Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Usability Website Kaderisasi Salman ITB Berbasis AI-Generated Design Menggunakan Task-Based Usability Testing Wafi Ulya Az Zahra; Btari Mariska Purwaamijaya; Muhammad Dzikri Ar Ridlo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9275

Abstract

Penggunaan AI-generated design dalam pengembangan antarmuka website dapat membantu mempercepat proses desain, tetapi hasil antarmuka yang dihasilkan tetap perlu dievaluasi berdasarkan pengalaman pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi usability website Kaderisasi Salman ITB yang dikembangkan dengan pendekatan AI-generated design, serta mengidentifikasi hambatan interaksi dan indikasi cognitive friction yang dialami pengguna baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-evaluatif melalui task-based usability testing terhadap delapan partisipan first-time user. Data dikumpulkan melalui observasi, screen recording, pengukuran Task Success Rate (TSR), Time on Task (ToT), Error Rate, kuesioner System Usability Scale (SUS), dan wawancara post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas pendaftaran akun memiliki performa terbaik dengan TSR sebesar 87,5%, rata-rata waktu penyelesaian 73,38 detik, dan jumlah error terendah. Sebaliknya, hambatan lebih banyak ditemukan pada tugas pencarian informasi umum dan pencarian serta pendaftaran kegiatan. Skor rata-rata SUS sebesar 62,8 menunjukkan bahwa website berada pada kategori OK, sehingga masih dapat digunakan tetapi belum optimal. Temuan utama meliputi inkonsistensi status pendaftaran kegiatan, kurangnya informasi identitas organisasi, deskripsi kegiatan yang generik, ketidakjelasan fitur Leaderboard, serta kurangnya bantuan dan dokumentasi visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa website Kaderisasi Salman ITB masih dapat digunakan secara fungsional, tetapi belum sepenuhnya mendukung kejelasan kognitif pengguna baru. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan pada konsistensi informasi, struktur konten, penjelasan fitur, dan kurasi antarmuka berbasis AI.
Pengaruh Gig Work Challenges terhadap Employee Well-Being Ojek Online: Moderasi Job Engagement Muhammad Ihsan; Btari Mariska Purwaamijaya; Adam Hermawan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11886

Abstract

Pertumbuhan gig economy di Indonesia menempatkan pengemudi ojek online sebagai kelompok pekerja yang rentan terhadap ketidakpastian pendapatan, tuntutan kerja, dan minimnya perlindungan ketenagakerjaan, sehingga kesejahteraan mereka menjadi isu penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gig work challenges terhadap employee well-being pada pengemudi ojek online di Kota Bandung dengan job engagement sebagai variabel moderasi dalam kerangka Job Demands-Resources (JD-R) Model. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif terhadap 200 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel penelitian diukur menggunakan Gig Work Challenges Inventory (GWCI), Utrecht Work Engagement Scale versi sembilan item (UWES-9), dan WHO-5 Well-Being Index. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gig work challenges tidak berpengaruh signifikan terhadap employee well-being (β = -0,015; p = 0,392). Sebaliknya, job engagement berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi prediktor dominan employee well-being (β = 0,968; p = 0,000). Job engagement juga terbukti memoderasi hubungan gig work challenges dan employee well-being (β = 0,147; p = 0,000) melalui efek penyangga (buffering). Model penelitian mampu menjelaskan 74,1% variasi employee well-being. Temuan ini menegaskan dominasi jalur motivasional dalam JD-R Model dan menunjukkan bahwa peningkatan keterlibatan kerja dapat menjadi strategi penting bagi platform serta pemerintah untuk mendukung kesejahteraan pekerja gig.
Pengaruh System Quality terhadap Switching Intention melalui User Satisfaction pada Ajaib Sekuritas Afwa Hamzah Al Rasyid; Btari Mariska Purwaamijaya; Nugraha Adhi Pratama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12361

Abstract

Pertumbuhan investor saham di Indonesia yang pesat tidak diikuti oleh kinerja seluruh platform investasi digital secara merata. Ajaib Sekuritas mengalami penurunan frekuensi transaksi seiring munculnya keluhan gangguan teknis, sementara kompetitornya, Stockbit, tumbuh pesat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh System Quality terhadap Switching Intention dengan User Satisfaction sebagai variabel mediasi pada pengguna aplikasi Ajaib Sekuritas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei terhadap 93 pengguna aktif Ajaib Sekuritas yang dipilih melalui purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa System Quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap User Satisfaction, dan User Satisfaction berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Switching Intention. Sebaliknya, System Quality tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap Switching Intention, namun berpengaruh signifikan melalui mediasi penuh (full mediation) User Satisfaction. Temuan ini mengindikasikan bahwa gangguan pada System Quality tidak serta-merta mendorong nasabah berpindah aplikasi, melainkan terlebih dahulu mengikis kepuasan pengguna sebelum niat berpindah benar-benar terbentuk. Hasil ini menegaskan bahwa perbaikan stabilitas dan kecepatan sistem menjadi kunci utama untuk mempertahankan kepuasan nasabah dan mencegah migrasi ke aplikasi sekuritas kompetitor.
IMPLEMENTASI MODEL UTAUT UNTUK MENGIDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENERIMAAN CHATBOT META AI WHATSAPP Layra Narda Anargya; Btari Mariska Purwaamijaya; Muhammad Rizki Nugraha
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.9337

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) mendorong integrasi chatbot ke berbagai platform, termasuk WhatsApp melalui fitur chatbot Meta AI. Namun, tingkat penerimaan pengguna terhadap fitur ini masih lebih rendah dibandingkan chatbot lain seperti ChatGPT dan Gemini. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pengguna terhadap chatbot Meta AI WhatsApp dengan menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui survei terhadap 270 pengguna aktif WhatsApp yang telah mencoba chatbot Meta AI, dengan analisis data menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy (p = 0,000), effort expectancy (p = 0,000), dan social influence (p = 0,000) berpengaruh positif signifikan terhadap behavioral intention, sedangkan facilitating conditions tidak berpengaruh signifikan (p = 0,949). Selain itu, behavioral intention berpengaruh positif signifikan terhadap use behavior (p = 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan pengaruh sosial merupakan faktor utama dalam membentuk niat penggunaan, sementara dukungan teknis bukan lagi faktor penentu. Dengan demikian, peningkatan relevansi fitur dan pengalaman pengguna diperlukan agar persepsi positif terhadap chatbot Meta AI WhatsApp dapat berkembang menjadi perilaku penggunaan yang berkelanjutan.
Analisis Faktor-Faktor Keputusan Pembelian Program Persiapan TOEFL Pada Platform XYZ Arifa Raisa; Btari Mariska Purwaamijaya; Adam Hermawan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1627

Abstract

Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sertifikasi TOEFL mendorong pertumbuhan penyedia layanan persiapan TOEFL berbasis digital. Namun, tingginya minat calon peserta belum selalu diikuti oleh peningkatan konversi pendaftaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses keputusan pembelian Program Persiapan TOEFL di Platform XYZ serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan keputusan antara peserta dan non-peserta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan yang terdiri atas tiga peserta dan tiga non-peserta, observasi terhadap Instagram dan website Platform XYZ, serta dokumentasi data internal. Analisis dilakukan menggunakan analisis tematik deduktif berdasarkan model proses keputusan pembelian Kotler dan Armstrong (2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan melalui lima tahap keputusan pembelian, yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pascapembelian. Kepercayaan yang terbentuk sejak tahap pencarian informasi menjadi faktor yang memengaruhi evaluasi alternatif hingga keputusan pembelian. Keputusan peserta didorong oleh kesesuaian atribut layanan, perceived value, dan promosi sebagai urgency trigger, sedangkan non-peserta memilih kompetitor karena atribut layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka meskipun memiliki persepsi positif terhadap Platform XYZ. Pada tahap pascapembelian, kepuasan mendorong loyalitas melalui pembelian ulang dan rekomendasi. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan konversi tidak hanya bergantung pada promosi, tetapi juga pada kemampuan platform membangun kepercayaan dan menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Pengaruh Technostress terhadap Job Performance melalui Quality of Work Life Knowledge Workers Muji Muji; Btari Mariska Purwaamijaya; Nugraha Adhi Pratama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12503

Abstract

Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia meningkatkan intensitas kerja berbasis teknologi dan berpotensi memunculkan technostress pada knowledge workers. Penelitian ini menguji pengaruh technostress terhadap job performance melalui quality of work life sebagai variabel mediasi pada knowledge workers industri bisnis digital yang berdomisili di Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan konstruk tingkat dua melalui pendekatan disjoint two-stage terhadap 123 responden yang diperoleh melalui purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa technostress berpengaruh negatif dan signifikan terhadap quality of work life, quality of work life berpengaruh positif dan signifikan terhadap job performance, sedangkan technostress tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap job performance. Quality of work life terbukti memediasi secara penuh hubungan antara technostress dan job performance. Temuan ini menegaskan bahwa pengaruh technostress terhadap kinerja berlangsung melalui penurunan quality of work life, sehingga menjaga kualitas kehidupan kerja menjadi kunci untuk mempertahankan kinerja knowledge workers di industri bisnis digital.
Implementasi SEO dengan Metode On-page dan Off-page dalam Meningkatkan Peringkat pada Website designelegancee.com Givanisa Kusmana; Btari Mariska Purwaamijaya; Nugraha Adhi Pratama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12574

Abstract

Sebagian besar aktivitas pencarian informasi dan pengambilan keputusan pembelian saat ini dilakukan melalui mesin pencari, sehingga visibilitas website di Google menjadi penentu daya saing bisnis. Penelitian ini bertujuan menerapkan Search Engine Optimization (SEO) dengan metode On-page (menggunakan tools Website Auditor) dan Off-page untuk meningkatkan peringkat dan visibilitas website DesignElegancee.com, sebuah bisnis furnitur kayu fosil (petrified wood) yang bersifat niche, di hasil pencarian Google. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta analisis performa website sebelum dan sesudah implementasi SEO menggunakan Google Search Console. Optimasi On-page mencakup riset kata kunci, title tag, meta description, struktur heading, alt text, dan struktur URL, sedangkan Off-page dilakukan melalui perolehan backlink berkualitas dengan strategi guest posting. Hasil penelitian menunjukkan implementasi SEO meningkatkan performa website secara signifikan, yaitu jumlah klik naik dari 1 menjadi 35, tayangan dari 25 menjadi 470, dan posisi rata-rata membaik dari 20,3 menjadi 11,8. Beberapa kata kunci long-tail berhasil menembus halaman pertama Google. Disimpulkan bahwa penerapan SEO On-page dan Off-page secara sinergis efektif meningkatkan visibilitas website, dengan pemilihan kata kunci spesifik sebagai faktor penentu keberhasilan.
Perancangan Guidelines Etika Influencer Tiktok Untuk Meminimalisir Risiko Pelanggaran Konten Skincare Ghifari Malik; Btari Mariska Purwaamijaya; Muhammad Dzikri Ar Ridlo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.13146

Abstract

Perkembangan influencer marketing di TikTok meningkatkan aktivitas endorsement produk skincare, namun masih ditemukan berbagai pelanggaran etika seperti tidak mencantumkan disclosure, penyampaian klaim berlebihan, dan penyebaran informasi yang kurang akurat. Penelitian ini bertujuan merancang guidelines etika influencer TikTok pada konten endorsement brand skincare sebagai media edukasi bagi nano influencer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan model Design Thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nano influencer membutuhkan pedoman yang membantu memahami etika endorsement, penerapan disclosure, penyampaian klaim produk yang bertanggung jawab, serta kepatuhan terhadap kebijakan platform. Berdasarkan kebutuhan tersebut, dikembangkan sebuah guidelines dalam bentuk buku panduan digital yang memuat materi mengenai etika influencer, etika komunikasi digital, hak cipta, disclosure iklan, dan checklist sebelum mengunggah konten. Hasil pengujian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan layak digunakan sebagai media edukasi karena memiliki penyajian informasi yang sistematis, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik target pengguna sehingga diharapkan dapat membantu meminimalisasi risiko pelanggaran konten endorsement di TikTok.