Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Proses pelaksanaan pembelajaran Cooperation Academic Education Program (co-op) dalam meningkatkan kemandirian mahasiswa Katiah Katiah
Jurnal Abmas Vol. 5 No. 1 (2005): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v5i1.76

Abstract

Co-op dapat diposisikan sebagai program dan strategi atau pendekatan, yang apabila dilihat dari segi teknis pelaksanaan kegiatan berbeda dengan praktek kerja lapangan dan magang bagi mahasiswa. Co-op tidak terikat oleh suatu mata kuliah, mengharuskan mahasiswa bekerja secara penuh waktu, mahasiswa tidak menerima "gaji" tetapi kompensasi baik berupa uang maupun fasilitas lainnya. Co-op sebagai program di dalam pelaksanaan kegiatannya terjadi proses pembelajaran yang membawa dampak pada penumbuhan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan kemandirian mahasiswa. Proses pembelajaran Co-op di UKM-UKM dengan di usaha besar memiliki perbedaan. Bertitik tolak dari posisi Co-op sebagai program ekstrakurikuler yang ditawarkan oleh Direktorat Kelembagaan dan Pemberdayaan Peran Masyarakat (DIKTI), dilihat dari peran Pendidikan Luar Sekolah terhadap Pendidikan Sekolah maka program Co-op berperan sebagai pelengkap dan menjembatani pendidikan sekolah khususnya perguruan tinggi dengan dunia usaha. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan tahapan: 1) Identifikasi kebutuhan UKM dan kebutuhan belajar mahasiswa dengan kegiatan perekrutan dan penyeleksian yang dilaksanakan secara terpadu oleh Tim Pelaksana dan mahasiswa, 2) Penyusunan desain program pembelajaran, dibuat berdasarkan data dari identifikasi dengan menjabarkan komponen-komponen pembelajaran pada umumnya, 3) Pengembangan program pembelajaran, dilakukan untuk menyempurnakan dan mengembangkan komponen pembelajaran, 4) Implementasi program pembelajaran dan 5) Evaluasi program pembelajaran, mencakup evaluasi proses, hasil dan dampak. Pada setiap tahapan pelaksanaan program Co-op, terjadi proses pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang berbeda-beda membawa dampak pada perilaku mandiri mengarah pada kewirausahaan, ditandai dengan adanya tanggung jawab yang besar, ulet dan tekun di dalam bekerja serta di dalam merintis dan mengembangkan usaha pada beberapa mahasiswa UPI. Untuk meningkatkan hasil pembelajaran dan dampak perlu adanya model Co-op khusus bagi mahasiswa UPI dan model bimbingan serta evaluasi.
Tukar belajar pada kawasan sentra industri pakaian jadi merupakan alternatif model Kuliah Kerja Usaha (KKU) bagi mahasiswa Katiah Katiah
Jurnal Abmas Vol. 8 No. 1 (2008): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v8i1.96

Abstract

Apabila mahasiswa tidak dipersiapkan untuk menjadi sumber daya manusia yang unggul dan mandiri, atau manusia yang punya inisiatif, kreatif, mempunyai jiwa kewirausahaan, maka setelah lulus akan kesulitan mencari kerja, dan dapat menjadi pengangguran intelektual. Tujuan yang diharapkan dari program KKU intinya adalah: (1) menemukan dan memecahkan masalah yang dihadapi UKM mitra, (2) merencanakan produk usaha yang dituangkan dalam bentuk business plan, (3) memberikan masukan tentang manajemen dan desain produk sebagai upaya pengembangan usaha, (4) membantu pembenahan manajemen UKM, proses produksi, dan pemasaran. Kegiatan yang dilakukan mencakup persiapan, pelaksanaan, monev dan rancangan tindak lanjut dengan jangka waktu selama lima bulan. Khalayak sasaran adalah Kelompok Usaha Bersama Melati (P2WKT) yang bergerak di usaha busana anggota keseluruhan 20 UKM, yang dijadikan mitra KKU 6 UKM. Metode yang digunakan praktik langsung. Jumlah mahasiswa yang terlibat sebanyak 30 orang.
Pengelolaan sampah melalui manajemen berbasis bank sampah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Yadi Ruyadi; Katiah Katiah; Sri Subekti; Supriyono Supriyono
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38705

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertolak dari kerisauan terhadap fenomena permasalahan kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan sampah, perlunya peningkatan keterampilan dalam pengelolaan sampah, belum berdayanya kelompok keluarga miskin, belum adanya kepengurusan dalam pengelolaan sampah dan belum adanya tempat pembuangan sampah. Targetan luaran dalam jangka pendek dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu terdapatnya model pengelolaan sampah secara produktif, terdapatnya kepengurusan pengelolaan sampah, terdapatnya mitra kerja dan kader pengelolaan sampah, berdayanya kelompok keluarga miskin dan terdapatnya tempat pembuangan sampah. Targetan luaran dalam jangka panjang yaitu terdapatnya desa percontohan dalam pengelolaan sampah dan terdapatnya kerjasama yang baik antara masyarakat, stakeholders dan pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah. Hasil dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah dilaksanakannya pelatihan tentang pengelolaan Bank Sampah yang diikuti oleh sejumlah 40 peserta/kader perwakilan dari Posdaya dan menghasilkan model pengelolaan sampah yang produktif melalui Bank Sampah di 12 RW desa Citalem kecamatan Cipongkor sebagai upaya penanganan masalah sampah dan pendapatan masyarakat.
Inovasi wisata edukasi Ciletuh Unesco Global Geopark melalui produk hanjeli E-Dye Cucu Ruhidawati; Winwin Wiana; Katiah Katiah; Pipin Tresna; Feny Puspitasari
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i1.52915

Abstract

The tourist village, which has the potential to attract people to visit and travel, requires innovation by utilizing the existing local potential. The development of the Ciletuh tourism village area is an effort to improve and develop the natural potential of Hanjeli villages around Ciletuh Unesco Global Geopark, with a strategy to introduce the abundant natural potential and process it into a characteristic of the Ciletuh tourism village. Hanjeli is a superior Waluran Mandiri Tourism Village product, but has not been optimally utilized as a creative product in other fields besides food. Based on this, the methodology of community service carried out by the academic community of the Fashion Education study program in solving problems is using Action research. Action Research from community service involving targets between PKK cadres and direct targets of the community / young women, as many as 20 people in Waluran Village in the Ciletuh Tourism Village Area. The results of the Action are the existence of products other than food and strategies to explore the potential of hanjeli by applying ecoprint-tie dye techniques that produce attractive textile motifs, are environmentally friendly and are a fashion trend that is very popular with the public, especially the younger generation or visitors to the Ciletuh tourist village.   Abstrak Desa wisata sebagai desa yang memiliki potensi yang dapat menggerakkan orang orang untuk berkunjung dengan tujuan berwisata membutuhkan inovasi dengan memanfaatkan potensi lokal yang diunggulkan. Pengembangan kawasan desa wisata Ciletuh sebagai upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi alam hanjeli desa sekitar Ciletuh Unesco Global Geopark dengan strategi mengenalkan potensi alam yang melimpah dan dapat diolah menjadi ciri khas desa wisata Ciletuh. Hanjeli merupakan produk unggulan Desa Wisata Waluran Mandiri tetapi belum dimanfaatkan dengan optimal sebagai produk kreatif di bidang lain selain pangan. Berdasarkan hal tersebut metodologi pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh sivitas akademika prodi Pendidikan tata busana di dalam memecahkan permasalahan adalah menggunakan Action research. Action Research dari pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan sasaran antara kader PKK dan sasaran langsung masyarakat/ perempuan muda sebanyak 20 orang di Desa Waluran di Kawasan Desa Wisata Ciletuh. Hasil dari Action adalah terdapatnya produk selain makanan dan strategi untuk mengeksplorasi potensi hanjeli dengan diterapkan teknik ecoprint-tie dye yang menghasilkan motif tekstil yang menarik, ramah lingkungan dan merupakan tren fesyen yang sangat digemari masyarakat, terutama generasi muda atau pengunjung desa wisata Ciletuh. Kata Kunci: desa wisata Ciletuh; ecoprint; hanjeli; teknik tie dye
Brand logo design training for the small-medium batik enterprise Mila Karmila; Katiah Katiah; Marlina Marlina; Feny Puspitasari; Asri Andarini
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.52917

Abstract

This paper is based on community service activities in Kalitengah village, Tengahtani sub-district, Cirebon, West Java, Indonesia. The aim is to support the batik enterprises towards a more independent, better, and still profit-oriented, even in a pandemic. They have many problems in the sales and marketing system, and do not have a brand logo yet. This paper focused on brand logo design training because the small-medium batik enterprises need a brand logo. The brand logo will help them as a differentiator and identity, develop an online promotion for their business, and earn more profit. The methods used were participatory action research (PAR). The steps are 1) field survey, 2) workshops, 3) mentoring, 4) empowering, and 5) Evaluation and follow-up. The study involved 2 (two) small-medium batik enterprises: Selva Batik and Batik Habibah. The result is the logo of Selva Batik's more contemporary, modern impressions, whereas the logo of Batik Habibah has traditional and decisive impressions. Both logos have represented their enterprises as a part of Batik Pesisir Cirebon and have reached the stage from unbranded to branded as a reference, personality, and icon.   Abstrak Tulisan ini merupakan hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kalitengah, Kecamatan Tengahtani, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Tujuannya adalah untuk mendukung usaha batik menjadi lebih mandiri dan lebih baik namun tetap berorientasi pada keuntungan meskipun dalam situasi pandemi. Mereka memiliki banyak masalah dalam sistem penjualan dan pemasaran dan mereka belum memiliki logo merek. Makalah ini berfokus pada pelatihan desain logo merek karena usaha batik kecil-menengah membutuhkan logo merek. Logo merek akan membantu mereka sebagai pembeda, identitas, dan mengembangkan promosi online untuk bisnis mereka dan mendapatkan lebih banyak keuntungan. Metode yang digunakan adalah metode Participatory Action Research (PAR). Langkah-langkahnya adalah 1) survei lapangan; 2) lokakarya; 3) pendampingan; 4) Pemberdayaan; 5) Evaluasi dan tindak lanjut. Penelitian ini melibatkan 2 (dua) perusahaan batik kecil-menengah; Selva Batik dan Batik Habibah. Hasilnya adalah logo batik Selva lebih terkesan kontemporer dan modern sedangkan logo Batik Habibah terkesan tradisional dan tegas. Kedua logo tersebut telah merepresentasikan usaha mereka sebagai bagian dari Batik Pesisir Cirebon dan telah mencapai tahap dari tidak bermerek menjadi merek sebagai referensi, merek sebagai kepribadian, dan merek sebagai ikon. Kata Kunci: batik; batik Cirebon; desain; merek logo; pelatihan
Pengembangan kompetensi guru dan peserta didik keahlian busana dalam mendesain busana digital dengan Ibis Paint X di SMK Sukapura Tasikmalaya Cucu Ruhidawati; Mila Karmila; Katiah Katiah; Win Win Wiana; Asri Wibawa Sakti
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i2.75894

Abstract

This community service activity is a follow-up to the mentoring program of the Center of Excellence Vocational School implemented at Sukapura Tasikmalaya Vocational School. The knowledge and skills of fashion design teachers in digital design still need strengthening and development. This condition is one of the bases for implementing community service by lecturers of the Fashion Design Education Study Program, FPTI UPI. Based on these conditions, the proposed community service program based on expertise in the field of science aims to realize a follow-up program from the results of the mentoring of the SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) fashion expertise carried out by Lecturers of the Fashion Design Education Study Program, FPTI UPI. The impact of this program is expected to increase the ability of teachers and students with fashion expertise at SMK PK Sukapura Tasikmalaya to design clothes digitally using the "Ibis Paint X" program. The method used in this community service is carried out by action research, through several steps, including: 1) Planning, at this stage, the team makes preparations starting from preparing proposals, searching for data, potential, problems and coordinating with SMK PK program targets related to the Agency and DUDIKA; 2) Implementation, at the implementation stage, Research, Action and Evaluation of training / mentoring results are carried out as material in the preparation of further Research and Action to realize SMK PK fashion expertise; 3) Monitoring is carried out during the training / mentoring process and after the activity is completed; 4) Evaluation; and 5) Follow-up. Through community service activities, it can be observed that there is an increase in the ability to design clothes digitally, especially with Ibis Paint X, for teachers and students at SMK Sukapura Tasikmalaya.   Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari program pendampingan SMK Pusat Keunggulan yang dilaksanakan di SMK Sukapura Tasikmalaya. Pengetahuan dan keterampilan Guru Tata Busana dalam mendesaian secara digital masih membutuhkan penguatan dan pengembangan. Kondisi ini merupakan salah satu dasar di dalam pelaksanaan pengabdian oleh dosen Prodi Pendidikan Tata Busana FPTI UPI. Berdasarkan kondisi tersebut, program pengabdian kepada masyarakat berbasis kepakaran bidang ilmu yang diusulkan ini bertujuan untuk mewujudkan program tindak lanjut dari hasil pendampingan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) keahlian busana yang dilakukan oleh Dosen program Prodi Pendidikan Tata Busana FPTI UPI. Dampak dari program ini diharapkan meningkatnya kemampuan guru dan peserta didik keahlian busana di SMK PK Sukapura Tasikmalaya dalam mendesain busana secara digital menggunakan program “ Ibis Paint X. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan kaji tindak atau action research, melalui beberapa langkah, di antaranya: 1) Perencanaan, pada tahap ini, tim melakukan persiapan mulai dari penyusunan proposal, mencari data, potensi, permasalahan dan koordinasi dengan SMK PK sasaran program Dinas terkait dan DUDIKA; 2) Pelaksanaan, Pada tahap pelaksanaan dilakukan Research, Action dan Evaluasi hasil pelatihan / pendampingan sebagai bahan di dalam penyusunan Research dan Action lanjutan untuk mewujudkan SMK PK keahlian busana; 3) Monitoring dilakukan selama proses pelaksanan pelatihan/pendampingan dan pasca kegiatan selesai; 4) Evaluasi; dan 5) Tindak lanjut. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat diamati adanya peningkatan kemampuan mendesain busana secara digital khususnya dengan Ibis Paint X pada guru dan peserta didik di SMK Sukapura Tasikmalaya. Kata Kunci: Ibis Paint x; kompetensi; kompetensi guru; mendesain