Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Review Article: Aktivitas Farmakologi Senyawa Karbohidrat bagi Kesehatan Pingky Valentina; Bertha Rusdi; Farendina Suarantika
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15208

Abstract

Abstract. Carbohydrates are one of the essential macronutrients that play a crucial role in the human body. They not only provide the main source of energy but also support various biological functions. This study aims to examine the activity of carbohydrate compounds and their health benefits through a systematic literature review (SLR) method. The articles reviewed were limited to publications from 2015 onwards and accessed through Google Scholar. The results showed that carbohydrate compounds, such as beta-glucan from black yeast, have important biological activities such as blood glucose regulation and the enhancement of PI3K and IRS expression. Additionally, carbohydrate compounds from the sea, such as laminarin, chitosan, and fucoidan, exhibit antioxidant, anti-inflammatory, anticoagulant, antitumor, and antimicrobial activities. The research also highlights the importance of glucose as the primary energy source for the human brain and the potential of ribose derivative compounds as significant antitumor agents. Overall, this study confirms the importance of consuming carbohydrates from healthy sources in supporting heart health, controlling body weight, and maintaining energy balance and a healthy gut microbiota. These findings can serve as a scientific basis for more detailed and personalized dietary recommendations in efforts to maintain health and prevent disease. Abstrak. Karbohidrat adalah salah satu makronutrien esensial yang memiliki peran penting dalam tubuh manusia. Mereka tidak hanya menyediakan energi utama, tetapi juga mendukung berbagai fungsi biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas senyawa karbohidrat dan manfaat kesehatannya melalui metode tinjauan literatur sistematis (SLR). Artikel yang ditinjau dibatasi pada publikasi dari tahun 2015 ke atas dan diakses melalui Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa karbohidrat, seperti beta-glukan dari black yeast, memiliki aktivitas biologis penting seperti regulasi glukosa darah dan peningkatan ekspresi PI3K dan IRS. Selain itu, senyawa karbohidrat dari laut, seperti laminaran, kitosan, dan fukoidan, menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antikoagulan, antitumor, dan antimikroba. Penelitian juga mengungkapkan pentingnya glukosa sebagai sumber energi utama bagi otak manusia, serta potensi senyawa ribosa derivatif sebagai agen antitumor yang signifikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya konsumsi karbohidrat dari sumber sehat dalam mendukung kesehatan jantung, mengontrol berat badan, dan menjaga keseimbangan energi serta mikrobiota usus yang sehat. Temuan ini dapat menjadi dasar ilmiah untuk rekomendasi diet karbohidrat yang lebih detail dan personal dalam upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
Uji Cemaran Mikroba pada Sediaan Serum Pemutih yang Tidak Memiliki Izin Edar BPOM yang Beredar Di Beberapa Toko Daring Nadhifa Auliya Saniyyah; Farendina Suarantika; Bertha Rusdi
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15468

Abstract

Abstract. Whitening serum is a facial care product that contains special active ingredients and is used to maintain healthy skin and whiten the face. Serum belongs to the low viscosity category because it contains a lot of water, so it is easily overgrown with microbes. Cosmetics contaminated with large amounts of microbes can cause health problems. This study aims to determine whether microbial contamination in whitening serum that does not have a BPOM distribution permit circulating in several online stores meets the microbial contamination requirements set by BPOM, which cannot be more than 103 colonies per gram. Serum samples were obtained from 5 different stores. The methods of mold and yeast count (AKK) and total plate count (ALT) were used to determine the amount of microbial contamination in the whitening serum. The results of AKK and ALT showed that in AKK there were 2 serums, namely serum C and serum D, while in ALT there was 1 serum, namely serum C, which met the maximum limit of microbial contamination of cosmetics set by BPOM. Abstrak. Serum pemutih adalah produk perawatan wajah yang mengandung bahan aktif khusus dan digunakan untuk menjaga kesehatan kulit serta memutihkan wajah. Serum kosmetik termasuk kategori viskositas rendah karena mengandung banyak air, sehingga mudah ditumbuhi mikroba. Kosmetik yang terkontaminasi mikroba dalam jumlah besar dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah cemaran mikroba dalam serum pemutih yang tidak memiliki izin edar BPOM yang beredar di beberapa toko daring memenuhi syarat cemaran mikroba yang ditetapkan BPOM yaitu tidak boleh lebih dari 103 koloni per gram. Sampel serum didapat dari 5 toko yang berbeda. Digunakan metode Angka Kapang dan Khamir (AKK) dan Angka Lempeng Total (ALT) untuk mengetahui jumlah cemaran mikroba dalam serum pemutih. Hasil penelitian AKK dan ALT menunjukkan bahwa pada AKK terdapat 2 serum yaitu serum C dan serum D sedangkan pada ALT terdapat 1 serum yaitu serum C yang memenuhi batas maksimum cemaran mikroba kosmetika yang ditetapkan BPOM.
Kajian Pustaka Analisis Penetapan Kadar Asam Traneksamat dalam Sediaan Farmasi Suci Puji Lestari; Hilda Aprilia; Farendina Suarantika
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15571

Abstract

Absract. Tranexamic acid is a biologically active compound with antifibrinolytic effects. This drug reversibly blocks the lysine binding site on plasminogen through the formation of a reversible complex of the drug with the plasminogen molecule thereby interfering with the action of plasmin and preventing the dissolution of the fibrin clot. The method used in this research is literature review with materials using reference articles regarding the analysis of determining levels of tranexamic acid in pharmaceutical preparations. The data used is accessed through Science Direct, Pubmed, and journals published nationally and internationally. The HPLC method with the best composition found was a mixture of 0.1 M ammonium acetate and acetonitrile in a ratio of 75:25 (v/v), with a C-18 column as the stationary phase and a flow rate of 1 mL/minute. showed good performance in the determination of tranexamic acid in pharmaceutical preparation products. Optimized parameters provide accurate results, with low detection limits and good reproducibility. It can be concluded that the optimized HPLC method provides a reliable way to measure tranexamic acid levels in pharmaceutical preparations with high sensitivity and specificity. Abstrak. Asam traneksamat adalah senyawa aktif biologis dengan efek antifibrinolitik. Obat ini secara reversibel memblok tempat pengikatan lisin pada plasminogen melalui pembentukan kompleks reversibel obat dengan molekul plasminogen sehingga mengganggu kerja plasmin dan mencegah pembubaran bekuan fibrin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan bahan menggunakan referensi artikel mengenai analisis penetapan kadar asam traneksamat pada sedian farmasi. Data yang digunakan diakses melalui science direct, pubmed, serta jurnal yang dipublikasikan secara nasional maupun internasional. Metode HPLC dengan komposisi terbaik yang ditemukan adalah campuran amonium asetat 0,1 M dan asetonitril dalam perbandingan 75:25 (v/v), dengan kolom C-18 sebagai fase diam dan laju aliran 1 mL/menit. menunjukkan kinerja yang baik dalam penentuan asam traneksamat dalam produk sediaan farmasi. Parameter yang dioptimalkan memberikan hasil yang akurat, dengan batas deteksi yang rendah dan reproduktifitas yang baik. Dapat disimpulkan jika metode HPLC yang telah dioptimalkan memberikan cara yang dapat dipercaya untuk mengukur kadar asam traneksamat dalam persiapan farmasi dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi.
Identifikasi Bahan Kimia Obat (BKO) Allopurinol dan Deksametason dalam Jamu Asam Urat di Pasar Tanjungsari dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Nisa Neli Aunillah; Farendina Suarantika; Taufik Muhammad Fakih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15576

Abstract

Abstract. Herbs is traditional medicine that is prepared traditionally and has been used for generations. The public's great interest in herbal medicine products is often misused by herbal medicine manufacturers who add medicinal chemicals to their products. One of the medicinal chemicals that is often used is allopurinol and dexamethasone. This study aims to identify the presence of allopurinol and dexamethasone in medicinal chemicals circulating in the Tanjungsari Market using thin layer chromatography qualitative analysis, as well as to determine the levels of allopurinol and dexamethasone in gout herbal medicine using high performance liquid chromatography quantitative analysis. The rf result using thin layer chromatography obtained for herbal medicine sample B was 0.5 and for sample C was 0.43. The sample concentration obtained using high performance liquid chromatography in herbal medicine sample B for dexamethasone was 103.571%, and for allopurinol it was 0.025% and in sample C for dexamethasone it was 157.378%, and for allopurinol it was -0.0044%. Abstrak. Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional dan telah digunakan secara turun-temurun. Minat masyarakat yang besar terhadap produk jamu tersebut sering kali disalahgunakan oleh produsen jamu yang menambahkan bahan kimia obat ke dalam produknya. Salah satu bahan kimia obat yang sering digunakan yaitu allopurinol dan deksametason. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan bahan kimia obat allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat yang beredar di Pasar Tanjungsari dengan analisis kualitatif kromatografi lapis tipis, serta untuk mengetahui kadar allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat dengan analisis kuantitatif kromatografi cair kinerja tinggi. Hasil rf dengan kromatografi lapis tipis yang didapatkan untuk sampel jamu B yaitu 0,5 dan untuk sampel C yaitu 0,43. Kadar sampel yang diperoleh dengan menggunaka kromatografi cair kinerja tinggi pada sampel jamu B untuk deksametason yaitu sebesar 103,571 %, serta untuk allopurinol 0,025 % dan pada sampel C untuk deksametason yaitu sebesar 157,378 %, serta untuk allopurinol yaitu sebesar -0,0044 %.
VALIDASI METODE ANALISIS SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA MORINGA OLEIFERA LAM., DAN EUCALYPTUS GLOBULUS LABILL. Suarantika, Farendina; Akbar, Nabila Hadiah; Patricia, Vinda Maharani
Jurnal Inkofar Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v8i1.330

Abstract

Beberapa tanaman Indonesia seperti Moringa oleifera Lam. dan Eucalyptus globulus Labill. mengandung senyawa aktif yang dapat memberikan aktifitas farmakologis seperti antibakteri, antioksidan, antidiabetes, anti-kanker dan juga anti-inflamasi. Penelitian ini merupakan studi pustaka yang meninjau validasi metode dalam analisis senyawa aktif yang terdapat pada tanaman Moringa oleifera Lam. dan Eucalyptus globulus Labill. Adapun parameter yang terdapat pada dalam suatu validasi metode yaitu akurasi, linearitas, presisi, batas nilai deteksi, dan batas nilai akurasi. Sumber informasi yang digunakan pada kajian pustaka ini diperoleh dengan menggunakan search engine seperti Science direct, Google Scholar, dan PubMed. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian, tema artikel mengenai analisis metabolit sekunder Moringa oleifera Lam. dan Eucalyptus globulus Labill. Untuk kriteria eksklusi adalah artikel metode analisis metabolit sekunder selain Moringa oleifera Lam. dan Eucalyptus globulus Labill., tidak memuat data validasi, serta tidak memuat prosedur lengkap analisis. Berhasil dikumpulkan dan dianalisis sebanyak 45 artikel dan hasilnya validasi metode secara umum menggunakan instrumen RP-HPLC/HPTLC, Spektrofotometri UV-Vis, GC-FID, GC, dan UHPLCDAD. Kata Kunci: Validasi metode, Moringa oleifera Lam., Eucalyptus globulus Labill., Metabolit sekunder
Antioxidant Properties Of N-Hexane Extract From Tobacco Leaves (Nicotiana tabacum L.) Using 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil (DPPH) Method Patricia, Vinda Maharani; Az-zahra, Dhea Khairunnisa; Fakih, Taufik Muhammad; Suarantika, Farendina
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/pcpr.v10i2.59372

Abstract

Tobacco (Nicotiana tabacum L.) is a commercial plant that often used for making cigarettes. In 2012, the government issued regulations for the diversification of tobacco products besides cigarettes. Some of these diversified tobacco products include organic pesticides, anesthetics, cosmetic ingredients, and biochar as an alternative to coal. Therefore, in order to further to diversification of tobacco product, this study aimed to determine the antioxidant activity from n-hexane extract from leaves using the Soxhlet extraction method. Antioxidant activity was assessed by the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method, while the total phenolic content was determined using the Folin-Ciocalteu method that allowed quantification of phenolic compounds in the extract, which possesses the role of antioxidant. The IC50 value obtained from the antioxidant activity assay of the n-hexane extract of tobacco leaves was 426.042 μg/mL, classified as very weak. Meanwhile, the total phenolic content was 51.93 mg GAE/g. These results suggest that the high total phenol content may have other potential activities that can be tested, such as antibacterial activity.
In Vitro Evaluation of Prebiotic Potential of Red Ginger (Zingiber officinale var. rubrum) Rhizome Ethanol Extract on Lactobacillus acidophilus and Escherichia coli Gumelar, Fadil Rido; Suarantika, Farendina; Rusdi, Bertha
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 3 (2024): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v7i3.6029

Abstract

Prebiotics, including carbohydrates and phenols, promote beneficial gut bacteria (probiotics). Red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) rhizomes, rich in these compounds, have been traditionally used in medicine but their prebiotic potential remains unexplored. This study investigated the in vitro prebiotic effects of Z. officinale var. rubrum rhizomes on Lactobacillus acidophilus (beneficial) and Escherichia coli (opportunistic) bacteria. Prebiotic activity was assessed using a turbidimetric method, measuring bacterial growth via UV-Vis spectrophotometry at 600 nm. The prebiotic index and percentage inhibition were calculated to evaluate the impact on bacterial growth. Additionally, total phenol content was determined using the Folin-Ciocalteu method. Results indicate that Z. officinale var. rubrum rhizomes exhibit prebiotic properties, stimulating L. acidophilus growth (prebiotic index of 156.035 and percentage inhibition value of -153.128%) while inhibiting E. coli growth (54.343% inhibition). The rhizomes contained 31.15 mg GAE/g extract of total phenols and 23.55% carbohydrates. These findings suggest that Z. officinale var. rubrum rhizomes possess prebiotic potential, warranting further investigation for potential applications in gut health management.