Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Transformasi Pendidikan: Pemberdayaan Guru SMK Melalui Pelatihan Literasi, Numerasi, dan Inovasi Alat Peraga Setiyani, Setiyani
Jurnal Pintar Abdimas Vol 1 No 2 (2021): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru numerasi sesuai kerangka kompetensi literasi dan numerasi guru Sekolah Dasar. Dengan meningkatkan kemampuan berhitung, guru diharapkan dapat memberikan dampak terhadap siswa sehingga menghasilkan generasi yang mahir berhitung. Metode dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Peserta pelatihan pada kegiatan ini adalah seluruh guru di SDN Majasem II Cirebon. Ada dua kegiatan utama dalam pelatihan ini, yaitu pelatihan berhitung yang bertujuan agar guru memahami pentingnya berhitung dalam kehidupan sehari- hari, dan pentingnya berhitung dimasukkan sebagai konten dalam pembelajaran lainnya. Kegiatan pokok yang kedua adalah pelatihan pembuatan alat peraga numerasi sederhana sehingga dapat memudahkan siswa dalam memahami numerasi sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap konsep numerasi, dengan 86% menunjukkan kemampuan yang meningkat dalam membedakan numerasi dan matematika serta mengintegrasikan pendekatan lintas mata pelajaran. Pelatihan berhasil mengubah perspektif guru tentang numerasi sebagai keterampilan universal yang dapat diterapkan di semua mata pelajaran. Guru mengembangkan alat peraga praktis yang meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pengetahuan tentang pengembangan profesional dalam pendidikan numerasi, menyediakan strategi berbasis bukti untuk peningkatan kapasitas guru di negara berkembang.
Mathematical Thinking Processes of Junior High School Students in Solving Contextual Problems Based on Learning Styles Setiyani, Setiyani; Bakar, Marwia Tamrin; Karimah, Nurul Ikhsan; Sumarwati, Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v15i1.3626

Abstract

Masalah kontekstual menuntut proses berpikir matematis yang runtut, logis, dan reflektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses berpikir matematis siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual berdasarkan kerangka Mason (tahap entry, attack, dan review) ditinjau dari gaya belajar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan siswa kelas VII SMP Negeri di Kota Cirebon. Tiga subjek dipilih secara purposif untuk mewakili gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Data dikumpulkan melalui tes, angket gaya belajar, dan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan perbedaan karakteristik berpikir: siswa visual memenuhi seluruh indikator pada semua tahapan; siswa auditori mampu pada tahap entry dan attack namun terbatas dalam mengembangkan solusi pada tahap review; sedangkan siswa kinestetik hanya memenuhi sebagian indikator dan kesulitan dalam justifikasi serta refleksi. Temuan ini menegaskan pengaruh gaya belajar terhadap kualitas proses berpikir matematis. Implikasinya, pembelajaran matematika perlu dirancang secara adaptif untuk memperkuat penalaran dan refleksi siswa sesuai karakteristik belajarnya. Contextual problems in mathematics require a mathematical thinking process that is coherent, logical, and reflective. This study aims to analyze students' mathematical thinking processes in solving contextual problems based on Mason’s framework—comprising the entry, attack, and review phases—viewed through learning styles. Utilizing a descriptive qualitative approach, the study involved seventh-grade students at a state junior high school in Cirebon. Three subjects were purposively selected to represent visual, auditory, and kinesthetic learning styles. Data were gathered through mathematical thinking tests, learning style questionnaires, and in-depth interviews. The results reveal distinct characteristics: visual learners met all indicators across all phases; auditory learners succeeded in the entry and attack phases but struggled with developing alternative solutions during the review phase; while kinesthetic learners only met partial indicators and faced difficulties in providing justification and reflection. These findings underscore the influence of learning styles on the quality of mathematical thinking. Consequently, mathematics instruction should be adaptively designed to strengthen student reasoning and reflection according to their learning characteristics.
Pelatihan Penguatan Numerasi Bagi Guru SMK AS-SALAM Untuk Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Setiyani, Setiyani; Noto, Muchamad Subali; Nurul Ikhsan Karimah; Laelasari; Yusida Gloriani; Turini Erawati; Sri Sumarwati
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i1.13093

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan keterampilan dasar yang penting untuk dimiliki oleh siswa guna menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa guru di SMK As-Salam masih memiliki keterbatasan dalam memahami konsep numerasi secara mendalam dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran lintas mata pelajaran. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan penguatan numerasi kepada guru-guru di SMK As-Salam guna meningkatkan kompetensi mereka dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis numerasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap identifikasi kebutuhan, Pelaksanaan Pelatihan, evaluasi dan refleksi, serta tindak lanjut. Materi pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang numerasi, mulai dari konsep dasar hingga penerapannya dalam konteks pembelajaran SMK. Berdasarkan hasil pengabdian diperoleh temuan bahwa Sebagian besar guru menanggap numerasi adalah matematika, selalu HOTS, dan selalu berhubungan dengan angka. Setelah penyampaian materi, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan numerasi ke dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi guru tetapi juga memberikan dampak positif pada kualitas pembelajaran di SMK As-Salam, sehingga siswa dapat lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks. Adapun keberlanjutan program ini akan difokuskan pada penguatan komunitas belajar antar guru untuk berbagi praktik terbaik dalam pembelajaran berbasis numerasi.
Enhancing Students' Mathematical Representation Ability Through the Concrete-Representational-Abstract Approach Integrated to Sirquid Game Nurhidayah, Shanti; Gunawan; Anindiyah, Salsabila; Putra, Yudistira Indra Prahasta; Setiyani, Setiyani; Khodari, Rahmad
Mathematics Education Journal Vol. 20 No. 1 (2026): Mathematics Education Journal
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/mej.v20i1.pp181-200

Abstract

Many elementary school students struggle to represent fractions verbally, visually, and symbolically, which hinders their understanding of fractions in meaningful real-life contexts. This study aimed to examine the effectiveness of the Concrete-Representational-Abstract (CRA) approach integrated with the Sirquid Game in enhancing students’ mathematical representation ability in fractions topics. The study employed a mixed-method approach with an explanatory sequential design. The quantitative phase involved 48 students divided into an experimental group (n = 24) and a control group (n = 24). Data were collected using pretest and posttest instruments measuring verbal, visual, and symbolic representations. Quantitative data were analyzed using non-parametric statistical tests (Wilcoxon Signed-Rank Test and the Mann–Whitney U Test) and N-Gain analysis. The qualitative phase involved semi-structured interviews with three students from the experimental group representing high, medium, and low achievement levels to explore learning experiences and representation processes. The results indicated that students in the experimental group showed a statistically significant improvement compared to the control group (p < 0.05), with a high N-Gain score (0.77). Qualitative findings supported these results by demonstrating that the CRA stages implemented through the Sirquid Game facilitated students’ understanding and use of multiple representations of fractions. These findings suggest that the integration of the CRA approach and game-based learning is effective in enhancing students’ mathematical representation abilities. This study contributes to the development of mathematics teaching strategies, especially for fractions, by integrating step-by-step learning and physical activities, offering an innovative alternative to enhance student engagement and comprehension in elementary education.