Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Refleksi Budaya dan Pendidikan Sejarah: Implementasi Problem Based Learning dalam Meningkatkan Pembelajaran Humanis Di SMA Cilacap Sudarto, Sudarto; Warto, Warto; Sariyatun, Sariyatun; Musadad, Akhmad Arif
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i3.16491

Abstract

The research aims to explore how the Problem Based Learning (PBL) model can increase students' understanding and interest in history education with a humanist approach. The method used is qualitative with a case study approach, which allows researchers to delve into the experiences of students and teachers in the learning process. Data were collected through interviews, observations, and analysis of documents related to the implementation of PBL in the classroom. The results show that the application of PBL not only increases students' involvement in history learning but also enriches their understanding of relevant cultural and social contexts. This study emphasizes the importance of integrating PBL methods in history education as a way to create a more meaningful and humanist learning experience for students. The implementation of PBL in history education not only enhances humanist learning but also equips students with essential skills to face real-world challenges. However, there are various challenges faced in the implementation of PBL that must be overcome. These findings are expected to contribute to the development of the curriculum and practice of teaching history in schools.
Pengelolaan Pertanian Berkelanjutan Berbasis Eco-spirituality Dalam Tradisi Komunitas Adat Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Cultural Socio-Ecological System (Studi Pada Tradisi Komunitas Adat Di Tajakembang, Cilacap, Jawa Tengah) Sudarto, Sudarto; Wijayanti, Yeni; Pramesti, Cipto Surya; Agustina, Deden Dendi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 30, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.100561

Abstract

This research discussed eco-spirituality in the tradition of the Tajakembang, Cilacap indigenous community, with a focus on sustainable agricultural management and cultural socio-ecological system resilience.Using an ethnographic approach and qualitative analysis, this study illustrated how these communities integrated spiritual and Islamic values in their agricultural practices, thereby creating a sustainable and resilient agricultural system, referring to the development of a harmonious relationship between humans and nature, as well as the integration of Islamic values oriented towards environmental balance. The application of community resilience theory and social practice theory in this study provided a critical perspective to analyzed the dynamic interaction between structures and agencies in social relations.This research contributed to the understanding of eco-spirituality in indigenous community traditions, by emphasizing its role in sustainable agricultural management, resilience of cultural socio-ecological system and the integration of various values. Cultural socio-ecological system resilience refered to the ability of communities to adapted and to survived in the face of environmental and social changes. Eco-spirituality values strengthened the resilience of the Tajakembang indigenous community, for example, the practice of sharing resources and traditional knowledge could increase the community's adaptation capacity to climate change.
CULTURAL-RELIGIOUS ECOLOGY MASYARAKAT PESISIR CILACAP Sudarto, Sudarto; Warto, Warto; Sariyatun, Sariyatun; Musadad, Akhmad Arif
Danadyaksa Historica Vol 4, No 2 (2024): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v4i2.8993

Abstract

Penelitian bertujuan mengeksplorasi hubungan antara budaya, agama, dan ekologi dalam konteks masyarakat pesisir Cilacap. Fokus utama penelitian ini adalah memahami bagaimana nilai-nilai budaya dan praktik religius masyarakat pesisir berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan dan pelestarian ekosistem lokal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan fokus pada studi literatur dan observasi lapangan. Teknik pengumpulan data melalui Literature review, wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir Cilacap memiliki tradisi dan kepercayaan yang kuat yang mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan lingkungan. Ritual-ritual keagamaan dan praktik budaya, seperti tradisi Sedekah Laut, tidak hanya berfungsi sebagai sarana spiritual tetapi juga sebagai mekanisme untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan penting tentang peran budaya dan agama dalam membentuk ekologi masyarakat pesisir, serta implikasinya terhadap kebijakan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi studi lebih lanjut mengenai hubungan antara budaya, agama, dan ekologi di komunitas pesisir lainnya.
Perjuangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI: Analisis Peran dan Strategi pada Masa Agresi Militer Belanda II Tahun 1948-1949 Ari Yanto, Eka Nofri; Suyanti, Suyanti; Safi, Jamin; Sudarto, Sudarto
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.16671

Abstract

Perjuangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia (RI) selama Agresi Militer Belanda II (1948-1949) merupakan sebuah babak penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Penelitian bertujuan menggali peran dan kontribusi Sultan dalam mendukung pemerintahan Republik, terutama saat Yogyakarta menjadi ibu kota negara. Dalam konteks tersebut, Sultan tidak hanya memberikan dukungan moral tetapi juga material dengan meminjamkan gedung-gedung milik kesultanan untuk keperluan pemerintahan dan membuka kas kerajaan untuk membiayai aktivitas pemerintahan RI di Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan menggunakan analisis historis sebagai metode utamanya yang meliputi; koleksi heuristik, kritik sumber, interpretasi dan sintesis historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap konsisten Sultan dalam memperjuangkan kedaulatan RI tidak hanya mencerminkan komitmennya sebagai pemimpin daerah, tetapi juga sebagai simbol persatuan bangsa dalam menghadapi ancaman dari luar. Perjuangan beliau pada masa itu merupakan babak penting dalam sejarah perjuangan kedaulatan Negara. Kontribusinya tidak hanya sebatas simbol-simbol belaka; ia aktif memobilisasi sumber daya, mendukung operasi militer, dan memupuk persatuan di antara rakyat Indonesia. Dengan demikian, kontribusi Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia pada masa yang krusial ini.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kesenian Beluk di Kampung Adat Kuta Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis Apriani, Nita Dewi Putri; Sondarika, Wulan; Sudarto, Sudarto
Jurnal Artefak Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i1.18112

Abstract

Beluk art is closely related to wawacan literature which is still preserved by the Kuta village community. This art is estimated to have existed when Nyi Dewi Sri or Nyi Pohaci told how to farm, because rice is a source of human life. However, lately, beluk art has been rarely played by the younger generation, they generally do not know this traditional music. This study aims to describe the values of local wisdom of Beluk art in the Kuta - Ciamis Traditional Village. The method used is a qualitative ethnographic method through the steps of observation, interviews and documentation. The results of the study indicate that Beluk art has a value that is deeply rooted in the traditions of the Kuta Village community, this is because the area is an area that is backed by an agricultural community. This art has existed since long ago which is used as a performance when cutting rice. In the 2000s, this art was rarely performed because there was no young generation who wanted to continue it. So the development of this art began to fade. In the past, this art only focused on cutting rice which was always carried out during the harvest season, but now this art is performed during certain events. The values contained in it include religious values, socio-cultural, historical, aesthetic, creative, national spirit, love of the homeland, togetherness, environmental preservation, education, cultural identity, and the value of simplicity.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI NYAPU KABUYUTAN SITUS GUNUNG PAYUNG DESA SIRNAJAYA KECAMATAN KARANG JAYA KABUPATEN TASIKMALAYA Maulana, Fahmi; Brata, Yat Rospia; Sudarto, Sudarto
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.19466

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara praktik tradisi dan pelestarian lingkungan, dengan fokus pada tradisi upacara Nyapu Kabuyutan di Gunung Payung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Tasikmalaya. Meskipun penelitian sebelumnya telah mengakui nilai-nilai dalam tradisi, masih terdapat kesenjangan dalam memahami kontribusi langsung tradisi terhadap pelestarian lingkungan. Tradisi adat mencerminkan pemahaman holistik tentang lingkungan yang mendorong praktik pelestarian berkelanjutan. Upacara Nyapu Kabuyutan bertujuan untuk membersihkan objek Lingga Payung melalui ritual yang dilakukan oleh masyarakat dan pemangku adat, serta menjaga kelestarian dan keseimbangan alam untuk generasi mendatang. Penelitian ini juga menyoroti komitmen masyarakat dalam mempertahankan prinsip, aturan, nilai, dan norma yang ada untuk menjaga kearifan lokal. Dengan mengadopsi konsep Hablum minal’alam, penelitian ini mengeksplorasi harmoni kosmos dan konservasi dalam tradisi Nyapu Kabuyutan dari perspektif etnoekologi dan moral ekologi. Fokus utama penelitian ini adalah nilai kearifan lokal dalam tradisi Nyapu Kabuyutan, dengan membatasi permasalahan pada sejarah perkembangan, prosesi pelaksanaan tradisi, dan kaitannya dengan pelestarian lingkungan.
Language Politeness in Javanese and Sundanese Border Cultural Landscapes in Elementary School Student Learning Andini, Siti; Sudarto, Sudarto; Ayatullah, Ayatullah; Farhan, Hamid Mohamad
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v6i4.2354

Abstract

Language politeness plays a crucial role in maintaining harmony and effectiveness of communication, especially for elementary school students in cultural border areas. This study aims to understand the application of language politeness in the elementary education environment in the Java-Sunda border area. This study uses a qualitative method with a descriptive phenomenological approach to describe the phenomenon of language politeness in learning in grade 5 of SD Negeri Waringinsari and SD Negeri Bener. Data were collected through observation and recording of oral speech between students and teachers during the learning process, which were then analyzed using interactive data analysis techniques. The results showed that the principles of language politeness, formulated by Geoffrey Leech, were well applied by teachers and students in classroom interactions. Applying the principles of proverbs, Wisdom, Generosity, Respect, Simplicity, Agreement, and Sympathy proved effective in creating an inclusive and harmonious learning environment. In addition, the use of mixed language between Indonesian and local languages in classroom communication reflects adaptation to the local cultural context, which helps strengthen the emotional connection between teachers and students. Language politeness is important to maintain effective communication, build positive social relationships, and prevent conflicts that may arise due to cultural differences.
Integrasi Pedagogi Reflektif dan Eco-Pedagogy dalam Konstruksi Kausalitas Sejarah: Membangun Kesadaran Nilai Lingkungan melalui Landscape Budaya dalam Pembelajaran Sejarah Sudarto, Sudarto; Warto, Warto; Sariyatun, Sariyatun; Musadad, Akhmad Arif
Jurnal Artefak Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i1.20669

Abstract

The study examines the integration of reflective pedagogy and eco-pedagogy in the construction of historical causality, with a focus on building environmental awareness and values through an understanding of cultural landscapes in history education. The phenomenon of environmental unconsciousness in history education has become a primary urgency for the development of an educational model that combines critical reflection and ecological values. This approach aims to cultivate critical attitudes and ecological awareness among students by leveraging relevant historical and local cultural contexts. The study employs a descriptive qualitative method with data collection techniques including literature review, observation, and interviews. The results of the study show that the integration of these pedagogies is effective in deepening understanding of historical causality while instilling ecological values and preserving local culture as a medium for meaningful learning. The implications of this study encourage innovation in history learning that not only teaches historical causality but also builds critical ecological awareness and cultural values. These findings contribute to the development of new models of history learning that are environmentally and culturally aware.
Strategi Adaptasi Sistem Pengetahuan Adat Komunitas Kampung Kuta dalam Menghadapi Tekanan Globalisasi: Studi Kritis Terhadap Ketahanan Budaya dan Konservasi Alam Nurholis, Egi; Sudarto, Sudarto; Budiman, Agus; Ramdani, Dadan
Jurnal Artefak Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i1.20928

Abstract

This study examines the impact of globalization on the indigenous knowledge system of the Kuta Village community in Ciamis and the adaptation strategies they employ to maintain cultural resilience and environmental sustainability. Using a qualitative approach through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, the research finds that the community integrates traditional rules (pamali), sacred forest preservation rituals, cultural education, and selective use of environmentally friendly technologies. Traditional institutions act as key mediators between tradition and modernization, ensuring sustainable use of natural resources. These strategies not only preserve cultural identity but also strengthen the ecological functions of the customary territory. The findings highlight that local wisdom-based adaptation can effectively respond to globalization pressures without sacrificing core values. The study recommends formal recognition and policy support for indigenous knowledge systems as vital social capital for sustainable development.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI NGALUNGSUR PUSAKA DI KARANGPAWITAN GARUT Mulyadi, Rifan; Sondarika, Wulan; Sudarto, Sudarto
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.21891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan Ngalungsur Pusaka di Karangpawitan Garut serta untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai kearifan lokal tradisi ngalungsur pusaka di Karangpawitan Gart. Metode yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan studi literatur, observasi, dan wawancara dengan juru Kunci, dan ketua pelaksana kegiatan ngalungsur pusaka, dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan rangkaian acara upacara ngalungsur pusaka yang terbagi menjadi 7 prosesi yaitu memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, ziarah qubra atau ziarah akbar, penurunan pusaka diiringi dengan pawai obor, pengusungan atau penaikan pusaka, pentas seni, khitanan masal, dan yang terakhir pencucian pusaka. Adapun nilai-nilai kearifan lokal pada upacara ngalungsur pusaka diantaranya nilai cinta tanah air, nilai religius, nilai sosial, nilai tanggung jawab, nilai kreatif, nilai kerja keras, nilai disiplin, nilai bersahabat, dan nilai semangat kebangsaan.