Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Rethinking The Religious Moderation through Intellectual History’s Lens: Mentifact, Sociofact, and Artefact Titis Thoriquttyas; Ahmad Munjin Nasih; Achmad Sultoni
Journal of Islamic History and Manuscript Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Islamic History and Manuscript
Publisher : Institute of Research and Community Service UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jihm.v2i2.7814

Abstract

It must be admitted that there is indeed much research related to religious moderation, but there needs to be more research, especially when it comes to intellectual history discourse. As a contextual discourse, intellectual history still needs sufficient study space among Indonesian academics. Therefore, this study uses an intellectual history perspective to examine religious moderation discourse. Strengthening the study, the authors use the thoughts of Koentjaraningrat and Julian Huxley, who use an anthropological scientific lens to view the discourse of religious moderation. This research is the form of a literature review using the results of research related to intellectual history and the two figures as primary reference sources. Collecting data was carried out by re-reading the text, compiling it, and formulating it to analyze the mentifact, sociofact, and artefact aspects of the discourse of religious moderation. This research produces an academic offer to strengthen the epistemological structure of the discourse of religious moderation by dissecting it through these three dimensions, namely mentifact, sociofact, and artefact. The findings of this research offer the hierarchical relationship on the epistemological of religious moderation (the high ideas, the intermediate ideas, and the lower ideas).
Membangun Kesiapan Holistik Jamaah: Pendekatan Terpadu Bimbingan Ibadah Haji Nur Mutamakkin; Nur Faizin; Achmad Sultoni; Imam Asrori; Moh. Khasairi; Ahmad Munjin Nasih; Yusuf Hanafi; Kholisin; Nur Anisah Ridwan; Abdul Basid
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibadah haji menuntut kesiapan holistik yang seringkali tidak terakomodasi oleh bimbingan konvensional yang hanya berfokus pada aspek ritual, sehingga menciptakan kesenjangan antara pemahaman teori dan kesiapan praktik di lapangan. Program pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan sebuah model bimbingan haji terpadu untuk membangun kesiapan yang komprehensif bagi 46 calon jamaah haji dari lingkungan Universitas Negeri Malang. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, program ini dirancang dengan alur sistematis dalam enam tahapan fundamental: pra-manasik, manasik teoretis dan personal melalui kunjungan ke rumah, praktik lapangan melalui simulasi yang detail dan realistis, prosesi pemberangkatan, pendampingan penuh di Tanah Suci, hingga penjemputan kembali ke tanah air. Hasil kegiatan yang dievaluasi secara kualitatif menunjukkan keberhasilan yang signifikan, ditandai oleh partisipasi dan antusiasme jamaah yang sangat tinggi. Peningkatan pemahaman fikih dan keterampilan praktik manasik terbukti secara nyata selama sesi simulasi. Selain itu, pendekatan personal berhasil membentuk ukhuwah dan solidaritas yang kuat di antara jamaah, yang menjadi modal sosial krusial selama perjalanan ibadah. Model bimbingan holistik yang mencakup pendampingan dari hulu ke hilir ini terbukti sangat efektif dalam membentuk jamaah yang mandiri, percaya diri, dan siap secara spiritual, fisik, maupun mental. Program ini tidak hanya berhasil membina jamaah, tetapi juga menawarkan sebuah standar acuan (best practice) bagi kelompok bimbingan lain, khususnya yang berbasis di perguruan tinggi.