Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Community re-education on the urgency of keeping the river clean and sorting waste in Desa Cikole Kec. Lembang Rachmat Ichwan Nurdin; Hafsah Nugraha; Isye Iswari Arbie; Salma Almira Hamdani; Rizza Lestari; Ilvira Khoerunnisa; Rima Rachmawati; Tina Aprilia; Muhammad Vidia Adhiyaksa; Romi Samsuhardo; Billy Idan Setiadi; Mupid Hidayat
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59225

Abstract

Lembang area is one of the contributors to water pollution in the Cibeureum and Cikapundung rivers which empties into the Citarum river. One of the things that pollute it is animal waste because some residents habitually throw it directly into the river. The program's dedication in the form of Kuliah Kerja Nyata (KKN), published in this article, aims to increase the awareness of residents and students about the importance of sorting and processing waste. Also, providing education that maintaining cleanliness in Cikole has helped reduce the problem of the Citarum river. It includes education about composting as a way to process animal manure. The method used is value planting and a synergy approach. Some of the programs carried out are the Harum Citarum Seminar by the TNI SATGAS, river carcasses, composting, making organic, inorganic, and B3 trash cans, social services or cooperation, and the commemoration of the Republic of Indonesia's anniversary. After implementing the program, most residents and school students realized the importance of protecting the environment, as seen by the amount of waste disposed of carelessly in several areas. The community has also understood the importance of keeping the environment clean, especially around the river.   Abstrak Daerah Lembang merupakan salah satu penyumbang pencemaran air di sungai Cibeureum dan Cikapundung yang mengalir sampai sungai Citarum. Salah satu yang mencemarinya adalah kotoran hewan, karena beberapa warga memiliki kebiasaan membuang langsung kotoran hewan ke aliran sungai. Program pengabdian dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dimuat dalam tulisan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga dan juga peserta didik tentang pentingnya memilah dan mengolah sampah. Juga memberikan edukasi bahwa dengan menjaga kebersihan di Cikole telah membantu mengurangi masalah sungai Citarum. Memberikan edukasi tentang pembuatan kompos sebagai salah satu cara mengolah kotoran hewan. Metode yang digunakan adalah pendekatan penanaman nilai dan sinergitas. Beberapa program yang dijalankan yaitu Seminar Citarum Harum oleh SATGAS TNI, karbak sungai, pembuatan kompos, pembuatan tong sampah organik, anorganik, dan B3, kerja bakti atau gotong royong, dan peringatan HUT RI. Setelah program dilaksanakan, sebagian besar warga dan siswa sekolah telah menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan terlihat dari kuantitas sampah yang dibuang sembarangan semakin sedikit di beberapa daerah. Masyarakat juga telah diberikan pemahaman akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terutama lingkungan sekitar sungai. Kata Kunci: Pembinaan pemilahan sampah; pembinaan pencegahan pencemaran sungai; program Citarum Harum; re-edukasi masyarakat. 
Analysis of curriculum implementation in the accounting major at SMKN 11 Bandung Anisa Latifah; Restu Setia Ningati; Nabil Abdillah Meyza Winata; Hafsah Nugraha
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 1 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, April 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i1.46

Abstract

The educational curriculum determines the direction, goals, and learning strategies. Especially at the vocational education level, the curriculum is designed to produce graduates ready with competencies that suit the demands of the world of work. This research aims to analyze the implementation of Kurikulum Merdeka in accounting learning at SMKN 11 Bandung and its impact on student competence. Through this study, it is hoped that it can provide innovative solutions to overcome the challenges of implementing the Kurikulum Merdeka in other vocational schools. This research was conducted using a descriptive qualitative approach through interview, observation, and document analysis methods with the subject of an accounting teacher who also serves as a school curriculum staff. The results showed that Kurikulum Merdeka has been implemented effectively at all levels of learning. The implementation of this curriculum includes curriculum development based on synchronization with industry needs, innovative learning methods such as project-based learning, and evaluation that focuses on student competence. This research also emphasizes the importance of collaboration between teachers, students, parents, and industry in improving the relevance of the education curriculum.   Abstrak Kurikulum pendidikan memiliki peran yang cukup penting sebagai acuan dalam menentukan arah, tujuan, dan strategi pembelajaran. Khususnya pada jenjang pendidikan kejuruan, kurikulum dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap dengan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran akuntansi di SMKN 11 Bandung serta dampaknya terhadap kompetensi peserta didik. Melalui studi ini, diharapkan dapat memberikan solusi inovatif guna mengatasi berbagai tantangan yang muncul dalam penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah kejuruan lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode wawancara, observasi, dan analisis dokumen dengan subjek seorang pendidik akuntansi yang juga bertugas sebagai staf kurikulum sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka telah diterapkan di seluruh jenjang pembelajaran dengan tingkat efektivitas. Penerapan kurikulum ini mencakup pengembangan kurikulum berbasis sinkronisasi dengan kebutuhan industri, metode pembelajaran inovatif seperti project-based learning, serta evaluasi yang terfokus pada kompetensi peserta didik. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pendidik, peserta didik, orang tua, dan pihak industri dalam meningkatkan relevansi kurikulum pendidikan. Kata Kunci: implementasi kurikulum; Kurikulum Merdeka; pengembangan kurikulum
Peningkatan Literasi Lingkungan bagi Guru Sekolah Menengah di Kabupaten Garut: Enhancement of Environmental Literacy for Secondary School Teachers in Garut Regency Angga Hadiapurwa; Linda Setiawati; Gema Rullyana; Suci Yanti Ramadhan; Lutfi Khoerunnisa; Hafsah Nugraha; Diemas Arya Komara
DEDIKASI: Community Service Reports Vol. 8 No. 1 (2026): DEDIKASI: Community Service Report - January
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/dedikasi.v8i1.3185

Abstract

Kapasitas guru dalam mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam kurikulum, masih menjadi kendala utama bagi guru sekolah menengah di Kabupaten Garut untuk menghadapi tantangan lingkungan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru sekolah menengah di Garut dalam menyusun dan mengintegrasikan kurikulum berbasis literasi lingkungan melalui program pendampingan yang terstruktur. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan pendampingan dan pelatihan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik pada pengetahuan guru mengenai konsep literasi lingkungan dan strategi implementasinya di kelas. Guru dengan literasi lingkungan yang lebih tinggi lebih mampu untuk mengembangkan materi ajar yang relevan, mendorong diskusi kritis mengenai isu-isu lingkungan di kelas, dan menjadi teladan bagi murid dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Pendampingan untuk meningkatkan pemahaman konsep literasi lingkungan, peran guru dan sekolah, serta implementasi pada pembelajaran menjadi fondasi strategis untuk memperkuat implementasi CCE di tingkat sekolah sebagai upaya meningkatkan literasi lingkungan, karena guru yang kompeten adalah kunci utama dalam mencetak generasi muda yang sadar dan peduli terhadap tantangan lingkungan. Pendampingan yang terfokus merupakan strategi efektif untuk menjembatani kebijakan pendidikan lingkungan dengan praktik nyata di sekolah, serta menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi yang lebih responsif terhadap tantangan ekologis lokal.