Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : DIMASEKA

Pelatihan Kerja Kewirausahaan Di Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan Shofiyuddin, Muhammad; Kamalina Din Jannah; Muhammad Sigit Taruna
DIMASEKA Vol 2 No 02 (2024): Oktober 2024
Publisher : FEB Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/dimaseka.v2i02.202

Abstract

Tingginya angka pengangguran dan rendahnya keterampilan kewirausahaan menjadi tantangan utama di Kota Pekalongan, khususnya di Kelurahan Krapyak. Banyak warga, termasuk ibu rumah tangga dan pemuda, belum memiliki keterampilan yang memadai untuk memulai usaha mandiri, yang berdampak pada rendahnya kemandirian ekonomi. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, pelatihan kewirausahaan diberikan untuk memperkuat keterampilan dasar dalam berwirausaha, khususnya dalam aspek perencanaan usaha berbasis potensi lokal, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan sederhana. Pelatihan yang dilaksanakan pada 29 Juli 2024 di Aula Kelurahan Krapyak ini melibatkan 50 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga serta pemuda-pemudi setempat.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dalam merencanakan dan mengelola usaha kecil berbasis potensi lokal, seperti produk kuliner dan kerajinan. Selain itu, para peserta juga mampu memahami pentingnya pemasaran digital sebagai sarana promosi yang efektif. Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu menciptakan usaha mandiri yang berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mengurangi ketergantungan pada pekerjaan tidak tetap. Program ini juga menghasilkan luaran berupa rencana usaha kecil, laporan kegiatan, dan rekomendasi program lanjutan yang dapat diterapkan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Krapyak. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk ekosistem kewirausahaan lokal yang produktif dan berkelanjutan. Kata kunci: kewirausahaan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, pemasaran digital, kemandirian ekonomi, Kota Pekalongan
Pendampingan Siskeudes dan Profil Desa Sutrisno, Catur Ragil; Jannah, Kamalina Din; Shofiyuddin, Muhammad
DIMASEKA Vol 1 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : FEB Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/dimaseka.v1i2.12

Abstract

Pemerintah desa diberi kewenangan mengelola pemerintahan secara mandiri. Sumber daya yang dimiliki berupa sumber daya alam ditambah dengan keuangan yang berasal dari berbagai sumber menjadikan kekayaan desa makin besar. Hal ini membutuhkan kemampuan mengelola serta tanggung jawab besar pemerintah desa. Penyelenggaraan pemerintah yang transparan dan akuntabel menjadi tuntutan. Terkait keuangan desa, Sistem Keuangan Desa merupakan upaya untuk mewujudkan harapan tersebut dan pendampingan terhadap penerapannya penting untuk dilakukan. Kegiatan pendampingan ini diharapkan memberi manfaat dan tujuan berupa peningkatan kinerja pemerintah desa, perbaikan kualitas pelayanan pemerintah desa, mendukung reformasi birokrasi, tercipta tertib administrasi pengelolaan keuangan desa.
Pelatihan Kesadaran dan Keterampilan Literasi Digital Bagi Calon PPPK Paruh Waktu BPBD Kota Pekalongan Utomo, Meidy Prasetyo; Kurniatsih, Ratna; Akromah, Putri Yula; Hizbullah, Mohammad Nabil; Ardhian, Muhammad Ridho; Muhammad Shofiyuddin
DIMASEKA Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : FEB Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/dimaseka.v3i2.726

Abstract

Pemerintahan Digital yang dicanangkan dalam Visi Indonesia Digital 2045 menuntut seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu untuk memiliki kompetensi digital. Tetapi dalam kenyataannya ada kesenjangan keterampilan, terutama bagi pegawai yang bekerja dominan di lapangan. Survei awal pada calon PPPK Paruh Waktu di BPBD Kota Pekalongan menunjukkan bahwa 28% belum pernah menggunakan komputer dan 50% belum bisa menggunakan aplikasi olah kata. Metode yang digunakan adalah pelatihan tatap muka dengan materi berbasis 4 Pilar Literasi Digital (Cakap, Aman, Budaya, Etika) dan fokus pada keterampilan dasar. Evaluasi dilakukan melalui survei kepuasan dan observasi. Hasilnya, 76,67% peserta merasa pengetahuan digital bertambah dan merasa lebih siap bekerja. Secara kualitatif, peserta sangat antusias dan bahkan meminta pelatihan lanjutan dengan durasi yang lebih panjang menunjukkan keberhasilan pelatihan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya teknologi.
Pendampingan Mahasiswa Magang di BPS Kota Pekalongan dalam Memahami Indikator Strategis Badan Pusat Statistik FAHRUDIN, ALI; Dinar Tri Utami; NADHIFAN HUMAM FITRIAL; RANI KIRNAWATI; MUHAMMAD SHOFIYUDDIN
DIMASEKA Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : FEB Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/dimaseka.v3i2.727

Abstract

Kegiatan Pendampingan Mahasiswa Magang di BPS Kota Pekalongan dalam Memahami Indikator Strategis Badan Pusat Statistik merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada aspek pengabdian, yang menghubungkan kegiatan akademik dengan kebutuhan institusi pemerintah dan masyarakat luas. Program ini bertujuan meningkatkan literasi statistik dan pemahaman mahasiswa terhadap indikator strategis BPS seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), kemiskinan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan experiential learning melalui workshop, diskusi kelompok, serta praktik pengolahan data statistik menggunakan data publikasi BPS. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman mahasiswa, dibuktikan dengan kenaikan nilai rata-rata dari 42,22 pada pretest menjadi 93,33 pada posttest. Mahasiswa juga menunjukkan sikap lebih kritis dan apresiatif terhadap pentingnya data dalam perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat edukatif bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat sinergi antara BPS dan perguruan tinggi dalam menumbuhkan budaya literasi statistik di kalangan generasi muda.
Pembinaan Mitra Statistik PEMBINAAN MITRA STATISTIK DALAM RANGKA PERSIAPAN SENSUS EKONOMI 2026 Wahyu Triatmo; Hayu Wuranti; Nurul Kurniasih; Diah Tri Pujiastuti; Abdul Aziz; Muhammad Shofiyuddin
DIMASEKA Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : FEB Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/dimaseka.v3i2.729

Abstract

Sensus Ekonomi (SE) merupakan kegiatan besar yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap sepuluh tahun sekali, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data hasil Sensus Ekonomi menjadi landasan penting bagi perencanaan, evaluasi, serta penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional. Memasuki pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang merupakan sensus ekonomi kelima, diperlukan persiapan matang di berbagai aspek, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan. Salah satu elemen kunci keberhasilan sensus adalah mitra statistik, yaitu petugas lapangan yang memiliki peran strategis dalam pengumpulan data yang akurat dan berkualitas. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pekalongan sebagai wujud dari Pengabdian Kepada Masyarakat bersama Badan Pusat Statistik Kota Pekalongan memberikan Pembinaan kepada mitra Statistik dalam rangka persiapan Kegiatan Sensus Ekonomi yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Mitra statistik yang mengikuti pembinaan ini semakin memahami pentingnya kompetensi yang harus dimiliki petugas, mencakup kemampuan memahami konsep, komunikasi yang efektif, serta keterampilan teknis dalam pengisian instrumen sensus dan penggunaan perangkat pendataan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, simulasi, dan evaluasi dengan kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan 86,63 persen perserta merasa pembinaan berjalan baik hingga sangat baik, dengan peningkatan pemahaman terhadap konsep KBLI dan teknik pengisian CAPI.
Pendampingan Budaya Kerja dalam Program Induksi Guru Al Azhar Pekalongan Sri Hartanti Sachroni; Yohanes Bambang Dwiatmadji; Muhammad Dhiya’ Ulhaq; Muhammad Narurdin; Dwi Nafisatun; Muhammad Shofiyuddin
DIMASEKA Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : FEB Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/dimaseka.v3i2.730

Abstract

Program induksi merupakan bagian penting dalam pengelolaan SDM di lembaga pendidikan, khususnya dalam membantu guru baru beradaptasi terhadap nilai, standar perilaku, dan budaya organisasi. Sekolah Islam Al Azhar Pekalongan memiliki program induksi terstruktur selama satu tahun yang  mencakup sepuluh sesi pembinaan. Namun, temuan pada pelaksanaan menunjukkan  aspek internalisasi budaya kerja masih membutuhkan penguatan agar guru tidak hanya memahami nilai secara kognitif, tetapi juga menghayatinya sebagai identitas profesional. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pendampingan salah satu sesi induksi  berfokus pada penanaman makna budaya kerja berbasis nilai keislaman, karakter kealazharan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif berbasis observasi partisipatif, refleksi terarah, dan instrumen persepsi sebagai data pendukung. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman budaya kerja, konsistensi perilaku, dan sense of belonging guru baru terhadap lembaga. Data simulatif menunjukkan peningkatan tiga aspek utama: pemahaman nilai, kesesuaian perilaku, dan keterikatan emosional terhadap lembaga. Ini menegaskan bahwa induksi bukan hanya proses adaptasi administratif, tetapi instrumen strategis pembentukan identitas profesional guru yang sejalan dengan nilai lembaga. Dengan demikian, penguatan budaya kerja perlu diposisikan sebagai bagian inti strategi pengembangan SDM berbasis nilai pada lembaga pendidikan Islam. Kegiatan ini juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada bidang pengabdian masyarakat untuk memperkuat budaya kerja guru berbasis nilai islam.