Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Effect of Bay Leaf (Syzygium polyanthum) Extract on Antioxidant Activity, MDA Levels, and Liver Histopathology Feature of Ethambutol Induced Wistar Rats Suwito, Bambang Edi; Shanty, Lea Maera; Gumilang, Retna; Handayani, Handayani; Ulhaq, Renata Alya
JURNAL INDONESIA DARI ILMU LABORATORIUM MEDIS DAN TEKNOLOGI Vol 4 No 2 (2022): Enhanced knowledge of laboratory medicine's role in healthcare
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ijmlst.v4i2.2471

Abstract

Bay leaf extract (Syzygiun polianthum) is one herbal elemnt that may be used to lessen liver function issues, lessen symptops of nausea, vomiting, discomfort and improve adherence and the effectiveness of tuberculossi treatment. The objective of this study was to determine the effect of bay leaf (Syzygium polyanthum) extract on antioxidant activity, Malondialdehyde (MDA) levels, and liver histopathology of ethambutol-induced Wistar rats. This research is a laboratory experiment. Antioxidant activity of Bay Leaf Extract was evaluated by comparing vitamin C with spectrophotometry methods. White Wistar rats were separated into 6 groups and uset to test the lebel of MDA and livers histopathology. Group 1 serves as the control group and received DMSO (placebo); Group 2 was received ethambutol 50mg/kg BW; Group 3 was received ethambutol and silymarine with dose 50mh/kg BW. Group 4-6 had been given ethambutol and extra ethanol extract of bay leaves of 75,150, dan 300mg/kg BW, respectively. The results of the spectrophotometry showed that the Bay Leaf Extract had antioxidant activity comparable to that of vitamin C, with an IC50 of 11.4 g ± (4.4%). One-Way ANOVA test results obtained p = 0.002 (p<0.05) while the Kruskal-Wallis test results obtained the Asymp. Sig value 0.105> 0.05. There was a significance difference in each group’s MDA levels (p=0.002). Although there was no significant difference in the liver histopathology of treated rats (p>0.05). While bay leaf extract significantly lowers MDA levels in ethambutol-induced Wistar rats, it has no discernible impact on the liver histopathology of ethambutol-induced Wistar rats. Bay leaf extract possesses antioxidant activity comparable to vitamin C.
EDUKASI PENANGANAN LUKA BAKAR UNTUK MENGHINDARI KEMATIAN SEL PADA SANTRI PP. ASSALAFI AL-FITHRAH SURABAYA Bambang Edi Suwito; Mustika Chasanatusy Syarifah; Nurkholila Ferdianita Yasmin; Annisa Hanin Zharifah Husna; Khadijah Khairul Bariyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37601

Abstract

Luka bakar merupakan luka terbuka yang perlu dirawat dengan baik agar tidak terjadi perburukan kondisi luka, sehingga bisa mempercepat proses penyembuhan luka. Perawatan luka bakar bertujuan memfasilitasi dalam proses penyembuhan, mencegah infeksi, dan meminimalkan komplikasi sehingga dengan penanganannya yang tepat akan meningkatkan keberhasilan dalam proses terapeutik. Tetapi, hingga kini masih ditemukan penggunaan bahan-bahan yang sebenarnya tidak ditujukan untuk luka bakar, contohnya pasta gigi, air liur, dan lain-lain—yang padahal bahan tersebut diketahui tidak memberi efek baik, bahkan dapat memperburuk kondisi luka. Sehingga sangat penting untuk melakukan penyuluhan berupa penanganan yang tepat pada luka bakar. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan wawasan dengan mengedukasi para santri tentang penanganan luka bakar untuk mencegah terjadinya keparahan. Metode yang diterapkan adalah dengan memberikan materi penyuluhan kepada mitra binaan PP. Assalafi Al-Fithrah Surabaya. Sebelum pemberian materi, dilakukan pemberian pre test pada peserta penyuluhan selama 5 menit, dilanjutkan dengan pemberian materi edukasi penanganan luka bakar selama 45 menit serta diskusi dua arah, dan setelahnya dilakukan pemberian post test selama 5 menit. Hasil pre dan post test ini nantinya dinilai dan dilakukan pengolahan data serta evaluasi oleh tim penyuluhan. Hasil kuesioner pre dan post test dengan topik edukasi penanganan luka bakar untuk mencegah terjadinya kematian sel ini menunjukkan peningkatan wawasan pada keseluruhan hasil post test-nya. Sehingga dapat diartikan adanya peningkatan pemahaman serta perubahan sikap dari para peserta setelah mengikuti kegiatan ini.
EDUKASI TENTANG CARA PENCEGAHAN PENYAKIT LEPTOSPIROSIS DI PESANTREN MAHASISWA AN-NUR SURABAYA: - Satriya Wijaya; Akas Yekti Pulih Asih; Novera Herdiani; Bambang Edi Suwito
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.52813

Abstract

Pondok Pesantren Mahasiswa An-Nur merupakan Ponpes yang letaknya di Jalan Wonocolo gang modin nomor 10A Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya yang mempunyai jumlah santri dari kalangan mahasiswa yang berkuliah di UINSA, UNUSA dan beberapa kampus lain yang dekat dengan Pesantren. Berdasarkan survey awal yang dilakukan tim pengabdian masyarakat, bahwasanya santri belum pernah mendapatkan edukasi tentang cara atau upaya pencegahan penyakit leptospirosis, selain itu beberapa santri juga masih belum mengerti akan pentingnya berperilaku sehat dan menjaga kesehatan diri dengan optimal. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh pondok pesantren, melakukan intervensi untuk meningkatkan pemberdayaan warga santri sehingga kedepannya dapat mewujudkan kondisi pesantren yang sehat yang meliputi : a) Melakukan edukasi tentang cara pencegahan yang tepat dan efektif untuk penyakit menular khususnya penyakit leptospirosis; b) Melakukan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesantren dan pentingnya asupan nutrisi gizi seimbang untuk menjaga imunitas tubuh bagi setiap individu santri; c) Memberikan sumbangan sarana prasarana kesehatan dasar seperti kotak Obat P3K beserta perlengkapan P3K. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bertujuan untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai cara pencegahan penyakit menular khususnya leptospirosis yang tepat dan efektif, serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesantren dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesantren dan pentingnya asupan gizi seimbang untuk menjaga imunitas tubuh setiap individu santri.
Understanding Biometric Identification for Indonesian Immigrant Families in Sanggar Belajar Sentul, Kuala Lumpur, Malaysia Mustika Chasanatusy Syarifah; Bambang Edi Suwito; Hafid Algristian; Tri Deviasari Wulan; Diana Arum Lisnawati; Ken Putri Raudhatul Jannah; Zainul Hadi Wildan Ismail
Communautaire: Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/communautaire.v4i2.1213

Abstract

The primary objective of this community service activity is to provide Indonesian Immigrant Workers (IIWs) with a fundamental understanding of biometric data. This study is significant due to the growing reliance on biometric systems across sectors and the vulnerability of IIWs, who often lack awareness of data security risks. Limited digital literacy and inadequate access to legal protections heighten their susceptibility to data misuse and breaches. The research employs a Community-Based Participatory Research (CBPR) approach, ensuring the involvement of stakeholders from Sanggar Belajar Sentul to design the activities, making them contextually relevant and addressing the specific needs of the target community. The community service successfully educated 23 Indonesian Immigrant Workers, increasing their awareness of the types of biometric data and the associated risks, particularly data leakage. The findings emphasise the importance of such educational initiatives in empowering vulnerable populations to safeguard their personal information. It is recommended that similar programs be expanded to other immigrant communities, integrating hands-on training and leveraging digital platforms for broader outreach. The contributions of this research include the effectiveness of community-based education in improving biometric data literacy and data protection awareness among immigrant workers, which can serve as a model for future educational interventions aimed at strengthening digital literacy in marginalised communities.