Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

POLA PERTUMBUHAN, NISBAH KELAMIN, FAKTOR KONDISI, DAN STRUKTUR UKURAN IKAN SELAR, Selar boops (Cuvier, 1833) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN SEKITAR BITUNG Saranga, Rudi; Setyohadi, Daduk; Arifin, Muh Zainul; Wiadnya, Dewa G.R.; Herawati, Endang Y
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 2 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.02.5

Abstract

Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan, nisbah kelamin, faktor kondisi, dan struktur ukuran ikan S. boops yang tertangkap di perairan sekitar Bitung. Penelitian dilakukan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung pada bulan Februari-Juli 2016. Sampling ikan S. boops yang dianalisis berjumlah 846 ekor terdiri dari 430 ekor (50,83%) jantan, 357 ekor (42,20%) betina serta 59 ekor (6,97%) yang tidak teridentifikasi. Kisaran panjang cagak (FL) antara 8,60-23,60 cm (rerata 16,45 ± 3,34 cm) dan bobot tubuh berkisar 10,00-257,50 g (rerata 91,71 ± 56,07 g). Hubungan panjang bobot ikan S. boops keseluruhan W=0,0115 FL3,1596 (R2 = 0,9902) dengan pola pertumbuhan allometrik positif (b>3). Persamaan hubungan panjang bobot ikan S. boops jantan dan betina masing-masing adalah W=0,0105 FL3,1922 dan W=0,0107 FL3,1816 dengan pola pertumbuhan yang sama, yakni allometrik positif (b>3). Rasio kelamin S. boops jantan dan betina dalam kondisi seimbang. Kisaran faktor kondisi relatif (Kn) ikan jantan 0,7549-1,1782 (rerata 1,0018 ± 0,0596) dan ikan betina 0,6353-1,2529 (rerata 1,0024 + 0,0692) yang menunjukkan tubuh ikan kurang pipih. Sebaran frekuensi panjang ikan S. boops jantan didominasi pada interval kelas panjang 20,0–21,0 cm dan ikan betina pada interval kelas panjang 14,0-15,0 cm..Keywords: faktor kondisi, nisbah kelamin, pola pertumbuhan, Selar boops, struktur ukuran ikan Abstract   This research aims to find the growth pattern, sex ratio, condition factor and size structure of S. boops caught from Bitung waters area. This research was conducted between February 2016 and July 2016, sampling location at Bitung Oceanic Fishing  Port. 846 of S. boops samples fish were analised consist 430 of male (50,83%), 357 of female (42,205) and 59 un-identified (6,97%) with 8,60-23,60 cm ranges of fork length (mean 16,45 ± 3,34 cm) and 10,00-257,50 g ranges of body weight (mean 91,71 ± 56,07 g). Common equation of length-weight relationship was W=0,0115 FL3,1596 (R2 = 0,9902) with positive allometric (b>3). Equations of length-weight relationship was W=0,0105 FL3,1922 for male, while female was W=0,0107 FL3,1816 with positive allometric (b>3). Sex ratio of male and female were constant. Relative condition factor (Kn) of male was 0,7549-1,1782 (rerata 1,0018 ± 0,0596), while female was 0,6353-1,2529 (rerata 1,0024 + 0,0692), in other words that the body of S. boops was fusiform. The length frequency distribution for male S. boops was 20,0–21,0 cm and female was 14,0-15,0. Keywords: condition factor, sex ratio, growth pattern, Selar boops, fish size structure 
VARIABILITAS KLOROFIL-a PERIODE INDIAN OCEAN DIPOLE DI SELAT BALI BERDASARKAN ANALISIS EMPIRICAL ORTHOGONAL FUNCTION Wijaya, Adi; Zakiyah, Umi; Sambah, Abu Bakar; Setyohadi, Daduk
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.4

Abstract

Perairan Selat Bali secara tidak langsung dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa. Variabilitas musim dan antar-tahunan dari konsentrasi klorofil-a permukaan (SSC) di Selat Bali, berhubungan erat dengan periode Indian ocean dipole (IOD) dan upwelling kuat yang terjadi di sepanjang Pantai Selatan Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas musiman dan antar-tahunan secara spasial dan temporal dari klorofil-a periode IOD di Selat Bali. Data oseanografi diperoleh dari Satelit Aqua/Terra MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) level 2 harian, selama periode Maret 2000-Mei 2020, dan analisis data menggunakan Empirical Orthogonal Function (EOF). Analisis EOF dilakukan pada data harian yang dikomposit menjadi bulanan dan dinormalisasi untuk mengisi data kosong. Hasil analisis EOF variasi temporal yang koheren dalam pemompaan klorofil-a di Selat Bali. Deret waktu dari mode pertama yang terbentuk mengungkapkan variasi musiman yang kuat dan variasi antar-tahunan yang relatif lemah. Mode kedua menunjukkan variasi antar-tahunan yang berbeda dengan klorofil-a yang tinggi di sepanjang pantai Selat Bali. Klorofil-a tinggi bersama dengan suhu permukaan laut yang rendah terjadi pada saat musim tenggara. Pola musiman berdasarkan analisis EOF menunjukkan mode pertama selama puncak IOD September hingga November (SON) menunjukkan klorofil-a tinggi di pantai Selat Bali. Deret waktu dari mode EOF menunjukkan korelasi yang signifikan dengan IOD. Kondisi ini terlihat selama fase puncak periode IOD bersamaan dengan monsun tenggara konsentrasi klorofil-a meningkat di sepanjang pantai Selat Bali dibandingkan pada musim sebelumnya.
HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN TINGKAT EKSPLOITASI Sari, Wahida Kartika; Sutjipto, Darmawan Ockto; Setyohadi, Daduk; Setyawan, Fahreza Okta; Aliviyanti, Dian
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selat Madura masuk dalam Sub Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 712. Perikanan di Selat Madura memiliki karakteristik multigear dan multispecies. Cantrang merupakan salah satu alat tangkap yang masih dioperasikan di Selat Madura meskipun menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor / PERMEN-KP/ 2016 melarang adanya pengoperasian alat tangkap tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman alat tangkap cantrang terutama yang berkaitan dengan panjang dan berat ikan hasil tangkapan, tingkat eksploitasi, dan fluktuasi hasil tangkapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus tahun 2020 di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data Panjang ikan (cm) dan berat ikan (kg) hasil tangkapan Cantrang yaitu ikan kurisi, ikan swanggi, dan ikan eloso. Hasil perhitungan menunjukkan hubungan panjang dan berat ketiga ikan sample bersifat allometris negatif. Hasil perhitungan Cacth Per Unit Effort (CPUE) paling tinggi berada pada tahun 2011 untuk semua ikan. Hasil tangkapan alat tangkap sangat fluktuatif, namun cenderung menurun beberapa tahun terakhir. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan terutama dalam pembuatan kebijakan berkaitan dengan kebijakan pengoperasian alat tangkap cantrang.
Growth Parameter and Fecundity of Fringe Scale Sardine (Sardinella fimbriata Cuvier Valenciennes) in Alas Strait, East Lombok, West Nusa Tenggara Rilani, Vindy; Mulyanto, Mulyanto; Setyohadi, Daduk
The Journal of Experimental Life Science Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1334.469 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2016.007.01.05

Abstract

Fisheries in the Alas Strait, East Lombok, West Nusa Tenggara is one of important sea area for the activity of fishing, especially small scale fishermen. In addition, the Alas Strait have a good fishery for catching pelagic fish species of Fringe Scale Sardine (Sardinella fimbriata). The aim of this study was to asses the growth parameter and fecundity of Fringe Scale Sardine (S. fimbriata). The research was conducted on August to December 2016, at the Fish Landing Base Tanjung Luar, East Lombok, West Nusa Tenggara. Survey methods and stratification sampling method were used from commercial catch. The relation between weight and length of S. fimbriata males and females are the values of b range 2.62750-2.69449 and 2.63959-2.72040, respectively. The growth patterns of male and female fish showed negative allometric growth pattern. The growth parameters of male fish is  L∞ 177.50 mm; K 0.51month-1; t0-0.53month-1, while for female fish L∞ 185.00 mm; K 0.67month-1; t0 -0.41month-1. Fecundity ranges from 2801- 60 578 eggs and diameter size range of eggs 8-67 µm. Keywords: fish growth, fecundity, Sardinella fimbriata.
PENGEMBANGAN EKOWISATA DAN PEMULIHAN STOK IKAN MELALUI PEMASANGAN RUMAH IKAN DI PESISIR DESA GEJUGAN, KABUPATEN PROBOLINGGO: ECOTOURISM DEVELOPMENT AND FISH STOCK RESTORATION THROUGH THE INSTALLATION OF FISH HOUSES OFF THE COAST OF GEJUGAN VILLAGE, PROBOLINGGO REGENCY Adhihapsari, Wirastika; Bintoro, Gatut; Lelono, Tri Djoko; Setyohadi, Daduk; Sambah, Abu Bakar; Sutjipto, Darmawan Octo; Harlyan, Ledhyane Ika; Sunardi; Syawli, Almira; Wiadnya, Dewa Gede Raka; Sari, Wahida Kartika
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2026.004.01.4

Abstract

Desa Gejugan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo merupakan wilayah pesisir yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan bagan tancap. Dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan hasil tangkapan akibat overfishing dan degradasi habitat, yang berdampak langsung terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Permasalahan ini diperparah oleh minimnya pengetahuan konservasi dan terbatasnya inovasi diversifikasi usaha perikanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan ekowisata berbasis konservasi sekaligus memulihkan stok ikan melalui pemasangan rumah ikan (artificial reef) sebagai habitat buatan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan dosen, pemerintah daerah, dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi stakeholder, pelatihan manajemen Marine Protected Area (MPA), perencanaan dan penenggelaman rumah ikan, restocking larva kepiting, serta pelatihan pengolahan hasil laut. Satu unit rumah ikan berukurang 175 x 93 x 55 cm berhasil dipasang di lokasi yang telah disepakati bersama dan diharapkan berperan sebagai habitat buatan serta  nursery ground bagi ikan dan biota lainnya. Kegiatan restocking dilaksanakan dengan melepas 1.000 ekor larva kepiting di sekitar lokasi penenggelaman. Program ini menginisiasi pengembangan paket ekowisata pancing sebagai alternatif mata pencaharian masyarakat pesisir.  . Secara keseluruhan, seluruh tahapan kegiatan telah terlaksana sesuai rencana dan memperkuat sinergi antara pelestarian lingkungan dan peningkatan lokal Desa Gejugan.   Gejugan Village, located in Pajarakan Subdistrict, Probolinggo Regency, is a coastal area where most residents work as lift-net fishers. In recent years, fish catches have declined due to overfishing and habitat degradation, directly affecting the socio-economic condition of the community. Limited knowledge of conservation practices and a lack of fisheries business diversification have further aggravated the situation. This community service program aimed to develop conservation-based ecotourism while supporting fish stock recovery through the installation of artificial reefs. The program applied a Participatory Action Research (PAR) approach involving academics, local government agencies, and fisher groups. Activities included stakeholder coordination, Marine Protected Area (MPA) management training, artificial reef construction and deployment, crab larvae restocking, and seafood processing training. One unit of artificial reef measuring 175 × 93 × 55 cm was successfully installed at an agreed location and is expected to serve as an artificial habitat and nursery ground for fish and other marine organisms. A total of 1,000 crab larvae were released near the installation site as part of the restocking effort. The program also initiated the development of crab-fishing ecotourism packages as an alternative livelihood for the coastal community. Overall, all planned activities were successfully implemented, strengthening the synergy between environmental conservation and local economic improvement in Gejugan Village.
Co-Authors . Muslihudin . Soemarno A Alfan Jauhari Abigail Moore Abu Bakar Sambah Abu Bakar Sambah, Abu Bakar Adi Wijaya Adi Wijaya Aisyah, Berdita Nur Ali Arman Lubis Ali Arman Lubis Ali Muntaha Aliviyanti, Dian Almira Syawli Amanda Rifan Fathoni Andik Isdianto Arief Setyanto Arief Setyanto Arifin, Muh Zainul AYU FIRDAUSI NUZULA Bambang Semedi Citra Nilam Cahya Darmawan Ockto Sutjipto Dewa G.R. Wiadnya Dewa Gede Raka Wiadnya Diza, Novia Fara Edi Susilo Endang Y Herawati Endang Y. Herawati Endang Yuli Herawati Erwin Rosadi Evi Susanti Evron Asrial Fathurriadi Fathrurriadi Feni Iranawati, Feni Gatut Bintoro Harlyan, Ledhyane Eka Herawati, Endang Y Hikmah, Syarifah Irwan Jatmiko Ishani Nelunika Rathnayake Kartikasari, Wahida Kurniawan, Mohammad Rizal Lalu Samsul Rizal Lathif, Adib Hisyam Ledhyane Ika Harlyan Lee, Ming-An Lianingrum, Yulis Dwi Mahsuna, Inna Rohmatul Maulana, Almaas Zain Mita Ayu Liliyanti Moore, Abigail Mary Muh Zainul Arifin Muh. Arif Rahman Muhammad Junaidi Mulyanto Mulyanto Nabilla, Azma Salma Nurul Mukhlis Oktiyas Muzaky Luthfi oktiyas muzaky Luthfi oktiyas muzaky Luthfi, oktiyas muzaky Putrindi, Handayu Rafif Zul Fahmi Rahman, Muhammad Arif Rijatmoko, Sigit Rijatmoko, Sigit Rudi Saranga Ruly Isfatul Khasanah Salanggon, Alismi M Samliok Ndobe Saputra, Dhira Kurniawan Saranga, Rudi Sari, Wahida Kartika Setyawan, Fahreza Okta Shobriyyah Afifah Nabilah Sigit Rijatmoko Soemarno _, Soemarno Sukandar Sukandar Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Supapong Pattarapongpan Sutjipto, Darmawan Octo Syarifah Hikmah Julinda Sari Tri Djoko Lelono Tumulyadi, Agus Umi Zakiyah, Umi Usma Kurniawan Hadi Utami, Ririn Vindi Lovina Rahmadita Vindy Rilani Manurung Wiadnya, Dewa G.R. Wirastika Adhihapsari Yasir Arapat Zainal Fanani Zainuri, Akhmad