Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Harapan Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini Radhiya Bustan; Nurfadilah Nurfadilah; Nila Fitria
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.931 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i2.205

Abstract

Abstrak - Orang tua masa kini, terutama yang berada di kota besar  semakin dihadapkan pada tantangan yang sulit dalam mengasuh dan mendidik anak karena orangtua tidak hanya menghadapi tantangan yang timbul seiring dengan perkembangan anak dalam setiap siklus kehidupannya (Carter & McGoldrick dalam Craig,1986), tapi juga harus berjuang menghadapi kondisi politik, sosial dan ekonomi yang berpotensi besar melemahkan kemampuan mereka untuk memberikan dukungan yang tepat untuk anak-anak (Evans, Judith L, 2006).  Para orangtua, khususnya orangtua yang memiliki anak usia dini memiliki banyak cara untuk mengoptimalkan peran pengasuhan mereka, salah satunya adalah dengan melibatkan asisten rumah tangga, baby sitter, ataupun dengan keluarga mereka yang lain. Akibatnya, hal ini juga mempengaruhi peran serta orangtua dalam pendidikan anak di dalam lembaga pendidikan pun menjadi berkurang meskipun banyak dari mereka yang mengetahui bahwa pendidikan anak usia dini yang pertama dan  utama terletak pada orangtua. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian mengenai harapan orangtua terhadap pendidikan keorangtuaan. Peneliti memilih untuk fokus kepada ayah dan ibu yang bekerja serta memiliki anak usia dini (2-6 tahun) saja karena pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa ini berlangsung sangat pesat. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Kuesioner dalam penelitian ini dibuat dalam bentuk pertanyaan tertutup dan dilengkapi dengan pertanyaan terbuka untuk memperoleh informasi yang perlu diperdalam. Penelitian ini dilakukan di PAUD Al Azhar Pusat dengan populasi penelitian sejumlah 289 orang. Sementara yang diambil sebagai sampel dalam penelitian ini adalah 30 orangtua murid TK Al Azhar Pusat yang terdiri dari Toddler, Play Group, TK A, dan TK B.Pengolahan data hasil survey yang dilakukan kepada 30 orang responden yang terdiri dari Ibu (86,7%), ayah (6,7%) dan wali (6,7%) ini menggunakan analisis deskriptif. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut : 33% kegiatan Pelatihan yang paling mungkin dilakukan, diskusi kelompok kecil dengan pakar  (17%), dilibatkan sebagai pendamping guru (13%) dan talkshow (7%). Abstract – These days parents, especially the one who lives in a big city, often faced with big challenges in caring and nurturing their children. The challenges not only about development problem as the children grown up (Carter & McGoldrick dalam Craig,1986) but also about politics, social and economy which affected the parenting’s capabilities become weaken (Evans, Judith L, 2006). Parents, especially who has preschooler children, have strategies to optimizing the parenting’s role, one of them is  by involving household assistance, baby sitter, or extended family. As the result, these also affected their involvement in children education eventhough most of them have known that parents are children’s first and primary caregiver.Those backgrounds has led us, as researchers, to do a research about Parents’s Hope in Parenting’s education. Research target are dual worker spouse who has children about 2-6 years old. Researcher choose the early childhood stage because on this stage chidren has a spurt growth and development. This survey research, is a quantitative research, which has closed questions and complimentary with open question to get deeper information The survey questions asked the parents to choose what kind of topics and forms of parenting program that they hope to be held in the earlychildhood institution. The research took place in centre Al Azhar which has total population 289 people. Data processing of this survey is descriptive analysis and has involved 30 parents  from kindergarten, toddler, and playgroup in centre Al Azhar which consist of  mothers (86,7%), fathers (6,7%) and others (6,7%) as the respondents. The findings shown that 33% of the parents are hoping for training activity, 17% hoping for small discussion group with experts, 13% hoping for collaboration with teacher’s role, and 7% hoping to have a talkshow. Keywords: Parents hope, parenting early childhood children, early childhood education
Kebutuhan Kompetensi Dakwah Healing Dan Konseling di Dunia Kerja Radhiya Bustan
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.322 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i1.21

Abstract

There is a gap between the outcomes of higher education and the demands of competence in the workplace (Observation Teichler, 1997, 1999; Yorke and Knight, 2006). It is necessary to anticipate and evaluation conducted by the universities to the needs of the working world of the competence of its graduates. For this reason, preaches study program of Healing and Counseling at University of Al Azhar Indonesia needs to put through research, whether Healing and Counseling Program will be able to achieve the vision of its mission into educational institutions that can print a preacher who can do the required counseling Islam in society and the world of work today . This study aims for Healing and Counseling Studies Program to conduct an evaluation of the competencies needed by the real world of work in society and to adapt appropriate teaching curriculum. The results showed that the competence of graduates of Healing and Counseling Program UAI was needed in the world of work and competence in the appropriate field for Healing and Counseling is generally associated with human resources (HR) or Human Resources Department, namely as a counselor, therapist, spiritual counselor / preachers, volunteers for various family problems, physical, educational, religious, Islamic law, and violence.
Pelayanan Konseling pada Warga Binaan Sosial di Panti Sosial Bangun Daya I – Kedoya Jakarta Barat Radhiya Bustan; Djufri Halim
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.705 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i3.65

Abstract

Pengabdian masyarakat ini meliputi pelayanan konseling kepada 17 orang Warga Binaan Sosial (WBS) yang terdiri dari pengemis, joki, pengamen, anak jalanan, Pekerja Seks Komersial/pelacur, penjahat dan lainnya yang berada di Panti Sosial Bangun Daya I – Kedoya Jakarta Barat. Tujuan konseling individu dan kelompok adalah untuk membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan WBS, meningkatkan pemahaman tentang agama,  memberikan motivasi, dan meningkatkan kepercayaan diri dan pola pikir bahwa hidup adalah usaha dan bekerja dengan tidak melanggar aturan dan norma yang berlaku. This public service has the form of counseling services to 17 peoples of Citizens Social Patronage (Warga Binaan Sosial/WBS) which consists of beggars, jockeys, street singers, street children, prostitutes, criminals and others who are in Bangun Daya I Social Institutions – Kedoya West Jakarta. The purpose of individual and group counseling is to help solve the problems encountered in the life of the WBS, increased understanding of religion and motivation, and increase the confidence and mindset that life is an effort and work with not against the rules and norms.
Pelayanan Konseling Islam pada Remaja yang Tinggal di Lingkungan Pekerja Seks Komersil (PSK) Tanah Abang Radhiya Bustan
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.821 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i2.120

Abstract

Abstrak – Pengabdian masyarakat ini berupa pelayanan konseling Islam yang diberikan kepada 20 orang remaja yang tinggal di lingkungan Pekerja Seks Komersial (PSK) Tanah Abang Jakarta Pusat. Tujuannya adalah agar dapat membantu remaja tersebut memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap agama agar segala aktivitas mereka dapat dilandasi sesuai dengan syari'at-syari'at Islam. Hasil dari konseling Islami ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi baik dalam lingkungan tempat tinggal, keluarga, sekolah, maupun permasalahan dengan teman. Sebagian besar dari mereka sudah dapat membentuk perilaku baru yang lebih baik dan sesuai dengan nilai Islam.  Abstract - Public service in the form of Islamic counseling given to 20 adolescents who live in the neighborhood commercial sex workers in Tanah Abang, Central Jakarta. The goal is to help teenagers solve the problems they face and provide a deeper understanding of the religion, so that they all activities can be based on sharia-Islamic law. The result of this Islamic counseling can help resolve the problems they face both in the neighborhood, family, school, and problems with friends. Most of them are able to form a better behavior and in accordance with Islamic values.
PELAYANAN KONSELING MELALUI KOMUNIKASI KELOMPOK UNTUK PENGURANGAN RISIKO BENCANA BAGI SISWA SEKOLAH AMAN BENCANA DI KOTA BOGOR JAWA BARAT Damayanti Wardyaningrum; Radhiya Bustan
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v1i1.336

Abstract

AbstractKota Bogor merupakan salah satu wilayah yang rentan bencana gempa bumi, banji dan tanah longsor. Paradigma bencana kini yang harus dibangun adalah pengurangan risiko, dan fokus kedepan adalah kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana sehingga harus ditumbuhkan kemandirian dan kesadaran individu. Oleh karenanya kesiapsiagaan bencana harus diperkenalkan sejak usia dini dan terus menerus sesuai kapasitas komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komunitas dengan memelihara ingatan serta meningkatkan kepedulian siswa dan guru tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana. Metode yang digunakan konseling melalui komunikasi kelompok yang  diawali dengan wawancara guru dan siswa, pengamatan terhadap lingkungan sekolah yang dekat sungai Ciliwung dan rawan longsor di Sekolah Dasar Negeri Sempur Kota Bogor Jawa Barat. Kegiatan konseling dilakukan melalui permainan kelompok (ular tangga, dan kartu pesan bencana), dan drama musikal. Dari konseling melalui komunikasi kelompok, siswa memperoleh beberapa manfaat yaitu: pemenuhan identitas diri, pertukaran informasi, kesempatan menunjukkan kreativitas, mengenal inovasi tentang informasi bencana serta belajar tentang perbedaan peran dalam pertolongan bencana.Kata kunci: Bencana, Komunikasi Kelompok, Pelayanan Konseling AbstractBogor is one the most vulnerable areaof natural disaster in West Java of earthquake and landslide. The aim of this activity is to build the capacity of local community starting from elementary school to the student, teacher and also their community. The school of Sekolah Dasar Sempur Keler Bogor located between big river and landslide. The activity base on preleiminary research with interviewing to the local government of disaster anagement, teacher and students. Methode use in the activity with framework of group communication in counselling services. Theme of the activity is bulding disaster preapardenes by using some disaster games with card and art performance. From the service community activity which base on research students not only have some benefiaciary in some knowledge, fulfill their identity, sharing information, performing their creativity,recognizing the inovations of disaster information, and playing role for the disaster helpness.Keywords : Counseling Services, Grup Communications, Disaster.
Pelayanan Konseling Integratif pada Masalah Perkawinan dan Keluarga di Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Pusat Radhiya Bustan; Liana Mailani; Marsyela Novianti
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 5, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v5i1.1768

Abstract

Kehidupan pernikahan merupakan pintu awal pasangan beradaptasi dan saling memahami. Tidak ada pernikahan yang berjalan mulus tanpa hambatan. Masalah muncul karena pasangan memiliki latar belakang berbeda, mempengaruhi cara berpikir, bersikap ataupun bertindak. Ketidakmampuan untuk mengelola perbedaan dapat menimbulkan konflik dan pertengkaran, bahkan dapat berujung pada perceraian. Tingkat perceraian di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Penyebab perceraian salah satunya adalah jauhnya pasangan dari agama. Berdasarkan data dari Badan Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Pusat, kebutuhan akan pelayanan konseling perkawinan sangat tinggi, namun organisasi sosial keagamaan ini memiliki keterbatasan tenaga profesional dalam memberikan pelayanan tersebut. Sehingga diperlukan bantuan dalam memberikan pelayanan konseling integratif yang mengintegrasikan perspektif konseling konvensional dengan pendekatan Islam. Pelayanan ini diberikan kepada lima orang klien di BP4 Pusat, selama satu sampai tiga kali sesi, secara luring maupun daring. Setelah menjalani sesi konseling, klien menjadi lebih baik secara psikologis, karena merasa memperoleh pendampingan, insight, dan yang paling utama adalah membantu untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Perubahan yang dialami klien adalah kondisi emosional yang lebih stabil, mampu berpikir adaptif dan mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan yang akan dilakukan. Terlihat dari penurunan skor skala permasalahan yang dirasakan klien ketika sebelum diberikan konseling dengan setelah diberikan konseling menjadi lebih rendah (baik).Kata kunci: Konseling Islam, Integratif, Perkawinan, Keluarga
Pengembangan Development of "My Bank" Media to Improve Beginning Mathematics Ability of 5-6 Years Old Children: Pengembangan Media “Bank-Ku” untuk Meningkatkan Kemampuan Matematika Permulaan Anak Usia Dini 5-6 Tahun Zahrina Amelia; Radhiya Bustan; Liana Mailani; Nurfadilah Nurfadilah
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 8 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.8.1.139-154

Abstract

Pengenalan matematika kepada anak usia 5-6 tahun merupakan hal yang menantang bagi pendidik untuk memperkenalkannya kepada anak. Media dalam mengenalkan matematika khususnya bagi anak usia dini saat ini lebih banyak menggunakan lembar kerja dan tidak mengenalkan secara nyata bilangan-bilangan dalam matematika permulaan. Tujuan dalam penelitian ini adalah pengembangan media “BANK-KU” untuk mengenalkan matematika permulaan bagi anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Berdasarkan hasil penelitian pada analisis kinerja yaitu kurang tersedia media interaktif dalam pengenalan matematika permulaan. Analisis kebutuhan berdasarkan hasil observasi dan wawancara menunjukkan rendahnya minat anak dalam pengenalan matematika permulaan khususnya berhitung. Melalui hasil tersebut maka dibuat desain media “BANK-KU” yaitu pengenalan konsep bilangan, ganjil-genap, penjumlahan sederhana secara nyata. Setelah melakukan perancangan media tersebut di validasi oleh pakar materi dan media. Masukan dari kedua pakar diperbaiki dan selanjutnya pelaksanaan implementasi, dalam implementasi pada 11 anak dengan persentase 100% terlihat dapat menggunakan media dalam pengenalan bilangan satuan, puluhan, ratusan sampai ribuan, pengenal ganjil dan genap, pengenalan penjumlahan sederhana. Terdapat beberapa kendala dalam implementasi yaitu buku panduan yang memerlukan pengembangan dan rasio jumlah anak dalam penggunaan media BANK-KU.
Brain Gym untuk Meningkatkan Kreativitas dan Konsentrasi Pembelajaran Luring/Daring pada Siswa di Komunitas Mat Peci Liana Mailani; Radhiya Bustan; Marsella Novianti; Nur Sidra Al-Muntaha Nasution
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 2, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v2i1.1630

Abstract

Masyarakat di sekitar Sungai Ciliwung merupakan pemukiman penduduk yang padat, memiliki beberapa komunitas diantaranya Komunitas Mat Peci (Masyarakat Peduli Ciliwung dan Lingkungan Hidup). Berdasarkan permasalahan yang ada di komunitas Mat Peci akibat wabah COVID-19, muncul permasalahan terutama pada siswa SD, SMP, dan SMA dalam pembelajaran daring. Pembelajaran dilakukan secara daring atau SFH diimplementasikan oleh guru untuk mengantisipasi penyebaran coronavirus. Menurut Jamaluddin (2020) bahwa pelaksanaan pembelajaran daring memiliki kekuatan dan kelemahan, tantangan, dan hambatan tersendiri. Pembelajaran daring dapat mempertemukan guru dan siswa dengan bantuan internet dalam proses pembelajarannya. Dengan kondisi pandemi yang telah berjalan 2 tahun, terhitung aktif meningkat pada bulan Maret 2020 sampai Februari 2022 menimbulkan rasa jenuh, tidak konsentrasi, dan menurunnya kreativitas bagi siswa. Salah satu solusi untuk meningkatkan kreativitas dan konsentrasi dalam pembelajaran daring/luring pada siswa di Komunitas Ciliwung Mat Peci adalah dengan melakukan Brain Gym yang berguna untuk meningkatkan konsentrasi dan kreativitas karena sebagian sekolah sudah melakukan PTM terbatas. Brain Gym atau senam otak dikenal sebagai serangkaian latihan berbasis gerakan yang dilakukan tubuh untuk merangsang tingkat kinerja otak kiri dan otak kanan secara bersama. Dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja otak dalam memudahkan kegiatan belajar mengajar sehingga siswa dapat meningkatkan konsentrasi belajar daring/luring sehingga siswa dapat berprestasi. Kata Kunci: Brain Gym, Kreativitas, Konsentrasi
Brain Gym untuk Menurunkan Tingkat Kejenuhan (Burnout) dalam Pembelajaran Daring pada Remaja di Ciliwung Mailani, Liana; Bustan, Radhiya; Novianti, Marsella
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3194

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak kepada masyarakat dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikkan dan lainny, Kondisi ini diharapkan masyarakat dapat cepat beradaptasi. Salah satu dampak dari segi pendidikkan berimbas kepada pelajar dan mengakibatkan adanya program pembelajaran online. pembelajaran online diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang efektif pada kondisi pandami, menjadi tantangan tersendiri bagi pelajar. Banyak keluhan bahwa sistem pembelajaran online mengakibatkan pelajar menjadi merasa tertekan, stres, sulit fokus dan jenuh terhadap belajar. Keluhan lainnya berasal dari eksternal yaitu adanya jaringan yang lambat, sulit mengerti materi pelajaran, kesulitan komunikasi, hingga akhirnya menyebabkan hilangnya minat dan motivasi belajar pada pelajar yang akan berpengaruh terhadap prestasi belajar, mereka karena munculnya kejenuhan (Burnout). Untuk membantu pelajar yang merasakan hal demikian, maka team abdimas melakukan senam otak (Brain Gym) dengan tujuan agar pelajar mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai Burnout terutama cara-cara dalam mengatasi Burnout. pelatihan senam otak ini dilakukan secara online melalui video dan eflyer senam otak dengan sasaran peserta yaitu remaja pada komunitas Mat Peci. Pelaksanaan kegiataini menunjukan hasil yang positif, yaitu terdapat pengurangan kejenuhan (Burnout) pada remaja yang melakukan kegiatan sekolah daring Kata kunci: Pembelajaran Online, Burnout, Brain Gym
The Urge of Parents' Role: The Contributions of Parent and Peer Attachment to Adolescent’s Problematic Internet Use (PIU) Mukti R, Yuliana; Bustan, Radhiya
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2024): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v9i1.5138

Abstract

Indonesian adolescents spend too many hours using the internet. It leads to negative impacts, including problematic internet use (PIU). Few studies have found that social factors from parents and peers contribute to how they use the internet. Regardless, they still found inconsistencies regarding whether parents or peers, if investigated together, had the highest impact on their maladaptive internet use. This study aimed to examine the contribution of adolescent attachment to parents and peers to adolescents’ maladaptive internet use in terms of PIU. This research is using accidental sampling. The subjects were 237 adolescents (91 male) aged 12-24 years (M=15.03) from the Jabodetabek area. Data was collected using Google Forms. The PIU was measured using IPIUS (Indonesia Problematic Internet Use), and adolescents’ attachment was measured using IPPA (Inventory of Parent and Peer Attachment). Multiple regression with the stepwise model is applied to investigate the contribution of attachment to PIU. This paper argues that parent and peer attachment contributes significantly to adolescents’ PIU, and this parent attachment has a higher influence than peer attachment. This implies that optimizing parents’ role in attachment behavior could still impact adolescents’ internet behavior.