknya pola makan dan pengelolaan stress yang berujung pada penyakit maag atau GERD. Sehingga perlu dilakukan upaya edukasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan santri untuk dapat menerapkan ajaran islam guna menurunkan angka kejadian GERD dan gastritis. Tujuan: Meningkatkan pemahaman santri mengenai cara-cara mandiri untuk menerapkan ajaran islam guna mengurangi angka kejadian GERD dan gastritis. Metode: Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum melakukan penyuluhan dilakukan pre-test, kemudian setelah penyuluhan dilakukan post-test. Hasil pre-test dan post-test dinilai kemudian dilakukan pengolahan data dan evaluasi. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000 sehingga nilai sig <0,05 yang menandakan bahwa ada perbedaan signifikan antara data pre-test dan post-test. Perbedaan yang signifikan ini menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan pada peserta setelah mengikuti sesi penyuluhan. Kesimpulan: Penyuluhan tentang penerapan ajaran islam dalam rangka menurunkan angka kejadian Gastritis dan GERD di Pondok Pesantren Al-Hikam telah memberikan dampak yang signifikan pada peserta, yaitu berupa meningkatnya tingkat pengetahuan.
Pemberdayaan anak marginal dengan kelas SEHATI AMAR (Kesehatan Reproduksi Anak Marginal) berbasis Peer group teaching Esty Puji Rahayu; Lailatul Khusnul Rizki; Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6745

Abstract

Berbagai masalah kesehatan dialami anak marginal salah satunya adalah pelecehan dan kekerasan seksual. Data sepanjang tahun 2021, kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan mencapai 11.952. Sebanyak 58,6 persen atau 7.004 di antaranya adalah kasus kekerasan seksual. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membentuk kelas SEHATI AMAR yang berisikan edukasi kesehatan reproduksi bagi anak marginal. Mitra adalah komunitas WePOSE yang terletak di pinggiran rel dekat dengan stasiun Wonokromo, tepatnya di Gg. Buntu Jl. Lumumba Dalam No.16, RT.001/RW.01, Ngagel, Kec. Wonokromo, Kota Surabaya. Dalam pengabdian masyarakat ini kami memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi pada anak, pencegahan pelecehan seksual pada anak, dan permainan edukatif dengan media ular tangga. Berdasarkan post test pada 30 sasaran dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang organ reproduksi anak dan upaya pencegahan pelecehan seksual. Dengan pengetahuan anak yang sudah bagus tentang organ reproduksi dan Upaya pelecehan seksual pada anak, diharapkan hal ini juga didukung oleh keluarga dimana tempat mereka bernaung dan mencari pertolongan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang organ reproduksi anak dan upaya pencegahan pelecehan seksual. Kegiatan selanjutnya bisa mengembangkan kegiatan kampanye stop bulliying dan pencegahan pelecehan seksual yang lebih massif lagi.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PEREMPUAN MARGINAL DENGAN PENGENALAN IMS DAN UPAYA DETEKSI DINI Safitri, Yati Isnaini; Rahayu, Esty Puji; Rizki, Lailatul Khusnul; Abidah, Siska Nurul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23409

Abstract

Salah satu dari dua puluh dua kelompok masyarakat kurang beruntung di Indonesia dipegang oleh perempuan, khususnya perempuan marginal. Keberadaan perempuan dalam kelompok marginal ternyata tidak hanya berdampak pada perampasan hak-hak perempuan. Namun hal tersebut juga berdampak pada terjadinya perubahan konstruksi sosial, seperti: meningkatnya kejahatan yang dilakukan oleh perempuan, sebagai pengedar narkoba, dan perempuan yang menjadi sumber penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS. Risiko IMS juga dialami oleh komunitas perempuan marginal di Ngagel, Wonokromo Surabaya. Rendahnya pendidikan kesehatan reproduksi, perlunya upaya pengenalan dan deteksi dini IMS serta kurangnya pemberdayaan perempuan di lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan materi tentang teori Pengenalan IMS (Infeksi Menular Seksual) dan Upaya Deteksi Dini. Sebelum dan sesudah penyuluhan diberikan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Tingkat pengetahuan perempuan dalam mengenali IMS (Infeksi Menular Seksual) dan upaya deteksi dini pada saat pre test sebagian besar dari 29 orang (72,4%) mempunyai pengetahuan kurang. Sedangkan pada saat post test hampir seluruhnya sebesar 89,3% pengetahuan perempuan dalam pengenalan IMS (Infeksi Menular Seksual) dan upaya deteksi dini dari 29 orang mempunyai pengetahuan baik. Setelah mendapat edukasi tentang pengenalan IMS (Infeksi Menular Seksual) dan upaya deteksi dini, diharapkan anggota masyarakat mampu melakukan upaya pencegahan IMS dan berdampak pada penurunan angka kejadian IMS pada kelompok Perempuan Marginal.
Prenatal Class sebagai Upaya untuk Meningkatkan Self Efficacy Ibu Hamil Handayani, Nanik; Munjidah, Annif; Abidah, Siska Nurul; Kencana, Jessica Puspa; Zannah, Erfina Miftakhul
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1665

Abstract

Kurangnya kepercayaan diri dan kemampuan ibu hamil terutama pada ibu dengan kehamilan primigravida dalam menjalani masa kehamilan hingga persalinan merupakan hal yang perlu diperhatikan karena akan menentukan kesiapan ibu menjadi orang tua. Tujuan dalam melakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh prenatal class sebagai upaya untuk meningkatkan self efficacy ibu hamil. Dalam penelitian ini menerapkan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Quasy-Experimental one group pre test-post test. Sampel penelitian ini ibu hamil sebanyak 52 responden yang diambil menggunakan teknik Consecutive sampling, Kuesioner penelitian ini menggunakan Instrumen untuk mengukur variabel dependent Self Efficacy ibu hamil menggunakan instrument General Self Efficacy Scale (GSES). Analisis data menggunakan Wilcoxon rank test. Hasil dari penelitian  sebelum ibu hamil mengikuti prenatal class sebagian besar tingkat self efficacy dalam kategori sedang sebesar 57.7%, sedangkan sesudah mengikuti prenatal class, sebagian besar tingkat self efficacy ibu hamil dalam kategori baik sebesar 76.9%. Uji statistic Wilcoxon didapatkan p value (0.000) < (0.05) dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh prenatal class terhadap peningkatan self efficacy ibu hamil. Pelaksanaaan prenatal class dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatn diri selama masa kehamilan, proses persalinan, menyusui, perawatan bati yang bertujuan untuk meningkatkan self efficacy dan kemampuan ibu dan kesiapan untuk menjadi orang tua. Dengan mengikuti prenatal class ibu hamil dapat meningkatkan self efficacy dan kesiapan ibu menjadi orang tua.
Pemberdayaan Anak dan Remaja Marginal Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Rizki, Lailatul Khusnul; Safitri, Yati Isnaini; Abidah, Siska Nurul; Rahayu, Esty Puji
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v7i1.414

Abstract

Fenomena anak jalanan sepertinya tidak pernah lepas dari kehidupan di kota-kota besar, baik di negara maju maupun berkembang. Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia tidak bisa menghindari fenomena anak jalanan yang terus meningkat pasca krisis. Anak jalanan nampaknya lebih besar kemungkinannya untuk melakukan perilaku seksual pranikah dan menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya. Situasi ini tidak lepas dari kehidupan mereka yang terhindar dari aturan di jalanan dalam norma yang serba longgar. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberdayakan anak dan remaja dalam memahami tentang Kesehatan Reproduksi dan perilaku pencegahan kekersan seksual sehingga mereka lebih sadar dan paham apa yang tidak dan harus dilakukan.  Metode pelaksanaannya meliputi pretest dengan kuisioner dilanjutkan sosialisasi perilaku pencegahan kekerasan seksual ada anak dan remaja dan diakhiri dengan posttest dengan menggunakan pertanyaan yang sama. Hasil yang diperoleh dari 23 anak dan remaja, sebelum diberikan penyuluhan tidak ada  remaja (0%) berpengetahuan baik dan 23 remaja (100%) berpengetahuan cukup. Setelah diberikan penyuluhan tentang dampak pernikahan usia muda, sebanyak 16 remaja (69,6%) berpengetahuan baik dan 7 remaja (30,4%) berpengetahuan cukup. Dari hasil evaluasi yang dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat karena secara signifikan mampu meningkatkan pengetahuan anak dan remaja tentang perilaku pencegahan kekerasan seksual.