Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pola Distribusi Suhu Permukaan Laut Dihubungkan dengan Kepadatan dan Sebaran Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) Hasil Tangkapan Purse Seine di Selat Bali Daduk Setyohadi
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.819 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui pola distribusi Suhu Permukaan Laut (SPL), dan mengetahui hubungan antara pola distribusi SPL dengan kepadatan dan sebaran ikan. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Juli 2007. Data yang digunakan adalah data citra yang bebas awan dan data hasil serta lokasi penangkapan ikan lemuru. Nilai kepadatan ikan dihitung dengan pendekatan Fridman (1986). Perhitungan SPL dilakukan dengan pemrosesan citra kanal 4 dan 5 menggunakan program SPL diperoleh dari Pusat Pengembangan Pemanfaatan dan Teknologi Penginderaan Jauh (Pusbangja) - LAPAN, Pekayon, Jakarta Timur. Hasil penelitian mendapatkan bahwa daerah penangkapan ikan lemuru ada lima, yaitu Senggrong, Karang Ente, Pengambengan, Tabanan, dan Jimbaran. Nilai kepadatan pada bulan April sebesar 0,28 kgm-3, bulan Mei 0,19 kgm-3, bulan Juni 0,14 kgm-3, dan bulan Juli 0,17 kgm-3. Secara keseluruhan SPL bulan April – Juli 2007 berkisar antara 25-31 °C. Daerah penangkapan yang baik pada bulan April berada di Pengambengan dengan SPL 27,96 - 30,58 °C, bulan Mei berada di Tabanan dengan SPL berkisar antara 27,93 - 29,36 °C, bulan Juni dan Juli berada di Tabanan dengan SPL berkisar antara 25,32 - 27,90 °C. Suhu permukaan laut tidak memiliki hubungan yang nyata dengan kepadatan ikan. Kata Kunci: distribusi, lemuru, Selat Bali, SPL   Abstract This research aimed to identify model of sea surface temperature distribution and illustrate its relation with spread and density of fish. The research was done at Bali Strait from April to July 2007 based on  satellite signal and catch data. Fish density was calculated by using Fridman equation (1986). While calculation of sea surface temperature was conducted by applying fourth and fifth canal of satellite signal program obtained from Development Center of Utilization and Satellite Identification Technology (LAPAN) Jakarta. Result showed that there were five fishing grounds of sardine, namely Senggrong, Karang Ente, Pengambengan, Tabanan, and  Jimbaran. Values of fish density in April, May, June, and July  were 0.28 kgm-3, 0.19 kgm-3, 0.14 kgm-3, andi 0.17 kgm-3 respectively. Generally, monthly average of sea surface temperature from April to July 2007 was between 25 °C to 31 °C. High density level of fishing ground of each month was different. It was also found that Tabanan was the best fishing ground for lemuru in Bali Strait followed by Pengambengan. The highest fish density  in April was taken place in Pengambengan with sea surface temperature level between 27.96 °C to 30.58 °C. Whilst In May, the highest fish density was occured  in Tabanan with sea surface temperature level between 27.93 to 29.36 °C. In addition,  the highest fish density in June and July was also occured in Tabanan with sea surface temperature level between 25.32 °C to 27.90 °C. The relation of sea surface temperature with fish density was not significantly different. Keywords: Bali Strait, distribution, sardine, sea surface, temperature
Pendekatan Analitik untuk Mengkaji Stok Ikan Layang (Decapterus russelli) di Selat Madura Daduk Setyohadi
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumberdaya ikan layang di Jawa Timur mendominasi hasil tangkapan. Hasil tangkapan ikan layang Pada tahun 2006-2009 mengalami penurunan rata-rata 7% per tahun. Tujuan penelitian adalah eksplorasi parameter biologi dan dinamika populasi serta menduga status pemanfaatan ikan layang. Pengambilan sampel dilakukan di TPI Pondok Mimbo Kabupaten Situbondo, pada bulan September 2008 – Januari 2009. Data dianalisis menggunakan pendekatan analitik dengan bantuan program FISAT II (Gayanilo et al., 2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin jantan dan betina ikan layang seimbang dan pola pertumbuhan allometrik positif. Ukuran Lc (16,4 cm) lebih besar dari ukuran Lm (15,6 cm), sedangkan  sebesar 16,5 cm. Persamaan pertumbuhan ikan layang adalah Lt = 25,33 (1-). Laju mortalitas total, alami dan penangkapan masing-masing sebesar 2,71; 1,21 dan 1,74 tiap tahun. Laju eksploitasi sebesar 0,56 menunjukkan bahwa status perikanan layang mengalami  lebih tangkap ringan.   Kata Kunci: biologi, dinamika populasi, eksplorasi, Selat Madura
Melihat Kondisi Kesetimbangan Ekologi Terumbu Karang di Pulau Sempu, Malang Menggunakan Pendekatan Luasan Koloni Karang Keras (Scleractinia) Oktiyas Muzaky Luthfi; Vindi Lovina Rahmadita; Daduk Setyohadi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.105 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.1.1-8

Abstract

ABSTRAKPulau Sempu adalah satu-satunya cagar alam yang berada di Kabupaten Malang yang memiliki terumbu karang dengan luasan kurang dari 10 ha yang mampu bertahan dari banyaknya ancaman yang berpotensi merusaknya. Faktor lingkungan secara alamiah telah menyeleksi keanekaragaman diwilayah perairan P. Sempu, yakni hanya 9 life form karang keras yang berperan sebagai penyangga ekosistem terumbu karang di wilayah ini. Mengetahui distribusi ukuran koloni karang sama pentingnya mengetahui umur koloni karang keras untuk melihat kondisi ekosistem terumbu karang pada suatu perairan. Klas frekuensi koloni karang keras akan memberikan informasi mengenai kemampuan kompetisi, masa pubersitas dan tentu kemampuan regenerasi. Pengambilan data luasan karang dilakukan di 4 stasium (Watu Mejo 1, Watu Mejo 2, Teluk Semut 1 dan Teluk Semut 2) menggunakan kuadrat transek 1 x 1 m sepanjang 50 m pada kedalaman 5m. Berdasarkan penelitian didapatkan luasan total tertinggi pada Acropora Branching (ACB) adalah 145.811,67 cm2 dan terenda pada karang jamur (CMR) 414,35 cm2. Life form karang dapat dijadikan rujukan awal menilai kesehatan ekosistem terumbu karang. Dominan karang dengan life form massive dapat diartikan kawasan tersebut memiliki kondisi lingkungan yang penuh tekanan semisal sedimentasi tinggi, arus kuat maupun sering terekspos udara. Ukuran karang di P. Sempu rerata menunjukkan > 5 cm2 yang berarti sudah dewasa dan mampu melakukan reproduksi, sedangkan rekruitmen sangat rendah dengan indikasi sedikitnya jumlah luasan karang kurang dari 4 cm2.Kata kunci: cagar alam, bentuk pertumbuhan, reproduksi, konservasi, karang kerasABSTRACTThe abundance of coral reef in Sempu Island nature reserve was under 10 ha, in which they were a winner from environment and human threats. The environment has big role to select scleractinian coral in this area that resulted 9 coral life form as the main foundation of coral reef in Sempu nature reserve area. Knowing the coral size distribution as important to know of coral age in term determining the health of coral reef ecosystem. Class frequency of colony size gave the key information of coral competition, puberty and regeneration ability. We choose 4 station (Watu Mejo 1, Watu Mejo 2, Teluk Semut 1 dan Teluk Semut 2) to take data. Data colony size was taken by 1 x1 m quadrat along 50 m in 5 m depth. The highest colony size was Acropora branching (ACB) about 145,811.67 cm2 and the lowest one was mushroom coral (CMR) about 414.35 cm2. Life form of coral can be early detection of coral reef health. Dominance of massive coral means the coral reef under the high sedimentation, strong current or exposed by air frequently. The coral colony size in Sempu nature reserve showed > 5 cm2 that indicate they were in maturity and have capability for reproduction but the coral recruitment was very low due to few number of coral has less than 4 cm2 in colony size.Keywords: nature reserve, life form, reproduction, conservation, coralCitation: Luthfi, O.M., Rahmadita, V.L., dan Setyohadi, D. (2018). Melihat Kondisi Kesetimbangan Ekologi Terumbu Karang di Pulau Sempu, Malang Menggunakan Pendekatan Luasan Koloni Karang Keras (Scleractinia). Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 1-8, doi:10.14710/jil.16.1.1-8
Cuttlefish (Sepia Spp) Identification and Biological Analysis of A Dominant Cuttlefish Species Landed in Muncar, Banyuwangi Regency, East Java. Daduk Setyohadi; Sunardi Sunardi; Nurul Mukhlis; Citra Nilam Cahya
Research Journal of Life Science Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.938 KB) | DOI: 10.21776/ub.rjls.2016.003.02.5

Abstract

Identification and biological analysis of Cuttlefish (Sepia spp) this could be the basis of information for cuttlefish resource management for sustainability. The aims of this study were to determine the species composition of cuttlefish, determine similarity in morphology among cuttlefish species, and length-weight relationship of dominant species cuttlefish landed in Muncar, Banyuwangi, East Java. The analytical method used is species composition analyze, Hierarchical clustering analysis to determine similarity among cuttlefish species and length-weight relationship analysis of dominant cuttlefish species with the following equation W = aLb. There are three species of cuttlefish were landed in Muncar, Banyuwangi, Sepia pharaonis with 373 individuals (92.6%), Sepia latimanus 19 individuals (4.7%), and Sepia esculenta 11 individuals (2.7%). The results of length-weight relationship analysis cuttlefish dominant species, Sepia pharaonis, the b values obtained in the total sample, males and females respectively are 2.55, 2.56, and 2.57. It shows that the growth properties of S. pharaonis is negative allometric. It means the population has thin body shape where the increase in length faster than weight gain.
STUDI ASPEK REPRODUKSI IKAN KEMBUNG LELAKI (Rastrelliger kanagurta, Cuvier 1817) PADA MUSIM PERALIHAN DI SELAT MADURA Evi Susanti; Arief Setyanto; Daduk Setyohadi; Irwan Jatmiko
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 11, No 1 (2019): (April) 2019
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.099 KB) | DOI: 10.15578/bawal.11.1.2019.45-58

Abstract

Ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) merupakan salah satu jenis ikan pelagis kecil yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan akan protein masyarakat, dan juga dapat digunakan sebagai umpan dalam perikanan rawai tuna (tuna long line). Kebutuhan yang tinggi akan jenis ikan ini dapat menimbulkan tekanan terhadap populasi ikan ini sehingga menyebabkan penangkapan yang berlebih. Dalam mengelola sumberdaya ikan diperlukan informasi mengenai biologi reproduksi dan aspek biologi lainnya. Salah satu aspek biologi yang terkait dengan informasi reproduksi adalah tingkat kematangan gonad. Dalam studi ini menganalisis hubungan panjang berat, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), dan hubungan antara IKG dengan berat ikan kembung lelaki. Pengamatan TKG dilakukan secara morfologi dan histologi. Pengambilan contoh ikan dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan Mayangan, Probolinggo, Jawa Timur, selama bulan Februari sampai April 2018. Hasil analisa hubungan panjang berat menunjukkan bahwa ikan kembung lelaki memiliki pola pertumbuhan allometrik positif, nisbah kelamin ikan kembung lelaki jantan dan betina yaitu 87%:13% (6:1), Hasil pengamatan tingkat kematangan gonad secara morfologi pada 400 ikan contoh menunjukkan dalam keadaan belum matang gonad (tingkat kematangan I, II, III), pengamatan gonad secara histologi pada 8 ikan contoh menujukkan dalam keadaan tingkat kematangan gonad III dan IV. Ukuran diameter telur pada tingkat kematangan gonad III antara 280,91 -314,74 µm dengan rerata 296,78 µm dan pada tingkat kematangan gonad IV antara 287,99-315,31 µm dengan rerata 303,89 µm dengan nilai fekunditas antara 4.863,96-28.255,32 butir telur. Indeks kematangan gonad pada bulan Februari, Maret, April adalah 1,78, 1,32, dan 0,55. Analisa korelasi antara hubungan berat dengan IKG mempunyai hubungan yang signifikan dengan tingkat keeratan yang rendah.Indian mackerel (Rastrelliger kanagurta) is one of the small pelagic fish that is useful a need of protein requirement of the people while, and can also be used as bait in (tuna long line). High demand for this fish can cause pressure on this fish population, then cause overfishing. In managing fish resources, information about reproductive biology and other aspects of biology is needed. One aspect of biology related to reproductive information is the level of gonad maturity. In this study analyzed the relationship of leng weight relationship, sex ratio, gonad maturity level (GML), gonado somatic index (GSI) and relationship of GSI with weight of the indian mackerel. Fish sampling was conducted at Fish Auction Hall of Mayangan, Probolinggo, East Java during February to April 2018. The analysis result of length weight relationship show that indian mackerel has a positive allometric growth pattern, sex ratio of male and female is 87%: 13% (6:1). Morphological observation of gonad maturity level at 400 fish samples showed that the gonads were immature (gonad maturity levels I, II, III), histologic gonad observation on 8 fish samples showed in maturity state of gonad III and IV. The size of egg diameter at maturity level of gonad III between 280.91 -314.74 ìm with an average of 296.78 ìm and at maturity level of gonad IV between 287.99-315.31 ìm with an average of 303.89 ìm with a fecundity value between 4,863.96-28,255.32 eggs. Index of gonad maturity in February, March, April was 1.78, 1.32, and 0.55. Correlation analysis between the weight with GSI has a significant relationship but has a low level of closeness. 
Coral transplantation: An introducing and practicing to fisheries community group organization at Sidoasri, Malang Oktiyas Muzaky Luthfi; Daduk Setyohadi; Dhira Khurniawan Saputra; Akhmad Zainuri
Berdikari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2018): Berdikari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.227 KB)

Abstract

Decreasing fisheries product at Sidoasri, Malang has been caused by many factors and the main caused this problem is damage of coral reef ecosystem in that area. Coral reef damage may be caused by anthropogenic and natural factors, but if massive or longterm damage of coral reef will affected on decreasing income of local fishermen that dependent on reef product. Coral transplantation is one of method to restore coral into natural as before damage. Transplantation using coral fragment will increase coral recovery due to using asexual to regenerate coral into new colonies. Basic knowledge of transplantation should be transferred into fishermen so they can duplicate and practices by their self. Correct way of coral transplantation is key successful of this rehabilitation program in the future.
STUDI POTENSI DAN DINAMIKA STOK IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) DI SELAT BALI SERTA ALTERNATIF PENANGKAPANNYA Daduk Setyohadi
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 11, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.978 KB) | DOI: 10.22146/jfs.2987

Abstract

The research was conducted at Bali Straits on April to September 2007. The aims of this study were (1) to estimate potential sustainable yield (MSY) and total allowable catch (TAC); (2) to estimate status and potential exploitation; and (3) to make some scenario of the alternatives fisheries management. Catch-effort data time series was taken from Fisheries Statistics Report of Bali. The data analysis was performed by using holistic models as stated by Walter & Hilborn (1976) and Schnut (1977). The result of this research showed that the potential sustainable reserve of oil sardine (Be); MSY and TAC were 208,152.2; 23,447.9 and 18,758.3 ton year-1, respectively. Exploitation rate was equal to 105% yr-1, it means the exploitation status of the oil sardine was over exploited. The scenario of this fisheries management of purse seine should be maintained at 24 unit yr-1, the potential sustainable reserve will reach 207,000 ton in year 2020 and the MSY will be increased twice.
VARIABILITAS KLOROFIL-a PERIODE INDIAN OCEAN DIPOLE DI SELAT BALI BERDASARKAN ANALISIS EMPIRICAL ORTHOGONAL FUNCTION Adi Wijaya; Umi Zakiyah; Abu Bakar Sambah; Daduk Setyohadi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.4

Abstract

Perairan Selat Bali secara tidak langsung dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa. Variabilitas musim dan antar-tahunan dari konsentrasi klorofil-a permukaan (SSC) di Selat Bali, berhubungan erat dengan periode Indian ocean dipole (IOD) dan upwelling kuat yang terjadi di sepanjang Pantai Selatan Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas musiman dan antar-tahunan secara spasial dan temporal dari klorofil-a periode IOD di Selat Bali. Data oseanografi diperoleh dari Satelit Aqua/Terra MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) level 2 harian, selama periode Maret 2000-Mei 2020, dan analisis data menggunakan Empirical Orthogonal Function (EOF). Analisis EOF dilakukan pada data harian yang dikomposit menjadi bulanan dan dinormalisasi untuk mengisi data kosong. Hasil analisis EOF variasi temporal yang koheren dalam pemompaan klorofil-a di Selat Bali. Deret waktu dari mode pertama yang terbentuk mengungkapkan variasi musiman yang kuat dan variasi antar-tahunan yang relatif lemah. Mode kedua menunjukkan variasi antar-tahunan yang berbeda dengan klorofil-a yang tinggi di sepanjang pantai Selat Bali. Klorofil-a tinggi bersama dengan suhu permukaan laut yang rendah terjadi pada saat musim tenggara. Pola musiman berdasarkan analisis EOF menunjukkan mode pertama selama puncak IOD September hingga November (SON) menunjukkan klorofil-a tinggi di pantai Selat Bali. Deret waktu dari mode EOF menunjukkan korelasi yang signifikan dengan IOD. Kondisi ini terlihat selama fase puncak periode IOD bersamaan dengan monsun tenggara konsentrasi klorofil-a meningkat di sepanjang pantai Selat Bali dibandingkan pada musim sebelumnya.
PERAMALAN HASIL TANGKAP IKAN LAYUR DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI DENGAN MODEL MULTISCALE AUTOREGRESSIVE (MAR) Daduk Setyohadi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 2 (2022): JFMR VOL 6 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.6

Abstract

Ikan layur merupakan sumberdaya ikan demersal dominan dan merupakan komoditas eksport dengan permintaan tinggi di Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Prigi. Beberapa tahun terakhir terjadi tekanan penangkapan besar-besaran dari nelayan setempat, sehingga menyebabkan semakin menurunnya produksi ikan layur per unit alat tangkap pancing sebagai alat tangkap standar untuk keperluan eksport. Peramalan produksi ikan layur satu tahun ke depan akan dapat membantu rencana pengelolaan sumberdaya perikanan layur. Penelitian ini menggunaan transformasi wavelet untuk meramalkan produksi ikan layur, yaitu dengan membentuk model Multiscale Autoregressive (MAR) yang prediktornya diperoleh dari dekomposisi Maximal Overlap Discrete Wavelet Transform (MODWT) dengan filter wavelet Haar. Model peramalan wavelet terbaik dibentuk dari model MAR orde 2 yang prediktornya diperoleh melalui dekomposisi MODWT level 1, yaitu setelah data distasionerkan secara detrending. Hasil peramalan produksi ikan layur di PPN Prigi untuk satu tahun ke depan (September 2018 sampai dengan Agustus 2019) akan tetap mengalami fluktuasi yang berkisar antara 4.94 sampai dengan 5.15 kilogram.
Growth Parameter and Fecundity of Fringe Scale Sardine (Sardinella fimbriata Cuvier Valenciennes) in Alas Strait, East Lombok, West Nusa Tenggara Vindy Rilani; Mulyanto Mulyanto; Daduk Setyohadi
The Journal of Experimental Life Science Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1334.469 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2016.007.01.05

Abstract

Fisheries in the Alas Strait, East Lombok, West Nusa Tenggara is one of important sea area for the activity of fishing, especially small scale fishermen. In addition, the Alas Strait have a good fishery for catching pelagic fish species of Fringe Scale Sardine (Sardinella fimbriata). The aim of this study was to asses the growth parameter and fecundity of Fringe Scale Sardine (S. fimbriata). The research was conducted on August to December 2016, at the Fish Landing Base Tanjung Luar, East Lombok, West Nusa Tenggara. Survey methods and stratification sampling method were used from commercial catch. The relation between weight and length of S. fimbriata males and females are the values of b range 2.62750-2.69449 and 2.63959-2.72040, respectively. The growth patterns of male and female fish showed negative allometric growth pattern. The growth parameters of male fish is  L∞ 177.50 mm; K 0.51month-1; t0-0.53month-1, while for female fish L∞ 185.00 mm; K 0.67month-1; t0 -0.41month-1. Fecundity ranges from 2801- 60 578 eggs and diameter size range of eggs 8-67 µm. Keywords: fish growth, fecundity, Sardinella fimbriata.
Co-Authors . Muslihudin . Soemarno A Alfan Jauhari Abigail Moore Abu Bakar Sambah Abu Bakar Sambah, Abu Bakar Adi Wijaya Adi Wijaya Aisyah, Berdita Nur Ali Arman Lubis Ali Arman Lubis Ali Muntaha Aliviyanti, Dian Amanda Rifan Fathoni Andik Isdianto Arief Setyanto Arief Setyanto Arifin, Muh Zainul AYU FIRDAUSI NUZULA Bambang Semedi Citra Nilam Cahya Darmawan Ockto Sutjipto Dewa G.R. Wiadnya Dewa Gede Raka Wiadnya Diza, Novia Fara Edi Susilo Endang Y Herawati Endang Y. Herawati Endang Yuli Herawati Erwin Rosadi Evi Susanti Evron Asrial Fathurriadi Fathrurriadi Feni Iranawati, Feni Gatut Bintoro Harlyan, Ledhyane Eka Herawati, Endang Y Hikmah, Syarifah Irwan Jatmiko Ishani Nelunika Rathnayake Kartikasari, Wahida Kurniawan, Mohammad Rizal Lalu Samsul Rizal Lathif, Adib Hisyam Ledhyane Ika Harlyan Lee, Ming-An Lianingrum, Yulis Dwi Mahsuna, Inna Rohmatul Maulana, Almaas Zain Mita Ayu Liliyanti Moore, Abigail Mary Muh Zainul Arifin Muh. Arif Rahman Muhammad Junaidi Mulyanto Mulyanto Nabilla, Azma Salma Nurul Mukhlis oktiyas muzaky Luthfi Oktiyas Muzaky Luthfi oktiyas muzaky Luthfi, oktiyas muzaky Putrindi, Handayu Rafif Zul Fahmi Rahman, Muhammad Arif Rijatmoko, Sigit Rijatmoko, Sigit Rudi Saranga Ruly Isfatul Khasanah Salanggon, Alismi M Samliok Ndobe Saputra, Dhira Kurniawan Saranga, Rudi Sari, Wahida Kartika Setyawan, Fahreza Okta Shobriyyah Afifah Nabilah Sigit Rijatmoko Soemarno _, Soemarno Sukandar Sukandar Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Supapong Pattarapongpan Syarifah Hikmah Julinda Sari Tri Djoko Lelono Tumulyadi, Agus Umi Zakiyah, Umi Usma Kurniawan Hadi Utami, Ririn Vindi Lovina Rahmadita Vindy Rilani Wiadnya, Dewa G.R. Yasir Arapat Zainal Fanani Zainuri, Akhmad