Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penerapan Mesin Opening dalam Pembuatan Benang dari Serat Daun Nanas di Desa Satak Kabupaten Kediri Soeprijanto Soeprijanto; Eva Oktavia Ningrum; Niniek Fajar Puspita; Afan Hamzah; Deti Rahmawati
Sewagati Vol 7 No 4 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i4.554

Abstract

Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri yang berada di kaki Gunung Kelud, Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu penghasil buah nanas dan memiliki rumpun tanaman nanas cukup banyak, sebagai salah satu sumber penghasilan utama. Setelah pasca panen, daun nanas sebagian besar dibuang menjadi sampah daun dan tangkai nanas, baru kemudian dikomposkan atau dibakar oleh petani. Selain itu, petani nanas biasanya hanya menimbun dan membakar daun nanas. Ada upaya Tim KKN Abmas TTG berbasis produk untuk mengatasi permasalahan limbah daun nanas tersebut, sehingga apabila diolah lebih lanjut akan meningkatkan nilai ekonomi lebih tinggi dan merupakan hasil samping atau kemungkinan bisa merupakan hasil utama dari petani nanas masyarakat desa Satak. KKN Abmas TTG yang merupakan kegiatan dengan melibatkan mahasiswa ini telah merancang dan membuat mesin opening dan mesin spinning single spindle yang berguna untuk pengolahan limbah daun nanas. Mesin opening digunakan dalam pengolahan serat kasar daun nanas untuk menghasilkan serat yang lebih halus, sedangkan mesin spinning single spindle digunakan untuk menghasilkan produk berupa benang single. Benang halus yang dihasilkan dapat diolah lebih lanjut sebagai bahan baku pembuatan tas dan bahan tekstil. Pelaksanaan kegiatan KKN Abmas telah dilaksankan melalui sosialisasi pengoperasian produk mesin-mesin ke masyarakat yang dihadiri oleh Karang Taruna, Perangkat Desa Satak Kecamatan Puncu, dan staf Balitbangda Kabupaten Kediri.
Produksi Tepung Rendah Kalsium Oksalat dari Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume) dengan Kombinasi Proses Fisik dan Kimia Fikaputri Rohmatul Maula; Fahmi Muhammad Izzuddin; Niniek Fajar Puspita; Lailatul Qadariyah
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.108422

Abstract

Saat ini tepung porang (Amorphophallus muelleri Blume) telah menjadi primadona pasar global, karena sumber potensial glukomanan yang diaplikasikan di industri pangan, farmasi dan Kesehatan. Namun kualitas tepung sangat dipengaruhi oleh beragam umbi, penanganan pasca panen dan cara memproses. Disamping itu, umbi porang tidak dapat dikonsumsi secara langsung karena kandungan oksalat. Sehingga untuk mencapai standar kualitasnya, produk tepung lokal tersebut harus diturunkan kadar kalsium oksalat dan ditingkatkan kadar glukomanan. Maka tujuan penelitian ini yaitu memproduksi tepung porang rendah kalsium oksalat dari umbi yang tidak segar, dengan menggunakan kombinasi proses fisik dan kimia. Untuk mendapatkan kualitas tersebut, dilakukan variasi ketebalan irisan, yaitu 2, 4, 6, dan 8 mm, metode perendaman, yaitu Without Soaking (WS) dengan tanpa perendaman, Chemical Soaking (CS) dengan larutan natrium bisulfit 1500 ppm dan Physical Soaking (PS) dengan air, serta metode pengeringan, yaitu Oven Drying (OD) dan Sun Drying (SD). Produk tepung porang terbaik yang dihasilkan yaitu pada ketebalan irisan 2 mm, kombinasi perendaman dan pengeringan dengan larutan natrium bisulfit dan oven atau disebut Chemical Soaking - Oven Drying (CSOD). Pada kombinasi tersebut, peningkatan kadar glukomanan yaitu dari 31,78% menjadi 60%, dan kadar kalsium oksalat dapat diturunkan sebesar 43,38%, dari 155,3 mg/100g menjadi 68,6 mg/100g. Kadar tersebut diuji dengan SNI 7939:2020. Sedangkan kadar air dan kadar abu pada produk tersebut yaitu masing-masing sebesar 6,95% dan 9,4%, yang diuji dengan SNI 01-2891-1992.
Pemanfaatan Kotoran Sapi Sebagai Biogas Menggunakan Digester Fixed Dome untuk Pembangunan Berkelanjutan Masyarakat Pedesaan Soeprijanto, Soeprijanto; Prajitno, Danawati Hari; Puspita, Niniek Fajar; Subyakto, Agung; Setiawan, Budi
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2024.v8i1.2351

Abstract

Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Pasuruan, Jawa Timur, terletak dekat dengan kaki gunung Bromo. Masyarakatnya kebanyakan hidup bertani dan beternak sapi. Kebanyakan peternak memelihara sapi perah untuk menghasilkan susu. Permasalahan yang dihadapi oleh peternak adalah terkait limbah kotoran sapi. Kebanyakan kotoran sapi hanya dibuang ke lingkungan dan sebagian kecil dimanfaatkan sebagai pupuk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi tepat guna bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi berbasis biomassa dalam bentuk pengonversian limbah kotoran sapi menjadi biogas sebagai energi terbarukan sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa. Program ini dapat memfasilitasi keberlanjutan lingkungan dan sosial ekonomi yang mengarah pada pengurangan emisi gas metana dan pengurangan akumulasi limbah padat. Produksi biogas diperoleh melalui proses digestion kotoran sapi menggunakan digester fixed dome dengan volume sekitar 8 m3 terbuat dari konstruksi bangunan pasir, batu bata, dan semen. Di atas dome dipasang pipa gas yang terhubung ke kompor untuk keperluan memasak di dapur perumahan. Pipa gas juga dihubungkan dengan alat manometer, diletakkan di dapur untuk melihat dan mengontrol produksi biogas yang dihasilkan. Kotoran sapi sebanyak 80 kg dicampur dengan air (rasio 1:1) dan diaduk hingga homogen kemudian diumpankan ke dalam digester secara semikontinu. Setelah diinkubasikan selama 1 minggu, produksi biogas dapat diamati dengan melihat perbedaan tekanan yang ada pada manometer. Volume biogas yang dihasilkan setiap hari sebesar 500 liter dan dapat dimanfaatkan oleh 2 keluarga atau selama 8 jam untuk kegiatan memasak. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat berbasis produk adalah terutama peternak sapi dapat menghasilkan biogas dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber energi yang murah, bersih, dan mudah dikendalikan untuk berbagai keperluan dengan basis teknologi tepat guna.
Karakteristik Biokomposit Edible Film dari Campuran Kitosan dan Pektin Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa acuminata) Zuchrillah, Daril Ridho; Pudjiastuti, Lily; Puspita, Niniek Fajar; Hamzah, Afan; Karisma, Achmad Dwitama; Surono, Agus; Altway, Saidah; Ardiani, Liana; Rohmah, Nur Azizatur; Ningrum, Eva Oktavia
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.628 KB) | DOI: 10.25273/cheesa.v3i1.6659

Abstract

Kemasan plastik banyak digunakan pada industri makanan dan minuman di Indonesia karena praktis dan mudah. Namun, disisi lain ini merupakan bencana bagi lingkungan karena plastik merupakan bahan yang sulit terurai (nondegradable). Edible film merupakan salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk menggantikan kemasan plastik. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan kitosan dari limbah cangkang rajungan dan pektin dari limbah kulit pisang kepok sebagai bahan baku pembuatan edible film. Kitosan diperoleh dari proses degreasing, deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi cangkang rajungan. Pektin diperoleh dari proses hidrolisis kulit pisang kepok. Edible film yang berbasis kitosan dan pektin dibuat melalui proses blending dengan ratio (K:P) 100:0; 60:40; 50:50: 40:60 dan 0:100. Analisis karakteristik yang dilakukan meliputi warna, transparan, ketebalan, kelarutan dalam air, laju transmisi uap air (WVTR), kadar air, swelling degree, biodegradabilitas, dan aktivitas antimikroba. Hasil penelitian menunjukkan edible film kitosan dan pektin yang paling optimal adalah ratio 50:50.
Designing a Subsurface Oil and Gas GUI Dashboard Using Design Thinking: Perancangan GUI Dashboard Subsurface Migas dengan Pendekatan Design Thinking Jannatan, Muhammad Ardhyan; Puspita, Niniek Fajar; Rahardjo, Jani; Harun, Muhammad Rizky
Technomedia Journal Vol 10 No 1 (2025): June
Publisher : Pandawan Incorporation, Alphabet Incubator Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/tmj.v10i1.2432

Abstract

Oil and gas companies are currently facing increasingly significant production declines, requiring detailed, accurate and fast subsurface analysis. However, the complexity of large and scattered data, as well as the use of various non-integrated software, are obstacles that cause difficulties and long and inefficient analysis times. Therefore, this study aims to design an intuitive graphical user interface (GUI) dashboard to speed up and facilitate the process as part of the technology management of one of the oil and gas companies in Indonesia. The design thinking and new product development approaches are used to design the system. Qualitative methods are carried out through in-depth interviews, field observations, and surveys to identify user needs and build a subsurface dashboard GUI system, while quantitative methods are used to analyze multi-matrices from the House of Quality (HoQ) and evaluate the intuitiveness and usability of the prototype with the System Usability Scale (SUS) instrument. The analysis was carried out using user personas, customer journey maps, and HoQ to determine the main features. The results of the study indicate that visual graphics, seismic maps and cross-sections, customization, and data management are priority features in the subsurface dashboard GUI system prototype. The SUS evaluation shows that the system is intuitive, user-friendly, and can support work efficiency, as well as suit user needs.
Implementasi Mesin Stripping Untuk Menghasilkan Benang dan Komposit Serat Daun Nanas di Desa Bedali Kabupaten Kediri Soeprijanto, Soeprijanto; Ningrum, Eva Oktavia; Puspita, Niniek Fajar; Prajitno, Danawati Hari; Septiana, Devika Nurlaela; Adani, Muhammad Afaf; Hermawan, Yoseph Meidyanto; Rahman, Nisrina Amatur; Asrori, Mohamad Fakhri
Sewagati Vol 9 No 4 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i4.2327

Abstract

Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, merupakan suatu desa yang memiliki lahan nanas ± 75 Ha. Desa Bedali merupakan salah satu dari beberapa desa penghasil nanas, yang  memiliki rumpun nanas yang cukup banyak, dan merupakan salah satu sumber penghasilan utama. Pada saat pasca panen, kebanyakan petani hanya mengambil buah nanas, namun banyak daun nanas yang hanya dibakar dan dijadikan sebagai kompos. Oleh kerena itu, Tim KKN Abmas Teknologi Tepat Guna (TTG) berbasis produk telah melakukan inovasi untuk  pengolahan lebih lanjut residu daun nanas tersebut, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi lebih tinggi. KKN Abmas merupakan suatu kegiatan dengan melibatkan mahasiswa, KKN Abmas berinovasi untuk merancang suatu alat yang dapat digunakan untuk memanfaatan residu daun nanas, berupa alat stripping merupakan lanjutan dari alat sebelumnya yaitu alat opening, untuk mengolah serat halus menjadi lebih halus, oleh karena itu alat stripping ini sangat dibutuhkan dalam memproduksi benang dari serat yang diperoleh dari daun nanas. Kemudian, serat halus yang dihasilkan dapat dibuat sebagai bahan baku kerajinan seperti pembuatan komposit, benang dan kain. Pelaksanaan KKN Abmas ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada kelompok tani, Balitbangda, Dinas Perdagangan di Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Rencana kegiatan Abmas selanjutkan akan memberikan pelatihan Pembuatan zat warna untuk pewarnaan benang, dan kain hasil proses tenun kepada kelompok tani di Kabupaten Kediri.
Peningkatan Kompetensi Guru-Guru SMK Jawa Timur dalam Bidang Aplikasi Mikrobiologi Industri Guna Pendidikan Berkualitas dan Berkelanjutan Altway, Saidah; Zuchrillah, Daril Ridho; Suprapto, Suprapto; Qomariyah, Lailatul; Prajitno, Danawati Hari; Puspita, Niniek Fajar; Soeprijanto, Soeprijanto; Pudjiastuti, Lily; Humaidah, Nurlaili
Sewagati Vol 9 No 4 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i4.2358

Abstract

Mikrobiologi memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri, mulai dari pangan, farmasi, hingga bioteknologi. Mikroorganisme berkontribusi signifikan dalam proses fermentasi untuk produksi makanan dan minuman. Selain itu, peran dalam sektor pengolahan limbah, mikroorganisme digunakan untuk bioremediasi, yaitu penguraian limbah dan polutan menjadi bahan yang tidak berbahaya, mendukung praktik industri yang lebih berkelanjutan. Dengan berkembangnya pemanfaatan mikroorganisme dalam dunia industri, Departemen Teknik Kimia Industri melakukan pengabdian masyarakatya dengan mengadakan pelatihan aplikasi mikrobiologi kepada guru-guru SMK bidang teknik kimia seluruh Jawa Timur yang merupakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi kepada guru-guru SMK bidang teknik kimia di Jawa Timur. Pelatihan ini telah berlangsung 17 Juli – 28 Agustus 2024 yang berkolaborasi dengan praktisi industri biodiesel serta ditutup dengan mengunjungi beberapa SMK di Jawa Timur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil ditandai dengan peningkatan pemahaman para peserta dan keikutsertaan peserta dalam melaksanakan akutualisasi diri.
Understanding User Acceptance of Mobile Investment Applications: A Study of Pluang Through the Modified Technology Acceptance Model Rifki, Wananda Muhammad; Puspita, Niniek Fajar; Taufik, Tatang Akhmad
Management Analysis Journal Vol. 14 No. 1 (2025): Management Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/maj.v14i1.16300

Abstract

"Pluang" is a mobile investment innovation product featuring various assets such as gold, stocks, cryptocurrency, mutual funds, and indices. Initially introduced to the public in 2019, its adoption saw significant growth over the first three years. However, concerns emerged as user growth slowed down and complaints escalated due to perceived burdensome product innovations. Consequently, ensuring sustained adoption across diverse user groups necessitates immediate implementation of enhanced management strategies. This study aims to identify influential factors in adopting "Pluang," including reputation, self-efficacy, usage behavior, innovation, attitude toward use, intention to use, and ease of use using the Modified Technology Acceptance Model (M-TAM). Purposive sampling gathered responses from at least 200 users considering twice the minimum data required for variable interactions and anticipating data errors during processing. Analyzed via PLS-SEM (Partial Least Square - Structured Equation Modeling), the study revealed six significant correlations among nine hypotheses—particularly involving reputation, innovation, self-efficacy—and user attitudes toward use. These findings stress the importance of boosting application reputation, promoting continuous innovation, and optimizing training/promotional campaigns for better conversion of positive attitudes into strong usage intentions
Analysis of Innovation Product Development of The Boardgame "Kewania” Tejoputranto, Sigit; Puspita, Niniek Fajar
IJEBD (International Journal of Entrepreneurship and Business Development) Vol 7 No 1 (2024): January 2024
Publisher : LPPM of NAROTAMA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/ijebd.v7i1.2629

Abstract

Purpose: This research aims to explore the innovation and product development process of the Kewania board game, analyze its business model, and assess its product maturity. Method: The study employs the Design Thinking framework to identify the manufacturing process, conducts a Business Model Canvas (BMC) analysis for business model examination, and utilizes the KTH Innovation Readiness Level (IRL) method for evaluating product maturity. Result: The findings indicate that "Kewania" successfully integrates design thinking, creating board games that are not only entertaining but also possess educational value. The BMC analysis identifies crucial elements in the business model, while the KTH-IRL analysis provides a comprehensive overview of the company's innovation readiness. limitation: The limitations of this research include challenges in business management, specifically positioning "Kewania" in the valley of death. Practical implications: Conclusions and recommendations encompass strategies for enhanced education, pricing, and marketing; advanced development; community collaboration; periodic evaluation; optimized distribution; innovation management; cost efficiency; customer-centric focus; strengthened branding; improved IPRL; team training; and diversified funding sources. Originality: This study contributes to the field by examining the innovation and product development of a board game in the context of design thinking, BMC analysis, and KTH IRL evaluation. Paper type: research paper.