Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MODEL CORAK BERPIKIR ANALITIS PADA MAHASISWA BERDASARKAN KESESUAIAN GAYA BELAJAR MAHASISWA DENGAN GAYA MENGAJAR DOSEN DAN METODE MENGAJAR DOSEN Ratna Jatnika; Hari Setyowibowo; Fitri Ariyanti Abidin; Yanti Rubiyanti
Sosiohumaniora Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i3.5404

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kausal secara cross sectional yang dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi corak berpikir analitis mahasiswa. Corak berpikir analitis adalah strategi kognitif yang aktif dan sistematik untuk memeriksa, menilai dan memahami peristiwa/kejadian, memecahkan masalah, dan membuat keputusan berdasarkan alasan dan bukti yang valid. Secara konseptual, corak berpikir analitis dipengaruhi oleh kesesuaian gaya belajar mahasiswa dengan gaya mengajar dosen, dan dimoderasi oleh metode mengajar dosen. Penelitian dilakukan terhadap 947 mahasiswa di Universitas Padjadjaran dan Institut Teknologi Bandung, yang terdiri dari 367 lakilaki dan 580 perempuan, dengan rentang usia antara 17 sampai 25 tahun. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis jalur. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa corak berpikir analitis dipengaruhi oleh kesesuaian gaya belajar mahasiswa dan gaya mengajar dosen ( inferencedoing= 0.077,  deduction-doing= 0.080,  deduction-thinking= -0.098), dan dimoderasi oleh metode mengajar dosen ( inference-doing*method=-0.307,  inference-feeling*method=0.184,  recognition of assumption-doing*method=- 0.171,  interpretation-watching*method= -0.068). Berdasarkan hasil penelitian ini, dosen tidak harus selalu menyesuaikan gaya mengajarnya dengan gaya belajar mahasiswanya. Dosen juga seyogyanya perlu menerapkan metode mengajar baik yang berpusat pada mahasiswa (student-centered) maupun yang berpusat pada dosen (teacher-centered) secara hati-hati agar dapat membentuk corak berpikir analitis mahasiswa yang optimal. Kata-kata kunci: corak berpikir analitis, gaya belajar mahasiswa, gaya mengajar dosen, metode mengajar dosen.
Kesehatan Mental Siswa SMP-SMA Indonesia Selama Masa Pandemi dan Faktor Penyebabnya Sendi Etika Addini; Bina Decilena Syahidah; Betania Arinda Putri; Hari Setyowibowo
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 2 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i2.2134

Abstract

Kesehatan mental pada remaja merupakan permasalahan penting yang perlu diperhatikan. Pandemi COVID-19 membuat permasalahan ini menjadi semakin perlu mendapatkan perhatian serius dari para pemangku kepentingan, terutama terkait dengan implementasi kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan adanya sejumlah keluhan dari siswa terkait pelaksanaan PJJ. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan gambaran deskriptif tingkat depresi dan kecemasan pada siswa SMP dan SMA yang sedang menjalani PJJ serta mendeskripsikan beberapa faktor-faktor yang dipersepsikan mengganggu bagi para siswa dan potensial untuk menjadi penyebab kondisi tersebut. Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimental deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 629 orang siswa SMP dan SMA di Indonesia yang menjalani PJJ. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Patient Health Questionaire (PHQ-9), Generalized Anxiety Disorder (GAD-7) dan survey mengenai beberapa faktor yang dirasa mengganggu bagi siswa. Kuisioner diisi secara daring dan statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 46% siswa mengalami gejala kecemasan dan 58% mengalami gejala depresi. Adapun faktor–faktor yang perlu untuk diperhatikan dalam kondisi ini adalah terkait akademik dan interaksi sosial siswa terutama dengan teman. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan mengenai pengaruh yang diberikan oleh pandemi serta hubungan faktor akademik dan sosial terhadap kondisi kesehatan mental siswa.
Memelihara Kesehatan Mental Selama Pandemi Covid-19: Rancangan Pengembangan Panduan Pendampingan Psikososial Siswa SMA Betania Arinda Putri; Bina Decilena Syahidah; Hari Setyowibowo
PSIKODIMENSIA Vol 21, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v21i1.4049

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi psikologis siswa selama pandemi Covid-19 dan sistem pemeliharaan kesehatan mental yang diterapkan di sebuah sekolah di Kota Bandung, serta merekomendasikan alternatif rancangan untuk pengembangan panduan pendampingan psikososial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method dengan pendekatan sequential explanatory. Subjek dalam penelitian ini adalah 66 siswa SMA dari beberapa sekolah di kota Bandung. Analisis data kuantitatif diolah dengan metode deskriptif, dan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan metode naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami gejala depresi dan kecemasan dari tingkat ringan hingga berat selama pandemi. Sistem pemeliharan kesehatan mental siswa yang ada di sekolah belum optimal melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dan belum menjangkau pemeliharaan kesehatan mental siswa di seluruh tingkat kelas. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan rancangan pengembangan psychological support management system untuk memelihara kesehatan mental siswa selama pandemi. Implikasi penelitian dijelaskan pada bagian pembahasan.Kata kunci: Kesehatan Mental, Siswa, Pendampingan Psikososial AbstractThe research aims to describe students’ psychological states during the Covid-19 pandemic and the maintenance of current mental health system in school. There is an alternative recommendation for psychosocial support regarding the students’ issues in the research. The method used is a mixed-method with a sequential explanatory approach. The main subject of research includes 66 high school students in Bandung. Quantitative data analysis was obtained using a descriptive method and qualitative data was analyzed using a narrative method. As a result, some students got depressed and experienced different levels during the pandemic. The system applied in school only reached several stakeholders. They did not implement the students’ mental health maintenance in every grade level. Therefore, we recommend developing a psychological support management system guideline to maintain students’ mental health. An implication of the research has been explained further in the discussion.Keywords: Mental Health, Psychosocial Support, Students
Sikap terhadap Pensiun, Perencanaan Pensiun, dan Kualitas Hidup pada Karyawan dalam Masa Persiapan Pensiun Aulia Iskandarsyah; Hari Setyowibowo
Journal of Psychological Science and Profession Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.15 KB) | DOI: 10.24198/jpsp.v4i1.25106

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara sikap terhadap pensiun, perencanaan pensiun, dan kualitas hidup pada karyawan dalam Masa Persiapan Pensiun (MPP). Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sebanyak 300 karyawan dalam masa persiapan pensiun di PT. X dijaring dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam 3 termin. Partisipan mengisi form demografis standar, skala sikap terhadap pensiun, skala perencanaan pensiun, dan WHOQOL-BREF. Hasil dari analisis regresi menunjukkan bahwa perencanaan pensiun adalah prediktor yang signifikan untuk domain fisik (β=0,22, p=0,01), domain psikologis (β=0,4, p=0,01), dan domain lingkungan (β=0,24, p=0,01) dari kualitas hidup, sementara sikap terhadap pensiun tidak secara signifikan memprediksi kualitas hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pensiun adalah prediktor dari kualitas hidup karyawan yang sedang berada dalam masa persiapan pensiun. Selain itu, pentingnya menyediakan program persiapan pensiun secara adekuat dan mencukupi, memungkinkan para karyawan membuat perencanaan pensiun secara lebih baik.
PENGEMBANGAN PROGRAM PSIKOEDUKASI PENCEGAHAN PERUNDUNGAN UNTUK GURU SEKOLAH DASAR Rilma Puspita; Ihsana Sabriani Borualogo; Hari Setyowibowo
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.6595

Abstract

Perundungan merupakan permasalahan serius yang dapat berdampak pada performa akademik siswa dan juga dapat mengganggu kesehatan mental siswa. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan pencegahan perundungan di sekolah, dan psikoedukasi kelompok adalah salah satu intervensi yang mengintegrasikan antara psikoterapi dan edukasi untuk mencegah perundungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan materi rancangan psikoedukasi pencegahan perundungan untuk guru sekolah dasar dan menghasilkan rancangan psikoedukasi pencegahan perundungan yang sesuai untuk guru sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain sequential explanatory strategy. Metode pengumpulan data melalui kuesioner dan focus group discussion. Hasil penelitian menunjukkan guru membutuhkan materi pengetahuan dan keterampilan terkait perundungan, pengetahuan terkait iklim sekolah yang mendukung pencegahan perundungan, dan peraturan sekolah terkait perundungan, untuk dirancang menjadi rancangan psikoedukasi pencegahan perundungan untuk guru sekolah dasar. Selain itu, dari hasil evaluasi rancangan diperoleh bahwa rancangan psikoedukasi pencegahan perundungan untuk guru sekolah dasar ini dapat diterima dan dapat direkomendasikan untuk diujicoba.
Resiliensi di LKSA: Perceived Social Support dan Problem Focused Coping pada Remaja Meidina Dwi Putri; Hari Setyowibowo; Fredrick Dermawan Purba
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.554 KB) | DOI: 10.35134/jpsy165.v15i4.206

Abstract

Adolescence who live in orphanages faced adversity in their life who are different from adolescence in general. They are required to be able to overcome the problems on their own without parents. The inability to overcome these problems can increase the risk of stress and prone to emotional problems. This study aims to determine the relationship between perceived social support and problem-focused coping on the level of resilience of adolescence in Bandung orphanages. The population of this study was adolescence who lives in Bandung orphanages. Respondents in this study were 70 adolescents aged 15-17 using purposive sampling technique. Two-stage clusters method used for determining the sample of the orphanage. The scales used in this study are Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), Brief-COPE), and 14-item Resilience Scale (RS-14). Respondents filled out the questionnaires with a paper and pencil test in their orphanages. The data analysis using descriptive analysis and multiple regression analysis. The results of data analysis showed that perceived social support and problem-focused coping together affect resilience of 41% with the strength of the relationship at moderate level. The regression coefficient values for perceived social support variable (4,051) and problem-focused coping variable (1,162). This showed that perceived social support more influence than problem-focused coping on adolescence resilience.
Gambaran Citra Tubuh Remaja Perempuan Indonesia Nasywa Alfiyyah; Hari Setyowibowo; Fredrick Dermawan Purba
Psyche 165 Journal Vol. 16 (2023) No.1
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.996 KB) | DOI: 10.35134/jpsy165.v16i1.222

Abstract

Ketika remaja mengalami perubahan fisik yang signifikan dalam tubuh mereka selama masa pubertas, mereka cenderung mengalami persepsi yang sangat dinamis terhadap citra tubuh. Perkembangan citra tubuh remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk di antaranya jenis kelamin perempuan dan pesan media. Pada era ini, pesan media lebih banyak diakses melalui media sosial. Penggunaan media sosial dapat memperkuat fokus pada tubuh sebagai objek sehingga remaja yang mengakses media sosial cenderung mengembangkan citra tubuh yang negatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran citra tubuh remaja awal perempuan yang mengakses minimal satu jenis media sosial setiap harinya. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja awal perempuan yang tinggal di Bandung Raya. Responden dalam penelitian ini berjumlah 242 remaja berusia 12-15 tahun yang tinggal di Bandung Raya yang didapatkan melalui teknik convenience sampling.  Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah Body Appreciation Scale 2 (BAS-2) yang diadaptasi oleh peneliti ke dalam Bahasa Indonesia berdasarkan panduan Beaton. Selain BAS-2, peneliti juga menggunakan data demografi di antaranya durasi penggunaan media sosial dan konten yang diakses. Pengisian kuesioner dilakukan secara daring melalui sekolah-sekolah yang tersebar di Bandung Raya. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki citra tubuh pada kategori tinggi. Mayoritas responden mengakses media sosial selama 1-5 jam per hari dengan salah satu konten yang diakses terkait perawatan tubuh dan kecantikan serta fashion.
Identifikasi Kebutuhan Psikoedukasi untuk Menurunkan Distres Psikologis pada Wanita dengan Kanker Payudara Pasca Mastektomi Ningsih, Dewi Mustika; Prajoko, Yan Wisnu; Setyowibowo, Hari; Anggorowati, Anggorowati
Faletehan Health Journal Vol 10 No 03 (2023): Faletehan Health Journal, November 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i03.628

Abstract

Women with breast cancer who underwent mastectomy treatment procedures got psychological problems as the impacts on thoughts, emotions, behaviors and physical sensations. They are categorized as psychological distress which requires psychoeducational needs identification. This research aimed to identify the need for psychoeducation to reduce psychological distress in post-mastectomy breast cancer women. This research was an exploratory, descriptive qualitative study with a thematic analysis approach using Atlas-ti7 software. The target population of the study was women with post-mastectomy breast cancer as inpatients. The sampling technique used was purposive sampling. A total of 15 participants underwent interviews. This research found five themes as issues (psychological concerns), namely problems with physical sensations, the impact of thoughts, the impact of emotions, lack of information and psychological support. 5 psychoeducational needs were identified, namely management strategies for overcoming physical problems, overcoming problems of negative thought effects, managing negative emotions, explaining information regarding the benefits and impacts of mastectomy, and how to ask for help to get psychological support. This research recommended five ways or techniques of fulfilling psychoeducational needs to reduce psychological distress, namely explaining the benefits and impacts of mastectomy, early ambulation and range of motion (ROM) techniques, deep breathing techniques, muscle progressive relaxation techniques, self-talk techniques and psychological support.
PERILAKU BELAJAR MAHASISWA DENGAN PRESTASI AKADEMIK YANG TINGGI DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI BERDASARKAN PERSPEKTIF SELF-REGULATED LEARNING Rahmah, Tenriwali Ridha; Setyowibowo, Hari
Jurnal Psikohumanika Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/j.psi.v16i1.2199

Abstract

Technology-based learning requires students' self-regulated learning abilities. This ability should be done because students can take responsibility and control the learning process they go through. Some students experience obstacles in implementing self-regulated learning which ultimately has an impact on academic results and achievements. However, some other students tend to be able to apply self-regulated learning. Therefore, this study aims to determine the application of self-regulated learning to students who have a high academic achievement (GPA) in technology-based learning processes. Participants in this research were students college using a selective sampling. The method used in this research is a mixed-method with an explanatory sequential approach. Data collection techniques used measuring instruments, A-SRL-S, interviews, observations, and document collection. The data obtained will be analyzed quantitatively and qualitatively. The results of this study indicate that students with high academic achievement set specific, challenging, and achievable goals. These goals are made by considering self-efficacy and the results of the task analysis found. From these goals, students also set strategies and self evaluations, where when achieving goals will increase goals but if they are not successful, they will modify the strategies, and seeking assistance if they experience difficulties.
Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa dimasa Pandemi Covid-19 Kamaliya, Naila; Setyowibowo, Hari; Cahyadi, Surya
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i2.1949

Abstract

Pemberlakuan jaga jarak fisik untuk mengurangi penyebaran Covid-19 telah berdampak pada seluruh lapisan masyarakat termasuk mahasiswa. Pemerintah Indonesia menghentikan aktivitas pembelajaran tatap muka dan diganti dengan pembelajaran daring pada perguruan tinggi yang terdampak Covid-19. Perubahan aktivitas secara tiba-tiba memungkinkan untuk berdampak pada kondisi mahasiswa pula, seperti keadaan kesejahteraan subjektif mahasiswa. Penelitian ini membahas mengenai gambaran atau keadaan kesejahteraan subjektif mahasiswa dimasa pandemi Covid-19 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Partisipan penelitian ini melibatkan 112 mahasiswa yang tersebar pada delapan pulau di Indonesia, dan diambil melalui teknik accidental sampling.  Instrumen penelitian menggunakan Satisfaction With Life Scale (SWLS) dan Positive and Negative Affect Scale (PANAS). Analisis data menggunakan analisis kuantitaif deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  responden dalam penelitian ini (N = 112) paling banyak memiliki skor kesejahteraan subjektif pada kategori sedang (53,6%), rendah (17.9%), dan tinggi (28.6%). Hasil ini menunjukkan bahwa banyak mahasiswa yang mengevaluasi kehidupannya cukup positif, yaitu merasa cukup puas dengan kehidupannya serta seimbang dalam merasakan emosi positif dan negatif. Selain itu, mayoritas mahasiswa berada dikategori sedang pada dimensi life satisfaction (53,6%), kategori tinggi pada dimensi domain satisfaction (64,3%), kategori tinggi pada dimensi positive affect (54,5%), pada dimensi negative affect mayoritas berada pada kategori sedang dan rendah dengan prosentase yang sama (36,6%). Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi ilmiah sebagai landasan untuk program pemberdayaan mahasiswa agar lebih tangguh dan adaptif selama dan pasca pandemi Covid-19.