Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SUPERVISI PENDIDIKAN Atika Ayuni Febiana; Rusli Dedi Mustofa; Erika Lia Pradita; Anisa Kumala Dewi; Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1567

Abstract

Supervisi merupakan rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh supervisor untuk memonitor lembaga sekolah dalam menjalankan proses administrasinya. Supervisi memiliki andil besar dalam kesuksesan baik itu dalam proses belajar mengajar hingga berbagai pengelolaan lainnya. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan yang bertujuan untuk mengetahui seberapa penting supervisi dalam lembaga pendidikan. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa sebagai lembaga pendidikan yang menjadi pabrik dimana menghasilkan generasi penerus bangsa sudah selayaknya melakukan upgrading level pendidikan sesuai dengan kebutuhan zaman. Atau dengan kata lain, sekolah terbaik adalah sekolah yang menjawab tantangan zaman serta mampu melayani warga sekolah dengan administrasi yang berkualitas. Maka dari itu, aktivitas supervisi pendidikan secara kontinyu bisa menjadi solusi terbaik dalam memajukan kualitas lembaga pendidikan serta merevisi program maupun praktik ilegal yang menjadi hambatan bagi lembaga pendidikan terkait.
PENGELOLAAN MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN PERMASALAHAN-PERMASALAHAN SAPRAS Assaniatin Kartika Putri; Ananda Dewi Anjani; Aghits Silmaini Wafa; Kurnia Nur Aisyah; Mutia Irma Fatmawati; Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1630

Abstract

Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya agar mempunyai kekuatan spiritual agama, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, budi pekerti, dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (UU Pendidikan Nasional No. 20 Th. 2003) tentang peningkatan mutu merupakan salah satu pilar pembangunan pendidikan di Indonesia. Sekolah merupakan suatu sistem yang mempunyai tujuan. Sehubungan dengan upaya mencapai tujuan tersebut, seringkali suatu permasalahan dapat timbul. Permasalahan tersebut dapat dikelompokkan sesuai dengan tugas administratif yang menjadi tanggung jawab administrator sekolah, sehingga substansinya merupakan tugas administratif kepala sekolah sebagai administrator. Diantaranya adalah tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam substansi perlengkapan sekolah. Dengan sarana dan prasarana yang memenuhi output yang diharapkan dari sana dapat mencapai tujuan awal dari suatu lembaga pendidikan itu sendiri, namun untuk penididikan prasarana sudah memadai dan relevan dengan kebutuhan maka perluhnya Kajian lebih lanjut mengenai Pengelolaan Prasarana, sehingga visi dan misi sekolah akan tercapai sesuai dengan perencanaan awal.
Optimizing Traditional Games as an Interdisciplinary Learning Tool: Impacts on Student Mental Health, Cultural Awareness, and Online Learning Integration in Primary School Feri Budi Setyawan; Bahtiyar Heru Susanto; Izzatul Fajriyah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.8847

Abstract

Despite increasing interest in traditional games as pedagogical tools, research remains limited in explaining their interdisciplinary value, their contribution to children’s social-emotional well-being, their cultural relevance, and their applicability in online learning. This study addresses these gaps by examining the use of traditional games in a private primary school in Central Java with 120 students aged 7–11. Using a mixed-methods design, it integrates survey data on engagement, stress, and cultural awareness with focus group and interview insights to capture students’ and teachers’ experiences. Findings reveal that traditional games foster a heightened sense of cultural identity and promote cooperative behavior among students, thereby improving interpersonal skills and cultural understanding. Simultaneously, certain games posed challenges for students with varying physical abilities or differing familiarity with cultural practices, which occasionally led to frustration or disengagement. In the context of online learning, integrating traditional games required adaptive strategies, highlighting both the potential for innovative, interactive digital activities and the limitations imposed by technological infrastructure and student readiness. These results underscore the multifaceted role of traditional games as a bridge between cultural education, mental well-being, and interdisciplinary learning, suggesting careful selection, adaptation, and scaffolding are essential to maximize their educational value while mitigating situational challenges. Keywords: cultural awareness, mental health, online learning integration, traditional games
PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA SISWA MELALUI PROGRAM UNGGULAN SEKOLAH ADIWIYATA DI SD NEGERI NGEBUNG BERAN, KULON PROGO Alifia Nur Latifah; Bahtiyar Heru Susanto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12768

Abstract

This study aims to determine the roles of teachers and parents in building students’ environmental care character through the Adiwiyata school flagship program at SD Negeri Ngebung Beran, Kulon Progo, as well as to identify the challenges and solutions encountered in its implementation. The study focuses on three main aspects: the role of teachers, the role of parents, and the environmental care character developed in students through the program. This research employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving third, fourth, and fifth grade teachers, fourth grade students, and parents. The collected data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, based on the predetermined research problems. The results indicate that teachers play significant roles as motivators, facilitators, and organizers in developing students’ environmental care character through habituation, role modeling, structured activities, and the provision of facilities and meaningful learning experiences. Meanwhile, parents act as motivators, role models, and educators who support character development through habituation at home. The Adiwiyata program has proven effective in fostering students’ environmental care character, although several challenges remain, such as students’ inconsistency, varying levels of teacher commitment, environmental facility management issues, and the lack of optimal continuity between school and home environments. Therefore, strengthening collaboration between schools and parents, along with continuous habituation, is necessary to achieve optimal outcomes. Keywords: Teacher Roles, Parent Roles, Environmental Care Character, Adiwiyata School
Implementasi Budaya Sekolah Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SD Muhammadiyah Worawari, Kulon Progo Anisa Kumala Dewi; Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5316

Abstract

Budaya sekolah merupakan salah satu upaya strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui pembiasaan nilai dan perilaku positif di lingkungan sekolah. Implementasi budaya sekolah yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu mengembangkan karakter peserta didik secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi budaya sekolah dalam pembentukan karakter peserta didik di SD Muhammadiyah Worawari, Kulon Progo, serta mengidentifikasi perencanaan, pelaksanaan, faktor pendukung, faktor penghambat, dan evaluasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas IV dan VB, serta peserta didik kelas IV dan VB. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budaya sekolah berhasil membentuk lima karakter utama peserta didik, yaitu religius, nasionalisme, mandiri, gotong royong, dan integritas melalui tiga pilar utama, yaitu keteladanan guru, penegakan tata tertib, dan kegiatan ekstrakurikuler berbasis usia. Keberhasilan tersebut didukung oleh keterlibatan orang tua, teman sebaya, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Adapun faktor penghambat yang masih dihadapi meliputi kurangnya dukungan sebagian orang tua, pengaruh teman sebaya, dan dampak negatif penggunaan gadget. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi budaya sekolah di SD Muhammadiyah Worawari telah berjalan dengan baik dan berperan dalam pembentukan karakter peserta didik. Optimalisasi implementasi budaya sekolah dapat dilakukan melalui standardisasi sistem evaluasi yang memanfaatkan pengukuran perilaku, umpan balik, dan analisis hasil akademik secara berkelanjutan.