Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Habitat Suitability Modeling Based on Oceanographic Factors for Yellowfin Tuna (Thunnus albacares) Fishing Grounds in the Southern Waters of Java Semedi, Bambang; Diza, Novia Fara; Sari, Syarifah Hikmah Julinda; Wiadnya, Dewa Gede Raka; Lelono, Tri Djoko; Setyohadi, Daduk; Harlyan, Ledhyane Ika; Rahman, Muhammad Arif; Lee, Ming-An
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 2 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.2.163-173

Abstract

The southern waters of Java are suitable to be the largest supplier of Yellowfin tuna exports in Indonesia, but have not efficiently produced the expected yield. This research minimizes these constraints by modeling the yellowfin tuna fishing grounds in the southern waters of Java based on oceanographic factors such as Sea Surface Temperature (SST), chlorophyll-a (CHL_A), Sea Surface Salinity (SSS), Sea Surface Height (SSH) using an integration between remote sensing, Geographic Information Systems (GIS), and the Generalized Additive Model (GAM) statistical method. This study used oceanographic factor data from Aqua MODIS Level-3 and Copernicus, while yellowfin tuna fishery production was obtained from Palabuhanratu Nusantara Fishing Port (NFP), Cilacap Ocean Fishing Port (OFP), and Pondokdadap Coastal Fishing Port (CFP). The modeling process used 80% of the data, while the remaining 20% was used to validate the model results. The order of influence of oceanographic parameters from largest to smallest is SST > SSS > SSH > CHL-A. The best model from the GAM analysis showed that the combination of four oceanographic parameters had the greatest influence on yellowfin tuna CPUE. The catch per unit effort (CPUE) of yellowfin tuna was predicted to be high in May-October and low in November-April. The prediction model had high accuracy because most of the fishing activity was in the HSI 0.4-0.5 range and the RMSEP value was 0.63. Yellowfin tuna were suitable in habitats distributed from inshore to offshore in June and July, but less suitable in December.  
POLA PERTUMBUHAN, NISBAH KELAMIN, FAKTOR KONDISI, DAN STRUKTUR UKURAN IKAN SELAR, Selar boops (Cuvier, 1833) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN SEKITAR BITUNG Saranga, Rudi; Setyohadi, Daduk; Arifin, Muh Zainul; Wiadnya, Dewa G.R.; Herawati, Endang Y
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 2 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.02.5

Abstract

Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan, nisbah kelamin, faktor kondisi, dan struktur ukuran ikan S. boops yang tertangkap di perairan sekitar Bitung. Penelitian dilakukan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung pada bulan Februari-Juli 2016. Sampling ikan S. boops yang dianalisis berjumlah 846 ekor terdiri dari 430 ekor (50,83%) jantan, 357 ekor (42,20%) betina serta 59 ekor (6,97%) yang tidak teridentifikasi. Kisaran panjang cagak (FL) antara 8,60-23,60 cm (rerata 16,45 ± 3,34 cm) dan bobot tubuh berkisar 10,00-257,50 g (rerata 91,71 ± 56,07 g). Hubungan panjang bobot ikan S. boops keseluruhan W=0,0115 FL3,1596 (R2 = 0,9902) dengan pola pertumbuhan allometrik positif (b>3). Persamaan hubungan panjang bobot ikan S. boops jantan dan betina masing-masing adalah W=0,0105 FL3,1922 dan W=0,0107 FL3,1816 dengan pola pertumbuhan yang sama, yakni allometrik positif (b>3). Rasio kelamin S. boops jantan dan betina dalam kondisi seimbang. Kisaran faktor kondisi relatif (Kn) ikan jantan 0,7549-1,1782 (rerata 1,0018 ± 0,0596) dan ikan betina 0,6353-1,2529 (rerata 1,0024 + 0,0692) yang menunjukkan tubuh ikan kurang pipih. Sebaran frekuensi panjang ikan S. boops jantan didominasi pada interval kelas panjang 20,0–21,0 cm dan ikan betina pada interval kelas panjang 14,0-15,0 cm..Keywords: faktor kondisi, nisbah kelamin, pola pertumbuhan, Selar boops, struktur ukuran ikan Abstract   This research aims to find the growth pattern, sex ratio, condition factor and size structure of S. boops caught from Bitung waters area. This research was conducted between February 2016 and July 2016, sampling location at Bitung Oceanic Fishing  Port. 846 of S. boops samples fish were analised consist 430 of male (50,83%), 357 of female (42,205) and 59 un-identified (6,97%) with 8,60-23,60 cm ranges of fork length (mean 16,45 ± 3,34 cm) and 10,00-257,50 g ranges of body weight (mean 91,71 ± 56,07 g). Common equation of length-weight relationship was W=0,0115 FL3,1596 (R2 = 0,9902) with positive allometric (b>3). Equations of length-weight relationship was W=0,0105 FL3,1922 for male, while female was W=0,0107 FL3,1816 with positive allometric (b>3). Sex ratio of male and female were constant. Relative condition factor (Kn) of male was 0,7549-1,1782 (rerata 1,0018 ± 0,0596), while female was 0,6353-1,2529 (rerata 1,0024 + 0,0692), in other words that the body of S. boops was fusiform. The length frequency distribution for male S. boops was 20,0–21,0 cm and female was 14,0-15,0. Keywords: condition factor, sex ratio, growth pattern, Selar boops, fish size structure 
VARIABILITAS KLOROFIL-a PERIODE INDIAN OCEAN DIPOLE DI SELAT BALI BERDASARKAN ANALISIS EMPIRICAL ORTHOGONAL FUNCTION Wijaya, Adi; Zakiyah, Umi; Sambah, Abu Bakar; Setyohadi, Daduk
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.4

Abstract

Perairan Selat Bali secara tidak langsung dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa. Variabilitas musim dan antar-tahunan dari konsentrasi klorofil-a permukaan (SSC) di Selat Bali, berhubungan erat dengan periode Indian ocean dipole (IOD) dan upwelling kuat yang terjadi di sepanjang Pantai Selatan Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas musiman dan antar-tahunan secara spasial dan temporal dari klorofil-a periode IOD di Selat Bali. Data oseanografi diperoleh dari Satelit Aqua/Terra MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) level 2 harian, selama periode Maret 2000-Mei 2020, dan analisis data menggunakan Empirical Orthogonal Function (EOF). Analisis EOF dilakukan pada data harian yang dikomposit menjadi bulanan dan dinormalisasi untuk mengisi data kosong. Hasil analisis EOF variasi temporal yang koheren dalam pemompaan klorofil-a di Selat Bali. Deret waktu dari mode pertama yang terbentuk mengungkapkan variasi musiman yang kuat dan variasi antar-tahunan yang relatif lemah. Mode kedua menunjukkan variasi antar-tahunan yang berbeda dengan klorofil-a yang tinggi di sepanjang pantai Selat Bali. Klorofil-a tinggi bersama dengan suhu permukaan laut yang rendah terjadi pada saat musim tenggara. Pola musiman berdasarkan analisis EOF menunjukkan mode pertama selama puncak IOD September hingga November (SON) menunjukkan klorofil-a tinggi di pantai Selat Bali. Deret waktu dari mode EOF menunjukkan korelasi yang signifikan dengan IOD. Kondisi ini terlihat selama fase puncak periode IOD bersamaan dengan monsun tenggara konsentrasi klorofil-a meningkat di sepanjang pantai Selat Bali dibandingkan pada musim sebelumnya.
HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN TINGKAT EKSPLOITASI Sari, Wahida Kartika; Sutjipto, Darmawan Ockto; Setyohadi, Daduk; Setyawan, Fahreza Okta; Aliviyanti, Dian
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selat Madura masuk dalam Sub Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 712. Perikanan di Selat Madura memiliki karakteristik multigear dan multispecies. Cantrang merupakan salah satu alat tangkap yang masih dioperasikan di Selat Madura meskipun menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor / PERMEN-KP/ 2016 melarang adanya pengoperasian alat tangkap tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman alat tangkap cantrang terutama yang berkaitan dengan panjang dan berat ikan hasil tangkapan, tingkat eksploitasi, dan fluktuasi hasil tangkapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus tahun 2020 di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data Panjang ikan (cm) dan berat ikan (kg) hasil tangkapan Cantrang yaitu ikan kurisi, ikan swanggi, dan ikan eloso. Hasil perhitungan menunjukkan hubungan panjang dan berat ketiga ikan sample bersifat allometris negatif. Hasil perhitungan Cacth Per Unit Effort (CPUE) paling tinggi berada pada tahun 2011 untuk semua ikan. Hasil tangkapan alat tangkap sangat fluktuatif, namun cenderung menurun beberapa tahun terakhir. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan terutama dalam pembuatan kebijakan berkaitan dengan kebijakan pengoperasian alat tangkap cantrang.
Co-Authors . Muslihudin . Soemarno A Alfan Jauhari Abigail Moore Abu Bakar Sambah Abu Bakar Sambah, Abu Bakar Adi Wijaya Adi Wijaya Aisyah, Berdita Nur Ali Arman Lubis Ali Arman Lubis Ali Muntaha Aliviyanti, Dian Amanda Rifan Fathoni Andik Isdianto Arief Setyanto Arief Setyanto Arifin, Muh Zainul AYU FIRDAUSI NUZULA Bambang Semedi Citra Nilam Cahya Darmawan Ockto Sutjipto Dewa G.R. Wiadnya Dewa Gede Raka Wiadnya Diza, Novia Fara Edi Susilo Endang Y Herawati Endang Y. Herawati Endang Yuli Herawati Erwin Rosadi Evi Susanti Evron Asrial Fathurriadi Fathrurriadi Feni Iranawati, Feni Gatut Bintoro Harlyan, Ledhyane Eka Herawati, Endang Y Hikmah, Syarifah Irwan Jatmiko Ishani Nelunika Rathnayake Kartikasari, Wahida Kurniawan, Mohammad Rizal Lalu Samsul Rizal Lathif, Adib Hisyam Ledhyane Ika Harlyan Lee, Ming-An Lianingrum, Yulis Dwi Mahsuna, Inna Rohmatul Maulana, Almaas Zain Mita Ayu Liliyanti Moore, Abigail Mary Muh Zainul Arifin Muh. Arif Rahman Muhammad Junaidi Mulyanto Mulyanto Nabilla, Azma Salma Nurul Mukhlis Oktiyas Muzaky Luthfi oktiyas muzaky Luthfi oktiyas muzaky Luthfi, oktiyas muzaky Putrindi, Handayu Rafif Zul Fahmi Rahman, Muhammad Arif Rijatmoko, Sigit Rijatmoko, Sigit Rudi Saranga Ruly Isfatul Khasanah Salanggon, Alismi M Samliok Ndobe Saputra, Dhira Kurniawan Saranga, Rudi Sari, Wahida Kartika Setyawan, Fahreza Okta Shobriyyah Afifah Nabilah Sigit Rijatmoko Soemarno _, Soemarno Sukandar Sukandar Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Supapong Pattarapongpan Syarifah Hikmah Julinda Sari Tri Djoko Lelono Tumulyadi, Agus Umi Zakiyah, Umi Usma Kurniawan Hadi Utami, Ririn Vindi Lovina Rahmadita Vindy Rilani Wiadnya, Dewa G.R. Yasir Arapat Zainal Fanani Zainuri, Akhmad