Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

A culture-based public relations perspective on the traditional performing art of “Caci” Manafe, Yermia Djefri; Andung, Petrus Ana; Ali, Mohd Nor Shahizan
PRofesi Humas Vol 9, No 2 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v9i2.58116

Abstract

Background: Caci performance art is a vital cultural asset of the Manggarai community in East Nusa Tenggara Province. However, the rapid advancement of internet-based technologies poses a significant threat to the survival of traditional forms of folk media, including Caci as a traditional game. As such, an effective communication strategy is essential to preserving the noble cultural values embedded in Caci and promoting its significance to a broader audience. Purpose: This study explored the forms of culture-based public relations activities associated with Caci and analyzed the communicative functions of art within this context. Methods: The study used an ethnographic approach. The informant’s involvement in this research includes serving as a primary source during interviews, guiding participant observations, and consulting on research findings to ensure the accuracy of the data. Results: The findings indicated several culture-based public relations activities linked to Caci, including community relationship-building, bentang cama as a forum for planning, Caci as a vehicle to reinforce the masculinity of Manggarai men, post-performance evaluation, and public communication regarding the cultural significance of Caci. Conclusion: Caci performance art encapsulates key components of public relations, encompassing the stages of fact-finding, planning, communication, and evaluation. These stages reinforce the role of Caci as a tool for executing culture-based public relations strategies. Furthermore, the Caci ritual, as a traditional performance serves as social, magical-religious, and entertainment functions. Implications: Public relations research can be expanded through a cultural perspective aligned with local community values. Additionally, traditional performing arts like Caci can be effective tools in PR strategies, fostering innovative, culturally grounded approaches. The study also emphasizes the need to preserve and promote traditional arts as essential to cultural identity in the face of advancing internet technology. 
Komunikasi Persuasif Dinas PPKB Kota Kupang Dalam Pencegahan Stunting Di Kota Kupang Taek, Maria C. P; Yermia Djefri Manafe; Maria Yulita Nara
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 5 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v5i1.564

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komunikasi persuasif Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) dalam mengajak masyarakat kota Kupang untuk mencegah stunting. Penelitian ini berfokus pada bagaimana komunikasi persuasif yang dilakukan oleh Dinas PPKB dalam mengajak masyarakat Kota Kupang untuk mencegah stunting. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah upaya pencegahan stunting yang dilakukan oleh Dinas PPKB Kota Kupang dan bagaimanakah strategi komunikasi persuasive Dinas PPKB dalam mengajak masyarakat Kota Kupang  dalam mencegah stunting. Metode penelitian yang digunakan adalah Studi Kasus Jenis yaitu Kualitatif. Penelitian ini dikaji menggunakan teori Komunikasi persuasif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya pencegahan stunting yang dilakukan oleh Dinas PPKB Kota Kupang dilakukan dengan dengan melalui program-program yang dijalankan oleh setiap bidang yang ada di Dinas PPKB yaitu Program DASHAT yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting, Program Pasca Salin KB, dan membentuk Tim Pendamping Keluarga yang mendampingi keluarga berisiko stunting. Terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Dinas PPKB dalam upaya  pencegahan stunting yakni Sosialisasi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Pasangan Usai Subur (PSU) , Pelayanan di puskesmas Oebobo, melakukan kegiatan dashat, Kegiatan cegah stunting oleh Dinas PPKB di posyandu dengan cek kesehatan, pemberian imunisasi, dan pemberian makanan tambahan di kelurahan fatululi, melakukan pendampingan keluarga yang beresiko stunting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh Dinas PPKB untuk mencegah stunting di Kota Kupang yakni membentuk Tim Percepatan penurunan stunting (TPPS) tingkat kota, kecamatan dan kelurahan untuk mengkomunikasikan program DASHAT yang digagas pemerintah Kota Kupang.