Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evidence Mapping of Low Birth Weight and Stunting Association: A Holistic Scoping Review (2022–2024) Ardiyanto, Muhammad Abim Aufarizqi; Setiawan, Komang Hendra; Pasek, Made Suadnyani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62540

Abstract

Stunting and low birth weight (LBW) are significant public health challenges that have a global impact on infant development. It is imperative to comprehend the correlation between LBW defined as a birth weight below 2,500 grams and subsequent stunting in order to develop targeted interventions that enhance the health outcomes of children. The objective of this scoping review was to systematically map and integrate the findings regarding the association between stunting incidence in children under five and LBW, utilizing literature published between 2022 and 2024. We conducted a search of PubMed, Scopus, Google Scholar, and SciSpace from January 2022 to October 2024 in accordance with PRISMA-ScR guidelines. A particular emphasis was placed on Indonesian journals that were ranked Sinta. The criteria were satisfied by twenty-seven studies, which included meta-analyses, systematic reviews, case-control studies, facility base studies, and national surveys. Meta-analytic data indicated that the likelihood of stunting was 2.19-2.42 times higher in children who were underweight 2.19 to 2.42 (95% CI: 1.77-3.15).. National survey analyses from Bangladesh, India, and Zambia confirm this association with adjusted odds ratios between 1.19 and 3.24. Facility-based studies report even stronger associations (OR: 10.9, 95% CI: 5.85-20.30). The relation was consistently supported by Indonesian studies, with odds ratios ranging from 1.76 to 3.95. Integrated interventions addressing maternal nutrition, antenatal care quality, and early childhood nutrition are essential for breaking the cycle of intergenerational malnutrition.
Peran Gender dalam Mendukung Pemulihan Kesehatan Ibu pada Masa Postpartum: Tinjauan Literatur : The Role of Gender in Supporting Maternal Health Recovery in the Postpartum Period: A Literature Review Kumaratungga, I Made Pracheta; Made Kurnia Widiastuti Giri; Komang Hendra Setiawan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9766

Abstract

Masa postpartum merupakan periode kritis yang menentukan kesehatan fisik dan psikologis ibu, di mana peran dan konstruksi gender memiliki pengaruh yang signifikan terhadap proses pemulihan. Ketimpangan gender, norma sosial yang kaku, serta minimnya dukungan pasangan dan lingkungan sosial dapat meningkatkan beban fisik, tekanan mental, dan risiko gangguan kesehatan ibu pascapersalinan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran dan konstruksi gender terhadap kesehatan ibu pada masa postpartum, serta mengidentifikasi implikasi kebijakan yang mendukung penerapan kesetaraan gender dalam pelayanan kesehatan maternal. Metode yang digunakan adalah systematic narrative literature review dengan penelusuran artikel pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan BMC Pregnancy and Childbirth menggunakan kata kunci “gender”, “postpartum health”, dan “maternal recovery”. Seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA dengan kriteria inklusi publikasi tahun 2015–2025, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan relevan dengan isu gender serta pemulihan kesehatan ibu postpartum. Sebanyak 10 artikel terpilih dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa norma gender yang tidak setara meningkatkan beban kerja fisik dan kognitif ibu, memperburuk kesehatan mental, serta menghambat akses terhadap layanan kesehatan pascapersalinan. Sebaliknya, keterlibatan pasangan, dukungan sosial berbasis keluarga dan komunitas, serta kebijakan berperspektif gender terbukti berkontribusi positif terhadap pemulihan kesehatan ibu. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi perspektif gender dalam sistem pelayanan kesehatan maternal dan perlunya pengembangan intervensi berbasis komunitas yang sensitif terhadap konteks sosial dan budaya untuk meningkatkan kesejahteraan ibu postpartum secara berkelanjutan.
Pengaruh Faktor Rumah Tangga terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia: Tinjauan Sistematis: The Influence of Household Factors on Stunting among Under-Five Children in Indonesia: A Systematic Review Arya Satya Darma, I Gede; Wibowo, I.P. Adi; Setiawan, Komang Hendra; Pasek, Made Suadnyani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9866

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia yang dipengaruhi oleh berbagai determinan di tingkat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah mengenai faktor rumah tangga yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Tinjauan literatur sistematis ini disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dengan pencarian artikel pada PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar periode 2019–2024. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pendidikan orang tua, jumlah anggota keluarga, status ekonomi, praktik ASI eksklusif, sanitasi rumah tangga, dan lokasi tempat tinggal berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Temuan ini menegaskan bahwa stunting pada balita di Indonesia dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam rumah tangga serta pentingnya intervensi pencegahan berbasis keluarga.
TINJAUAN LITERATUR: POTENSI ANTIDIABETIK EKSTRAK DAUN SIRSAK UNTUK KONTROL GLIKEMIK DIABETES MELITUS Rustiana Dewi, Kadek Febi; Landra, I Komang Gunawan; Setiawan, Komang Hendra; Indra Mahiswari, Kadek Wulan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2263

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan kondisi metabolik kronis yang ditandai oleh penurunan sensitivitas reseptor insulin yang dinilai dari kadar glukosa darah puasa (≥126 mg/dL) atau kadar glukosa darah sewaktu (≥200 mg/dL) dan disertai gejala klinis khas, seperti polidipsia (rasa haus berlebihan), polifagia (rasa lapar berlebihan), dan poliuria (peningkatan frekuensi buang air kecil). Dalam konteks penemuan terapi komplementer, ekstrak daun sirsak (Annona Muricata Folium) telah diusulkan sebagai alternatif pengobatan herbal karena dianggap aman untuk konsumsi jangka panjang dan memiliki risiko efek samping yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan informasi terkini mengenai pemanfaatan sumber daya alam ekstrak daun sirsak dalam upaya manajemen diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis yang mencakup analisis terhadap 57 jurnal dan artikel penelitian yang dipublikasikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak memiliki aktivitas antidiabetes yang dikaitkan dengan kandungan senyawa bioaktifnya, seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin, yang juga dikenal kaya antioksidan dan berperan penting dalam memodulasi metabolisme lipid, mengoptimalkan fungsi Glucose Transporter type 4 (GLUT-4), serta meningkatkan sensitivitas insulin. Berdasarkan profil senyawa antidiabetes ini, ekstrak daun sirsak berpotensi digunakan sebagai pilihan terapi herbal tradisional untuk mencapai kontrol glikemik jangka panjang.
Maternal Factors Associated with Stunting in Children under Five in Asia: A Systematic Review I Gede Arya Satya Darma; I.P. Adi Wibowo; Komang Hendra Setiawan; Made Suadnyani Pasek
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1059

Abstract

Introduction: Multiple maternal factors influencing pregnancy, fetal development, and early childhood care collectively contribute to stunting, a major health concern among children under five across Asia. Variations in maternal nutritional status, reproductive health, hygienic practices, and access to health services underscore the need to identify the most consistent risk factors. Method: PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar were utilized to identify relevant literature. The inclusion criteria encompassed quantitative studies examining maternal factors associated with stunting among children under five in Asian countries. Eligible articles were those published between 2019 and 2024 and available in full text in English. Study selection followed the PRISMA flowchart, and quality assessment used the JBI Critical Appraisal Checklist. Discussion: A total fifteen studies were included and most studies used a cross-sectional design. Analysis identified twenty terms maternal determinants of stunting, including maternal age, educational level, nutritional, and employment status. Several behavioral factors such as handwashing practices, exposure to cigarette smoke, antenatal care compliance, and maternal disease history were also reported as significant although only in a limited number of studies. These factors influence stunting through biological, social, economic, and environmental pathways that affect child growth from pregnancy through early life. Conclusion: Maternal factors have an important role in stunting among children in Asia. The most consistent determinants are maternal age, maternal education, and maternal nutritional status. Strengthening nutrition programs, improving maternal health education, and enhancing access to maternal care services are essential to reduce stunting.