Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

BENJANG HELARAN SEBAGAI MOTIF BUSANA READY TO WEAR DENGAN TEKNIK HAND PAINTING Sifa Herlina Nurfirdausiah; Katiah Katiah
Jurnal Da Moda Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Da Moda Oktober 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i1.110

Abstract

Kondisi seni tradisional di Indonesia yang sudah mulai terjadi krisis budaya dimana generasi muda lebih menyenangi budaya luar , berakibat juga pada keberadaan Benjang yang ada di Jawa Barat. Benjang adalah seni tradisional yang berkembang di wilayah Bandung dari abad ke-7. Benjang diketahui terbagi menjadi 3 jenis yakni Benjang Gelut, Benjang Helaran dan Tari Topeng Benjang. Keberadaan Benjang yang sudah mulai tersisihkan menginspirasi untuk mewujudkan menjadi motif hias busana dengan teknik hand painting. Hand painting merupakan teknik melukis yang dilakukan dengan bermediakan kain yang telah menjadi busana. Penerapan motif hias yang terinspirasi oleh Benjang akan diterapkan pada busana ready to wear berupa jaket dan celana berbahan denim. Jenis busana siap pakai ini mudah menembus berbagai kalangan dengan berbagai usia dan jenis kelamin. Tujuan dari akifitas yang dimaksud adalah menganalisis produk busana dari hasil pengembangan kreatifitas dan inovasi mahasiswa di bidang busana, dalam kontek melestarikan seni tradisional bejang. Tahapan yang dilakukan di awali dengan perancangan, pembuatan busana dan menganalisi produk Penulis melakukan kajian pada produk busana ready to wear dengan permukaan kain yang dilukis motif hias yang merupakan pengadaptasian dari seni Benjang dengan teknik hand paintingm , sebagai focus inovasi.
MODIFIKASI BENTUK FUSION BUSANA SVEN DAN ELSA FROZEN PADA BUSANA KREASI Anisa Salsabila Ulhak; Katiah Katiah
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 10, No 3 (2023): September - Desember
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v10i2.42887

Abstract

Busana merupakan segala sesuatu yang dipakai mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki.Modifikasi busana dapat dilakukan dengan cara mengubah bentuk sebuah benda dari yang kurang menarik menjadi menarik tanpa menghilangkan fungsi asli yang dilakukan dengan cara digayakan dan disederhanakan. Pada modifikasi ini dilakukan fusion yaitu penyatuan. Frozen adalah sebuah film animasi 3D tahun 2013 produksi Walt Disney Animation Studios. Tokoh utama dalam film animasi ini adalah Elsa yang merupakan ratu dari Arandelle dan terdapat tokoh bernama Sven yaitu hewan rusa peliharaan milik kristoff. Pada busana yang dibuat menggabungkan kedua tokoh yaitu Elsa dan Sven. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil dari busana kreasi yang telah dimodifikasi dengan mempresentasikan film animasi frozen. Penelitian ini menggunakan metode Three Stage Design Process yang terdiria dari tiga tahapan. Tahap pertama yaitu problem definition & research, tahap kedua yaitu creative exploration dan tahap ketiga yaitu implementation. Hasil dari penelitian menghasilkanb usana kreasi berupa busana bustier, dipadankan dengan jubah, dipadukan dengan sabuk, hiasanb bahu, bando rusa serta dilengkapi hiasan punggung. Selanjutnya busana kreasi ini dapat dijadikan inovasi dalam memodifikasi busana fantasi menjadi busana kreasi di masa mendatang.
Pengembangan dan Perancangan Multimedia Video Tutorial Perawatan Tangan dan Kaki Rumkoda, Dina Nadya; Marlina, Marlina; Katiah, Katiah; Pragholapati, Andria
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 8 No. 04 (2022): December 2022
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v8i04.6773

Abstract

AbstrakKemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berada di tahap digital yang membutuhkan inovasi media pembelajaran yang efektif dan efisien serta mampu menjadikan peserta didik tetap aktif dan mandiri. Multimedia video tutorial merupakan media pembelajaran yang mampu mendukung peserta didik tetap aktif dan mandiri tanpa batas waktu dan ruang serta membantu pengajar untuk memudahkan memberikan materi. Khususnya pada materi pembelajaran perawatan kuku tangan dan kaki sebagai bahan kesiapan peserta didik dalam melaksanakan praktik perawatan kuku tangan dan kaki masih menggunakan media Microsoft Powerpoint sehingga untuk kegiatan praktik belum bisa maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi, membuat perencanaan dan pengembangan, melakukan validasi dan uji coba produk serta melakukan revisi. Pada proses merancang dan membuat serta mengembangkan multimedia video tutorial perawatan tangan dan kaki dilakukan validasi multimedia ke ahli materi dan ahli multimedia, serta melakukan uji coba kepada calon user. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model penelitian ADDIE. Temuan dalam penelitian ini, multimedia yang dibuat termasuk kepada kategori “layak sekali” yang dikuatkan dengan hasil validasi oleh validasi ahli multimedia dan ahli materi serta calon user yang dengan harapan dapat dijadikan media pembelajaran perawatan tangan dan kaki. Kata Kunci: materi pembelajaran, multimedia, perawatan tangan dan kaki, video tutorial AbstractThe progress of science and technology is already at the digital stage which requires effective and efficient learning media innovation and is able to make students active and independent. Multimedia video tutorials are learning media that are able to support students to stay active and independent without time and space limits and help teachers to make it easier to provide material. Particularly in learning material for the care of fingernails and toenails as a material for the readiness of students to carry out practice of caring for fingernails and toenails, they still use Microsoft Powerpoint media so that practical activities cannot be maximized. The purpose of this research is to identify, plan and develop, validate and test products and make revisions. In the process of designing and creating and developing multimedia video tutorials on manicure and pedicure, multimedia validation was carried out to material experts and multimedia experts, as well as conducting trials to prospective users. The research method used in this study is Research and Development (R&D) using the ADDIE research model. The findings in this study, the multimedia created belongs to the "very feasible" category which is strengthened by the results of validation by the validation of multimedia experts and material experts as well as prospective users which are expected to be used as learning media for manicure and pedicure. Keywords: learning media, multimedia, pedicure and manicure, video tutorial
Inovasi Karakteristik Cleo de Nile Monster High pada Busana Kreasi Amani, Shabrina Zata; Karmila, Mila; Katiah, Katiah
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 3 No. 1 (2023): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v3i1.2240

Abstract

Monster High merupakan serial animasi yang berawal dari karakter boneka fashion yang dibuat oleh Mattel, perancang boneka. Serial ini menceritakan tentang kehidupan para monster atau sekolah khusus monster. Karakter Cleo de Nile ini salah satu protagonis utama di Monster High, diceritakan bahwa tokoh ini berasal dari Kairo, Mesir dan dulunya seorang putri yang diagungkan seperti halnya Cleopatra. Penelitian ini menggunakan ADDIE Model yang terdiri dari 5 tahap yaitu; Analyze (analisis), Design (perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (implementasi) dan Evaluation (evaluasi) untuk mewujudkan hasil dari kodifikasi busana kreasi ini dengan sumber ide Cleo de Nile. Adapun Mesir, yang mana sebagai latar belakang Cleo de Nile dikenal dengan negara yang memiliki banyak peninggalan sejarah salah satunya ornament bunga Tulip yang juga akan dijadikan hiasan kreasi pada busana ini. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kreatifitas mahasiswa dalam menumpahkan ide-ide pada busana yang akan dirancang.
PENERAPAN LEKAPAN PAYET DENGAN MOTIF GARUDA MUNGKUR PADA INOVASI BUSANA PRINCESS FIONA Zakiyah, Wafi; Sakti, Asri Wibawa; Katiah, Katiah
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 3 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v3i1.34656

Abstract

pada permukaan kain. Inovasi busana pesta malam resmi terinspirasi dari busana yang dikenakan Princess Fiona dalam film animasi Shrek (2002). Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan proses penerapan aplikasi payet dengan motif garuda mungkur pada busana pesta malam resmi. 2). Untuk mendeskripsikan hasil jadi inovasi busana pesta malam resmi sesuai sumber ide busana Princess fiona dengan menerapkan aplikasi payet bermotif garuda mungkur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penciptaan karya, yang terdiri atas 4 tahapan yakni pra-perancangan, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Hasil penelitian menyatakan: 1) hasil jadi busana Princess Fiona setelah dilakukan proses inovasi terdapat pada perubahan beberapa aspek yang mengubah kesan busana santai menjadi busana untuk kesempatan pesta malam, baik dari segi perubahan model, teknik pemasangan garnitur dan motif dengan menggunakan motif Garuda Mungkur yang memperhatikan aspek filosofis, estetika, dan teknik lekapan payet dalam membuat busana inovasi menjadikan busana sebagai mahakarya seni disamping fungsi praktisnya.
Dongeng Roro Jonggrang sebagai Sumber Ide Motif pada Busana Pesta dengan Teknik Hand Painting Fathya Khairani Bustomi; Katiah Katiah
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 25, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v25i3.5421

Abstract

Banyak dongeng atau cerita rakyat sudah turun-temurun masih di lestarikan dan menjadi cerita rakyat yang berkembang di masyarakat pada masa lampau hingga sekarang. Salah satunya dongeng Roro Jonggrang yang berasal dari provinsi Yogyakarta. Saat ini cerita rakyat atau dongeng yang berkembang di masyarakat umumnya di lestarikan dalam bentuk buku atau e-book, oleh karena itu penulis ingin mengembangkan inovasi bahwa dongeng atau cerita rakyat dapat di lestarikan dalam bentuk karya seni, khususnya untuk memunculkan ikon cerita rakyat Roro Jonggrang dalam bentuk pengembangan inovasi hiasan motif yang akan diaplikasikan pada busana pesta dengan teknik hand painting. Penelitian ini menggunakan metode PBL (Project Based Learning) yaitu menggunakan masalah untuk mengembangkan keterampilan dan pemecahan masalah. Tujuan penelitian adalah untuk menciptakan inovasi motif dengan sumber ide dongeng Roro Jonggrang dan melestarikan budaya lokal.
PERANCANGAN TRANSFORMING DRESS BERBASIS MOTIF BATIK SOLO Hosa, Mila; Katiah, Katiah
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 28, No 1 (2025): Januari-April 2025
Publisher : Faculty of Visual Arts and Design, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v28i1.5431

Abstract

Perkembangan tren fesyen yang semakin dinamis mendorong perempuan untuk selalu tampil fashionable di berbagai suasana. Tantangan terbesar muncul ketika harus menghadiri beberapa kegiatan dalam satu waktu dengan keterbatasan durasi untuk berganti busana, sehingga dibutuhkan solusi fesyen yang praktis namun tetap estetis. Penelitian ini berfokus pada perancangan transforming dress yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan dengan tampilan berbeda hanya melalui satu jenis busana. Tujuannya adalah menghasilkan desain busana yang mampu mendukung kebutuhan mobilitas perempuan modern tanpa mengurangi kesan profesional, anggun, dan elegan. Dalam proses perancangan, motif batik Solo diterapkan sebagai unsur utama untuk memperkuat identitas budaya dan menambah karakter visual busana. Integrasi batik Solo dipilih tidak hanya untuk menghadirkan keunikan dan pesona kecantikan pemakainya, tetapi juga sebagai upaya pelestarian dan promosi tekstil tradisional Indonesia pada lingkup yang lebih luas. Hasil penelitian ini berupa transforming dress berbasis motif batik Solo yang memadukan fungsi, fleksibilitas, dan nilai budaya, sehingga memberikan alternatif desain fesyen yang relevan bagi perempuan modern dengan mobilitas tinggi.Kata kunci: transforming dress; batik Solo; desain pakaian---Design of a Transforming Dress Based on Solo Batik Motifs. The rapid development of dynamic fashion trends encourages women to remain fashionable in various situations. A major challenge arises when attending multiple activities within a limited timeframe, which restricts opportunities to change outfits. Therefore, a practical yet aesthetically appealing fashion solution is required. This study focuses on the design of a transforming dress that can be worn for multiple occasions with different visual appearances using only a single dress. The aim is to produce a fashion design that supports the mobility needs of modern women without reducing the impression of professionalism, grace, and elegance. In the design process, Solo batik motifs are applied as the primary element to reinforce cultural identity and enhance the visual character of the dress. The integration of Solo batik is intended not only to present uniqueness and highlight the wearer’s beauty but also to contribute to the preservation and promotion of Indonesia’s traditional textile heritage on a broader scale. The outcome of this study is a transforming dress based on Solo batik motifs that combines functionality, flexibility, and cultural value, offering a fashion design alternative relevant to modern women with high mobility.Keywords: transforming dress; Solo batik; fashion design
Leadership style analysis of the Head of Sukahurip Village, Pangandaran District Dananir Hasna Azzahra; Nadia Aulia Rizkiani; Katiah Katiah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.62002

Abstract

To build village development, parties who can synergise for the programs that will be held in a village, such as the village head, village officials, and the village community are needed. Sukahurip Village is a village located in Pangandaran Regency, which is currently carrying out sustainable development. In the process, the development was assisted by the village head, who was the leader in its management. The village head often involves the community in decision-making. The role of the leader here is important in fulfilling all of these services, starting from the planning and implementation processes. The leader must apply the right leadership style to encourage or move the community to achieve the vision and mission of the village as an advanced village. Therefore, descriptive research is needed regarding the leadership style applied by the Sukahurip Village Head, the results of which can be used for the next Village Head to optimize the potential of his village to carry out sustainable development. This study uses qualitative methods with data collection techniques using interviews and observations. The research data collection method was carried out through interviews, holding a meeting of two people to exchange information and ideas through question and answer so that meaning can be constructed in a particular topic, and observation, which is data collection by observing the subject or phenomenon under study without direct intervention.    Abstrak Dalam membangun perkembangan desa, diperlukaan pihak-pihak yang mampu bersinergi untuk program-program yang akan diselelnggarakan di sebuah desa, seperti halnya Kepala Desa, perangkat desa, juga masyarakatnya sendiri. Desa Sukahurip merupakan Desa yang terletak di Kabupaten Pangandaran, yang saat ini sedang melakukan pembangunan berkelanjutan. Dalam prosesnya, pembangunan tersebut dibantu oleh Kepala Desa sebagai pemimpin dalam penglelolaannya. Kepala Desa seringkali mengikutsertakan masyarakat untuk ikut andil dalam pembuatan keputusan. Peran pemimpin di sini penting dalam memenuhi semua layanan tersebut mulai dari proses perencanaan maupun pelaksanaaan. Pemimpin harus menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat agar dapat mendorong atau menggerakkan masyarakatnya sehingga dapat mencapai visi misi desa tersebut sebagai desa yang maju. Oleh karena itu, diperlukan penelitian secara deskriptif mengenai gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Kepala Desa Sukahurip, yang nantinya hasil penelitian ini bisa dimanfaatkan untuk Kepala Desa berikutnya dalam mengoptimalkan potensi desanya untuk menjalankan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggujnakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan datanya adalah dengan cara wawancara dan observasi. Metode pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan mengadakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu, dan observasi, yang merupakan pengumpulan data dengan cara mengamati subjek atau fenomena yang diteliti tanpa campur tangan langsung.  Kata Kunci: Daerah Pangandaran; demokratis; kepala desa; kepemimpinan  
Use of convex glass to improve driving safety in Sukahurip Village Muhammad Aqmal Nurilshif Karim; Bravian Ariq Akbarulah; Katiah Katiah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62250

Abstract

Driving safety is a severe challenge experienced by Sukahurip Village. In 2021, 306 accidents were recorded, especially on roads with sharp bends. The Sukahurip Village 2023 UPI KKN Student Team took the initiative through this service program to install convex mirrors on roads with sharp bends. The installation of this convex mirror as a 2023 UPI KKN student service program in Sukhurip Village is an effort to reduce the number of accidents and improve driving safety in Sukahurip Village. Another objective is to evaluate the impact of convex mirrors on improving traffic safety in rural areas. This service method is carried out through a direct approach in the area where the service is carried out by installing convex mirrors with a focus on broadening the driver's view and increasing awareness of road conditions. The results show a reduction in traffic accidents in the area because the convex mirror increases the viewing angle for the driver and allows a quicker response to road situations. This can certainly be a solution and a significant contribution for village communities to reduce the risk of accidents. The mirror installation involved collaboration between UPI 2023 KKN students and Sukahurip Village residents, providing concrete benefits for road safety in the village. It is hoped that one of the programs in this service activity can become the basis for similar programs regarding the importance of simple innovations such as convex mirrors in driving safety in rural areas.   Abstrak Keselamatan berkendara merupakan tantangan yang cukup serius dialami oleh Desa Sukahurip. Tercatat 306 kasus pada tahun 2021 kecelakaan terjadi, terutama di jalan dengan tikungan tajam. Tim Mahasiswa KKN UPI 2023 Desa Sukahurip berinisiatif melalui program pengabdian ini memasang cermin cembung di jalan dengan tikungan tajam. Pemasangan cermin cembung ini sebagai program pengabdian mahasiswa KKN UPI 2023 di Desa Sukhurip menjadi salah satu upaya untuk mengurangi angka kecelakaan yang terjadi serta meningkatkan keselamatan berkendara di Desa Sukahurip. Tujuan lainnya yaitu untuk mengevaluasi dampak penerapan cermin cembung terhadap peningkatan keselamatan lalu lintas di wilayah pedesaan. Metode pengabdian ini dilakukan melalui pendekatan secara langsung di daerah pelaksanaan pengabdian dengan memasang cermin cembung dengan fokus pada perluasan pandangan pengemudi dan peningkatan kesadaran terhadap kondisi jalan. Hasil menunjukkan pengurangan kecelakaan lalu lintas di daerah tersebut karena dengan cermin cembung meningkatkan sudut pandang bagi pengemudi dan memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap situasi jalan. Hal ini tentunya bisa menjadi solusi dan kontribusi besar bagi masyarakat desa untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan. Pemasangan cermin melibatkan kolaborasi antara mahasiswa KKN UPI 2023 dan warga Desa Sukahurip, memberikan manfaat konkret bagi keselamatan jalan di Desa tersebut. Diharapkan salah satu program pada kegiatan pengabdian ini dapat menjadi dasar bagi program lain yang sejenis mengenai pentingnya inovasi sederhana seperti cermin cembung dalam konteks keselamatan berkendara di daerah pedesaan. Kata Kunci: Cermin cembung; jalan dengan tikungan tajam; keselamatan berkendara 
Pengembangan dan peningkatan mutu desain produk pakaian wanita sistem konfeksi bagi para pengusaha kecil pedesaan Katiah Katiah
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.46

Abstract

Permasalahan prioritas yang dihadapi para pengusaha kecil yang memroduksi busana wanita sistem konfeksi di Desa Tegal Gubuk Kidul Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon adalah modal usaha dan pengembangan serta peningkatan mutu desain pakaian wanita sistem konfeksi yang disenangi, hemat menggunakan kain dan dapat dijual dengan harga murah. Program ini dilaksanakan melalui model pembinaan yang berkelanjutan dengan tujuan mengembangkan jaringan kemitraan, penyelusuran peminjaman modal usaha dan pengembangan serta peningkatan mutu desain busana yang sedang “trend". Manfaat yang diharapkan: (1) Dari sisi ekonomi produk meningkatkan gairah kewirausahaan dan skala usaha para pengusaha kecil di kawasan Desa Tegal Gubuk. 2. Warga memperoleh pengetahuan dan keterampilan, pengalaman teknis, serta mengembangkan kreativitas dan wawasan dalam pembuatan pola standar dan pemanfaatan kain. 3 Dari sisi sosial nasional; konsumen memperoleh pakaian dengan model yang tren dan berkualitas serta meningkatkan pendapatan pengusaha kecil. Kegiatan dilakukan dalam 3 bulan pelatihan dengan tiga tahapan program, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pembinaan lanjutan akan dilaksana-kan selama satu tahun. Materi yang disampaikan berupa teori dan praktik. Instrukturnya 6 orang dari Jurusan PKK FPTK Universitas Pendidikan Indonesia, dan satu orang dari Depperindag Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan selama pelatihan adalah: demonstrasi, ceramah, tanya jawab, diskusi, praktik langsung dan kunjungan ke garmen. Sedangkan untuk pembinaan lanjutan adalah praktik langsung, diskusi dan penjajakan pasar di luar Pasar Sandang Tegal Gubuk. Kegiatan ini perlu ditindaklanjuti secara terpadu oleh LPM UPl, Bappeda Kabupaten Cirebon, Depperindag Kabupaten Cirebon, dan pemerintah daerah setempat dengan jadwal rutin dan bimbingan khusus untuk kelompok kecil. Kegiatan lanjutan perlu penyelusuran dalam upaya pengembangan modal usaha dan tindak lanjut kemitraan dengan garmen.