Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Information System and Technology (JOINT)

Analisis dan Implementasi Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Rumah Tidak Layak Huni dengan Metode SAW (Simple Additive Weighting) nelinailul, Neli; Setiyowati, Sri; Wibowoand, Andrianto Heri
Journal of Information System and Technology (JOINT) Vol. 5 No. 3 (2024): Journal of Information System and Technology (JOINT)
Publisher : Program Sarjana Sistem Informasi, Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/joint.v5i3.9903

Abstract

Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan rumah yang tidak memenuhi persyaratan dari segi keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan dan kesehatan penghuni. Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan suatu program dari pemerintah khususnya dari kantor desa/kelurahan untuk memberi bantuan dana pembangunan rumah bagi rakyat miskin. Namun pada realisasinya masih sering dijumpai dana bantuan dari pemerintah masih kurang bahkan tidak tepat sasaran kepada penduduk tidak mampu yang memenuhi kriteria-kriteria sebagai syarat penerima bantuan dana Rumah yang tidak layak huni. Ini adalah salah satu bentuk perhatian dari pemerintah kepada rakyat miskin. Pihak Kantor desa/kelurahan akan mengajukan proposal pembangunan rumah tidak layak huni yang berisikan data-data jumlah data penduduk yang berjumlah 5799 Jiwa (1847 Kepala Keluarga) dan 93 kepala keluarga yang harus mendapatkan bantuan beserta jumlah dana bantuan yang kemudian akan dilaporkan ke pemerintahan pusat. Selanjutnya dicermati tentang kriteria-kriteria khusus bagi keluarga/masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni (RTLH), Adapun Kriteria rumah tidak layak huni (Kerusakan Rumah, Kondisi Atap, Kondisi Dinding, Penghasilan perulan, Kondisi Lantai dan Bukti Kepemilikan). Sebelum bantuan dana pembangunan diberikan, pendataan mengenai kondisi rumah dan warga harus dilakukan terlebih dahulu oleh para perangkat desa/lurah yang khusus menangani bagian ini atau petugas survei. Penilaian Rumah Tidak Layak Huni tersebut masih berdasarkan perhitungan secara manual. Pertama-tama pengumpulan data terlebih dahulu menurut Kartu Keluarga miskin, kemudian dihitung secara manual dengan melihat kategori miskin absolut atau miskin produktif, setelah data terkumpul petugas kembali ke lokasi untuk melihat secara langsung keadaan kondisi rumah rumah tidak layak huni. Sehingga sering terjadi kesalahan dalam mengolah data karena banyaknya data yang terkumpul. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi, pegawai yg ada di kelurahan Cikeusik Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang, membutuhkan suatu program atau aplikasi khusus SPK (Sistem Pendukung Keputusan) menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) agar dapat membantu untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat dalam mengambil keputusan
Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Penerima Bantuan Pangan Non Tunai Menggunakan Metode AHP: Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Penerima Bantuan Pangan Non Tunai Menggunakan Metode AHP Nailul Wardah, Neli; Setiyowati, Sri; Wibowo, Andrianto Heri; Sugiarto, Agung
Journal of Information System and Technology (JOINT) Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Information System and Technology (JOINT)
Publisher : Program Sarjana Sistem Informasi, Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/joint.v6i1.10335

Abstract

Di era globalisasi ini kebutuhan akan teknologi informasi semakin meningkat. Adanya keinginan manusia untuk membuat segalanya lebih praktis, maka hal tersebutmendorong kreatifitas untuk menciptakan alat pendukung teknologi yang mampu membuat pekerjaan manusia lebih praktis dan lebih cepat. Untuk menentukan penerimaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Desa Kertasana masih melakukannyasecara manual, dengan cara masyarakat memberikan data masyarakat kepada desa, desa mengecek data masyarakat, lalu data di beberapa kriteria di proses sehingga menjadi sebuah laporan, desa memberikan laporan kepada Dinsos, Dinsos menerima laporan dan meng-ACC laporan, untuk menentukan penerimaan Bantuan Pangan NonTunai (BPNT) di Desa Kertasana perlu bebarapa kriteria penilaian diantaranya, terdaftar di DTKs, keterangan miskin, dan Non PNS. Sehingga cara ini kurang efektif dan efisien dalam pengerjanyaannya. Melihat pemasalahan yang ada, maka Desa Kertasana membuat sebuah sistem pendukung keputusan agar bisa efisien dan terstruktur dalam penentuan kader terbaik. Tujuan penelitian ini untuk memudahkan dalam menentukan penerimaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), pemenuhan kebutuhan akan sistem pendukung keputusan yang baik sehingga dapat membantu proses pengelolaan penerimaan Bantaun Pangan Non Tunai(BPNT). Analytical Hierarchy Process adalah metode yang digunakan untuk mengevaluasi dan membuat keputusan multi-kriteria. Ini mengevaluasi berbagai alternatif berdasarkan kriteria yang bebrbeda dan memberikan skor relatif untuk semua alternatif. AHP memungkinkan pengguna untuk mengintegritaskan subjektivitas dan objetivitas dalam proses pengambilan keputusan dan membantu untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling penting dalam situasi yang kompleks. Formulir yang di hasilkan di sistem pendukung keputusan penerimaaan bantuan pangan non tunai (BPNT): formulir kriteria, formulir nilai preferensi, formulir nilai awal, formulir perbandingan, formulit laporan dan laporan yang dihasilkan yaitu berupa laporan hasil perangkingan.