Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

INTERTEKSTUAL TEMBANG TRADISIONAL JAWA LIR-ILIR DALAM PUISI INDONESIA MODERN Achmad Sultoni
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/69mkrb02

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemaknaan terhadap tembang tradisional Jawa Lir-ilir dalam bentuk puisi Indonesia modern. Data penelitian berupa teks tembang tradisional Jawa Lir ilir karya Sunan Kalijaga, puisi berjudul Lir-ilir karya Sindhunata, dan puisi berjudul Lir-ilir untuk Negeriku karya Dimas Indianto S. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan corak metodenya mendeskripsikan data secara mendalam. Data dikumpulkan melalui tahapan pembacaan teks tembang dan puisi secara seksama, mengklasifikasikan data, menafsirkan hasil analisis data, mengkonfirmasi hasil analisis, dan menyimpulkan hasil analisis. Sumber data penelitian adalah buku puisi berjudul Air Kata-kata (2019) karya Sindhunata dan buku puisi berjudul Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia (2014) karya Dimas Indianto, dkk. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, bahwa terdapat hubungan intertekstual antara teks tembang tradisional Jawa Lir ilir karya Sunan Kalijaga dengan puisi berjudul Lir-ilir karya Sindhunata, dan puisi Lir-ilir untuk Negeriku karya Dimas Indianto S. Tembang Lir-ilir yang merupakan hipogramnya memberi pengaruh terhadap puisi Lir-ilir untuk Negeriku karya Dimas Indianto S., dan puisi berjudul Lir-ilir karya Sindhunata dari segi bentuk dan ide. Puisi Lir-ilir karya Sindhunata dan puisi Lir-ilir untuk Negeriku karya Dimas Indianto S. memaknai tembang Lir-ilir karya Sunan Kalijaga. Pemaknaan tersebut menyangkut beberapa hal, meliputi: pemaknaan cinta tanah air, pemaknaan spiritualitas, dan pemaknaan terhadap hakikat hidup.
Mantras, Nature, and Spirituality: Ecocriticism in Traditional Healing Mantras in Karimunting Village Hubbi Saufan Hilmi; Achmad Sultoni; Titi Setiyoningsih; Hariyadi Hariyadi
Journal of Language and Literature Vol 25, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/joll.v25i2.12118

Abstract

The inclusion of the natural environment and spiritual values in traditional healing mantras has been part of the lives of traditional communities in various cultures around the world, including the Malay community in Karimunting village, West Kalimantan, Indonesia. This study aims to describe the elements of the natural environment and spiritual values in the healing mantras of the Malay community in Karimunting Village by applying Greg Garrard’s ecocriticism approach. The data in this study was collected through observation and in-depth interviews with three belian in Karimunting village. The data obtained was subsequently recorded, transcribed, and analyzed using thematic analysis techniques. The research findings reveal that there are ten healing mantras practiced by the belian of the Malay community in Karimunting Village. Each mantra functions not only as a medium of healing but also as a representation of the interconnectedness between humans, the natural environment, and spiritual forces. Elements of the natural environment are reflected in the use of components such as leaves, water, wood, stones, wind, and animals, which are positioned as active entities possessing healing energy and symbols of ecological balance. Meanwhile, the dimension of spirituality is manifested through religious diction, such as the invocation of the names of Allah and the Prophet Muhammad, underscoring the belief that recovery ultimately originates from Divine power. This research contributes not only as an inventory of oral literature and local wisdom of the Malay community in utilizing their natural environment but also as a reference for similar research in the future.
Penguatan Literasi Global SDN Karanglo Kemranjen Melalui Program English Day Hari Widi Utomo; Achmad Sultoni; Riyatno; Shintia Dwi Alika; M. Lukman Leksono; Maria Naibaho; Gilang Hukma Rahmanda; Satria Rizki Safiri; Khorn Chanpiriza
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.2973

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi global siswa melalui pendampingan Program English Day di SDN Karanglo, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sekolah dalam menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan global meskipun mata pelajaran Bahasa Inggris belum secara formal diterapkan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan guru, siswa, dan orang tua secara aktif pada tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Kegiatan meliputi pelatihan guru, pendampingan siswa, penyusunan modul dan buku kosakata, implementasi English Day mingguan, serta kolaborasi internasional melalui International Sharing Session. Hasil evaluasi menunjukkan adanya antusiasme tinggi dari siswa, orang tua, dan pihak sekolah, serta peningkatan minat dan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Program ini berpotensi berkelanjutan dan menjadikan SDN Karanglo sebagai sekolah percontohan literasi global di tingkat kecamatan.