Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Gambaran Rasionalitas Penggunaan Zinc dan Probiotik Pada Pasien Diare Pediatrik Sammulia, Suci Fitriani; Suhatri, Suhatri; Safitri, Susi
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v7i1.4409

Abstract

Penyakit diare sampai saat ini masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian terbesar di dunia. Diare menyerang hampir seluruh usia, dan kebanyakan dialami oleh anak berusia di bawah lima tahun atau balita. Penatalaksanaan diare akut anak menurut World Gastroenterology Organisation terdiri dari terapi rehidrasi oral, terapi suplemen zinc, diet, probiotik, dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan zinc dan probiotik pada pasien diare pediatrik yang dirawat di Rumah Sakit X Kota Batam periode 2017-2018. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif retrospektif, data diperoleh dari rekam medik pasien. Sampel diambil sebanyak 61 rekam medik dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita diare didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (33 pasien) dibanding perempuan (28 pasien) dengan kejadian tertinggi pada rentang usia 1 bulan- 12 bulan yakni (23 pasien). Persentase rasionalitas penggunaan zinc yaitu sebesar 67,21% dan tidak rasional sebesar 32,79%. Sementara itu, persentase rasionalitas penggunaan probiotik adalah sebesar 59,01% dan tidak rasional sebesar 40,98%.
AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN KITOLOD (Isotoma longiflora L.) YANG DIINDUKSI DENGAN DEKSAMETASON PADA TIKUS PUTIH JANTAN Afrianti, Ria; Suhatri, Suhatri; Zakia, Nola
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v11i1.117

Abstract

Abstrak Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang dapat disebabkan oleh penurunan jumlah insulin atau resistensi insulin, seperti yang terjadi pada penderita diabetes melitus. Salah satu alternatif pengobatan yang sedang dikembangkan adalah pemanfaatan tanaman herbal seperti daun kitolod (Isotoma longiflora L.) yang mengandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, dan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperglikemia dari ekstrak etanol daun kitolod pada tikus putih jantan yang diinduksi dengan deksametason, serta menentukan dosis dan waktu pemberian yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi deksametason. Penelitian ini menggunakan 18 ekor tikus putih jantan yang dibagi ke dalam enam kelompok perlakuan dengan masing-masing kelompok terdiri atas 3 ekor tikus: kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (deksametason + fruktosa), pembanding (metformin), serta tiga kelompok uji dengan dosis ekstrak kitolod 100, 200, dan 400 mg/kg BB. Penginduksian hiperglikemia dilakukan dengan pemberian deksametason selama 7 hari. Selanjutnya, pemberian ekstrak dilakukan selama 14 hari dan kadar glukosa darah diukur pada hari ke-7 dan ke-14 menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kitolod mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan, dengan dosis paling efektif adalah 400 mg/kg BB (p<0,05). Penurunan kadar glukosa darah tikus tertinggi terjadi pada hari ke-14 dengan nilai 65,26%. Dengan demikian, daun kitolod berpotensi sebagai agen antihiperglikemia alami.